WAWASAN ASIS

Contoh Modul Ajar Matematika SMA Fungsi Kuadrat Fase E

Contoh modul ajar matematika SMA fungsi kuadrat fase E: tujuan, pemantik lintasan bola, kegiatan tiga pertemuan, LKPD kandang ayam, asesmen, dan diferensiasi.

Tim Wawasan ASIS 17 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Modul ajar matematika SMA fungsi kuadrat untuk fase E paling hidup bila berangkat dari peristiwa yang bisa dilihat murid: lintasan bola yang dilempar, air mancur, atau pagar kandang yang ingin dibuat seluas mungkin. Contoh di bawah ini dirancang untuk tiga pertemuan (masing-masing 2 x 45 menit) di kelas X. Isinya mencakup identitas, tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, langkah kegiatan per pertemuan, LKPD, asesmen formatif dan sumatif, serta diferensiasi. Bapak/Ibu bisa menyalin strukturnya lalu menyesuaikan dengan CP terbaru, kondisi kelas, dan sarana sekolah.

Format umum modul ajar sudah dibahas di "Modul Ajar: Komponen, Contoh Ringkas, dan Tips Guru". Artikel ini adalah contoh terisi khusus topik fungsi kuadrat.

Informasi umum

Komponen Isi
Satuan pendidikan SMA (contoh: SMA negeri di Kota Pekanbaru)
Fase / kelas E / X
Elemen Aljabar dan fungsi
Topik Fungsi kuadrat: grafik, titik puncak, dan nilai maksimum/minimum
Alokasi waktu 3 pertemuan x 2 JP (45 menit)
Kompetensi awal Persamaan kuadrat dan pemfaktoran, koordinat Kartesius, fungsi linear
Dimensi profil lulusan Penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas
Sarana Papan tulis, kertas berpetak, bola, ponsel untuk merekam, aplikasi grafik bila tersedia
Model Pembelajaran berbasis masalah dengan inkuiri berkelompok

Pastikan rumusan elemen dan tujuan dalam modul ajar matematika SMA fungsi kuadrat ini disesuaikan dengan CP resmi yang berlaku di sekolah.

Tujuan pembelajaran

Setelah tiga pertemuan, murid dapat:

  1. menggambar grafik fungsi kuadrat f(x) = ax² + bx + c dari tabel nilai dan dari titik-titik penting,
  2. menjelaskan pengaruh nilai a, b, dan c terhadap bentuk dan posisi grafik,
  3. menentukan sumbu simetri, titik puncak, dan titik potong dengan sumbu koordinat,
  4. memodelkan masalah nyata dengan fungsi kuadrat dan menentukan nilai maksimum atau minimumnya.

Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pemahaman bermakna: banyak peristiwa sehari-hari mengikuti pola parabola, dan fungsi kuadrat membantu kita menemukan titik tertinggi, terendah, atau paling optimal.

Pertanyaan pemantik:

  • Ketika bola dilempar ke atas, kapan bola mencapai titik tertinggi? Bisakah kita menghitungnya sebelum melempar?
  • Dengan pagar sepanjang 40 meter, bentuk persegi panjang seperti apa yang memberi luas kandang terbesar?

Kegiatan pembelajaran

Pertemuan 1: Dari lintasan bola ke grafik

Pembuka (15 menit). Dua murid melempar bola ke atas di halaman, satu murid merekam dengan ponsel. Guru bertanya: "Bentuk lintasannya seperti apa? Apakah naik dan turunnya sama cepat?"

Inti (60 menit).

  1. Guru memberikan model ketinggian bola h(t) = 20t − 5t², dengan h dalam meter dan t dalam detik (model sederhana, mengabaikan hambatan udara).
  2. Kelompok mengisi tabel nilai untuk t = 0, 1, 2, 3, 4.
  3. Kelompok menggambar grafik di kertas berpetak.
  4. Diskusi: kapan bola tertinggi? Berapa tingginya? Kapan bola kembali ke tanah?

Hasil yang diharapkan: tinggi maksimum 20 meter pada t = 2 detik, dan bola kembali ke tanah pada t = 4 detik.

Penutup (15 menit). Tiket keluar: "Gambarkan sketsa grafik dan tandai titik tertinggi. Apa yang membuat grafik ini terbuka ke bawah?"

Pertemuan 2: Menyelidiki a, b, dan c

Pembuka (10 menit). Guru menampilkan tiga grafik: y = x², y = −x², dan y = 2x² − 4x. Murid menebak perbedaannya.

Inti (65 menit).

  1. Setiap kelompok mendapat kartu fungsi berbeda dan menggambar grafiknya, dengan tabel nilai atau aplikasi grafik bila tersedia.
  2. Kelompok mengubah satu nilai saja (a, b, atau c) dan mencatat perubahannya.
  3. Kelompok menyimpulkan: tanda a menentukan arah buka grafik, c adalah titik potong dengan sumbu y, dan sumbu simetri x = −b/2a.
  4. Guru memformalkan rumus titik puncak (−b/2a, f(−b/2a)) dan peran diskriminan D = b² − 4ac untuk titik potong dengan sumbu x.

