WAWASAN ASIS

Contoh Modul Ajar PJOK SD Permainan Bola Kecil

Contoh modul ajar PJOK SD materi permainan bola kecil fase B: tujuan, langkah tiga pertemuan, asesmen keterampilan, dan modifikasi alat untuk sekolah.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Modul ajar PJOK SD untuk permainan bola kecil berisi rencana pembelajaran gerak dasar melempar, menangkap, dan memukul bola kecil melalui permainan yang sudah dimodifikasi sesuai usia murid. Contoh di bawah ini disusun untuk fase B (kelas III–IV), tiga pertemuan, lengkap dengan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, asesmen, dan modifikasi alat untuk sekolah dengan halaman sempit. Bapak/Ibu bisa menyesuaikan alokasi waktu dan permainan dengan kondisi sekolah masing-masing.

Mengapa bola kecil perlu dimodifikasi untuk SD

Permainan bola kecil seperti kasti, rounders, dan bola bakar menuntut koordinasi mata dan tangan. Murid kelas III–IV masih mengembangkan kemampuan ini, sehingga aturan resmi sering membuat sebagian besar murid hanya menunggu giliran. Modifikasi membuat lebih banyak murid bergerak sekaligus dan peluang berhasil lebih besar.

Prinsip modifikasi yang dipakai dalam contoh ini:

  • bola lebih lunak dan sedikit lebih besar, misalnya bola plastik atau bola kertas yang dililit lakban,
  • pemukul lebih lebar, misalnya papan atau raket plastik,
  • lapangan lebih kecil dan jumlah pemain per tim lebih sedikit,
  • aturan sederhana yang ditambah bertahap.

Identitas modul

Komponen Isi
Satuan pendidikan SD Negeri Sukamaju 2
Fase/kelas B/IV
Elemen Keterampilan gerak
Materi Permainan bola kecil (kasti modifikasi)
Alokasi waktu 3 pertemuan x 2 JP (35 menit)
Jumlah murid 28 murid
Sarana Halaman sekolah, 10 bola plastik, 4 pemukul papan, 8 kerucut atau botol bekas berisi pasir

Tujuan pembelajaran

Setelah tiga pertemuan, murid dapat:

  1. melakukan lemparan bawah dan lemparan atas ke arah sasaran dengan koordinasi yang baik,
  2. menangkap bola dengan dua tangan dari lemparan teman,
  3. memukul bola yang dilambungkan ke arah lapangan,
  4. bermain kasti modifikasi dengan menaati aturan dan menghargai teman.

Tujuan nomor 4 sekaligus melatih sportivitas dan kerja sama, dua hal yang sering terlupa dalam pembelajaran PJOK.

Langkah kegiatan

Pertemuan 1: Melempar dan menangkap

Pendahuluan (10 menit)

  • Berbaris, berdoa, memeriksa kesiapan dan kondisi kesehatan murid.
  • Pemanasan bermain "Kucing dan tikus" dengan bola: murid yang memegang bola tidak boleh ditangkap.

Inti (50 menit)

  1. Guru memperagakan lemparan bawah dan atas, menekankan posisi kaki dan ayunan lengan.
  2. Murid berpasangan, lempar tangkap jarak 3 meter, lalu mundur satu langkah setiap lima tangkapan berhasil.
  3. Permainan "Lempar ke keranjang": tiap kelompok berlomba memasukkan bola ke ember dari garis berjarak.
  4. Guru berkeliling memberi umpan balik singkat per murid.

Penutup (10 menit)

  • Pendinginan dan peregangan.
  • Refleksi: "Bagian tubuh mana yang paling bekerja saat melempar jauh?"

Pertemuan 2: Memukul bola

Inti (50 menit)

  1. Guru memperagakan cara memegang pemukul dan posisi badan menyamping.
  2. Pos latihan bergilir dengan empat pos: memukul bola diam di atas kerucut, memukul bola lambungan pelan, lempar tangkap, dan lari antar kerucut.
  3. Murid berpindah pos setiap 8 menit dengan tanda peluit.

Pos memukul bola diam sangat membantu murid yang belum percaya diri. Setelah berhasil tiga kali, murid boleh pindah ke bola lambungan.

Pertemuan 3: Bermain kasti modifikasi

Inti (50 menit)

  1. Guru menjelaskan aturan sederhana: tim pemukul memukul bola lalu lari ke dua tiang hinggap; tim penjaga menangkap atau mengembalikan bola ke pelambung.
  2. Kelas dibagi empat tim berisi tujuh murid, dua lapangan kecil berjalan bersamaan.
  3. Setiap murid wajib mendapat giliran memukul minimal dua kali.
  4. Pergantian tim setelah semua anggota memukul, bukan setelah tiga murid mati, agar semua murid aktif.

