Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
15 media pembelajaran ABK sederhana dari bahan murah, dikelompokkan per hambatan: penglihatan, pendengaran, intelektual, autisme, dan kesulitan belajar.
Media pembelajaran ABK adalah alat bantu yang dirancang atau disesuaikan agar murid berkebutuhan khusus bisa memahami materi melalui indra dan cara belajar yang paling efektif baginya. Kabar baiknya, media yang paling berguna sering kali bukan yang mahal. Kardus, tutup botol, kain perca, kancing, dan kartu bergambar buatan sendiri bisa menjadi media yang sangat efektif bila dipilih sesuai hambatan murid. Berikut 15 ide yang dikelompokkan per jenis hambatan, beserta prinsip memilih dan merawatnya.
Sebelum membuat media, jawab empat pertanyaan ini:
Media yang baik juga mengikuti program pembelajaran individual murid. Bila sekolah sudah menyusun PPI, gunakan target di dalamnya sebagai acuan. Contoh PPI ada di artikel PPI untuk murid dengan hambatan intelektual.
Tempel huruf dari kain flanel atau kertas karton tebal pada papan kardus. Untuk murid yang belajar braille, buat sel braille besar dari karton telur dan bola pingpong atau kelereng kayu besar yang bisa dipindah.
Gambar peta sederhana lalu beri batas wilayah dengan lem tembak, tali rafia, atau benang wol. Bedakan tekstur untuk darat dan laut, misalnya amplas untuk darat dan kain halus untuk laut.
Kumpulkan benda asli sesuai tema, seperti buah, daun, atau alat makan. Murid mengenal bentuk, ukuran, dan tekstur dengan meraba langsung.
Beri titik lem timbul di setiap angka pada penggaris dan jam dinding karton. Murid bisa mengukur dan membaca waktu dengan meraba.
Satu sisi berisi gambar, sisi lain berisi kata tertulis dan isyarat. Kartu ini membantu murid menghubungkan benda, tulisan, dan bahasa isyarat. Untuk komunikasi sehari-hari, lihat juga komunikasi dengan murid tunarungu lewat BISINDO.
Tampilkan urutan kegiatan hari itu dengan gambar dan tulisan. Murid tahu apa yang akan terjadi tanpa harus mendengar pengumuman.
Gambar empat sampai enam panel tentang satu cerita atau prosedur, misalnya cara mencuci tangan. Murid mengurutkan panel lalu menceritakannya dengan isyarat atau tulisan.
Gunakan wadah bekas es krim yang diberi warna berbeda. Murid memasukkan tutup botol sesuai warna. Media ini melatih klasifikasi, konsentrasi, dan motorik halus.
Buat uang mainan dan label harga untuk barang-barang di "toko" kelas. Murid belajar berhitung dalam situasi nyata, keterampilan yang berguna untuk hidup mandiri.
Kartu bergambar langkah demi langkah untuk kegiatan seperti memakai baju, menyikat gigi, atau melipat pakaian. Tempel di tempat kegiatan berlangsung.
Murid memindahkan gambar kegiatan yang sudah selesai ke kolom "selesai". Struktur yang jelas mengurangi kecemasan saat berganti kegiatan. Panduan lebih lengkap tersedia di artikel mengajar murid autisme.
Buku kecil bergambar yang menjelaskan situasi sosial, misalnya "Saat upacara, aku berdiri tenang". Bacakan sebelum situasi itu terjadi.
Isi kotak dengan bola karet lembut, kain bertekstur, atau botol berisi air dan manik-manik. Murid bisa memakainya saat butuh menenangkan diri, sesuai kesepakatan dengan guru.
Murid menulis huruf di nampan berisi pasir atau tepung dengan jari. Gerakan ini menguatkan ingatan bentuk huruf, membantu murid disleksia. Lihat strategi lain di membantu murid disleksia.
Tempel selotip berwarna di lantai dengan angka 0–20. Murid melompat untuk menjumlah dan mengurang. Cocok untuk murid dengan diskalkulia yang butuh pengalaman konkret.
| Hambatan | Indra utama | Contoh media | Bahan |
|---|---|---|---|
| Penglihatan | Raba dan dengar | Papan huruf timbul, peta timbul | Flanel, kardus, lem tembak |
| Pendengaran | Lihat | Kartu kata bergambar, jadwal visual | Karton, spidol, laminasi |
| Intelektual | Lihat, raba, praktik | Kotak sortir, toko kelas | Wadah bekas, tutup botol |
| Autisme | Lihat dan struktur | Jadwal gambar, cerita sosial | Kertas, perekat |
| Kesulitan belajar | Gerak dan raba | Huruf pasir, garis bilangan lantai | Pasir, selotip warna |
Media digital seperti video berteks, aplikasi pembaca layar, atau simulasi interaktif dapat melengkapi media konkret. Namun bagi banyak murid berkebutuhan khusus, pengalaman menyentuh dan memegang tetap utama. Gunakan media digital sebagai penguat, bukan pengganti. Perhatikan juga durasi layar, kontras warna, dan ukuran huruf.
Secara umum ada media taktil, visual, audio, konkret atau benda nyata, dan digital. Pilihannya disesuaikan dengan hambatan dan tujuan pembelajaran murid.
Tidak. Banyak media efektif bisa dibuat dari bahan bekas dan murah, asalkan aman, sesuai tujuan, dan tahan dipakai berulang.
Pilih media multisensori yang bisa dipakai semua murid, misalnya kartu bergambar dengan tulisan dan tekstur. Tambahkan media khusus untuk murid yang membutuhkan.
Bisa, sebagai pelengkap. Perhatikan aksesibilitasnya, seperti teks besar, kontras tinggi, dan dukungan audio atau teks, serta batasi durasi layar.
Guru pendamping khusus, terapis, dan orang tua bisa memberi masukan tentang cara belajar murid. Kolaborasi ini membuat media lebih tepat sasaran.
Media yang tepat baru terasa manfaatnya bila respons murid tercatat dan dibaca ulang. Sayangnya, catatan guru pendamping, terapis, dan wali kelas sering tersimpan di buku masing-masing. Saat murid naik kelas atau berganti guru, pengalaman berharga tentang media yang cocok ikut hilang.
ASIS menyediakan layanan inklusi dan profil murid yang utuh dengan catatan perkembangan, sehingga guru bisa mencatat media dan strategi yang berhasil untuk setiap murid. Peran pengguna diatur agar hanya guru yang berwenang melihat data sensitif. Sebagai pelengkap media konkret, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah yang bisa dibaca di berbagai perangkat.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusi. Basmalah juga gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.