Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan mengacak soal ujian dan opsi jawaban untuk CBT dan ujian kertas: kapan aman diacak, soal yang tidak boleh diacak, pengelolaan kunci, dan analisis.
Mengacak soal ujian adalah cara sederhana untuk mengurangi kecurangan seperti menyontek jawaban teman sebelah atau berbagi kunci lewat pesan. Pengacakan bisa dilakukan pada tiga lapis: urutan soal, urutan opsi jawaban, dan paket soal yang berbeda. Namun mengacak soal ujian tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada soal yang justru rusak bila diacak, dan pengelolaan kunci jawaban menjadi lebih rumit. Panduan ini menjelaskan kapan pengacakan aman, soal apa yang harus dikecualikan, cara menerapkannya di CBT maupun ujian kertas, serta cara memastikan hasilnya tetap adil.
Untuk dasar menyusun butir soal yang bermutu, Bapak/Ibu dapat membaca "Membuat Soal HOTS: Cara Menyusun beserta Contohnya". Artikel ini fokus pada tahap setelah soal jadi: mengatur penyajiannya.
| Lapis | Cara kerja | Kelebihan | Hal yang perlu diwaspadai |
|---|---|---|---|
| Urutan soal | Soal yang sama tampil dengan nomor berbeda | Mudah, kunci tetap satu | Soal bertingkat atau berkelompok bisa terpisah |
| Urutan opsi | Opsi A–E diputar per murid | Mengurangi berbagi "jawabannya C" | Opsi seperti "semua benar" jadi janggal |
| Paket soal | Dua atau lebih set soal setara | Paling kuat mencegah kerja sama | Butuh soal lebih banyak dan setara tingkat kesulitannya |
Untuk ujian harian, pengacakan urutan soal dan opsi biasanya sudah cukup. Untuk sumatif akhir semester atau tryout, kombinasi dengan paket soal lebih aman.
Bacaan, tabel, atau grafik yang dipakai untuk tiga atau empat soal harus tetap berurutan. Bila diacak, murid bisa menemukan soal nomor 5 yang merujuk bacaan di nomor 17. Solusinya, kelompokkan soal tersebut sebagai satu blok yang diacak bersama.
Soal yang jawabannya dipakai di soal berikutnya, misalnya "dari hasil nomor sebelumnya, hitunglah...", harus tetap berurutan. Lebih baik lagi, ubah soal agar berdiri sendiri.
Opsi angka sebaiknya tetap berurutan dari kecil ke besar, misalnya 12, 15, 18, 21. Opsi waktu atau tahun juga demikian. Mengacaknya membuat murid bingung tanpa alasan.
"Semua jawaban benar", "A dan B benar", atau "tidak ada jawaban yang benar" akan kehilangan makna bila posisinya berubah. Hindari opsi seperti ini bila ingin mengacak opsi, atau kunci posisinya.
Di ujian berbasis komputer, pengacakan biasanya diatur saat menyusun ujian. Langkah umumnya:
Kelebihan CBT, kunci jawaban tetap tersimpan per butir, sehingga koreksi otomatis tetap benar meskipun urutan berbeda di setiap layar.
Ujian kertas tidak bisa mengacak per murid, tetapi bisa memakai beberapa paket.
Contoh dari SMP fiktif di Purwokerto untuk ulangan IPA 30 soal pilihan ganda:
Kunci jawaban dibuat terpisah per paket. Kesalahan paling sering adalah murid lupa mengisi kode paket, sehingga dikoreksi dengan kunci yang salah. Biasakan pengawas memeriksa kode paket saat mengumpulkan lembar jawaban.
Pengacakan yang baik tidak boleh membuat sebagian murid mendapat ujian lebih sulit.
Pengacakan bekerja paling baik bila murid tahu aturannya sejak awal. Sebelum ujian, sampaikan bahwa urutan soal dan opsi bisa berbeda dengan teman, bahwa nomor soal di layar atau kertas tidak sama untuk semua orang, dan bahwa mereka boleh melompati soal sulit lalu kembali lagi. Untuk ujian kertas, tunjukkan letak kode paket dan contoh cara mengisinya.
Penjelasan singkat ini mengurangi kepanikan, terutama bagi murid kelas awal yang belum pernah mengalami ujian dengan paket berbeda. Murid juga lebih menerima bahwa bertanya "nomor 7 jawabannya apa" kepada teman tidak ada gunanya.
Pada umumnya tidak signifikan bila soal dan paketnya setara. Yang perlu dijaga adalah soal berkelompok tetap utuh dan waktu ujian cukup.
Dua paket sudah cukup untuk pengaturan duduk selang-seling. Tiga atau lebih paket menambah keamanan, tetapi juga menambah beban penyusunan dan risiko salah kunci.
Soal uraian lebih jarang diacak karena jumlahnya sedikit dan jawabannya sulit disalin persis. Pengacakan lebih bermanfaat untuk pilihan ganda.
Jelaskan sejak awal bahwa setiap murid mendapat soal yang sama atau setara dengan urutan berbeda, demi keadilan bagi semua.
Tidak. Pengacakan mengurangi peluang menyontek, tetapi pengawasan, tata ruang, dan aturan ujian tetap diperlukan.
Akar masalah pengacakan yang kacau adalah soal dan kunci yang dikelola di berkas terpisah. Guru menyalin soal ke dokumen baru untuk paket B, mengetik ulang kunci, lalu mengoreksi dengan kunci yang salah.
ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, serta CBT dan ujian kertas dengan paket soal, token, proktor, dan tryout. Hasil ujian bisa dikoreksi dan dianalisis per butir, sehingga guru tahu soal mana yang perlu diperbaiki. Untuk ujian kertas, lembar jawaban bisa dicetak dengan kode QR agar identitas dan paket tidak tertukar. Langkah rinci tersedia di Panduan ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.