WAWASAN ASIS

Modul Ajar Informatika SMA Analisis Data: Contoh Lengkap

Contoh modul ajar informatika SMA analisis data Fase E: tujuan, kegiatan tiga pertemuan dengan data kantin sekolah, asesmen, rubrik, dan diferensiasi.

Tim Wawasan ASIS 08 Jul 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Contoh modul ajar informatika SMA analisis data ini dirancang untuk Fase E (kelas X) dalam tiga pertemuan. Murid mengumpulkan data nyata dari kantin sekolah, merapikannya di perkakas lembar kerja, mengolah dengan rumus dasar, membuat grafik, lalu menyajikan rekomendasi kepada pengelola kantin. Modul ini bisa langsung diadaptasi: ganti konteks kantin dengan data perpustakaan, presensi, atau sampah sekolah sesuai kondisi Bapak/Ibu.

Sebelum dipakai, cocokkan tujuan pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran Informatika yang berlaku di sekolah Bapak/Ibu. Rumusan CP dapat diperbarui, jadi rujuk dokumen resmi terbaru.

Identitas modul

Komponen Isi
Mata pelajaran Informatika
Fase/kelas E / X
Elemen Analisis Data
Alokasi waktu 3 pertemuan × 2 JP
Moda Tatap muka di lab komputer, bisa bergantian bila perangkat terbatas
Sarana Komputer atau laptop dengan perkakas lembar kerja, proyektor, lembar kerja cetak
Model Pembelajaran berbasis masalah

Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, murid mampu:

  1. Mengumpulkan dan merapikan data dari sumber nyata ke dalam tabel lembar kerja dengan struktur yang benar.
  2. Mengolah data menggunakan rumus dasar seperti jumlah, rata-rata, nilai terbesar, dan penghitungan bersyarat.
  3. Memilih dan membuat visualisasi yang sesuai dengan pertanyaan yang ingin dijawab.
  4. Menarik kesimpulan dan menyusun rekomendasi berdasarkan data, sambil menjaga privasi data.

Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pemahaman bermakna: data yang rapi dan diolah dengan benar membantu kita mengambil keputusan yang lebih baik daripada sekadar menebak.

Pertanyaan pemantik:

  • Menu apa yang paling laku di kantin? Bagaimana kita tahu pasti?
  • Mengapa pedagang perlu tahu hari ramai dan hari sepi?
  • Apa yang terjadi bila data yang dikumpulkan salah ketik?

Persiapan guru

  • Mintalah izin pengelola kantin untuk mencatat jumlah penjualan per menu selama lima hari, tanpa mencatat nama pembeli.
  • Siapkan data cadangan buatan guru bila data nyata belum tersedia.
  • Siapkan berkas lembar kerja kosong dengan kolom: tanggal, hari, menu, kategori, harga, jumlah terjual.

Kegiatan pembelajaran

Pertemuan 1: Mengumpulkan dan merapikan data

Pembuka (15 menit) Guru menampilkan foto papan menu kantin dan bertanya, "Kalau kalian pemilik kantin, data apa yang ingin kalian ketahui?" Murid menulis pertanyaan di kertas tempel.

Inti (60 menit)

  1. Murid berkelompok 3–4 orang menerima catatan penjualan lima hari.
  2. Kelompok memasukkan data ke lembar kerja, satu baris per menu per hari.
  3. Guru memperkenalkan konsep data rapi: satu kolom satu jenis data, tidak ada sel gabungan, format angka konsisten.
  4. Kelompok mencari dan memperbaiki data kotor yang sengaja disisipkan guru, misalnya "Es teh" dan "es Teh" yang tercatat berbeda.

Penutup (15 menit) Refleksi singkat: kesalahan data apa yang paling sering ditemukan dan mengapa berbahaya?

Pertemuan 2: Mengolah data dengan rumus

Pembuka (10 menit) Guru menampilkan pertanyaan kelompok dari pertemuan 1 dan memilih tiga yang akan dijawab dengan data.

Inti (70 menit)

  1. Murid menambah kolom pendapatan = harga × jumlah terjual.
  2. Murid menghitung total penjualan per menu dan per hari.
  3. Murid menghitung rata-rata penjualan harian dan menu dengan penjualan terbesar.
  4. Murid memakai penghitungan bersyarat untuk menjumlah penjualan per kategori, misalnya makanan dan minuman.
  5. Murid membuat tabel ringkasan, misalnya dengan fitur tabel pivot bila tersedia.

Penutup (10 menit) Setiap kelompok menulis satu temuan sementara di papan, misalnya "Penjualan minuman tertinggi pada hari Jumat."

Pertemuan 3: Visualisasi dan rekomendasi

Pembuka (10 menit) Guru menampilkan dua grafik untuk data yang sama: satu tepat, satu menyesatkan karena sumbu tidak dimulai dari nol. Murid mendiskusikan bedanya.

