WAWASAN ASIS

Cara Mencatat Infak dan Donasi Sekolah agar Akuntabel

Cara mencatat infak dan donasi sekolah agar akuntabel: memisahkan dana terikat, contoh buku penerimaan, bukti, laporan ke donatur, dan batasan pungutan.

Tim Wawasan ASIS 15 Okt 2026 Keuangan Sekolah

Mencatat infak dan donasi sekolah dengan rapi adalah cara paling sederhana menjaga kepercayaan wali murid, alumni, dan masyarakat. Infak Jumat, sumbangan pembangunan musala, donasi buku, hingga bantuan untuk murid yang tertimpa musibah semuanya adalah amanah. Masalah biasanya muncul bukan karena dana disalahgunakan, melainkan karena pencatatannya bercampur dengan kas operasional sehingga sulit dibuktikan ke mana uang itu pergi.

Artikel ini membahas prinsip pencatatan, cara memisahkan dana terikat dan tidak terikat, contoh buku penerimaan dan penggunaan, bukti yang perlu disimpan, laporan ke donatur, serta batasan yang perlu diingat soal sumbangan dan pungutan. Untuk menggalang dana secara daring, lihat "Kampanye Donasi Sekolah: Cara Membuatnya di ASIS" dan "Transparansi Dana Donasi: Cara Memeriksa dan Melaporkannya".

Empat prinsip dasar

  1. Pisahkan dari dana operasional. Dana BOS, SPP, dan infak tidak boleh tercampur dalam satu buku kas tanpa penanda.
  2. Catat pada hari yang sama. Kotak infak dihitung dan dicatat hari itu, disaksikan minimal dua orang.
  3. Gunakan sesuai niat pemberi. Donasi untuk musala tidak dipakai untuk membeli proyektor.
  4. Laporkan secara terbuka. Donatur berhak tahu berapa yang terkumpul dan untuk apa dipakai.

Dana terikat dan tidak terikat

Konsep ini dipakai dalam standar pelaporan keuangan entitas nonlaba. ISAK 335 (sebelumnya ISAK 35) mengatur penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba, termasuk pembedaan aset dengan dan tanpa pembatasan dari pemberi. Sekolah tidak harus menyusun laporan setingkat itu untuk infak harian, tetapi prinsipnya sangat berguna.

Jenis Contoh Aturan pemakaian
Tidak terikat Infak Jumat umum, kotak amal tanpa keterangan Boleh untuk kebutuhan sekolah sesuai kebijakan yang disepakati
Terikat tujuan Donasi renovasi musala, bantuan untuk murid tertentu Hanya untuk tujuan tersebut
Terikat waktu Donasi untuk kegiatan Ramadan tahun ini Dipakai dalam periode tersebut
Barang Donasi buku, kursi, komputer Dicatat sebagai barang, masuk inventaris

Jika ada sisa dana terikat setelah tujuan tercapai, tanyakan kepada donatur atau umumkan rencana penggunaan sisa sebelum dipakai untuk hal lain.

Contoh buku penerimaan

Ilustrasi pencatatan di SD Islam di Depok, bulan Maret. Nama fiktif, nominal ilustrasi.

Tanggal No bukti Sumber Jenis Tujuan Masuk Saksi
1 Mar INF-031 Kotak infak Jumat Tidak terikat Umum Rp412.500 Ust. Ahmad, Bu Rina
4 Mar DON-012 Transfer alumni angkatan 2015 Terikat Renovasi musala Rp2.500.000 Bu Rina
8 Mar INF-032 Kotak infak Jumat Tidak terikat Umum Rp387.000 Ust. Ahmad, Pak Dedi
10 Mar DON-013 Paguyuban kelas 4 Terikat Bantuan murid terdampak banjir Rp1.750.000 Bu Rina
12 Mar BRG-004 Toko buku setempat Barang Perpustakaan 40 buku Pak Dedi

Contoh buku penggunaan

Tanggal No bukti Pos dana Keperluan Keluar Sisa pos
15 Mar KLR-021 Renovasi musala Cat dan kuas Rp850.000 Rp1.650.000
18 Mar KLR-022 Bantuan banjir Paket seragam dan buku untuk 3 murid Rp1.500.000 Rp250.000
20 Mar KLR-023 Infak umum Air mineral kegiatan pengajian Rp150.000 Rp649.500

Kunci buku penggunaan adalah kolom "pos dana". Setiap pengeluaran harus jelas diambil dari pos mana.

