WAWASAN ASIS

Modul Ajar PAUD Fase Fondasi: Tema Aku Cinta Indonesia

Contoh modul ajar PAUD fase fondasi tema Aku Cinta Indonesia: tujuan, kegiatan lima hari, alat main, asesmen, dan catatan untuk orang tua.

Tim Wawasan ASIS 28 Jul 2026 Panduan

Modul ajar PAUD fase fondasi adalah rencana pembelajaran untuk anak usia dini yang memuat tujuan, kegiatan bermain bermakna, alat dan bahan, serta cara guru mengamati perkembangan anak. Contoh di bawah ini mengambil tema "Aku Cinta Indonesia" untuk satu minggu (lima hari) di TK, RA, atau kelompok bermain, dan bisa langsung disesuaikan dengan kondisi lembaga. Fokusnya bukan menghafal nama provinsi, melainkan membangun rasa bangga, rasa ingin tahu, dan sikap menghargai keberagaman lewat bermain.

Gambaran umum modul

Komponen Isi
Satuan TK/RA/KB (sesuaikan)
Kelompok usia 5–6 tahun (Kelompok B), dapat disederhanakan untuk 4–5 tahun
Fase Fondasi
Tema Aku Cinta Indonesia
Subtema Ragam budaya di sekitarku
Alokasi waktu 5 hari
Model Belajar melalui bermain, kegiatan berpusat pada anak

Kaitan dengan capaian pembelajaran

Capaian pembelajaran fase fondasi memuat tiga elemen: nilai agama dan budi pekerti; jati diri; serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Modul ini menyentuh ketiganya:

Elemen Bentuk dalam modul
Nilai agama dan budi pekerti Bersyukur atas keberagaman, menghargai teman yang berbeda
Jati diri Mengenal identitas sebagai anak Indonesia, bangga pada budaya keluarga
Dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni Bercerita, mengelompokkan warna, membuat kolase, menari

Rujuk dokumen capaian pembelajaran PAUD terbaru yang berlaku di lembaga Bapak/Ibu untuk rumusan resminya.

Tujuan pembelajaran

Setelah rangkaian kegiatan, anak diharapkan dapat:

  1. Menyebutkan dan mengenali bendera merah putih serta lagu kebangsaan sebagai identitas Indonesia.
  2. Menceritakan satu budaya dari keluarganya (makanan, bahasa, atau pakaian).
  3. Menunjukkan sikap menghargai teman yang memiliki kebiasaan berbeda.
  4. Mengelompokkan benda berdasarkan warna dan bentuk.
  5. Mengekspresikan diri melalui gerak, lagu, dan karya seni.

Persiapan guru

  • Bendera kecil, kain merah dan putih, kertas warna.
  • Gambar atau foto pakaian adat dari beberapa daerah.
  • Rekaman lagu daerah dan lagu kebangsaan.
  • Contoh makanan tradisional sederhana (bisa meminta orang tua membawa).
  • Buku cerita bergambar tentang keberagaman.
  • Lembar catatan anekdot dan kamera untuk dokumentasi.

Sebelum minggu tema, kirimkan pesan ke orang tua untuk meminta satu cerita atau benda budaya keluarga yang bisa dibawa anak.

Rangkaian kegiatan lima hari

Hari 1: Merah putih benderaku

Pembukaan. Berdoa, menyanyikan lagu kebangsaan bersama, bercakap-cakap: "Di mana kalian pernah melihat bendera merah putih?"

Kegiatan inti (anak memilih):

  • Membuat bendera dari kertas dan sedotan.
  • Mengelompokkan benda di kelas berwarna merah dan putih.
  • Bermain peran upacara bendera kecil.

Penutup. Anak menceritakan bendera yang ia buat. Guru mengapresiasi usaha, bukan hanya hasil.

Hari 2: Lagu dan tarian daerah

Pembukaan. Mendengarkan dua atau tiga lagu daerah dan menebak suasananya (gembira, tenang).

Kegiatan inti:

  • Menari bebas mengikuti irama lagu daerah.
  • Membuat alat musik sederhana dari botol berisi biji-bijian.
  • Mewarnai gambar alat musik tradisional.

Penutup. Konser kecil dengan alat musik buatan anak.

Hari 3: Makanan nusantara

Pembukaan. Anak menunjukkan atau menceritakan makanan khas keluarganya.

Kegiatan inti:

  • Mencicipi dua atau tiga makanan tradisional (perhatikan alergi anak).
  • Menghitung dan mengelompokkan bahan makanan, misalnya jagung, kacang, ubi.
  • Bermain pasar tradisional dengan uang mainan.

