Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara mengenalkan AI ke murid SMP dalam empat pertemuan: kegiatan tanpa komputer, mencoba alat dengan aman, membahas bias, dan aturan kelas yang disepakati.
Mengenalkan AI ke murid SMP sebaiknya dimulai dari pertanyaan sederhana: bagaimana mesin bisa "menebak"? Murid usia 12–15 tahun umumnya sudah memakai aplikasi yang memanfaatkan kecerdasan artifisial, dari rekomendasi video sampai filter kamera. Yang belum mereka miliki adalah pemahaman cara kerjanya, batasannya, dan kapan sebaiknya tidak memakainya.
Artikel ini menawarkan rencana empat pertemuan yang bisa dipakai guru Informatika, guru mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial, atau wali kelas yang ingin membahasnya di jam khusus. Fokusnya praktik kelas, bukan teori. Untuk kebijakan sekolah dan etika lebih luas, blog ini sudah membahas "Literasi AI Murid: Cara Kerja dan Batasan AI di Kelas" dan "Etika Penggunaan AI Murid: Batasan dan Contoh Aturan Kelas".
Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran pilihan sejak tahun ajaran 2025/2026 berdasarkan Permendikdasmen 13/2025, mulai kelas 5 SD hingga SMA/SMK. Per Agustus 2026 statusnya masih pilihan. Artinya, tidak semua SMP membukanya. Rencana di bawah tetap bisa dipakai di kelas Informatika atau kegiatan kokurikuler bertema literasi digital.
Tujuan: murid memahami bahwa AI mengenali pola dari data, bukan "berpikir" seperti manusia.
Kegiatan:
Pesan kunci: AI belajar dari contoh. Jika contohnya sempit, tebakannya bisa salah. Ini jembatan ke istilah data latih dan pola.
Asesmen: tiket keluar berisi satu kalimat, "AI bisa salah ketika ...".
Tujuan: murid mencoba satu alat AI dan mengamati kelebihan serta kesalahannya.
Kegiatan:
Pesan kunci: jawaban AI terdengar yakin walau keliru. Selalu periksa ke sumber lain.
Asesmen: lembar pengamatan kelompok berisi tiga jawaban AI dan hasil pengecekannya.
Tujuan: murid mengenali bahwa AI bisa tidak adil karena data yang timpang.
Kegiatan:
Pesan kunci: AI mencerminkan data dan pilihan pembuatnya. Pengguna perlu bertanya "siapa yang tidak terwakili?".
Asesmen: poster kelompok "Satu contoh bias dan satu ide perbaikan".
Tujuan: murid menyepakati kapan AI boleh dan tidak boleh dipakai untuk tugas sekolah.
Kegiatan:
Contoh hasil aturan dari kelas 8:
| Situasi | Kesepakatan |
|---|---|
| Mencari ide awal | Boleh, tulis bahwa ide dibantu AI |
| Merangkum bacaan | Boleh dengan syarat, cek ulang dengan teks asli |
| Menulis seluruh tugas | Tidak boleh |
| Memasukkan data diri atau foto teman | Tidak boleh |
| Mengecek ejaan | Boleh |
Asesmen: refleksi tertulis, "Satu hal yang akan saya ubah dalam memakai AI".
Tidak semua SMP punya laboratorium komputer yang memadai. Beberapa penyesuaian:
Tidak. Rencana ini berfokus pada konsep dan sikap kritis. Pemrograman bisa menyusul di mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial bila sekolah membukanya.
Konsep dasar bisa dikenalkan sejak SD lewat kegiatan tanpa komputer. Di SMP, murid sudah bisa membahas bias dan etika dengan lebih dalam.
Tergantung aturan sekolah dan guru. Banyak kelas membolehkan untuk ide dan pengecekan, tetapi tidak untuk menulis seluruh jawaban.
Mulai dari aturan kelas, lalu usulkan ke Kepala Sekolah untuk dijadikan kebijakan sekolah. Contoh kebijakan ada di artikel "Kebijakan AI Generatif Sekolah: Contoh Siap Pakai".
Untuk kegiatan di kelas yang dioperasikan guru, cukup diberitahukan. Jika murid akan membuat akun atau memasukkan data diri ke layanan tertentu, persetujuan orang tua diperlukan.
Akar masalah pembelajaran AI di sekolah sering bukan materinya, tetapi bahan dan alatnya. Guru mencari sendiri lembar kerja, murid membuat akun di layanan yang tidak jelas, dan data anak berpindah ke tempat yang tidak diawasi sekolah.
ASIS menyediakan Studio dengan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif untuk kegiatan kelas, Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai sumber pembanding jawaban AI, dan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru sebelum dipakai. Guru juga bisa mencatat pelaksanaan tiap pertemuan di jurnal mengajar. Data sekolah tidak dijual dan tanpa iklan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id, lalu jelajahi studio.asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.