Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan membuat soal HOTS langkah demi langkah: memilih stimulus, merumuskan pertanyaan analisis hingga mencipta, dan contoh untuk berbagai mapel.
Membuat soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) berarti menyusun soal yang menuntut murid menganalisis, mengevaluasi, atau mencipta, bukan sekadar mengingat dan memahami. Kuncinya ada pada dua hal: stimulus yang kontekstual dan pertanyaan yang memaksa murid bernalar dengan informasi dari stimulus itu. Soal HOTS tidak harus sulit atau panjang. Soal pendek pun bisa HOTS bila jawabannya tidak bisa ditemukan hanya dengan hafalan.
Berikut langkah praktis, contoh dari beberapa mata pelajaran, dan cara memeriksa apakah soal Bapak/Ibu benar-benar HOTS.
Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl membagi proses kognitif menjadi enam tingkat:
| Kode | Tingkat | Kata kerja contoh | Termasuk HOTS? |
|---|---|---|---|
| C1 | Mengingat | menyebutkan, mendefinisikan | Tidak |
| C2 | Memahami | menjelaskan, merangkum | Tidak |
| C3 | Menerapkan | menghitung, menggunakan | Sebagian menganggap batas |
| C4 | Menganalisis | membandingkan, menemukan pola, menguraikan sebab | Ya |
| C5 | Mengevaluasi | menilai, memilih dengan alasan, mengkritik | Ya |
| C6 | Mencipta | merancang, menyusun solusi baru | Ya |
Kata kerja hanya petunjuk. Soal yang memakai kata "analisislah" tetapi jawabannya ada persis di buku tetap bukan HOTS.
Tidak semua tujuan pembelajaran cocok untuk HOTS. Pilih TP yang memang menuntut analisis atau evaluasi, misalnya "menganalisis faktor penyebab perubahan harga" atau "mengevaluasi argumen dalam teks".
Tetapkan dari awal: soal ini untuk C4, C5, atau C6. Ini membantu memilih bentuk pertanyaan.
Sumber stimulus yang mudah didapat: berita lokal, data dari kantor desa atau sekolah, tabel harga di pasar, denah lingkungan, potongan cerita rakyat, hasil percobaan sederhana. Pastikan data yang dipakai benar atau jelas dinyatakan sebagai data rekaan untuk keperluan soal.
Pola pertanyaan yang sering efektif:
Untuk pilihan ganda, pengecoh harus masuk akal dan mencerminkan kesalahan berpikir yang umum. Untuk uraian, siapkan pedoman penskoran yang menjelaskan apa yang dinilai: ketepatan kesimpulan, kekuatan alasan, dan pemakaian data.
Minta rekan guru mengerjakan soal tanpa melihat kunci. Bila rekan bisa menjawab tanpa membaca stimulus, soal belum HOTS.
Stimulus: Toko A menjual paket 3 buku tulis Rp13.500. Toko B memberi diskon 20% dari harga Rp5.000 per buku untuk pembelian minimal 5 buku.
Pertanyaan: Rani butuh 6 buku. Toko mana yang lebih hemat, dan berapa selisihnya? Tunjukkan perhitunganmu.
Mengapa HOTS: murid harus membandingkan dua skema harga, bukan sekadar menghitung satu rumus.
Stimulus: Dua kelompok murid menanam kacang hijau. Kelompok 1 menyiram setiap pagi dan menaruh pot di dekat jendela. Kelompok 2 menyiram setiap pagi dan menaruh pot di lemari tertutup. Setelah lima hari, tanaman kelompok 2 lebih tinggi tetapi pucat.
Pertanyaan: Seorang murid menyimpulkan "tanaman tumbuh lebih baik di tempat gelap." Apakah kesimpulan itu tepat? Berikan alasan berdasarkan data.
Stimulus: Dua paragraf opini tentang larangan ponsel di sekolah, masing-masing dengan argumen berbeda.
Pertanyaan: Paragraf mana yang argumennya lebih kuat? Jelaskan dengan menunjukkan bukti dan logika yang dipakai masing-masing penulis.
Stimulus: Tabel jumlah pengunjung pasar tradisional di sebuah kecamatan selama lima tahun, yang menurun setelah sebuah pusat belanja dibuka.
Pertanyaan: Selain pembukaan pusat belanja, sebutkan dua faktor lain yang mungkin menjelaskan penurunan tersebut, dan data tambahan apa yang diperlukan untuk memastikannya.
Stimulus: Kasus sampah plastik yang menumpuk setelah kegiatan pengajian akbar di desa.
Pertanyaan: Rancang tiga langkah program kebersihan untuk kegiatan berikutnya yang selaras dengan nilai menjaga kebersihan dalam ajaran agama, beserta cara mengukur keberhasilannya.
Bisa, asalkan murid harus mengolah stimulus dan pengecohnya mencerminkan kesalahan berpikir yang masuk akal.
Tidak ada angka baku. Sesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kesiapan murid, dan tetap campur dengan soal tingkat lain.
Kumpulkan stimulus lebih dulu, misalnya data, kasus, atau gambar dari lingkungan sekitar, lalu rumuskan pertanyaan analisis atau evaluasi dari stimulus itu.
AI bisa membantu membuat draf, tetapi guru wajib memeriksa kebenaran stimulus, kesesuaian tingkat kognitif, dan kuncinya.
Gunakan pedoman penskoran yang menilai ketepatan kesimpulan, kekuatan alasan, dan pemakaian data dari stimulus.
Akar masalah dalam membuat soal HOTS bukan kurangnya kemauan guru, melainkan waktu. Mencari stimulus, merumuskan pertanyaan, dan menelaah bersama rekan memakan jam kerja, lalu soal yang sudah bagus sering hilang di laptop pribadi dan dibuat ulang tahun depan.
ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI untuk mempercepat penyusunan draf berdasarkan tujuan pembelajaran dan tingkat kognitif yang guru tentukan. Setiap draf wajib ditinjau guru sebelum disimpan, sehingga keputusan mutu tetap di tangan Bapak/Ibu. Soal yang sudah ditelaah tersimpan di bank soal sekolah, bisa dicetak bersama lembar jawaban ber-QR, dan dipakai ulang tahun berikutnya. Untuk latihan bernalar di kelas, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.