WAWASAN ASIS

Contoh Modul Ajar IPA SMP Sistem Pencernaan Fase D

Contoh modul ajar IPA SMP sistem pencernaan fase D: tujuan, percobaan amilase sederhana, model saluran pencernaan, asesmen dengan rubrik, dan diferensiasi.

Tim Wawasan ASIS 07 Agt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Modul ajar IPA SMP sistem pencernaan ini disusun untuk fase D dan terdiri dari empat pertemuan. Murid mempelajari organ pencernaan dan fungsinya, membuktikan pencernaan kimiawi melalui percobaan sederhana, mengenali gangguan pencernaan dan cara mencegahnya, lalu menyusun kampanye pola makan sehat untuk warga sekolah. Pendekatannya memadukan pengamatan, percobaan, diskusi, dan aksi nyata, sejalan dengan kerangka pembelajaran mendalam. Silakan sesuaikan kelas, alokasi waktu, dan rumusan TP dengan ATP sekolah Bapak/Ibu.

Catatan: penempatan materi sistem pencernaan di kelas tertentu dalam fase D bisa berbeda antarsekolah sesuai ATP. Rujuk CP IPA yang berlaku saat menyusun TP.

Identitas modul

Komponen Isi
Satuan pendidikan SMP (contoh: SMP Negeri Contoh)
Mata pelajaran IPA
Fase D
Topik Sistem pencernaan manusia
Alokasi waktu 4 pertemuan × 2 JP
Moda Tatap muka
Sarana Gambar atau torso sistem pencernaan, nasi, larutan iodin (betadine encer bisa sebagai alternatif dengan pengawasan), gelas plastik, pipet, selang, kantong plastik, gunting

Tujuan pembelajaran

Setelah pembelajaran, murid dapat:

  1. mengidentifikasi organ-organ saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan beserta fungsinya,
  2. membedakan pencernaan mekanik dan kimiawi dengan contoh,
  3. menyelidiki peran enzim dalam mencerna amilum melalui percobaan sederhana,
  4. menganalisis penyebab gangguan pencernaan dan merancang upaya pencegahannya.

Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pemahaman bermakna: Makanan yang kita makan harus diubah menjadi zat yang sangat kecil agar bisa diserap tubuh. Kebiasaan makan memengaruhi kesehatan pencernaan.

Pertanyaan pemantik:

  • Mengapa nasi yang dikunyah lama terasa manis?
  • Ke mana perginya makanan setelah kita telan?
  • Mengapa sebagian teman sering sakit perut saat terlambat makan?

Pertemuan 1: Organ pencernaan dan fungsinya

Pembuka (10 menit)

Guru meminta murid menuliskan apa yang mereka makan pagi ini, lalu bertanya: "Di mana makanan itu sekarang?"

Kegiatan inti (60 menit)

  1. Murid mengamati gambar atau torso sistem pencernaan.
  2. Kelompok menerima kartu organ (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus) dan kartu kelenjar (kelenjar ludah, hati, pankreas).
  3. Kelompok menyusun kartu sesuai urutan perjalanan makanan dan menuliskan fungsi tiap organ.
  4. Membuat model sederhana saluran pencernaan dari selang dan kantong plastik, lalu memberi label.
  5. Presentasi singkat dan koreksi bersama.

Penutup (10 menit)

Tiket keluar: urutkan lima organ yang dilalui makanan dan sebutkan satu fungsinya masing-masing.

Pertemuan 2: Pencernaan mekanik dan kimiawi

Pembuka (10 menit)

Murid mengunyah sepotong kecil nasi selama satu sampai dua menit dan menuliskan perubahan rasa yang dirasakan.

Kegiatan inti (60 menit)

Percobaan sederhana uji amilum:

  1. Siapkan tiga gelas: (A) nasi ditumbuk dengan air, (B) nasi yang sudah dikunyah lalu dicampur air, (C) air saja sebagai pembanding.
  2. Teteskan larutan iodin ke setiap gelas.
  3. Amati perubahan warna. Warna biru kehitaman menunjukkan adanya amilum.
  4. Bandingkan intensitas warna gelas A dan B, lalu diskusikan mengapa berbeda.

Catatan keselamatan: murid tidak boleh memakan bahan percobaan setelah diberi iodin. Gunakan sarung tangan bila ada dan cuci tangan setelah percobaan.

Diskusi kelompok:

  • Bagian mana yang termasuk pencernaan mekanik?
  • Zat apa dalam ludah yang berperan pada perubahan amilum?
  • Apa yang terjadi bila kita makan terburu-buru tanpa mengunyah?

Penutup (10 menit)

Murid melengkapi tabel perbandingan pencernaan mekanik dan kimiawi.

Aspek Pencernaan mekanik Pencernaan kimiawi
Pengertian Diisi murid Diisi murid
Contoh organ Diisi murid Diisi murid
Contoh proses Diisi murid Diisi murid

Untuk menambah pengalaman, guru bisa memakai simulasi atau lab virtual. Lihat lab virtual IPA.

Pertemuan 3: Gangguan pencernaan

Pembuka (10 menit)

Guru membacakan kasus fiktif: "Dimas sering melewatkan sarapan dan suka makanan pedas. Akhir-akhir ini ia sering merasa perih di ulu hati."

