Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh modul ajar muatan lokal bahasa daerah untuk SD: memperkenalkan diri dengan ragam hormat, tiga pertemuan, asesmen, dan template siap diadaptasi.
Contoh modul ajar muatan lokal bahasa daerah ini mengambil topik memperkenalkan diri dengan ragam bahasa hormat untuk kelas 4 SD, memakai Bahasa Jawa sebagai contoh. Strukturnya sengaja dibuat umum: Bapak/Ibu yang mengajar Bahasa Sunda, Bali, Madura, Bugis, Minang, Banjar, atau bahasa daerah lain cukup mengganti ungkapan dan konteks budayanya, sementara tujuan, alur kegiatan, dan asesmennya tetap bisa dipakai.
Muatan lokal ditetapkan oleh pemerintah daerah atau satuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk capaian dan alokasi waktunya. Sebelum memakai modul ini, cocokkan dengan kurikulum muatan lokal di daerah Bapak/Ibu.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Muatan lokal | Bahasa Jawa (contoh) |
| Kelas | 4 SD/MI |
| Topik | Memperkenalkan diri dengan ragam hormat |
| Alokasi waktu | 3 pertemuan × 2 JP |
| Sarana | Kartu ungkapan, video atau rekaman percakapan, kostum sederhana, lembar kerja |
| Model | Pembelajaran berbasis pengalaman dan bermain peran |
Setelah rangkaian pembelajaran, murid mampu:
Pemahaman bermakna: bahasa daerah bukan hanya kata-kata, tetapi juga cara menghormati orang lain.
Pertanyaan pemantik:
| Makna | Ungkapan |
|---|---|
| Selamat pagi | Sugeng enjing |
| Nama saya Bima | Nami kula Bima |
| Saya tinggal di Desa Sukamaju | Kula manggen wonten ing Desa Sukamaju |
| Saya kelas empat | Kula kelas sekawan |
| Hobi saya membaca | Kesenengan kula maos |
| Terima kasih | Matur nuwun |
Ungkapan krama dapat sedikit berbeda antardaerah, misalnya "Kasenengan kula maos" atau "Remenan kula maos". Ikuti kebiasaan yang dipakai di lingkungan murid.
Bila mengajar bahasa daerah lain, minta bantuan tokoh adat, guru senior, atau kamus resmi balai bahasa setempat untuk memastikan ragam yang tepat.
Pembuka (10 menit) Guru menyapa dengan "Sugeng enjing" dan menunggu murid menjawab. Diskusi singkat tentang cara menyapa di rumah.
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Setiap murid menyebut satu ungkapan baru yang paling diingat.
Pembuka (10 menit) Mengulang ungkapan lewat permainan lempar bola: yang menangkap bola menyebut namanya dengan ragam hormat.
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Refleksi: bagian mana yang paling sulit diucapkan?
Pembuka (10 menit) Murid menyiapkan kostum sederhana atau atribut, misalnya ikat kepala atau selendang.
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Tugas di rumah: murid memperkenalkan diri kepada kakek, nenek, atau tetangga yang lebih tua, lalu menceritakan pengalamannya pada pertemuan berikutnya.
| Kriteria | Perlu bimbingan | Cukup | Baik | Sangat baik |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan ungkapan | Banyak ungkapan keliru | Sebagian tepat | Hampir semua tepat | Semua tepat |
| Pelafalan | Sulit dipahami | Cukup jelas | Jelas | Jelas dan lancar |
| Pilihan ragam | Tertukar | Kadang tertukar | Tepat | Tepat dan konsisten |
| Sikap sopan | Belum tampak | Sebagian tampak | Tampak | Tampak alami |
Untuk topik lain, gunakan kerangka ini:
Contoh topik lain: tembang atau lagu daerah, cerita rakyat setempat, nama-nama hari dan pasaran, aksara daerah, atau kosakata pasar tradisional.
Muatan lokal mengikuti ketentuan pemerintah daerah atau satuan pendidikan. Banyak daerah menerbitkan capaian dan pedoman sendiri, jadi rujuk dokumen daerah masing-masing.
Libatkan penutur asli, seperti guru senior, tokoh masyarakat, atau orang tua murid. Gunakan rekaman agar pelafalan yang ditiru murid tepat.
Bisa. Untuk kelas awal, kurangi ungkapan dan perbanyak permainan. Untuk kelas atas, tambahkan teks pendek atau percakapan yang lebih panjang.
Dua sampai empat pertemuan per topik biasanya cukup, tergantung alokasi waktu muatan lokal yang ditetapkan sekolah.
Guru bahasa daerah sering bekerja sendiri. Modul yang disusun dengan susah payah tersimpan di laptop pribadi, rekaman ungkapan ada di ponsel, dan saat guru pensiun, kekayaan itu ikut hilang dari sekolah.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka sehingga modul ajar muatan lokal bahasa daerah dapat disimpan dan dibagikan kepada rekan sejawat. Nilai unjuk kerja tercatat dan mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, sementara catatan perkembangan murid tersimpan di profil murid. Aktivitas pendukung bisa dibuat di Studio (studio.asis.id) yang menyediakan 9 jenis aktivitas, dan guru dapat berbagi pengalaman di forum ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.