Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara melatih HOTS murid lewat pertanyaan dan tugas sehari-hari: pola pertanyaan, contoh per mata pelajaran dan jenjang, serta rubrik sederhana.
Melatih HOTS murid (Higher Order Thinking Skills, keterampilan berpikir tingkat tinggi) tidak harus menunggu soal ujian yang rumit. Cara paling efektif justru lewat kebiasaan kecil setiap hari: mengubah pertanyaan "apa" menjadi "mengapa" dan "bagaimana jika", meminta murid membandingkan dan memberi alasan, serta memberi tugas yang hasilnya tidak bisa disalin dari buku. HOTS mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, tiga tingkat teratas dalam taksonomi Bloom yang direvisi.
Panduan ini memberi pola pertanyaan siap pakai, contoh tugas per mata pelajaran dan jenjang, cara menilai, serta kesalahan yang sering membuat upaya HOTS berhenti di slogan.
| Kemampuan | Artinya | Kata kerja yang dipakai |
|---|---|---|
| Menganalisis | Mengurai informasi, menemukan hubungan dan pola | Membandingkan, mengelompokkan, menemukan penyebab |
| Mengevaluasi | Menilai berdasarkan kriteria dan bukti | Menilai, memilih dengan alasan, mengkritisi |
| Mencipta | Menyusun sesuatu yang baru dari yang sudah dipahami | Merancang, menyusun, mengusulkan solusi |
Penting dicatat: soal yang sulit belum tentu HOTS. Soal hitungan panjang yang hanya menerapkan rumus tetap berada di tingkat menerapkan. Sebaliknya, pertanyaan sederhana bisa menjadi HOTS bila menuntut murid memberi alasan atau membuat keputusan.
Tempel daftar ini di meja guru. Cukup gunakan satu atau dua pertanyaan per pertemuan, lalu biasakan.
Alih-alih "Hitung luas persegi panjang dengan panjang 8 m dan lebar 5 m", tanyakan: "Ada dua kebun, ukuran 8 × 5 m dan 10 × 4 m. Keduanya sama luas. Kebun mana yang membutuhkan pagar lebih sedikit? Mengapa?" Murid harus menghitung, membandingkan, lalu menjelaskan.
Setelah belajar tentang ekosistem, tanyakan: "Bila semua ular di sawah desa ditangkap, apa yang mungkin terjadi pada padi petani? Gambarkan rantainya."
Berikan dua iklan layanan masyarakat bertema sama. Minta murid menilai mana yang lebih meyakinkan, berdasarkan kriteria yang mereka susun sendiri.
"Kelas kita ingin membuat aturan baru tentang penggunaan bola saat istirahat. Usulkan satu aturan yang adil untuk semua, dan jelaskan mengapa adil."
Berikan algoritma sederhana yang keliru, misalnya urutan langkah membuat teh yang tidak logis. Minta murid menemukan kesalahannya dan memperbaikinya.
Tiket keluar dengan alasan. Di akhir pelajaran, murid menulis satu jawaban beserta alasannya, bukan sekadar jawaban.
Debat mini lima menit. Dua kelompok membela pilihan berbeda. Kelompok lain menilai argumen mana yang lebih kuat.
Cari kesalahan. Guru menyajikan jawaban yang sengaja keliru. Murid menemukan dan menjelaskan kesalahannya.
Masalah dari lingkungan. Murid mengamati masalah nyata di sekolah (sampah, antrean kantin, parkir sepeda) lalu menganalisis penyebab dan mengusulkan solusi.
Peta konsep buatan sendiri. Murid menghubungkan konsep dengan panah dan kata penghubung, bukan menyalin peta dari buku.
SD kelas rendah. Gunakan benda nyata dan gambar. Pertanyaan "Mengapa menurutmu begitu?" sudah cukup untuk memulai.
SD kelas tinggi. Mulai latih membandingkan dan memberi alasan tertulis singkat.
SMP. Latih menilai pendapat, menemukan bukti, dan merancang percobaan sederhana.
SMA/SMK. Gunakan studi kasus, data nyata, dan proyek. Untuk SMK, kasus dari dunia kerja sangat efektif.
