WAWASAN ASIS

Membuat Survei Sekolah Online yang Diisi Banyak Orang

Panduan membuat survei sekolah online untuk wali murid, guru, dan murid: menentukan tujuan, menyusun pertanyaan, langkah umum di ASIS, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 25 Sep 2026 Panduan

Membuat survei sekolah online kini jauh lebih mudah daripada membagikan angket kertas yang sering hilang di tas murid. Namun kemudahan itu membawa masalah baru: survei dibuat terlalu panjang, pertanyaannya membingungkan, dan hasilnya tidak pernah dipakai. Orang tua yang sudah mengisi tiga survei tanpa melihat perubahan apa pun akan berhenti mengisi survei berikutnya. Artikel ini membahas cara membuat survei sekolah online yang benar-benar diisi, menyusun pertanyaan yang baik, alur umum di ASIS, dan kesalahan yang sering terjadi.

Masalah survei di sekolah

Coba ingat survei terakhir yang dibagikan sekolah Bapak/Ibu. Berapa persen orang tua yang mengisi? Di banyak sekolah, angkanya di bawah separuh. Penyebabnya bukan semata orang tua sibuk, tetapi karena:

  • survei terlalu panjang, bisa 30 pertanyaan atau lebih,
  • pertanyaan tidak jelas maksudnya, misalnya "Bagaimana pendapat Anda tentang sekolah?",
  • tautan dibagikan sekali di grup lalu tenggelam,
  • hasil survei tidak pernah disampaikan kembali.

Mengapa survei tetap penting

Survei memberi suara kepada orang yang jarang bicara di rapat. Banyak orang tua tidak nyaman menyampaikan keluhan langsung, tetapi mau mengisi survei. Survei juga membantu sekolah mengambil keputusan berdasarkan data, misalnya memilih jam rapat orang tua, menilai kepuasan layanan kantin, atau mengukur kebutuhan antar-jemput.

Bagi Kepala Sekolah, survei yang rutin dan rapi juga menjadi bukti bahwa sekolah mendengarkan warganya.

Menentukan tujuan survei

Sebelum menulis pertanyaan, jawab tiga hal:

Pertanyaan perencanaan Contoh jawaban
Keputusan apa yang akan diambil dari hasil survei? Menentukan jam rapat orang tua semester depan
Siapa yang perlu ditanya? Wali murid semua kelas
Kapan hasilnya dibutuhkan? Sebelum rapat guru tanggal 20

Jika tidak ada keputusan yang akan diambil, mungkin survei itu tidak perlu dibuat.

Menyusun pertanyaan yang baik

  • Satu pertanyaan, satu hal. Hindari "Apakah guru ramah dan tepat waktu?" karena itu dua hal.
  • Pilihan jawaban jelas. Gunakan skala yang konsisten, misalnya 1 (sangat tidak puas) sampai 5 (sangat puas).
  • Sediakan satu atau dua pertanyaan terbuka. Misalnya "Apa satu hal yang paling perlu diperbaiki?"
  • Bahasa sederhana. Hindari istilah seperti "kokurikuler" tanpa penjelasan untuk orang tua.
  • Batasi jumlah. Usahakan survei bisa selesai dalam tiga sampai lima menit, sekitar 5–10 pertanyaan.

Langkah umum membuat survei sekolah online di ASIS

Survei yang baik hanya menanyakan yang perlu. Sejak awal, jelaskan kepada responden tujuan survei, berapa lama pengisiannya, bagaimana kerahasiaan dijaga, dan untuk apa hasilnya dipakai.

Sebelum memulai

Tentukan keputusan yang ingin dibantu oleh survei, kelompok responden, jadwal, dan jenis pertanyaan yang akan dipakai.

Langkah di ASIS

  1. Buat judul yang jelas. Buka menu Survei dan beri judul yang menyebut topik serta sasaran, misalnya "Survei Jam Rapat Orang Tua Kelas VII".
  2. Tambahkan pertanyaan. Gunakan kalimat netral dan singkat. Jangan menggabungkan dua masalah dalam satu butir.
  3. Uji sebagai responden. Isi formulir sebagai responden contoh dan periksa tampilannya di ponsel.
  4. Bagikan dan pantau. Kirim tautan kepada sasaran yang benar, lalu pantau respons tanpa memaksa jawaban yang sensitif.

Periksa hasilnya

Pertanyaan menjawab tujuan survei, responden memahami penggunaan hasilnya, dan tidak ada identitas yang dikumpulkan tanpa kebutuhan.

Jika hasil belum sesuai

Bila hasilnya sulit ditafsirkan, periksa pilihan jawaban dan jumlah responden sebelum menarik kesimpulan kebijakan.