Bukti yang perlu disimpan

  • Berita acara penghitungan kotak infak, ditandatangani dua saksi.
  • Bukti transfer atau mutasi rekening untuk donasi nontunai.
  • Kuitansi penerimaan untuk donatur yang meminta.
  • Nota dan kuitansi belanja.
  • Foto barang atau kegiatan hasil donasi.
  • Surat atau pesan dari donatur yang menyebut tujuan donasi.

Simpan bukti dengan nomor yang sama seperti di buku. Bukti tanpa nomor sulit dicocokkan saat diperiksa.

Laporan ke donatur dan warga sekolah

Laporan tidak perlu rumit. Format satu halaman per bulan atau per kampanye sudah cukup:

  • saldo awal, penerimaan, pengeluaran, saldo akhir per pos,
  • daftar penggunaan dengan foto bila ada,
  • rencana penggunaan sisa dana,
  • kontak bendahara untuk pertanyaan.

Tempelkan di papan pengumuman, kirim ke wali murid, dan unggah di situs sekolah. Untuk donatur besar, kirim laporan pribadi.

Batasan yang perlu diingat

Sumbangan harus bersifat sukarela. Permendikbud 75/2016 tentang Komite Sekolah, yang hingga kini belum dicabut, melarang komite melakukan pungutan dan membolehkan sumbangan yang sukarela, tidak ditentukan jumlah dan jangka waktunya. Praktisnya:

  • jangan menetapkan nominal wajib untuk "infak" yang ditagih seperti iuran,
  • jangan mengaitkan sumbangan dengan layanan pendidikan murid, misalnya pengambilan rapor,
  • jangan mempermalukan keluarga yang tidak menyumbang.

Pembagian tugas yang sehat

Akuntabilitas tidak bisa bertumpu pada satu orang. Pembagian sederhana yang bisa diterapkan bahkan di sekolah kecil:

Tugas Pelaksana
Membuka dan menghitung kotak infak Dua orang bergantian, misalnya guru piket dan staf TU
Mencatat di buku penerimaan Bendahara
Menyetujui pengeluaran dari dana terikat Kepala Sekolah, sesuai tujuan donasi
Memeriksa buku dan bukti Kepala Sekolah atau perwakilan yayasan, setiap bulan
Menyusun dan menyebarkan laporan Bendahara, diperiksa Kepala Sekolah

Dengan pembagian ini, kebiasaan mencatat infak dan donasi sekolah tidak berhenti ketika satu orang berhalangan atau pindah tugas.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Kotak infak dihitung satu orang tanpa saksi dan berita acara.
  2. Dana donasi masuk rekening pribadi guru atau pengurus.
  3. Dana terikat dipakai sementara untuk kebutuhan lain dengan niat "nanti diganti".
  4. Donasi barang tidak dicatat, sehingga tidak masuk inventaris.
  5. Tidak ada laporan, donatur berhenti memberi karena tidak tahu hasilnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang bertanggung jawab mencatat infak dan donasi sekolah?

Bendahara yang ditunjuk Kepala Sekolah atau yayasan, dengan pengawasan Kepala Sekolah. Penghitungan kas tunai sebaiknya disaksikan minimal dua orang.

Perlukah rekening terpisah?

Sangat dianjurkan, terutama untuk donasi besar atau kampanye tertentu. Minimal, gunakan buku dan pos terpisah.

Bagaimana jika donatur ingin anonim?

Catat sebagai "hamba Allah" atau "anonim" di laporan publik, tetapi simpan bukti transfer atau berita acara sebagai arsip internal.

Apakah donasi barang perlu dinilai dengan uang?

Untuk laporan sederhana cukup jumlah dan jenis barang. Jika sekolah menyusun laporan keuangan lengkap, gunakan nilai wajar sesuai pedoman yang berlaku.

Seberapa sering laporan disampaikan?

Bulanan untuk infak rutin, dan di akhir kampanye untuk donasi bertujuan khusus.

ASIS: Donasi Sekolah dengan Transparansi Dana yang Bisa Dicek

Kepercayaan donatur sering runtuh karena laporan yang terlambat atau tidak jelas, bukan karena dana disalahgunakan. Catatan di buku tulis, bukti transfer di ponsel, dan laporan yang disusun setahun sekali membuat bendahara sulit menjawab pertanyaan sederhana.

ASIS menyediakan kampanye donasi dengan transparansi dana: sekolah membuat kampanye bertujuan jelas, penerimaan dan penggunaan tercatat per kampanye, dan donatur bisa melihat perkembangannya. Modul kas memisahkan pos dana, sehingga infak tidak tercampur dengan dana operasional. Donatur mentransfer langsung ke rekening sekolah lalu mengunggah bukti, dan Bendahara memverifikasinya. Tidak ada potongan biaya transaksi dari ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.