Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP kelas 7: tujuan, langkah empat pertemuan, teks model, LKPD, rubrik, dan diferensiasi siap pakai.
Contoh modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP di bawah ini dirancang untuk kelas 7 (Fase D) dalam empat pertemuan. Murid tidak hanya membaca teks deskripsi dari buku, tetapi mengamati tempat nyata di sekitar sekolah, mencatat dengan pancaindra, menulis draf, menyunting bersama teman, lalu mempresentasikan hasilnya. Modul memakai kerangka pembelajaran mendalam: praktik pedagogis yang aktif, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar yang nyata, dan pemanfaatan digital secukupnya. Silakan sesuaikan tempat observasi, alokasi waktu, dan contoh teks dengan kondisi sekolah Bapak/Ibu.
Bagian ini memuat data dasar modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP yang perlu disesuaikan dengan sekolah masing-masing.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Satuan pendidikan | SMP (contoh: SMP Tunas Harapan) |
| Mata pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase/kelas | D / VII |
| Topik | Teks deskripsi: tempat di sekitar kita |
| Alokasi waktu | 4 pertemuan (sesuaikan dengan jadwal sekolah) |
| Moda | Tatap muka dengan satu kegiatan observasi di luar kelas |
Capaian pembelajaran Bahasa Indonesia Fase D mencakup elemen menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis. Modul ini menyentuh keempatnya dengan fokus pada membaca dan menulis. Rujuk dokumen CP resmi terbaru untuk rumusan lengkapnya.
Tujuan pembelajaran:
Dimensi profil lulusan yang dikuatkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
Pasar Pagi di Ujung Desa
Pasar pagi di ujung desa kami buka sejak azan subuh berkumandang. Letaknya di tanah lapang dekat balai desa, diapit dua pohon beringin besar.
Begitu masuk, aroma ikan asin dan bawang goreng langsung menyambut. Di sisi kiri, deretan lapak sayur memamerkan kangkung yang masih basah dan cabai merah yang mengilap. Di sisi kanan, seorang ibu penjual kue menata klepon hijau di atas daun pisang. Suara tawar-menawar bersahutan dengan dentang timbangan besi dan klakson sepeda motor yang mencari tempat parkir.
Tanah di bagian tengah pasar sedikit becek, sehingga pengunjung melangkah hati-hati sambil menenteng kantong belanja. Menjelang pukul tujuh, matahari mulai hangat dan pembeli semakin ramai.
Bagi saya, pasar pagi bukan sekadar tempat berbelanja. Di sanalah saya merasakan denyut kehidupan desa yang paling jujur.
Teks ini fiktif dan boleh dipakai bebas di kelas.
Pembuka (10 menit). Guru bertanya: "Kalau teman kalian belum pernah ke kantin sekolah kita, bagaimana cara membuatnya bisa membayangkan kantin hanya dari tulisan?" Murid menjawab bebas, guru mencatat kata kunci di papan.
Inti (55 menit).
Penutup (15 menit). Murid menulis satu kalimat deskripsi tentang ruang kelas mereka. Beberapa dibacakan dan diberi umpan balik singkat.
Pembuka. Guru mengingatkan aturan observasi: tertib, tidak mengganggu orang lain, dan tidak memotret orang tanpa izin.
Inti. Murid dalam kelompok kecil mengamati satu tempat selama sekitar 20 menit dan mengisi lembar observasi.
| Pancaindra | Yang saya catat |
|---|---|
| Penglihatan | ... |
| Pendengaran | ... |
| Penciuman | ... |
| Perabaan | ... |
| Perasaan/kesan | ... |
Kembali ke kelas, kelompok membandingkan catatan dan memilih rincian yang paling kuat.
Penutup. Setiap murid menentukan sudut pandang tulisannya: dari pintu masuk ke dalam, dari kiri ke kanan, atau dari suasana pagi ke siang.
Inti. Murid menulis draf teks deskripsi 150–250 kata secara mandiri berdasarkan catatan observasi. Guru berkeliling dan memberi umpan balik singkat, terutama pada struktur dan rincian.
Kemitraan pembelajaran. Murid boleh menanyakan nama benda atau sejarah tempat kepada penjaga kantin, penjual, atau orang tua sebagai bahan tambahan.
Pemanfaatan digital. Bila tersedia, murid mengetik draf di perangkat sekolah agar mudah disunting. Bila tidak, tulisan tangan sudah cukup.
Inti.
Refleksi. Murid menjawab: "Bagian mana yang paling sulit ditulis? Apa yang akan saya lakukan berbeda lain kali?"
| Jenis | Bentuk | Waktu |
|---|---|---|
| Diagnostik | Pertanyaan pemantik dan satu kalimat deskripsi | Pertemuan 1 |
| Formatif | Lembar observasi, umpan balik draf, penilaian antarteman | Pertemuan 2–4 |
| Sumatif | Teks deskripsi final dan pembacaan | Pertemuan 4 |
| Kriteria | 4 | 3 | 2 | 1 |
|---|---|---|---|---|
| Struktur | Identifikasi, deskripsi bagian, dan kesan lengkap dan runtut | Lengkap, sedikit kurang runtut | Salah satu bagian kurang jelas | Struktur tidak terlihat |
| Rincian pancaindra | Empat atau lebih pancaindra, rinci | Tiga pancaindra | Dua pancaindra | Hanya penglihatan, umum |
| Pilihan kata | Kata sifat dan keterangan tepat dan bervariasi | Tepat, kurang bervariasi | Beberapa kurang tepat | Banyak kata umum |
| Ejaan dan tanda baca | Hampir tanpa kesalahan | Sedikit kesalahan | Cukup banyak kesalahan | Mengganggu pemahaman |
Contoh rubrik lain bisa dilihat di artikel contoh rubrik penilaian.
Pengayaan: murid menulis teks deskripsi tempat bersejarah di daerahnya untuk dimuat di situs atau majalah dinding sekolah.
Remedial: murid memperbaiki satu bagian yang paling lemah dengan bimbingan guru, misalnya menambah rincian pancaindra.
Bila sekolah juga mengajarkan descriptive text di Bahasa Inggris, guru bisa berkolaborasi. Lihat contoh modul ajar Bahasa Inggris SMP descriptive text.
Contoh ini memakai empat pertemuan. Sekolah dapat memadatkan menjadi tiga atau memperluas menjadi lima, tergantung jadwal dan kesiapan murid.
Gunakan tempat di dalam lingkungan sekolah seperti kantin, perpustakaan, atau taman. Bisa juga memakai foto atau video tempat sebagai bahan pengamatan.
Tidak. Teks deskripsi bisa menggambarkan orang, benda, hewan, atau suasana. Modul ini memilih tempat karena mudah diamati bersama.
Gunakan daftar periksa yang jelas dan tidak memakai penilaian antarteman sebagai satu-satunya dasar nilai. Fungsinya terutama untuk umpan balik.
Bisa, dengan menaikkan tuntutan, misalnya panjang teks, variasi gaya bahasa, atau gabungan deskripsi dengan unsur narasi.
Menyusun modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP hanyalah awal. Setelah itu, guru masih harus merekap nilai rubrik, umpan balik, dan hasil penilaian antarteman, yang sering tercecer di kertas dan berkas terpisah sebelum akhirnya diketik ulang ke rapor.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS, menyiapkan soal di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, lalu nilai masuk ke e-Rapor tanpa diketik ulang. Bahan bacaan dari buku pelajaran pemerintah tersedia di Pustaka, dan aktivitas interaktif bisa dibuat di Studio.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.