Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Modul ajar adalah perangkat ajar untuk merencanakan pembelajaran. Pahami pengertian, komponen minimum, bedanya dengan RPP, dan kerangka pembelajaran mendalam.
Modul ajar adalah perangkat ajar yang digunakan guru untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran agar murid mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Di dalamnya ada tujuan, langkah kegiatan, rencana asesmen, serta media dan sumber belajar yang dibutuhkan. Modul ajar bisa disusun sendiri, diadaptasi dari contoh yang ada, atau dimodifikasi sesuai karakteristik murid. Artikel ini menjelaskan pengertian modul ajar, komponen minimum dan komponen lengkapnya, perbedaannya dengan RPP, kaitannya dengan kerangka pembelajaran mendalam, serta contoh ringkas yang terisi.
Bayangkan modul ajar sebagai "skenario" pembelajaran. Skenario ini menjawab empat pertanyaan:
Dalam Kurikulum Merdeka, modul ajar adalah salah satu bentuk perangkat ajar, bersama buku teks, video, dan bahan lain. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih, mengadaptasi, atau menyusun sendiri, selama tetap mengacu pada capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.
Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka menyebutkan bahwa modul ajar setidaknya memuat:
| Komponen | Isi | Pertanyaan kunci |
|---|---|---|
| Tujuan pembelajaran | Kompetensi yang ingin dicapai | Apa yang harus bisa dilakukan murid? |
| Langkah atau kegiatan pembelajaran | Urutan kegiatan pembuka, inti, penutup | Bagaimana murid belajar? |
| Rencana asesmen | Asesmen awal, formatif, dan sumatif | Bagaimana mengetahui ketercapaian? |
| Media pembelajaran | Bahan, alat, dan sumber belajar | Apa yang diperlukan? |
Bila keempat komponen ini ada, sebuah dokumen sudah dapat disebut modul ajar. Komponen lain bersifat melengkapi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Banyak sekolah memakai format yang lebih lengkap, terbagi dalam tiga bagian:
Informasi umum
Komponen inti
Lampiran
Sejak Permendikdasmen 13/2025, profil lulusan memiliki delapan dimensi. Sesuaikan bagian dimensi profil lulusan dalam modul ajar dengan rumusan terbaru tersebut.
Kerangka pembelajaran mendalam menekankan empat hal yang bisa tercermin dalam modul ajar:
| Unsur kerangka | Wujud dalam modul ajar |
|---|---|
| Praktik pedagogis | Strategi dan langkah kegiatan yang membuat murid berpikir, bukan sekadar mendengar |
| Kemitraan pembelajaran | Keterlibatan orang tua, teman sebaya, atau mitra di luar sekolah |
| Lingkungan pembelajaran | Pengaturan ruang fisik, budaya kelas, dan ruang virtual |
| Pemanfaatan digital | Penggunaan teknologi yang mendukung tujuan, bukan sekadar hiasan |
Pengalaman belajar yang dirancang sebaiknya bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Contoh lengkap modul dengan kerangka ini ada di modul ajar pembelajaran mendalam.
| Aspek | RPP | Modul ajar |
|---|---|---|
| Kurikulum asal | Kurikulum 2013 | Kurikulum Merdeka |
| Isi | Rencana kegiatan | Rencana kegiatan plus asesmen, lembar kerja, dan bahan |
| Acuan | Kompetensi dasar | Capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran |
| Fleksibilitas | Format cenderung baku | Guru boleh menyesuaikan format |
Pada praktiknya, RPP yang sudah memuat komponen minimum di atas dapat dianggap setara modul ajar. Pembahasan lebih rinci: perbedaan modul ajar dan RPP.
Berikut contoh singkat untuk IPAS kelas 4 (fiktif):
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Tujuan pembelajaran | Murid dapat menjelaskan perubahan wujud benda dengan contoh di sekitar |
| Pertanyaan pemantik | "Ke mana perginya es batu di gelas setelah beberapa menit?" |
| Kegiatan pembuka | Guru menaruh es batu di gelas, murid memprediksi apa yang terjadi |
| Kegiatan inti | Kelompok mengamati es mencair, air dipanaskan, dan embun di gelas dingin; mencatat di lembar pengamatan |
| Kegiatan penutup | Murid menggambar siklus perubahan wujud dan menuliskan satu contoh di rumah |
| Asesmen | Awal: tanya jawab; formatif: lembar pengamatan; sumatif: soal uraian singkat |
| Media | Es batu, gelas, lilin dan panci kecil dengan pengawasan guru, lembar kerja |
| Diferensiasi | Murid yang perlu pendampingan mengamati satu peristiwa dengan kartu bergambar |
Contoh ini sengaja dibuat singkat untuk menunjukkan bahwa modul ajar tidak harus tebal. Yang penting setiap bagian saling terhubung: tujuan diukur oleh asesmen, dan kegiatan mengantar murid ke tujuan.
Modul tebal tetapi tidak dipakai. Modul ajar adalah alat kerja, bukan dokumen untuk dikumpulkan saja.
Tujuan tidak terukur. "Murid memahami" sulit diases. Gunakan kata kerja yang bisa diamati.
Asesmen tidak sesuai tujuan. Tujuan menuntut menjelaskan, tetapi asesmen hanya pilihan ganda hafalan.
Menyalin utuh tanpa adaptasi. Contoh modul dari luar perlu disesuaikan dengan kondisi murid dan sekolah.
Guru perlu memiliki perencanaan pembelajaran. Bentuknya bisa modul ajar atau dokumen setara yang memuat komponen minimum, sesuai kebijakan sekolah dan ketentuan yang berlaku.
Tujuan pembelajaran, langkah atau kegiatan pembelajaran, rencana asesmen, serta media pembelajaran.
Tidak harus. Guru boleh memakai, mengadaptasi, atau memodifikasi modul yang sudah ada, asalkan disesuaikan dengan murid dan konteks sekolah.
Tidak ada ketentuan jumlah halaman. Modul yang ringkas tetapi lengkap dan dipakai lebih baik daripada modul tebal yang tidak dipakai.
Tidak. Buku teks berisi materi, sedangkan modul ajar adalah rencana bagaimana materi dipelajari dan diases, dan bisa memakai buku teks sebagai salah satu sumber.
Banyak guru menyusun modul ajar dengan serius, tetapi modul itu terpisah dari catatan asesmen dan rapor. Nilai dari asesmen yang dirancang dalam modul harus diketik ulang di tempat lain, dan refleksi pembelajaran jarang terbawa ke tahun berikutnya.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru dapat menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, menyusun soal di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan nilai yang dicatat mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka. Buku pelajaran pemerintah tersedia di Pustaka, dan guru bisa memperdalam praktik lewat kursus daring di Akademi ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.