WAWASAN ASIS

Moderasi Beragama Madrasah: Contoh Kegiatan Penguatan

Contoh kegiatan moderasi beragama madrasah untuk MI, MTs, dan MA: empat indikator, ide kegiatan kelas, integrasi mapel, rubrik pengamatan, dan tips.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Madrasah

Program moderasi beragama madrasah bertujuan membentuk murid yang taat beragama sekaligus menghormati perbedaan, cinta tanah air, menolak kekerasan, dan menghargai tradisi yang baik di masyarakat. Kementerian Agama menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu program prioritasnya, dan madrasah adalah tempat strategis untuk menumbuhkannya sejak dini. Agar tidak berhenti di spanduk dan seminar, penguatannya perlu hadir dalam kegiatan sehari-hari. Artikel ini menyajikan contoh kegiatan per jenjang, cara mengaitkannya dengan pembelajaran, dan cara mengamati hasilnya.

Empat indikator moderasi beragama

Kementerian Agama merumuskan empat indikator yang sering dipakai sebagai acuan:

Indikator Makna sederhana untuk murid Contoh perilaku
Komitmen kebangsaan Mencintai Indonesia dan menerima Pancasila Khidmat saat upacara, bangga pada budaya daerah
Toleransi Menghormati orang yang berbeda keyakinan atau pendapat Tidak mengejek teman yang berbeda mazhab atau suku
Antikekerasan Menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan fisik atau verbal Berdiskusi, tidak memaksakan pendapat
Penerimaan terhadap tradisi Menghargai tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan agama Ikut kegiatan budaya setempat dengan bijak

Empat indikator ini bisa menjadi kerangka saat madrasah merancang kegiatan dan mengamati perkembangan murid.

Mengapa penguatan di madrasah perlu terencana

Murid madrasah belajar agama dengan porsi yang lebih banyak, sehingga pemahaman yang seimbang menjadi sangat penting. Di sisi lain, murid juga terpapar konten media sosial yang kadang menyajikan pandangan keagamaan yang keras dan hitam-putih. Madrasah perlu memberi ruang aman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengenal keragaman secara langsung.

Struktur kurikulum madrasah saat ini mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah dengan KMA 1503/2025. Penguatan moderasi bisa diintegrasikan ke mata pelajaran, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya madrasah.

Contoh kegiatan per jenjang

MI: menanamkan lewat kebiasaan dan cerita

  • Cerita teladan: guru membacakan kisah Nabi dan sahabat yang menunjukkan sikap santun kepada orang yang berbeda, lalu murid menggambar adegan favoritnya.
  • Pojok Nusantara: setiap kelas mengenalkan satu daerah, termasuk rumah adat, lagu, dan makanan khasnya.
  • Salam kelas: murid berlatih menyapa dan meminta maaf dengan kalimat yang santun.
  • Kerja bakti bersama warga di lingkungan sekitar madrasah.

MTs: melatih dialog dan empati

  • Forum diskusi tematik: misalnya "Bagaimana bersikap jika ada perbedaan cara salat di antara teman?" Guru menyiapkan rujukan dari beberapa pandangan ulama.
  • Kunjungan lintas lembaga: silaturahmi ke sekolah atau komunitas lain di sekitar madrasah dengan pendampingan guru dan izin orang tua.
  • Proyek literasi digital: murid menganalisis unggahan media sosial yang bernada provokatif, lalu membuat konten tandingan yang menyejukkan.
  • Bermain peran menyelesaikan konflik di kelas tanpa kekerasan.

MA: berpikir kritis dan berkarya

  • Kajian kitab dan konteks: membaca teks klasik tentang adab berbeda pendapat dan mendiskusikan penerapannya hari ini.
  • Debat terstruktur tentang isu sosial keagamaan dengan aturan saling menghormati.
  • Riset kecil tentang tradisi lokal, misalnya sedekah bumi atau tradisi menjelang Ramadan, dengan mewawancarai tokoh masyarakat.
  • Duta moderasi: murid MA menjadi fasilitator diskusi untuk adik kelas MTs atau MI.

Mengintegrasikan ke mata pelajaran

Mata pelajaran Contoh integrasi
Akidah Akhlak Adab bergaul dengan tetangga yang berbeda keyakinan
Fikih Mengenal perbedaan pendapat ulama dan sikap menghormatinya
SKI Kisah toleransi dalam sejarah Islam dan Nusantara
Pendidikan Pancasila Hubungan nilai agama dan nilai kebangsaan
Bahasa Indonesia Menulis teks opini yang santun tentang keragaman
IPS Keragaman budaya dan kerukunan di Indonesia

Integrasi tidak perlu menambah jam pelajaran. Cukup memilih contoh, kasus, atau pertanyaan diskusi yang relevan.

