Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Seberapa jauh orang tua boleh membantu PR anak? Batas sehat per jenjang, contoh kalimat pendamping, tanda bantuan berlebihan, dan kapan bicara ke guru.
Orang tua boleh membantu PR anak sejauh perannya sebagai pendamping, bukan pengerja. Artinya, orang tua menyiapkan suasana belajar, membantu anak memahami perintah soal, mengajukan pertanyaan yang memancing anak berpikir, dan memeriksa apakah tugas sudah selesai. Yang sebaiknya tidak dilakukan adalah menuliskan jawaban, memperbaiki semua kesalahan sebelum dikumpulkan, atau mengerjakan prakarya hingga hasilnya jelas bukan buatan anak.
Alasannya sederhana: PR adalah alat bagi guru untuk melihat apa yang sudah dan belum dipahami anak. Bila PR dikerjakan orang tua, guru mendapat gambaran yang keliru, dan anak kehilangan kesempatan belajar dari kesalahannya.
Hampir semua orang tua yang terlalu jauh membantu melakukannya karena sayang. Mereka tidak tega melihat anak frustrasi, takut nilai anak jelek, atau ingin tugas cepat selesai karena sudah larut malam.
Namun ada beberapa akibat yang jarang disadari:
Kebutuhan pendampingan berbeda sesuai usia. Tabel berikut bisa menjadi pegangan umum.
| Jenjang | Peran orang tua yang wajar | Yang sebaiknya dihindari |
|---|---|---|
| PAUD/TK | Menemani penuh, membacakan perintah, bermain sambil belajar | Memaksa anak menulis rapi berlembar-lembar |
| SD kelas 1–3 | Duduk di dekat anak, membantu membaca perintah, memberi contoh soal lain yang mirip | Menuliskan jawaban, menghapus semua tulisan yang kurang rapi |
| SD kelas 4–6 | Tersedia saat dibutuhkan, mengecek kelengkapan, membantu menyusun jadwal | Mengerjakan prakarya atau laporan untuk anak |
| SMP | Membantu mengatur waktu, berdiskusi bila diminta, memastikan sumber belajar tersedia | Mengoreksi seluruh jawaban sebelum dikumpulkan |
| SMA/SMK/MA | Menjadi teman diskusi, memberi dukungan emosional | Mengambil alih tugas atau mencarikan jawaban |
Semakin besar anak, semakin mundur posisi orang tua, dari duduk di sebelah menjadi tersedia di ruangan lain.
Bayangkan anak kelas 3 SD kesulitan soal cerita: "Rina punya 24 kelereng, dibagikan sama banyak kepada 4 teman. Berapa kelereng yang diterima setiap teman?"
Bantuan yang mengambil alih: "Itu 24 dibagi 4, jawabannya 6. Tulis saja."
Bantuan yang mendampingi:
Cara kedua memang lebih lama. Tetapi anak memahami konsep pembagian, dan lain kali ia bisa mencoba sendiri.
Simpan beberapa kalimat ini untuk saat anak buntu:
Hindari kalimat yang merendahkan, seperti "Begini saja tidak bisa?" Kalimat seperti itu membuat anak enggan bertanya lagi.
Coba jujur menilai diri dengan pertanyaan berikut:
Bila banyak jawaban "ya", mungkin saatnya mundur selangkah. Lakukan bertahap, misalnya mulai dari satu mata pelajaran.
Kadang masalahnya bukan pada anak, melainkan pada tugasnya. PR bisa terlalu sulit, perintahnya tidak jelas, atau jumlahnya menumpuk dari beberapa mata pelajaran sekaligus. Dalam situasi ini, membantu PR anak sampai larut malam bukan jalan keluar.
Yang lebih tepat:
Catatan seperti ini justru informasi berharga bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran.
Membantu PR anak menjadi lebih menantang bila ada dua atau tiga anak dengan jenjang berbeda. Atur meja belajar bersama agar orang tua bisa memantau semuanya sekaligus. Dahulukan anak yang paling kecil karena ia paling membutuhkan pendampingan, sementara kakaknya memulai tugas yang bisa dikerjakan mandiri.
Kakak juga bisa dilibatkan sesekali untuk menemani adik membaca, asalkan tidak dijadikan "guru pengganti" setiap malam. Beri kakak waktu belajarnya sendiri dan hargai bantuannya. Bila orang tua bekerja hingga malam, sepakati rutinitas sederhana: anak mengerjakan PR lebih dulu, lalu orang tua cukup memeriksa kelengkapan dan bertanya bagian mana yang sulit.
Boleh menunjukkan bahwa ada bagian yang perlu dicek ulang, misalnya "Nomor 3 coba dihitung lagi." Biarkan anak sendiri yang menemukan dan memperbaiki kesalahannya.
Orang tua tidak harus menguasai materi. Ajukan pertanyaan, minta anak menjelaskan, ajak melihat catatan atau buku pelajaran, dan sampaikan ke guru bila anak benar-benar buntu.
Boleh pada bagian yang berbahaya atau di luar kemampuan usianya, misalnya memotong dengan cutter. Selebihnya, biarkan anak yang merancang dan mengerjakan.
Cari tahu penyebabnya: lelah, tidak paham, atau ada masalah lain. Bicarakan dengan tenang dan sampaikan ke wali kelas bila berlangsung terus-menerus.
Les bisa membantu pemahaman materi, tetapi dukungan emosional, rutinitas, dan perhatian orang tua tetap tidak tergantikan.
Banyak drama PR berakar pada komunikasi yang terlambat. Orang tua baru tahu ada tugas besar ketika tenggat besok pagi, dan guru baru tahu anak kesulitan ketika nilai rapor keluar. Di tengahnya, orang tua mengambil alih PR agar anak tidak tertinggal.
ASIS ingin orang tua dan guru berjalan bersama. Pengumuman sekolah dan kabar dari guru sampai lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, lengkap dengan jam tenang agar tidak mengganggu waktu keluarga. Lewat fitur tugas online, guru membagikan tugas beserta tenggatnya sejak awal, sehingga tugas besar tidak baru diketahui malam sebelum dikumpulkan. Catatan perkembangan di profil murid membantu guru melihat kebutuhan anak secara utuh. Untuk belajar di rumah, Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah yang bisa dibaca anak bersama orang tua, sehingga orang tua bisa ikut melihat materi tanpa harus mengerjakan tugasnya.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Ajak sekolah anak Bapak/Ibu mengenal asis.id, dan buka buku pelajaran di Pustaka.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.