WAWASAN ASIS

Melatih HOTS Murid Lewat Pertanyaan dan Tugas Harian

Cara melatih HOTS murid lewat pertanyaan dan tugas sehari-hari: pola pertanyaan, contoh per mata pelajaran dan jenjang, serta rubrik sederhana.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Melatih HOTS murid (Higher Order Thinking Skills, keterampilan berpikir tingkat tinggi) tidak harus menunggu soal ujian yang rumit. Cara paling efektif justru lewat kebiasaan kecil setiap hari: mengubah pertanyaan "apa" menjadi "mengapa" dan "bagaimana jika", meminta murid membandingkan dan memberi alasan, serta memberi tugas yang hasilnya tidak bisa disalin dari buku. HOTS mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, tiga tingkat teratas dalam taksonomi Bloom yang direvisi.

Panduan ini memberi pola pertanyaan siap pakai, contoh tugas per mata pelajaran dan jenjang, cara menilai, serta kesalahan yang sering membuat upaya HOTS berhenti di slogan.

Memahami tiga kemampuan inti HOTS

Kemampuan Artinya Kata kerja yang dipakai
Menganalisis Mengurai informasi, menemukan hubungan dan pola Membandingkan, mengelompokkan, menemukan penyebab
Mengevaluasi Menilai berdasarkan kriteria dan bukti Menilai, memilih dengan alasan, mengkritisi
Mencipta Menyusun sesuatu yang baru dari yang sudah dipahami Merancang, menyusun, mengusulkan solusi

Penting dicatat: soal yang sulit belum tentu HOTS. Soal hitungan panjang yang hanya menerapkan rumus tetap berada di tingkat menerapkan. Sebaliknya, pertanyaan sederhana bisa menjadi HOTS bila menuntut murid memberi alasan atau membuat keputusan.

Pola pertanyaan yang bisa dipakai setiap hari

Pertanyaan menganalisis

  • Apa persamaan dan perbedaan antara ... dan ...?
  • Mengapa ... bisa terjadi? Apa buktinya?
  • Bagian mana yang paling memengaruhi ...?
  • Kelompokkan ... berdasarkan ciri yang kamu temukan sendiri.

Pertanyaan mengevaluasi

  • Mana pilihan yang paling tepat menurutmu? Apa alasannya?
  • Apakah pendapat ini kuat? Bukti apa yang mendukung atau melemahkannya?
  • Bila kamu menjadi ..., keputusan apa yang akan kamu ambil?
  • Apa kelemahan dari cara penyelesaian ini?

Pertanyaan mencipta

  • Bagaimana jika ... diubah? Apa yang akan terjadi?
  • Rancanglah cara lain untuk menyelesaikan masalah ini.
  • Usulkan solusi untuk masalah ... di sekolah kita.
  • Buat contoh baru yang memenuhi aturan ini.

Tempel daftar ini di meja guru. Cukup gunakan satu atau dua pertanyaan per pertemuan, lalu biasakan.

Contoh per mata pelajaran

Matematika (SMP)

Alih-alih "Hitung luas persegi panjang dengan panjang 8 m dan lebar 5 m", tanyakan: "Ada dua kebun, ukuran 8 × 5 m dan 10 × 4 m. Keduanya sama luas. Kebun mana yang membutuhkan pagar lebih sedikit? Mengapa?" Murid harus menghitung, membandingkan, lalu menjelaskan.

IPAS (SD kelas 5)

Setelah belajar tentang ekosistem, tanyakan: "Bila semua ular di sawah desa ditangkap, apa yang mungkin terjadi pada padi petani? Gambarkan rantainya."

Bahasa Indonesia (SMA)

Berikan dua iklan layanan masyarakat bertema sama. Minta murid menilai mana yang lebih meyakinkan, berdasarkan kriteria yang mereka susun sendiri.

Pendidikan Pancasila (SD kelas 4)

"Kelas kita ingin membuat aturan baru tentang penggunaan bola saat istirahat. Usulkan satu aturan yang adil untuk semua, dan jelaskan mengapa adil."

Informatika (SMP)

Berikan algoritma sederhana yang keliru, misalnya urutan langkah membuat teh yang tidak logis. Minta murid menemukan kesalahannya dan memperbaikinya.

Tugas sehari-hari yang melatih HOTS

Tiket keluar dengan alasan. Di akhir pelajaran, murid menulis satu jawaban beserta alasannya, bukan sekadar jawaban.

Debat mini lima menit. Dua kelompok membela pilihan berbeda. Kelompok lain menilai argumen mana yang lebih kuat.

Cari kesalahan. Guru menyajikan jawaban yang sengaja keliru. Murid menemukan dan menjelaskan kesalahannya.

Masalah dari lingkungan. Murid mengamati masalah nyata di sekolah (sampah, antrean kantin, parkir sepeda) lalu menganalisis penyebab dan mengusulkan solusi.

Peta konsep buatan sendiri. Murid menghubungkan konsep dengan panah dan kata penghubung, bukan menyalin peta dari buku.

Variasi per jenjang

SD kelas rendah. Gunakan benda nyata dan gambar. Pertanyaan "Mengapa menurutmu begitu?" sudah cukup untuk memulai.