Contoh agenda satu pekan

Bagi madrasah yang baru memulai, agenda sepekan berikut bisa menjadi pemantik. Agenda ini cocok dijalankan di pekan awal tahun ajaran atau menjelang peringatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda.

Hari Kegiatan Indikator yang dilatih
Senin Amanat upacara oleh murid tentang cinta tanah air Komitmen kebangsaan
Selasa Diskusi kelas: adab berbeda pendapat Toleransi
Rabu Bermain peran menyelesaikan konflik Antikekerasan
Kamis Mengenal tradisi lokal bersama tokoh masyarakat Penerimaan terhadap tradisi
Jumat Pameran karya dan refleksi bersama Semua indikator

Agenda seperti ini membuat program moderasi beragama madrasah terasa nyata bagi murid, bukan sekadar materi ceramah. Setelah pekan pertama, kegiatan bisa dilanjutkan dengan frekuensi yang lebih ringan, misalnya satu diskusi tematik setiap bulan.

Rubrik pengamatan sederhana

Wali kelas dan guru bisa mengamati perkembangan murid dengan rubrik ringkas:

Indikator Mulai berkembang Berkembang Membudaya
Toleransi Masih mengejek perbedaan Tidak mengejek, tetapi pasif Membela teman yang diejek karena berbeda
Antikekerasan Kadang memukul atau membentak saat marah Menahan diri, perlu diingatkan Mengajak berdiskusi saat ada konflik
Kebangsaan Kurang peduli kegiatan kebangsaan Ikut dengan baik Mengajak teman, bangga pada budaya

Catatan pengamatan ini bisa menjadi bahan deskripsi perkembangan karakter di rapor dan bahan diskusi dengan orang tua.

Tips pelaksanaan program

  • Libatkan semua guru, bukan hanya guru agama. Sikap guru sehari-hari adalah contoh paling kuat.
  • Rujuk sumber yang jelas. Untuk isu keagamaan yang sensitif, gunakan rujukan ulama yang diakui dan materi resmi Kementerian Agama.
  • Ajak orang tua. Sampaikan tujuan kegiatan, terutama kunjungan lintas lembaga, agar tidak menimbulkan salah paham.
  • Dokumentasikan. Foto, catatan diskusi, dan karya murid menjadi bukti program berjalan.
  • Evaluasi tiap semester. Lihat indikator mana yang paling lemah dan rancang kegiatan berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah moderasi beragama berarti mencampuradukkan ajaran agama?

Tidak. Moderasi beragama adalah cara bersikap dalam beragama: tetap teguh pada keyakinan sendiri sambil menghormati orang lain dan menolak kekerasan. Akidah tetap dijaga.

Siapa yang bertanggung jawab atas program moderasi beragama madrasah?

Kepala madrasah memimpin, Wakamad Kurikulum dan Kesiswaan merancang, dan seluruh guru menjalankan. Banyak madrasah juga membentuk tim kecil untuk mengoordinasikan kegiatan.

Bagaimana menyikapi murid yang membawa pandangan ekstrem dari media sosial?

Dengarkan dulu tanpa langsung menghakimi. Ajak murid memeriksa sumbernya, bandingkan dengan rujukan yang kredibel, dan libatkan guru BK atau guru agama untuk pendampingan lanjutan.

Apakah kegiatan ini bisa dimasukkan ke kokurikuler?

Bisa. Kegiatan seperti riset tradisi lokal atau proyek literasi digital cocok dirancang sebagai kegiatan kokurikuler lintas mata pelajaran.

Bagaimana cara menilai keberhasilannya?

Gunakan pengamatan perilaku, refleksi murid, dan catatan kejadian di madrasah, misalnya berkurangnya ejekan atau konflik antarmurid.

ASIS: Catatan Karakter Murid yang Utuh dan Mudah Dibagikan

Program moderasi beragama madrasah sering sulit dievaluasi karena catatannya tersebar: pengamatan wali kelas di buku, laporan kegiatan di map Wakamad, dan kasus di ruang BK. Akibatnya perkembangan karakter murid jarang terlihat utuh.

ASIS menyatukan catatan perkembangan dalam profil murid, layanan BK, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka, sehingga pengamatan karakter tercatat sekali lalu dipakai berkali-kali. Madrasah juga bisa memanfaatkan situs sekolah dengan subdomain gratis untuk mendokumentasikan kegiatan, dan hosting RDM tersedia di paket ASIS Pro. Guru bisa memakai buku pelajaran pemerintah di Pustaka sebagai rujukan pembelajaran.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.