Berikut alur 70 menit pelajaran IPAS kelas 5 bertema air bersih, sebagai gambaran bagaimana HOTS masuk ke kegiatan biasa:
| Waktu | Kegiatan | Tingkat berpikir |
|---|---|---|
| 10 menit | Murid mengamati foto dua sungai: jernih dan keruh | Mengamati |
| 15 menit | Kelompok mendaftar kemungkinan penyebab perbedaan | Menganalisis |
| 15 menit | Kelompok memilih penyebab paling mungkin dengan alasan dan bukti dari foto | Mengevaluasi |
| 20 menit | Kelompok merancang satu aksi sederhana menjaga saluran air sekolah | Mencipta |
| 10 menit | Tiket keluar: satu hal yang dipelajari dan alasannya | Refleksi |
Tidak ada soal rumit di sini. Yang berubah adalah jenis pertanyaannya. Pola seperti ini bisa disalin ke mata pelajaran lain untuk melatih HOTS murid tanpa menambah jam pelajaran.
| Skor | Kriteria |
|---|---|
| 4 | Jawaban tepat, alasan logis, didukung bukti atau contoh yang relevan |
| 3 | Jawaban tepat, alasan logis, bukti kurang lengkap |
| 2 | Jawaban sebagian tepat, alasan kurang jelas |
| 1 | Jawaban tanpa alasan atau alasan tidak berhubungan |
Rubrik ini bisa dipakai lintas mata pelajaran. Yang dinilai bukan hanya hasil akhir, tetapi kualitas alasannya.
Menganggap HOTS hanya untuk murid pintar. Semua murid bisa dilatih berpikir tingkat tinggi dengan pijakan yang sesuai.
Langsung memberi soal sulit tanpa pijakan. Murid perlu memahami konsep dasar lebih dulu. HOTS dibangun di atas pemahaman, bukan menggantikannya.
Tidak memberi waktu berpikir. Setelah bertanya, tunggu beberapa detik. Guru yang langsung menjawab sendiri mengajarkan murid untuk menunggu.
Hanya menilai jawaban benar atau salah. Murid berhenti mencoba bila alasan yang baik tidak dihargai.
HOTS hanya muncul di ujian. Bila tidak pernah dilatih di kelas, soal HOTS di ujian terasa seperti jebakan.
Pendekatan pembelajaran mendalam menekankan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Pertanyaan HOTS sejalan dengan itu karena mendorong murid memahami, bukan menghafal. Kompetensi penalaran kritis dan kreativitas yang kini menjadi bagian dari dimensi profil lulusan juga tumbuh lewat kebiasaan bertanya dan memberi alasan.
Contohnya: "Mengapa hal ini terjadi? Apa buktinya?", "Mana pilihan yang paling tepat dan apa alasannya?", atau "Bagaimana jika salah satu bagian diubah?"
Bisa, bila soal menyajikan stimulus seperti kasus, data, atau grafik, dan murid harus menganalisis atau mengevaluasi untuk memilih jawaban.
Idealnya setiap pertemuan, walau hanya satu atau dua pertanyaan. Konsistensi lebih penting daripada kerumitan.
Gunakan kerja berpasangan dan tiket keluar tertulis. Guru tidak perlu mendengar semua jawaban secara lisan.
Tidak. HOTS menuntut berpikir menganalisis, mengevaluasi, atau mencipta. Soal yang panjang hitungannya belum tentu HOTS.
Akar masalah HOTS di banyak kelas bukan kurangnya niat guru, tetapi waktu. Menyusun stimulus yang baik, mencari kasus nyata, dan membuat variasi soal membutuhkan jam yang sering habis untuk administrasi. Akibatnya, guru kembali ke soal hafalan karena lebih cepat dibuat.
ASIS dibangun agar waktu guru kembali ke pembelajaran. Bank soal ASIS dilengkapi bantuan AI untuk menyusun draf soal berbasis stimulus, tetapi hasilnya wajib ditinjau guru sebelum dipakai, karena guru yang paling tahu konteks kelasnya. Soal bisa dicetak bersama lembar jawaban ber-QR. Studio di studio.asis.id menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif tempat murid bisa mencoba, mengamati, dan menarik kesimpulan sendiri. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS membantu guru merencanakan pertanyaan HOTS sejak penyusunan rencana pembelajaran.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.