Kegiatan inti (60 menit)

  1. Kelompok mendapat satu kasus gangguan pencernaan: maag, diare, sembelit, atau radang usus buntu.
  2. Kelompok mencari informasi dari buku teks dan sumber tepercaya tentang gejala, penyebab, dan pencegahan.
  3. Kelompok membuat poster ringkas.
  4. Diskusi kelas: kebiasaan apa di sekolah yang berisiko bagi pencernaan, misalnya jajanan tidak higienis atau kurang minum air.

Ingatkan murid bahwa poster bukan alat diagnosis. Keluhan kesehatan tetap harus diperiksa tenaga kesehatan.

Penutup (10 menit)

Refleksi: "Satu kebiasaan apa yang ingin kamu ubah mulai besok?"

Pertemuan 4: Kampanye pola makan sehat

Kegiatan inti (70 menit)

  1. Kelompok mengamati kantin atau jajanan di sekitar sekolah dan mencatat jenis makanan yang tersedia.
  2. Kelompok merancang kampanye: poster, video pendek, atau presentasi di kelas lain.
  3. Pesan kampanye harus didasarkan pada konsep sistem pencernaan yang dipelajari.
  4. Presentasi dan umpan balik antarkelompok.

Penutup (10 menit)

Murid menuliskan refleksi akhir tentang hubungan pengetahuan sistem pencernaan dengan kebiasaan makannya.

Asesmen

Jenis Bentuk Waktu
Diagnostik Pertanyaan pemantik dan catatan sarapan Pertemuan 1
Formatif Tiket keluar, laporan percobaan, poster gangguan Pertemuan 1–3
Sumatif Tes tertulis singkat dan produk kampanye Setelah pertemuan 4

Rubrik laporan percobaan

Kriteria Perlu bimbingan Cukup Baik Sangat baik
Rumusan tujuan Tidak ada Kurang jelas Jelas Jelas dan terukur
Data pengamatan Tidak lengkap Sebagian lengkap Lengkap Lengkap dan tersaji rapi
Analisis Tidak mengaitkan data Mengaitkan sebagian Mengaitkan data dengan konsep Mengaitkan data, konsep, dan kehidupan sehari-hari
Kesimpulan Tidak sesuai data Sebagian sesuai Sesuai data Sesuai data dan menyebut keterbatasan percobaan
Keselamatan kerja Mengabaikan aturan Perlu diingatkan Mematuhi aturan Mematuhi dan mengingatkan teman

Tips memakai modul ini

Modul ajar IPA SMP sistem pencernaan ini dapat dipadatkan menjadi tiga pertemuan bila waktu terbatas, dengan menggabungkan pertemuan 3 dan 4. Sebaliknya, sekolah yang punya waktu lebih dapat menambahkan kunjungan ke puskesmas atau mengundang ahli gizi sebagai narasumber. Pastikan semua percobaan diuji coba guru lebih dulu agar hasilnya terlihat jelas di kelas.

Diferensiasi

  • Perlu dukungan: kartu organ bergambar, lembar kerja dengan kalimat rumpang.
  • Sudah cakap: menyelidiki faktor yang memengaruhi kerja enzim, misalnya suhu, dengan rancangan percobaan sendiri.
  • Gaya belajar beragam: pilihan produk kampanye berupa poster, video, atau presentasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah modul ajar IPA SMP sistem pencernaan ini dipakai tanpa laboratorium?

Bisa. Percobaan uji amilum memakai bahan sederhana dan dapat dilakukan di ruang kelas dengan pengawasan guru.

Bahan apa pengganti larutan iodin?

Gunakan bahan yang tersedia dan aman sesuai arahan guru IPA dan ketentuan keselamatan sekolah. Selalu awasi penggunaannya dan jangan sampai tertelan.

Berapa pertemuan yang ideal untuk topik ini?

Contoh ini memakai empat pertemuan. Sesuaikan dengan ATP dan alokasi JP di sekolah.

Bagaimana mengaitkan materi ini dengan kegiatan kokurikuler?

Kampanye pola makan sehat dapat dikembangkan menjadi kegiatan kokurikuler lintas mapel bersama PJOK dan Bahasa Indonesia, misalnya dalam kerangka Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Bagaimana menilai produk kampanye?

Gunakan rubrik yang menilai ketepatan konsep, kejelasan pesan, kreativitas, dan kerja sama kelompok.

ASIS: Modul Ajar, Lab Interaktif, dan Rapor yang Terhubung

Guru yang menyiapkan modul ajar IPA SMP sistem pencernaan kerap kehabisan waktu menyiapkan bahan: modul ajar diketik ulang setiap tahun, simulasi dicari di banyak situs, dan nilai percobaan dicatat di kertas lalu disalin ke rapor. Akibatnya energi habis untuk administrasi, bukan untuk merancang percobaan yang menarik.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyimpan dan memakai ulang modul ajar, Studio dengan 57 lab interaktif untuk memperkaya percobaan di kelas, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai sumber belajar murid. Nilai asesmen mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan program kantin sehat bisa didukung modul kantin serta UKS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.