Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan mediasi konflik murid untuk guru: kapan mediasi tepat, tujuh langkah menengahi secara adil, contoh kalimat, dan kapan harus dirujuk.
Mediasi konflik murid adalah proses ketika guru menjadi penengah netral yang membantu dua murid atau lebih yang berselisih untuk saling mendengar, memahami akar masalah, dan menyepakati penyelesaian bersama. Kuncinya ada tiga: guru tidak memutuskan siapa yang salah, setiap pihak mendapat kesempatan bicara yang sama, dan hasilnya berupa kesepakatan yang dipantau.
Namun, mediasi hanya tepat untuk konflik antara pihak yang setara. Perundungan dan kekerasan memerlukan penanganan berbeda. Panduan ini membantu Bapak/Ibu membedakan keduanya, lalu menjalankan mediasi dalam tujuh langkah yang praktis.
Ini bagian terpenting. Mediasi yang diterapkan pada kasus yang salah bisa memperparah keadaan korban.
| Situasi | Ciri | Pendekatan |
|---|---|---|
| Konflik biasa | Kedua pihak setara, perselisihan sesekali, misalnya rebutan alat atau salah paham | Mediasi |
| Perundungan | Ada ketimpangan kekuatan, berulang, satu pihak tertekan | Penanganan kasus, bukan mediasi tatap muka |
| Kekerasan fisik berat atau kekerasan seksual | Ada korban yang dirugikan serius | Laporkan ke Kepala Sekolah; pelanggaran hukum dirujuk ke Pokja dan pihak berwenang |
| Konflik kelompok | Melibatkan banyak murid atau antarkelas | Mediasi bertahap, mulai dari perwakilan |
Mempertemukan korban perundungan dengan pelaku dalam format "duduk bersama dan saling memaafkan" sering membuat korban merasa dipaksa berdamai. Untuk kasus seperti ini, ikuti prosedur penanganan kekerasan di sekolah sesuai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta kebijakan sekolah Bapak/Ibu. Aturan ini mencabut Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 dan mengakhiri masa tugas TPPK. Penanganan di sekolah dikoordinasikan Kepala Sekolah melalui penanganan pelanggaran kolaboratif, dengan guru BK sebagai koordinator layanan psikososial di SMP/SMA/SMK, sedangkan pelanggaran hukum dirujuk ke Pokja yang dibentuk pemerintah daerah.
Jangan memediasi saat emosi masih tinggi. Pisahkan murid sementara, beri waktu 10–30 menit atau sampai keesokan harinya. Mediasi saat marah biasanya berakhir dengan saling menyalahkan.
Ruang kecil yang tenang, bukan di depan kelas. Atur tempat duduk sejajar, misalnya membentuk segitiga dengan guru, agar tidak ada kesan menghakimi.
Dengarkan masing-masing secara terpisah lebih dulu. Ini membantu guru memastikan bahwa konflik memang setara dan aman dimediasi.
Sampaikan aturan sederhana: bicara bergantian, tidak memotong, tidak menghina, dan apa yang dibahas tidak disebarkan.
Contoh kalimat: "Ibu di sini bukan untuk mencari siapa yang salah. Ibu ingin kalian berdua didengar. Kita bicara bergantian, ya."
Beri kesempatan pertama kepada pihak yang lebih tenang. Minta mereka memakai kalimat "aku", misalnya "Aku kesal karena..." bukan "Dia selalu...".
Setelah satu pihak bercerita, ringkas ceritanya. Ini menunjukkan bahwa ia didengar dan membantu pihak lain memahami.
"Jadi, Raka merasa kesal karena bukunya dipinjam tanpa izin dan dikembalikan dalam keadaan sobek. Betul begitu?"
Di balik konflik biasanya ada kebutuhan: dihargai, diakui, merasa adil. Tanyakan "Apa yang paling membuatmu sedih dari kejadian ini?"
Biarkan murid yang mencari solusi. Guru hanya membantu menyaring agar solusinya adil dan bisa dilakukan.
"Menurut kalian, apa yang bisa dilakukan supaya ini tidak terulang?"
Tulis kesepakatan secara singkat dan konkret. Misalnya: "Dimas mengganti sampul buku yang sobek minggu ini. Mulai sekarang, pinjam barang harus minta izin lebih dulu."
Ucapkan terima kasih atas keberanian mereka berbicara. Tentukan waktu cek ulang, misalnya tiga hari kemudian.
| Kolom | Contoh isi (nama fiktif) |
|---|---|
| Pihak | Raka dan Dimas, kelas 6A |
| Tanggal | Rabu, pekan ke-8 |
| Pemicu | Buku dipinjam tanpa izin dan sobek |
| Inti masalah | Raka merasa tidak dihargai; Dimas tidak sengaja dan malu mengaku |
| Kesepakatan | Dimas mengganti sampul; peminjaman barang wajib izin |
| Tindak lanjut | Cek ulang Jumat oleh wali kelas |
| Status | Selesai setelah cek ulang |
Catatan ini penting agar pola konflik yang berulang bisa terlihat. Bila murid yang sama berkali-kali terlibat, mungkin ada kebutuhan yang perlu ditangani guru BK.
Mediasi konflik murid akan jauh lebih jarang dibutuhkan bila kelas punya kebiasaan yang mencegah gesekan. Beberapa praktik sederhana yang terbukti membantu di lapangan:
Ketika kebiasaan ini berjalan, mediasi menjadi alat terakhir, bukan rutinitas harian.
Untuk konflik kecil yang selesai di sekolah, orang tua cukup diberi kabar singkat. Untuk konflik yang berulang atau menimbulkan kerugian, undang orang tua secara terpisah lebih dulu, baru dipertemukan bila diperlukan. Sampaikan fakta dan kesepakatan, bukan penilaian tentang karakter anak.
Mediasi dipakai untuk konflik antara pihak yang setara. Perundungan melibatkan ketimpangan kekuatan dan pola berulang, sehingga perlu penanganan kasus yang melindungi korban, bukan mediasi tatap muka.
Untuk konflik sederhana, 15–30 menit sudah cukup. Konflik yang lebih rumit bisa memerlukan dua kali pertemuan.
Wali kelas atau guru yang dipercaya kedua pihak. Bila guru terlibat dalam konflik, serahkan kepada guru BK atau rekan lain.
Jangan dipaksa. Dengarkan secara terpisah, cari tahu alasannya, dan pertimbangkan apakah ada rasa takut yang menandakan masalah lebih serius.
Perlu. Catatan sederhana membantu melihat pola konflik, memastikan tindak lanjut, dan menjadi bahan koordinasi dengan guru BK.
Konflik antarmurid sering berulang karena tidak tercatat. Wali kelas menengahi hari ini, guru lain menangani pekan depan, dan tidak ada yang melihat bahwa murid yang sama terus terlibat. Informasi tersebar di ingatan dan pesan pribadi.
ASIS membantu sekolah menyimpan catatan tersebut di tempat yang tepat. Profil murid yang utuh memuat catatan perkembangan, dan layanan BK memungkinkan rujukan dari wali kelas ditindaklanjuti oleh guru BK. Karena tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan, catatan sensitif tidak terbuka untuk semua orang. Kabar penting kepada wali murid dapat dikirim melalui notifikasi aplikasi dan kotak masuk, dengan jam tenang agar tidak mengganggu di luar waktu wajar.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Bangun budaya sekolah yang aman bersama di asis.id.
Sumber: Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.