Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menyusun modul ajar pembelajaran mendalam langkah demi langkah: tujuan, prinsip, pengalaman belajar, asesmen, dan contoh terisi untuk kelas SMP.
Modul ajar pembelajaran mendalam adalah rencana pembelajaran yang dirancang agar murid tidak hanya mengingat materi, tetapi memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan apa yang dipelajari, dalam suasana yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Secara format, ia tidak jauh berbeda dengan modul ajar yang sudah dikenal guru. Perbedaannya ada pada cara merancang tujuan, kegiatan, dan asesmen agar ketiganya saling terhubung dan menuntut kerja berpikir murid.
Panduan ini membahas komponen yang perlu ada, langkah penyusunan, contoh terisi untuk satu topik SMP, serta kesalahan yang sering membuat modul ajar terlihat lengkap di atas kertas tetapi dangkal di kelas.
| Prinsip | Maknanya di kelas |
|---|---|
| Berkesadaran | Murid memahami tujuan belajar, tahu mengapa mempelajarinya, dan bisa memantau kemajuannya |
| Bermakna | Materi dikaitkan dengan konteks nyata yang relevan bagi murid |
| Menggembirakan | Suasana menantang, positif, dan membuat murid ingin terlibat |
Modul ajar yang mendalam memastikan ketiga pengalaman ini benar-benar terjadi, bukan hanya tertulis.
Sekolah boleh menyesuaikan format, tetapi komponen berikut membantu menjaga kedalaman:
Rujuk panduan resmi Kemendikdasmen terbaru untuk istilah dan komponen yang dipakai di sekolah Bapak/Ibu.
Sebelum menulis kegiatan, jawab pertanyaan ini: apa yang sudah diketahui murid tentang topik ini? Miskonsepsi apa yang mungkin mereka bawa? Konteks apa di sekitar mereka yang bisa dipakai? Jawaban ini menentukan titik awal dan contoh yang dipilih.
Tujuan yang baik menyebut kemampuan yang terlihat. Bandingkan:
Tentukan bagaimana murid akan menunjukkan bahwa tujuan tercapai. Setelah itu, rancang kegiatan yang mempersiapkan murid menuju bukti tersebut. Urutan ini mencegah kegiatan yang seru tetapi tidak mengarah ke tujuan.
Pastikan setiap pengalaman belajar punya kegiatan yang jelas dan alokasi waktu yang cukup. Fase merefleksi paling sering dikorbankan karena waktu habis. Jadwalkan sejak awal.
Pertanyaan yang baik membuat murid berpikir lebih dalam. Siapkan tiga sampai lima pertanyaan terbuka yang akan diajukan selama pembelajaran.
Tidak perlu tiga versi lembar kerja. Cukup siapkan dukungan untuk murid yang kesulitan, misalnya kartu petunjuk, dan tantangan tambahan untuk murid yang cepat selesai.
Topik: Pencemaran air di lingkungan sekitar Alokasi waktu: 3 pertemuan x 2 JP Tujuan: Murid dapat menjelaskan penyebab pencemaran air di lingkungan sekitar dan mengusulkan tindakan pencegahan berdasarkan data pengamatan. Dimensi profil lulusan fokus: penalaran kritis, kolaborasi, kewargaan.
Murid menjawab tiga pertanyaan singkat: dari mana air di rumah berasal, ke mana air bekas mandi dibuang, dan apakah sungai terdekat bersih.
| Waktu | Kegiatan | Prinsip/pengalaman belajar |
|---|---|---|
| 15 menit | Murid melihat foto sungai di sekitar daerah mereka, berdiskusi apa yang mereka lihat | Bermakna |
| 25 menit | Membaca teks pendek tentang sumber pencemaran, mencatat istilah penting | Berkesadaran |
| 30 menit | Kelompok menyusun peta konsep sebab dan akibat pencemaran | Memahami |
| 10 menit | Tiket keluar: satu sumber pencemaran yang mungkin ada di sekitar rumah | Merefleksi awal |
| Waktu | Kegiatan | Prinsip/pengalaman belajar |
|---|---|---|
| 10 menit | Guru menjelaskan cara mengamati sampel air sederhana: warna, bau, kekeruhan, sampah | Berkesadaran |
| 40 menit | Kelompok mengamati dua sampel air yang dibawa dari lokasi berbeda, mencatat data | Menggembirakan, mengaplikasi |
| 30 menit | Kelompok menganalisis data dan menyusun dugaan penyebab | Mengaplikasi |
| Waktu | Kegiatan | Prinsip/pengalaman belajar |
|---|---|---|
| 40 menit | Kelompok merancang poster usulan tindakan pencegahan untuk warga sekolah | Bermakna |
| 25 menit | Galeri karya dan umpan balik antarteman memakai rubrik | Merefleksi |
| 15 menit | Refleksi tertulis: apa yang berubah dari pemahamanku, apa yang akan kulakukan | Merefleksi |
Poster dinilai dengan rubrik empat kriteria: ketepatan penjelasan penyebab, penggunaan data pengamatan, kelayakan usulan tindakan, dan kejelasan penyajian.
Sebelum modul ajar pembelajaran mendalam dibawa ke kelas, periksa lima hal berikut:
Jika ada jawaban "belum", perbaiki bagian itu dulu.
Menempel label prinsip tanpa mengubah kegiatan. Menulis "menggembirakan" di samping kegiatan ceramah tidak membuatnya menggembirakan.
Terlalu banyak tujuan. Satu modul untuk tiga pertemuan cukup dengan satu atau dua tujuan utama.
Refleksi hanya formalitas. Pertanyaan "apa yang kamu pelajari hari ini?" saja kurang. Minta murid membandingkan pemahaman awal dan akhir.
Modul terlalu tebal. Modul ajar adalah alat kerja guru. Lebih baik ringkas dan dipakai daripada tebal dan disimpan.
Menyalin modul tanpa menyesuaikan. Modul dari orang lain boleh menjadi inspirasi, tetapi konteks murid harus disesuaikan.
Formatnya mirip. Perbedaannya pada penekanan tiga prinsip, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta tiga pengalaman belajar yang dirancang secara eksplisit.
Sekolah dapat menyesuaikan format selama komponen penting ada. Ikuti kebijakan sekolah dan panduan resmi terbaru.
Cukup beberapa halaman untuk satu rangkaian pertemuan, ditambah lampiran lembar kerja dan rubrik.
Pembelajaran mendalam tidak menuntut sarana mahal. Lingkungan sekitar sekolah, bahan bekas, dan diskusi yang baik sudah sangat cukup.
Tidak harus. Ketiganya bisa tersebar dalam beberapa pertemuan, seperti contoh di atas.
Akar masalah penyusunan modul ajar adalah waktu dan dokumen yang tercecer. Modul disusun di berkas pribadi, lembar kerja di folder lain, rubrik di kertas, dan hasil asesmen di buku nilai. Ketika semester berganti, guru sering mulai lagi dari nol.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dalam satu akun dengan bank soal, e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan profil murid yang utuh. Bahan bacaan dari buku pelajaran pemerintah tersedia di Pustaka, sedangkan aktivitas dan lab interaktif bisa dipakai dari Studio. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyiapkan soal, dan setiap soal tetap wajib ditinjau guru sebelum digunakan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Komunitas Belajar, prinsip dan pengalaman belajar dalam pembelajaran mendalam; Unesa: Praktik Pedagogis Pembelajaran Mendalam; detikEdu: Profil Lulusan
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.