Langkah lengkap: Cara Membuat Survei Sekolah di ASIS. Cara membaca hasilnya dibahas di artikel tentang rekap hasil survei sekolah.

Contoh survei singkat: jam rapat orang tua

Berikut contoh survei lima pertanyaan yang bisa diselesaikan dalam dua menit:

  1. Hari apa yang paling memungkinkan Bapak/Ibu hadir? (Jumat, Sabtu, Minggu)
  2. Jam berapa yang paling memungkinkan? (08.00, 10.00, 13.00, 15.00)
  3. Apakah Bapak/Ibu bersedia mengikuti rapat secara daring bila tidak bisa hadir? (Ya, Tidak)
  4. Topik apa yang paling ingin dibahas? (Akademik, kedisiplinan, kegiatan, keuangan)
  5. Saran lain untuk rapat orang tua: (isian singkat)

Kalender survei sepanjang tahun

Agar orang tua tidak jenuh, susun kalender survei sejak awal tahun ajaran. Contoh untuk satu tahun:

Bulan Survei Responden Keputusan yang diambil
Juli Kebutuhan antar-jemput dan kantin Wali murid baru Penataan layanan
September Jam rapat orang tua Semua wali murid Jadwal rapat semester
November Kenyamanan dan keamanan sekolah Murid kelas atas Program budaya sekolah aman
Desember Evaluasi layanan semester Wali murid Perbaikan layanan
Maret Minat ekstrakurikuler Murid Penawaran ekskul tahun depan
Juni Evaluasi tahunan Guru dan pegawai Rencana kerja tahun berikutnya

Dengan kalender seperti ini, setiap kelompok responden hanya menerima dua atau tiga survei dalam setahun, dan setiap survei punya keputusan yang jelas di ujungnya.

Daftar cek sebelum menerbitkan survei

  • Tujuan survei tertulis di bagian penjelasan.
  • Jumlah pertanyaan tidak lebih dari 10.
  • Setiap pertanyaan hanya menanyakan satu hal.
  • Pilihan jawaban tidak tumpang tindih.
  • Responden yang dituju sudah benar.
  • Batas waktu pengisian jelas.
  • Rencana menyampaikan hasil sudah disiapkan.

Kesalahan umum

  • Menanyakan hal yang sudah diketahui sekolah. Misalnya nama dan kelas anak, padahal data itu sudah ada.
  • Pertanyaan menggiring. "Apakah Bapak/Ibu setuju program unggulan kami sangat bermanfaat?"
  • Survei terlalu sering. Lebih dari satu survei per bulan membuat orang tua jenuh.
  • Tidak menyampaikan hasil. Responden merasa suaranya tidak didengar.

Cara manual bila belum memakai ASIS

Sekolah bisa memakai formulir daring gratis yang umum digunakan. Prinsipnya sama: tujuan jelas, pertanyaan singkat, batas waktu, pengingat, dan laporan hasil. Untuk orang tua yang kesulitan dengan formulir daring, siapkan versi kertas singkat yang dikumpulkan lewat wali kelas, lalu masukkan hasilnya ke lembar yang sama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah pertanyaan ideal untuk survei sekolah?

Sekitar 5–10 pertanyaan, agar bisa diselesaikan dalam tiga sampai lima menit di HP.

Apakah survei bisa dibuat anonim?

Sebaiknya sesuaikan dengan tujuan. Survei kepuasan layanan cenderung lebih jujur bila responden merasa aman. Periksa pengaturan yang tersedia di Panduan ASIS.

Bagaimana cara agar banyak orang tua mengisi survei?

Jelaskan tujuan, buat singkat, kirim lewat kanal yang dibaca orang tua, ingatkan menjelang batas waktu, dan sampaikan hasilnya.

Bisakah murid mengisi survei?

Bisa, bila survei ditujukan kepada murid, misalnya survei kegiatan ekstrakurikuler atau kenyamanan sekolah.

Kapan waktu terbaik membuat survei sekolah online?

Saat sekolah perlu mengambil keputusan yang menyangkut banyak orang, atau di akhir semester untuk evaluasi layanan.

ASIS: Mendengar Warga Sekolah dengan Cara yang Sederhana

Akar masalah survei yang sepi adalah proses yang merepotkan: tautan dibagikan sekali, tidak ada pengingat, dan responden harus mengisi data yang sebenarnya sudah dimiliki sekolah. Hasilnya pun tercecer dan jarang dibahas.

ASIS membantu sekolah membuat survei sekolah online yang langsung ditujukan ke kelompok tertentu, karena data wali murid, guru, dan murid sudah tercatat. Survei diumumkan lewat notifikasi aplikasi atau WhatsApp, lalu hasilnya direkap untuk dibaca dan diekspor. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.