Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh modul ajar kelas 1 SD membaca permulaan Fase A: tujuan, kegiatan empat pertemuan, asesmen membaca, diferensiasi, dan tips melibatkan orang tua.
Contoh modul ajar kelas 1 SD membaca permulaan ini dirancang untuk Fase A mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam empat pertemuan. Alurnya bergerak dari mengenal bunyi huruf, menggabungkan bunyi menjadi suku kata, membaca kata bergambar, hingga membaca kalimat pendek tentang kehidupan sehari-hari. Setiap pertemuan memuat permainan, asesmen singkat, dan diferensiasi untuk murid yang sudah lancar maupun yang baru mengenal huruf.
Sebelum memakai, cocokkan tujuan dengan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A dan kurikulum operasional sekolah. Modul ini boleh dipersingkat, diperpanjang, atau dipecah sesuai kecepatan kelas.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Mata pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase/kelas | A / 1 |
| Elemen | Membaca dan memirsa |
| Topik | Membaca permulaan: huruf, suku kata, kata, kalimat sederhana |
| Alokasi waktu | 4 pertemuan × 2 JP (35 menit per JP) |
| Sarana | Kartu huruf, kartu suku kata, kartu gambar, papan flanel atau papan tulis, buku cerita bergambar |
| Pendekatan | Fonik dan suku kata, belajar sambil bermain |
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, murid mampu:
Lakukan asesmen diagnostik sederhana di hari pertama, satu per satu atau dalam kelompok kecil, selama dua sampai tiga menit per murid.
| Kelompok | Ciri | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| Belum mengenal huruf | Belum bisa menyebut sebagian besar huruf | Fokus bunyi huruf, banyak permainan gerak |
| Mengenal huruf | Bisa menyebut huruf, belum menggabungkan | Fokus suku kata |
| Membaca suku kata | Bisa membaca suku kata, belum lancar kata | Fokus kata bergambar |
| Membaca kata | Bisa membaca kata dan kalimat pendek | Tantangan buku cerita pendek |
Catat hasilnya. Data ini menjadi dasar pengelompokan selama empat pertemuan. Asesmen awal inilah yang membuat modul ajar kelas 1 SD membaca permulaan benar-benar sesuai dengan kondisi kelas, bukan sekadar mengikuti urutan buku.
Pembuka (10 menit) Bernyanyi lagu huruf vokal sambil bertepuk. Guru menunjukkan gambar benda yang diawali vokal: apel, ikan, ular, ember, obor.
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Murid menunjukkan satu kartu huruf favoritnya dan menyebut bunyinya.
Pembuka (10 menit) Mengulang bunyi huruf lewat permainan "lempar bola bunyi".
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Murid membaca tiga suku kata yang ditunjuk guru.
Pembuka (10 menit) Guru menempelkan gambar benda tanpa tulisan, murid menebak nama bendanya.
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Setiap murid membacakan satu kata kepada teman sebangku.
Pembuka (10 menit) Guru membacakan buku cerita bergambar pendek dengan ekspresi.
Inti (50 menit)
Penutup (10 menit) Refleksi dengan wajah emoji di kertas: senang, biasa, atau masih bingung. Guru mencatat murid yang memilih "masih bingung" untuk didampingi.
Gunakan daftar periksa singkat untuk setiap murid:
| Kemampuan | Belum | Mulai bisa | Bisa |
|---|---|---|---|
| Menyebut bunyi vokal | |||
| Menyebut bunyi b, m, s | |||
| Membaca suku kata terbuka | |||
| Membaca kata dua suku kata | |||
| Membaca kalimat 3–4 kata |
Murid membaca lima kata bergambar dan dua kalimat pendek secara individu. Catat jumlah yang terbaca benar dan jenis kesalahan, misalnya tertukar b dan d.
Kirimkan kartu kata minggu ini untuk dibaca di rumah lima menit sehari. Sampaikan bahwa tujuan di rumah adalah membuat anak senang membaca, bukan menguji. Hindari meminta orang tua mengajarkan cara mengeja yang berbeda dari cara di kelas.
Empat pertemuan adalah satu putaran awal. Sebagian besar kelas perlu mengulang pola yang sama dengan huruf baru selama beberapa minggu sampai murid membaca lancar.
Gabungan pendekatan fonik dan suku kata, dengan permainan dan gambar. Murid belajar bunyi huruf, menggabungkannya menjadi suku kata, lalu membaca kata dan kalimat.
Berikan tantangan berupa buku cerita pendek, tugas membacakan untuk teman, atau menulis kalimat sendiri. Jangan biarkan mereka hanya menunggu.
Bila setelah beberapa bulan pendampingan murid masih kesulitan mengenal bunyi huruf, diskusikan dengan orang tua dan guru BK atau tenaga ahli untuk melihat kemungkinan kebutuhan khusus.
Bisa, dengan menyesuaikan kosakata dan konteks gambar sesuai lingkungan madrasah.
Guru kelas 1 mencatat banyak hal kecil yang penting: murid yang mulai bisa menggabungkan suku kata, yang masih tertukar huruf, yang tiba-tiba lancar setelah liburan. Sayangnya catatan itu sering berhenti di buku guru dan tidak sampai ke wali kelas berikutnya atau ke orang tua.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyimpan modul ajar kelas 1 SD membaca permulaan seperti ini agar dipakai ulang, sementara profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan membaca dari waktu ke waktu. Hasil asesmen mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi. Untuk bahan bacaan, Pustaka di pustaka.asis.id berisi buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI, dan Studio di studio.asis.id menyediakan aktivitas interaktif.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.