Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh modul ajar matematika SD pecahan Fase B dengan benda konkret: tujuan, langkah tiga pertemuan, asesmen, diferensiasi, dan miskonsepsi yang perlu dicegah.
Modul ajar matematika SD pecahan yang efektif dimulai dari benda nyata, bukan dari angka di papan tulis. Murid perlu melipat, memotong, dan membagi benda menjadi bagian yang sama besar sebelum mereka menulis 1/2 atau 3/4. Di bawah ini contoh modul ajar lengkap untuk Fase B (kelas 3–4) tentang mengenal, menamai, dan membandingkan pecahan sederhana, dirancang untuk tiga pertemuan dengan bahan yang mudah didapat di sekolah mana pun: kertas, pita, roti tawar, dan sedotan.
Sesuaikan capaian dan alokasi waktu dengan dokumen kurikulum sekolah. Contoh ini memakai kerangka pembelajaran mendalam yang menekankan pengalaman belajar bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Satuan pendidikan | SD Negeri Harapan (fiktif) |
| Fase / kelas | B / kelas 3 |
| Mata pelajaran | Matematika |
| Elemen | Bilangan |
| Topik | Mengenal dan membandingkan pecahan sederhana |
| Alokasi waktu | 3 pertemuan x 2 JP |
| Moda | Tatap muka |
| Sarana | Kertas HVS bekas, pita atau tali rafia, roti tawar atau kue, sedotan, gunting, spidol |
| Murid | 28 murid, beragam kemampuan; 3 murid belum lancar pembagian |
Setelah rangkaian pembelajaran, murid mampu:
Pemahaman bermakna: pecahan selalu tentang bagian yang sama besar dari satu keseluruhan yang sama.
Pertanyaan pemantik:
Pertanyaan kedua sengaja memancing miskonsepsi bahwa 1/4 lebih besar karena angka 4 lebih besar dari 3.
Guru menunjukkan satu roti tawar dan bertanya bagaimana membaginya untuk dua orang. Guru sengaja memotong tidak sama besar, lalu bertanya, "Apakah ini adil?"
Refleksi: "Apa yang terjadi kalau bagiannya tidak sama besar? Apakah masih bisa disebut setengah?"
| Kelompok | Kegiatan |
|---|---|
| Perlu pendampingan | Hanya bekerja dengan 1/2 dan 1/4, guru mendampingi pemotongan pita |
| Sesuai target | Menyusun dinding pecahan lengkap dan mencari dua pasang pecahan senilai |
| Siap tantangan | Menemukan pecahan senilai sebanyak mungkin dan menjelaskan polanya |
Asesmen awal (diagnostik): sebelum pertemuan 1, murid diminta membagi gambar lingkaran untuk dua orang. Guru mencatat siapa yang membagi tidak sama besar.
Asesmen formatif: observasi saat melipat dan memotong, lembar kerja pertemuan 2, dan pertanyaan lisan.
Asesmen sumatif sederhana:
| No. | Soal | Indikator |
|---|---|---|
| 1 | Warnai 1/3 dari gambar persegi panjang | Menyatakan pecahan dengan gambar |
| 2 | Tulis pecahan untuk bagian yang diarsir | Menamai pecahan |
| 3 | Lingkari yang lebih besar: 1/2 atau 1/5 | Membandingkan pecahan |
| 4 | Apakah 2/4 sama dengan 1/2? Jelaskan dengan gambar | Pecahan senilai |
| 5 | Soal cerita roti dibagi empat | Menerapkan |
Rubrik singkat: belum berkembang (belum membagi sama besar), berkembang (menamai benar tetapi keliru membandingkan), cakap (semua benar dengan gambar), mahir (benar dan bisa menjelaskan alasan).
Kirim tugas ringan: murid membantu membagi makanan di rumah menjadi bagian sama besar, lalu menulis pecahannya. Orang tua cukup memberi paraf. Kegiatan ini menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari.
Bila ingin membandingkan dengan struktur modul ajar lain, lihat modul ajar pembelajaran mendalam. Contoh modul ajar matematika SD pecahan ini bisa dikembangkan untuk Fase C dengan operasi penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.
Contoh ini dirancang untuk Fase B, terutama kelas 3. Kelas 4 dapat memakai pertemuan 2 dan 3 dengan soal yang lebih menantang.
Gunakan kertas, tanah liat, atau gambar. Yang penting murid membagi sendiri benda menjadi bagian yang sama besar.
Pengenalan dengan benda konkret boleh dilakukan. Sesuaikan kedalamannya dengan capaian dan alur tujuan pembelajaran sekolah.
Fokuskan pada 1/2 dan 1/4 dengan benda nyata, beri waktu lebih lama, dan pasangkan dengan teman sebaya yang sabar.
Contoh ini memakai tiga pertemuan. Bila asesmen formatif menunjukkan banyak murid belum paham, tambahkan satu pertemuan penguatan.
Guru SD sering menyusun modul ajar di satu berkas, mencatat asesmen di buku lain, lalu mengetik ulang nilai saat rapor. Catatan miskonsepsi yang ditemukan di kelas jarang terbawa ke semester berikutnya.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru dapat menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, menyusun soal dari bank soal dengan bantuan AI yang tetap ditinjau guru, lalu nilai yang dicatat mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka. Untuk memperkuat konsep pecahan, guru bisa memakai aktivitas interaktif di Studio ASIS dan buku pelajaran pemerintah di Pustaka.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.