Penutup

Diskusi singkat tentang perilaku sportif yang terlihat selama permainan, lalu guru memberi apresiasi kepada tim yang paling saling mendukung.

Asesmen

Asesmen formatif

Guru mengamati keterampilan selama latihan dan memberi umpan balik langsung. Catat cukup dengan tanda centang pada daftar murid.

Rubrik keterampilan gerak

Aspek Mulai berkembang Berkembang Cakap
Lemparan Arah belum tepat, ayunan lengan pendek Arah cukup tepat, sesekali melenceng Arah tepat, ayunan lengan dan langkah kaki selaras
Tangkapan Sering lepas Tangkap dengan dua tangan, kadang lepas Tangkap mantap, siap melempar kembali
Pukulan Belum mengenai bola Mengenai bola, arah belum terkontrol Mengenai bola dengan arah ke lapangan
Sportivitas Perlu diingatkan Menaati aturan Menaati aturan dan menyemangati teman

Asesmen sumatif

Penilaian praktik pada pertemuan ketiga menggunakan rubrik di atas. Hasilnya diolah menjadi nilai capaian tujuan pembelajaran untuk rapor.

Diferensiasi dan keselamatan

  • Murid yang belum terampil: jarak lempar lebih dekat, bola lebih besar, pemukul lebih lebar.
  • Murid yang sudah mahir: jarak lebih jauh, sasaran lebih kecil, atau menjadi pelambung.
  • Murid dengan kondisi kesehatan tertentu: beri peran pencatat skor atau wasit pembantu, tetap terlibat.
  • Keselamatan: jauhkan antrean pemukul dari area ayunan minimal dua meter, periksa halaman dari batu atau pecahan kaca, sediakan air minum.

Kaitan dengan kokurikuler dan kebiasaan sehat

Materi bola kecil mudah dikaitkan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, terutama kebiasaan berolahraga. Guru bisa meminta murid mencatat kegiatan bermain aktif di rumah selama sepekan, lalu membahasnya di awal pertemuan berikutnya. Dengan begitu, modul ajar PJOK SD tidak berhenti di lapangan sekolah, tetapi ikut membentuk kebiasaan bergerak di rumah.

Tips memakai modul ajar PJOK SD ini

  1. Sesuaikan alat dengan yang tersedia. Bola tenis bekas yang dibungkus kain pun cukup.
  2. Bila halaman dipakai kelas lain, bagi lapangan menjadi lebih kecil dan tambah pos latihan.
  3. Simpan catatan rubrik setiap pertemuan agar nilai rapor tidak disusun dari ingatan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja yang termasuk permainan bola kecil di SD?

Contoh umumnya kasti, rounders, bola bakar, dan permainan lempar tangkap. Untuk SD, permainan sebaiknya dimodifikasi agar aman dan semua murid bergerak.

Apakah modul ajar PJOK SD harus dibuat per pertemuan?

Tidak harus. Satu modul bisa mencakup beberapa pertemuan selama tujuan pembelajaran dan langkah tiap pertemuan jelas.

Bagaimana jika sekolah tidak punya lapangan?

Gunakan halaman, lorong lebar, atau ruang kelas yang dikosongkan dengan bola kertas yang ringan. Kurangi jarak dan jumlah pemain per kelompok.

Bagaimana menilai sikap sportif murid?

Amati perilaku selama permainan, seperti menaati aturan, menerima kekalahan, dan menyemangati teman. Catat dalam rubrik sederhana atau catatan anekdot.

Bisakah modul ini dipakai untuk fase C?

Bisa, dengan menambah tingkat kesulitan: jarak lebih jauh, aturan kasti lebih lengkap, dan strategi tim.

ASIS: Perangkat Ajar dan Nilai PJOK dalam Satu Tempat

Guru PJOK sering mengajar banyak rombel sekaligus. Modul ajar tersimpan di laptop, catatan rubrik di kertas yang terlipat di saku, dan nilai praktik baru disalin ke lembar rapor menjelang akhir semester. Di titik itulah data sering hilang atau tertukar.

ASIS membantu guru menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan mengolah nilai di satu tempat, sehingga hasil asesmen praktik langsung mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang. Untuk referensi materi, guru bisa membuka buku pelajaran pemerintah di Pustaka, dan aktivitas interaktif di Studio dapat dipakai sebagai pengayaan di kelas saat hujan menghalangi kegiatan di lapangan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.