Inti (60 menit)

  1. Murid memilih jenis grafik: batang untuk perbandingan menu, garis untuk tren harian.
  2. Murid membuat grafik dengan judul, label sumbu, dan satuan yang jelas.
  3. Kelompok menyusun tiga rekomendasi untuk pengelola kantin berdasarkan data.
  4. Presentasi singkat tiga menit per kelompok.

Penutup (20 menit) Diskusi tentang privasi: mengapa kita tidak mencatat nama pembeli? Data apa saja yang tidak boleh dikumpulkan tanpa izin?

Asesmen

Asesmen formatif

  • Pengamatan saat merapikan data (daftar periksa guru).
  • Tiket keluar pertemuan 2: "Tuliskan rumus untuk menghitung total pendapatan menu nasi goreng."

Asesmen sumatif: presentasi dan berkas kelompok

Kriteria Mulai berkembang Berkembang Cakap Mahir
Kerapian data Banyak data tidak konsisten Sebagian rapi Rapi dengan sedikit kesalahan Rapi dan terdokumentasi
Pengolahan Rumus salah Rumus benar sebagian Rumus tepat Rumus tepat dan efisien
Visualisasi Grafik tidak sesuai Grafik sesuai tanpa label Grafik sesuai dan berlabel Grafik tepat dan mudah dibaca
Kesimpulan Tidak berdasar data Berdasar data sebagian Berdasar data Berdasar data dan disertai alasan

Diferensiasi

  • Murid yang memerlukan dukungan: berikan lembar kerja dengan rumus sebagian sudah terisi dan panduan langkah bergambar.
  • Murid yang sudah mahir: tantang membuat dasbor sederhana atau membandingkan data dua minggu.
  • Keterbatasan perangkat: satu laptop per kelompok dengan peran bergilir: pengetik, pemeriksa, penyaji.

Variasi konteks data

Konteks Pertanyaan yang bisa dijawab
Peminjaman buku perpustakaan Genre apa yang paling diminati per jenjang?
Sampah kelas Kelas mana yang paling banyak menghasilkan sampah plastik?
Waktu tempuh ke sekolah Berapa rata-rata waktu tempuh murid dengan tiap moda transportasi?

Menyesuaikan modul dengan kondisi sekolah

Modul ajar informatika SMA analisis data ini sengaja dibuat lentur. Sekolah di daerah dengan akses internet terbatas tetap bisa menjalankannya, karena perkakas lembar kerja dapat dipakai tanpa koneksi. Sekolah dengan jam informatika lebih sedikit dapat memadatkan pertemuan 2 dan 3 menjadi satu pertemuan, dengan rekomendasi kelompok dikerjakan sebagai tugas rumah.

Kesalahan umum guru saat mengajar analisis data

  • Langsung mengajarkan rumus tanpa pertanyaan yang ingin dijawab.
  • Memakai data contoh dari buku yang jauh dari kehidupan murid.
  • Menilai grafik dari warnanya, bukan ketepatannya.
  • Melupakan aspek privasi dan etika data.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah modul ajar informatika SMA analisis data ini bisa dipakai di kelas XI?

Bisa dengan penyesuaian. Untuk kelas XI, tambahkan data yang lebih besar dan tantangan analisis yang lebih kompleks sesuai CP fase berikutnya.

Bagaimana bila sekolah tidak punya lab komputer?

Gunakan laptop secara bergiliran per kelompok, atau perkakas lembar kerja di ponsel. Pertemuan pertama bisa dimulai dengan tabel di kertas.

Perkakas lembar kerja apa yang dipakai?

Apa saja yang tersedia di sekolah. Konsep data rapi, rumus, dan grafik berlaku di semua perkakas lembar kerja.

Bagaimana menjaga privasi saat memakai data nyata?

Jangan catat nama atau identitas orang. Kumpulkan data yang bersifat agregat, misalnya jumlah terjual per menu, dan minta izin pengelola data.

Berapa lama menyiapkan modul ini?

Sekitar satu sampai dua jam untuk menyiapkan data, lembar kerja, dan rubrik. Setelah itu, modul dapat dipakai ulang dengan data baru.

ASIS: Modul Ajar yang Tersimpan, Dibagikan, dan Dinilai di Satu Tempat

Guru informatika sering menyusun modul yang bagus, lalu berkasnya tercecer di laptop pribadi, rubriknya di kertas, dan nilainya di lembar kerja terpisah. Saat semester berganti atau guru pindah, modul itu ikut hilang.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka sehingga modul ajar informatika SMA analisis data seperti ini tersimpan rapi dan dapat dipakai ulang oleh rekan sejawat. Nilai asesmen terhubung ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan bank soal dengan bantuan AI membantu menyusun tiket keluar yang tetap wajib ditinjau guru. Untuk eksplorasi tambahan, Studio di studio.asis.id menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif, sedangkan Pustaka di pustaka.asis.id berisi buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.