Penutup. Bersyukur atas makanan yang beragam. Membiasakan mencuci tangan dan membereskan alat.

Hari 4: Pakaian adat

Pembukaan. Melihat gambar pakaian adat dan bercakap tentang warna serta coraknya.

Kegiatan inti:

  • Membuat kolase pakaian adat dari kain perca atau kertas.
  • Bermain peran memakai kain atau selendang.
  • Menyusun puzzle gambar pakaian adat.

Penutup. Anak menyebutkan pakaian mana yang ia sukai dan mengapa.

Hari 5: Pameran "Indonesiaku"

Kegiatan inti. Anak memajang karya selama seminggu. Anak lain dan, bila memungkinkan, orang tua berkeliling. Setiap anak menjelaskan satu karyanya kepada pengunjung.

Penutup. Refleksi bersama: "Apa yang paling kamu suka minggu ini?" Guru mencatat jawaban anak.

Pijakan main yang perlu diperhatikan

Pijakan Contoh
Lingkungan main Sudut budaya berisi kain, gambar, alat musik
Sebelum main Kesepakatan aturan, pengenalan alat main
Selama main Guru mengamati, bertanya terbuka, membantu seperlunya
Setelah main Recalling: anak menceritakan apa yang ia lakukan

Prinsip belajar melalui bermain dijelaskan lebih lengkap di artikel belajar melalui bermain di PAUD.

Asesmen

Asesmen PAUD bersifat autentik dan berkelanjutan. Guru tidak memberi nilai angka, melainkan mencatat apa yang dilakukan dan diucapkan anak.

Teknik yang dipakai

  • Catatan anekdot: peristiwa bermakna, misalnya "Raka menawarkan alat musiknya kepada Sinta yang belum kebagian."
  • Hasil karya: bendera, kolase, alat musik, difoto dan diberi keterangan.
  • Ceklis perkembangan: untuk indikator yang mudah diamati.

Contoh ceklis

Indikator Belum muncul Mulai muncul Berkembang Sangat berkembang
Mengenali bendera merah putih
Menceritakan budaya keluarga
Bergiliran dan berbagi alat main
Mengelompokkan benda berdasarkan warna
Berani tampil di depan teman

Catatan diferensiasi

  • Anak yang belum lancar bicara: boleh menunjuk gambar atau memperagakan.
  • Anak yang cepat bosan: sediakan pilihan kegiatan lebih banyak di sudut main.
  • Anak dengan kebutuhan khusus: sesuaikan alat dan durasi; libatkan pendamping bila ada.
  • Anak yang sangat antusias: beri tantangan, misalnya menghitung jumlah warna dalam kolase.

Melibatkan orang tua

Di akhir minggu, kirim ringkasan kegiatan dan foto karya anak. Sertakan saran kegiatan di rumah, misalnya memasak makanan khas keluarga bersama atau mendengarkan lagu daerah. Komunikasi seperti ini memperkuat apa yang dipelajari di sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya modul ajar PAUD fase fondasi dengan RPPH?

RPPH adalah istilah rencana harian yang lebih dulu dikenal. Modul ajar PAUD fase fondasi umumnya lebih lengkap, memuat tujuan, kegiatan beberapa hari, asesmen, dan bahan pendukung. Contoh RPPH ada di artikel contoh RPPH TK.

Apakah anak TK harus hafal nama provinsi?

Tidak perlu. Fokus fase fondasi adalah rasa bangga, rasa ingin tahu, dan sikap menghargai, bukan hafalan.

Bagaimana jika lembaga tidak punya alat musik tradisional?

Gunakan rekaman dan alat musik buatan dari barang bekas. Yang penting anak merasakan irama dan suasananya.

Bolehkah modul ini dipakai untuk kelompok usia 4–5 tahun?

Boleh dengan penyederhanaan: kurangi jumlah pilihan kegiatan dan perpendek durasi tiap kegiatan.

Bagaimana mendokumentasikan hasil asesmen?

Foto karya, catatan anekdot singkat, dan ceklis disimpan per anak, lalu dirangkum menjadi laporan perkembangan untuk orang tua.

ASIS: Catatan Tumbuh Kembang yang Rapi untuk PAUD

Guru PAUD menghasilkan banyak catatan setiap hari: anekdot, foto karya, ceklis. Masalahnya, semua itu tersebar di buku, ponsel, dan map, sehingga menyusun laporan perkembangan di akhir semester terasa berat.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul PAUD di ASIS menyediakan catatan tumbuh kembang anak yang tersimpan di profil murid, sehingga guru tidak menyalin ulang saat membuat laporan. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka membantu guru menyusun rencana, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi. Buku cerita dan buku pelajaran resmi juga tersedia di Pustaka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.