SD kelas tinggi. Mulai latih membandingkan dan memberi alasan tertulis singkat.

SMP. Latih menilai pendapat, menemukan bukti, dan merancang percobaan sederhana.

SMA/SMK. Gunakan studi kasus, data nyata, dan proyek. Untuk SMK, kasus dari dunia kerja sangat efektif.

Contoh satu pertemuan yang melatih HOTS murid

Berikut alur 70 menit pelajaran IPAS kelas 5 bertema air bersih, sebagai gambaran bagaimana HOTS masuk ke kegiatan biasa:

Waktu Kegiatan Tingkat berpikir
10 menit Murid mengamati foto dua sungai: jernih dan keruh Mengamati
15 menit Kelompok mendaftar kemungkinan penyebab perbedaan Menganalisis
15 menit Kelompok memilih penyebab paling mungkin dengan alasan dan bukti dari foto Mengevaluasi
20 menit Kelompok merancang satu aksi sederhana menjaga saluran air sekolah Mencipta
10 menit Tiket keluar: satu hal yang dipelajari dan alasannya Refleksi

Tidak ada soal rumit di sini. Yang berubah adalah jenis pertanyaannya. Pola seperti ini bisa disalin ke mata pelajaran lain untuk melatih HOTS murid tanpa menambah jam pelajaran.

Menilai jawaban HOTS dengan rubrik sederhana

Skor Kriteria
4 Jawaban tepat, alasan logis, didukung bukti atau contoh yang relevan
3 Jawaban tepat, alasan logis, bukti kurang lengkap
2 Jawaban sebagian tepat, alasan kurang jelas
1 Jawaban tanpa alasan atau alasan tidak berhubungan

Rubrik ini bisa dipakai lintas mata pelajaran. Yang dinilai bukan hanya hasil akhir, tetapi kualitas alasannya.

Kesalahan umum saat melatih HOTS murid

Menganggap HOTS hanya untuk murid pintar. Semua murid bisa dilatih berpikir tingkat tinggi dengan pijakan yang sesuai.

Langsung memberi soal sulit tanpa pijakan. Murid perlu memahami konsep dasar lebih dulu. HOTS dibangun di atas pemahaman, bukan menggantikannya.

Tidak memberi waktu berpikir. Setelah bertanya, tunggu beberapa detik. Guru yang langsung menjawab sendiri mengajarkan murid untuk menunggu.

Hanya menilai jawaban benar atau salah. Murid berhenti mencoba bila alasan yang baik tidak dihargai.

HOTS hanya muncul di ujian. Bila tidak pernah dilatih di kelas, soal HOTS di ujian terasa seperti jebakan.

Hubungannya dengan pembelajaran mendalam

Pendekatan pembelajaran mendalam menekankan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Pertanyaan HOTS sejalan dengan itu karena mendorong murid memahami, bukan menghafal. Kompetensi penalaran kritis dan kreativitas yang kini menjadi bagian dari dimensi profil lulusan juga tumbuh lewat kebiasaan bertanya dan memberi alasan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa contoh pertanyaan untuk melatih HOTS murid?

Contohnya: "Mengapa hal ini terjadi? Apa buktinya?", "Mana pilihan yang paling tepat dan apa alasannya?", atau "Bagaimana jika salah satu bagian diubah?"

Apakah soal pilihan ganda bisa HOTS?

Bisa, bila soal menyajikan stimulus seperti kasus, data, atau grafik, dan murid harus menganalisis atau mengevaluasi untuk memilih jawaban.

Berapa sering HOTS perlu dilatih?

Idealnya setiap pertemuan, walau hanya satu atau dua pertanyaan. Konsistensi lebih penting daripada kerumitan.

Bagaimana melatih HOTS di kelas dengan banyak murid?

Gunakan kerja berpasangan dan tiket keluar tertulis. Guru tidak perlu mendengar semua jawaban secara lisan.

Apakah HOTS sama dengan soal sulit?

Tidak. HOTS menuntut berpikir menganalisis, mengevaluasi, atau mencipta. Soal yang panjang hitungannya belum tentu HOTS.

ASIS: Bank Soal dan Aktivitas yang Membantu Guru Berpikir Lebih Jauh

Akar masalah HOTS di banyak kelas bukan kurangnya niat guru, tetapi waktu. Menyusun stimulus yang baik, mencari kasus nyata, dan membuat variasi soal membutuhkan jam yang sering habis untuk administrasi. Akibatnya, guru kembali ke soal hafalan karena lebih cepat dibuat.

ASIS dibangun agar waktu guru kembali ke pembelajaran. Bank soal ASIS dilengkapi bantuan AI untuk menyusun draf soal berbasis stimulus, tetapi hasilnya wajib ditinjau guru sebelum dipakai, karena guru yang paling tahu konteks kelasnya. Soal bisa dicetak bersama lembar jawaban ber-QR. Studio di studio.asis.id menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif tempat murid bisa mencoba, mengamati, dan menarik kesimpulan sendiri. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS membantu guru merencanakan pertanyaan HOTS sejak penyusunan rencana pembelajaran.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.