Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara melatih keterampilan berbicara murid secara bertahap, dari berbicara berpasangan sampai presentasi, dengan kegiatan per jenjang dan rubrik penilaian.
Melatih keterampilan berbicara murid perlu dilakukan bertahap, karena kebanyakan murid tidak takut berbicara, melainkan takut dinilai di depan banyak orang. Murid yang lancar bercerita kepada teman sebangku bisa mendadak diam saat diminta maju ke depan kelas. Kuncinya adalah menyusun tangga latihan dari situasi yang aman ke situasi yang lebih menantang, memberi struktur yang jelas, dan umpan balik yang membangun. Artikel ini menyajikan cara melatih keterampilan berbicara murid dari berbicara berpasangan sampai presentasi, kegiatan per jenjang, dan rubrik penilaian yang bisa langsung dipakai.
Keterampilan berbicara adalah bagian dari elemen menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun latihan bisa dilakukan di semua mapel, misalnya saat murid menjelaskan hasil percobaan IPA atau langkah penyelesaian soal Matematika.
| Penyebab | Tanda di kelas | Strategi |
|---|---|---|
| Takut salah dan ditertawakan | Diam meski tahu jawaban | Bangun aturan kelas yang aman, mulai dari berpasangan |
| Tidak tahu harus mulai dari mana | "Bingung, Bu" | Berikan kerangka kalimat |
| Kurang bahan | Bicara terlalu singkat | Beri waktu berpikir dan mencatat poin |
| Terbiasa jawaban satu kata | "Ya", "Tidak", "Sudah" | Ajukan pertanyaan terbuka |
| Pengalaman buruk sebelumnya | Menolak maju | Beri peran kecil dulu, misalnya membaca kutipan |
Cara paling aman untuk melatih keterampilan berbicara murid adalah naik setahap demi setahap. Jangan melompat ke presentasi sebelum murid nyaman di tahap sebelumnya.
Gunakan teknik pikir-berpasangan-berbagi. Guru mengajukan pertanyaan, murid berpikir satu menit, lalu membicarakannya dengan teman sebangku selama dua menit. Semua murid berbicara, tanpa ada yang merasa ditonton.
Murid menyampaikan pendapat di kelompok berempat dengan peran bergiliran: pembicara, penanya, pencatat, dan penjaga waktu. Peran membuat setiap murid punya alasan untuk berbicara.
Mulailah dengan berbicara dari tempat duduk, lalu berdiri di tempat, baru kemudian maju ke depan. Durasi juga bertahap: 30 detik, satu menit, lalu tiga menit.
Murid mempresentasikan hasil kerja dengan struktur yang jelas dan alat bantu seperti poster atau slide sederhana.
Murid berbicara kepada adik kelas, orang tua, atau tamu sekolah. Misalnya murid kelas 6 membacakan cerita kepada kelas 1, atau murid SMP memandu orang tua saat pameran karya.
Kerangka kalimat bukan menyontek, melainkan pegangan bagi murid yang belum percaya diri.
Tempel kerangka ini di dinding kelas dan kurangi pemakaiannya seiring murid makin lancar.
Ajarkan struktur yang mudah diingat, misalnya pembuka, isi, dan penutup.
Tambahkan tips penampilan: kontak mata, suara cukup keras, tidak membaca slide kata per kata, dan berdiri tegak.
| Aspek | 4 | 3 | 2 | 1 |
|---|---|---|---|---|
| Isi | Jelas, lengkap, ada contoh | Jelas, kurang contoh | Sebagian kurang jelas | Tidak fokus |
| Struktur | Pembuka, isi, penutup runtut | Runtut dengan sedikit lompatan | Kurang runtut | Tidak ada struktur |
| Bahasa | Baku dan sesuai konteks | Sebagian besar sesuai | Banyak kata tidak tepat | Sulit dipahami |
| Suara dan intonasi | Jelas, bervariasi | Jelas, kurang variasi | Terlalu pelan atau cepat | Tidak terdengar |
| Kontak dan sikap | Menatap audiens, percaya diri | Sesekali menatap | Lebih banyak membaca | Tidak menatap audiens |
| Tanya jawab | Menjawab tepat dan sopan | Menjawab sebagian | Kesulitan menjawab | Tidak menjawab |
Untuk latihan awal, gunakan dua atau tiga aspek saja agar murid fokus.
Gunakan pola dua bintang dan satu harapan: dua hal yang sudah baik dan satu hal yang perlu ditingkatkan. Minta teman memberi umpan balik dengan pola yang sama. Hindari mengoreksi kesalahan bahasa di tengah murid berbicara, karena memutus kepercayaan diri. Catat, lalu sampaikan setelahnya.
Mulai dari berpasangan dengan teman yang ia nyaman, beri peran kecil, dan izinkan membawa catatan. Jangan memaksa maju ke depan sebelum ia siap. Kemajuan kecil perlu diapresiasi.
Idealnya setiap pertemuan ada kesempatan berbicara, meski hanya dua menit berpasangan. Presentasi formal cukup beberapa kali per semester.
Di tahap awal boleh memakai kartu catatan berisi poin. Secara bertahap dorong murid berbicara dengan melihat poin saja, bukan membaca teks utuh.
Sesuaikan target dan bentuk penilaian dengan kemampuan murid, misalnya memakai gambar, alat bantu komunikasi, atau rekaman. Fokus pada kemajuan individu.
Bisa dan sangat dianjurkan. Menjelaskan langkah soal Matematika atau hasil percobaan IPA melatih berbicara sekaligus pemahaman konsep.
Akar masalah penilaian keterampilan berbicara adalah buktinya yang cepat hilang. Presentasi berlangsung lima menit, catatan guru tersebar, dan di akhir semester sulit menunjukkan kemajuan murid secara konkret.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk merancang kegiatan, portofolio untuk menyimpan hasil karya dan dokumentasi presentasi, serta profil murid yang utuh untuk mencatat perkembangan. Studio menyediakan aktivitas interaktif dan kuis langsung yang bisa menjadi bahan diskusi di kelas, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai sumber bacaan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.