Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan membuat website sekolah tanpa programmer: tujuan, halaman wajib, pilihan platform, domain, biaya, pengelola konten, dan daftar periksa sebelum tayang.
Membuat website sekolah kini tidak lagi membutuhkan programmer. Sekolah cukup menentukan tujuan situs, menyiapkan konten inti seperti profil, program, berita, dan informasi penerimaan murid baru, lalu memilih platform pembuat situs yang menyediakan templat siap pakai, hosting, dan subdomain atau domain sendiri. Tantangan terbesarnya justru bukan teknis, melainkan menjaga situs tetap diperbarui. Panduan ini membahas langkah dari nol sampai situs tayang, kriteria memilih platform, gambaran biaya, dan cara membagi tugas pengelola agar situs tidak terbengkalai.
Orang tua calon murid hampir selalu mencari informasi sekolah di internet sebelum mendaftar. Media sosial membantu, tetapi punya keterbatasan: unggahan cepat tenggelam, informasi penting sulit dicari, dan tampilan bergantung pada aturan platform.
Situs sekolah menjadi "rumah resmi" yang memuat:
Jawab dua pertanyaan: siapa yang paling sering membuka situs, dan apa yang mereka cari?
| Pembaca | Yang dicari |
|---|---|
| Calon orang tua murid | Profil, keunggulan, biaya, jadwal pendaftaran, lokasi |
| Orang tua murid aktif | Kalender kegiatan, pengumuman, kontak wali kelas |
| Murid | Jadwal, pengumuman, prestasi |
| Alumni dan mitra | Berita, kontak kerja sama |
| Dinas, yayasan, pengawas | Profil resmi, data umum |
Untuk kebanyakan sekolah, prioritas utamanya adalah calon orang tua murid.
Struktur yang sederhana namun lengkap:
Hindari memajang nomor ponsel pribadi guru dan data pribadi murid.
Banyak sekolah sibuk memilih warna dan templat, padahal konten belum siap. Kumpulkan dulu:
Tulis dengan kalimat pendek dan mudah dibaca di ponsel, karena sebagian besar pengunjung membuka dari ponsel.
Ada beberapa kategori pilihan:
| Kategori | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Situs dibuat dari nol oleh jasa programmer | Sangat fleksibel | Biaya tinggi, bergantung pada pembuatnya saat ada perubahan |
| Sistem situs yang dipasang di hosting sendiri | Fleksibel, banyak templat | Perlu merawat pembaruan dan keamanan sendiri |
| Pembuat situs umum berbasis templat | Mudah, tanpa coding | Belum terhubung dengan data sekolah |
| Situs bawaan dari sistem manajemen sekolah | Mudah, data sekolah bisa langsung tampil | Fleksibilitas desain mengikuti templat penyedia |
Pilihan umumnya ada dua:
Banyak sekolah memulai dengan subdomain, lalu beralih ke domain sendiri setelah situs berjalan stabil.
Situs yang tidak diperbarui lebih buruk daripada tidak punya situs, karena memberi kesan sekolah tidak aktif. Bentuk tim kecil:
Contoh jadwal minimal: satu berita setiap dua minggu, pembaruan informasi pendaftaran sebelum musim penerimaan, dan pemeriksaan semua halaman setiap awal semester.
Simpan semua akses situs atas nama sekolah, bukan atas nama pribadi, dan catat di dokumen serah terima.
Bervariasi. Ada pilihan gratis dengan subdomain, ada yang berbayar untuk domain sendiri dan fitur tambahan, dan ada jasa pembuatan khusus yang jauh lebih mahal.
Tim kecil yang dipimpin Wakasek Humas atau guru yang ditunjuk, dengan penulis berita bergiliran dan pemeriksa dari pimpinan.
Tidak, jika memakai platform berbasis templat. Pengelola cukup bisa mengetik, mengunggah foto, dan menyunting halaman.
Tidak wajib untuk memulai, tetapi domain sendiri terlihat lebih resmi. Pengurusannya mengikuti ketentuan pengelola nama domain Indonesia.
Informasi penerimaan murid baru, biaya, lokasi, dan kontak.
Situs sekolah sering terbengkalai karena berdiri sendiri. Berita harus ditulis ulang, data guru harus diketik ulang, dan informasi pendaftaran berbeda dengan yang dipegang panitia. Saat pengelola pindah tugas, kata sandi hosting ikut hilang.
ASIS menyediakan situs sekolah dengan subdomain gratis sebagai bagian dari platform manajemen sekolah, sehingga situs berada di tempat yang sama dengan data sekolah, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Bila sekolah ingin domain sendiri dan pengaturan SEO, tersedia ASIS Plus Rp300 ribu per tahun; ASIS Pro Rp500 ribu per tahun menambahkan pembuat situs dan dukungan prioritas; ASIS Max Rp1 juta per tahun menyertakan jasa desain. Semua paket dihitung per lembaga, bukan per murid, dan data sekolah tidak dijual serta tanpa iklan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Buat situs sekolah Bapak/Ibu di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.