Penutup (15 menit). Kuis singkat tiga soal: tentukan arah buka, sumbu simetri, dan titik puncak dari satu fungsi.

Pertemuan 3: Masalah optimasi

Pembuka (10 menit). Pemantik kandang ayam: seorang peternak di desa punya pagar 40 meter.

Inti (65 menit).

  1. Kelompok mencoba beberapa ukuran persegi panjang dengan keliling 40 meter dan menghitung luasnya.
  2. Kelompok menyusun model: jika panjang x, lebar 20 − x, maka L(x) = x(20 − x) = −x² + 20x.
  3. Kelompok menentukan titik puncak: x = 10, sehingga luas maksimum 100 m² (berbentuk persegi).
  4. Tantangan lanjutan: bagaimana jika salah satu sisi menempel tembok dan tidak perlu dipagar?

Penutup (15 menit). Refleksi: "Di mana lagi kamu menemukan masalah mencari nilai paling besar atau paling kecil?"

LKPD singkat (pertemuan 3)

No Panjang (m) Lebar (m) Luas (m²)
1 4 16 64
2 8 ... ...
3 10 ... ...
4 12 ... ...
5 15 ... ...

Pertanyaan:

  1. Ukuran mana yang memberi luas terbesar?
  2. Tuliskan rumus luas sebagai fungsi dari panjang x.
  3. Tentukan titik puncak fungsi tersebut. Apakah sama dengan dugaanmu dari tabel?
  4. Jelaskan dengan kalimatmu sendiri mengapa luas terbesar terjadi pada ukuran itu.

Asesmen

Jenis Bentuk Waktu
Diagnostik Lima soal pemfaktoran dan membaca koordinat Sebelum pertemuan 1
Formatif Tiket keluar, kuis singkat, pengamatan diskusi kelompok Setiap pertemuan
Sumatif Tes uraian: menggambar grafik dan satu soal optimasi kontekstual Akhir topik

Contoh soal sumatif: "Sebuah air mancur memancarkan air dengan ketinggian h(x) = −0,5x² + 2x + 1 meter, dengan x jarak mendatar dalam meter. Tentukan ketinggian maksimum dan jarak mendatar saat ketinggian maksimum tercapai." Jawaban: x = 2 meter, ketinggian maksimum 3 meter.

Diferensiasi

  • Murid yang masih kesulitan: diberi tabel nilai yang sebagian sudah terisi, dan fokus pada membaca grafik sebelum memakai rumus.
  • Murid reguler: mengikuti alur utama.
  • Murid yang cepat: tantangan kandang dengan satu sisi tembok (L = x(40 − 2x), maksimum 200 m² pada x = 10), atau menyelidiki hubungan diskriminan dengan banyaknya titik potong.

Refleksi guru

  • Apakah kegiatan melempar bola membantu murid memahami bentuk parabola?
  • Berapa murid yang sudah bisa menentukan titik puncak tanpa bantuan?
  • Bagian mana yang perlu waktu lebih?

Catat jawaban refleksi ini langsung di dokumen modul ajar matematika SMA fungsi kuadrat milik Bapak/Ibu agar versi tahun depan lebih baik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah modul ajar matematika SMA fungsi kuadrat ini sesuai CP terbaru?

Strukturnya mengikuti komponen modul ajar Kurikulum Merdeka dan topik fungsi kuadrat pada fase E. Tetap cocokkan rumusan tujuan dengan CP resmi yang berlaku di sekolah.

Bagaimana jika sekolah tidak punya aplikasi grafik?

Cukup kertas berpetak dan tabel nilai. Menggambar manual justru membantu murid memahami hubungan antara nilai fungsi dan bentuk grafik.

Berapa pertemuan ideal untuk topik ini?

Tiga sampai lima pertemuan, tergantung kesiapan murid. Tambahkan satu pertemuan latihan bila hasil diagnostik menunjukkan pemfaktoran masih lemah.

Apakah boleh langsung memberi rumus titik puncak?

Boleh, tetapi lebih bermakna bila murid menemukan pola dulu dari grafik. Rumus diformalkan setelah murid melihat polanya.

Bagaimana menilai kerja kelompok?

Gunakan rubrik sederhana untuk ketepatan model, kejelasan penjelasan, dan kontribusi anggota, ditambah tes individu di akhir topik.

ASIS: Modul Ajar yang Bisa Disalin, Direvisi, dan Dibagikan

Guru matematika sering menyusun ulang modul setiap tahun karena dokumen lama tercecer, dan soal yang bagus tidak pernah terkumpul di satu tempat.

Perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS menyimpan modul ajar per guru dan mapel sehingga bisa disalin dan direvisi tahun berikutnya. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyusun variasi soal fungsi kuadrat, yang tetap wajib ditinjau guru, dan bank soal komunitas memudahkan berbagi butir antarguru. Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif untuk eksplorasi, sementara jurnal mengajar mencatat refleksi setelah setiap pertemuan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.