WAWASAN ASIS

Laporan Kerusakan Sarana Sekolah dan Catatan Perawatan

Cara membuat laporan kerusakan sarana sekolah dan catatan pemeliharaan aset: alur pelaporan, tingkat kerusakan, contoh format, dan tips tindak lanjut.

Tim Wawasan ASIS 20 Sep 2026 Panduan

Laporan kerusakan sarana sekolah adalah catatan resmi tentang barang atau fasilitas yang rusak, misalnya kipas angin mati, kunci pintu macet, atau proyektor tidak menyala, beserta tindak lanjut perbaikannya. Bersama catatan pemeliharaan rutin, laporan ini membantu sekolah memperbaiki lebih cepat, merencanakan anggaran perawatan, dan punya bukti saat menyusun usulan pengadaan atau penghapusan. Artikel ini menjelaskan cara membangun alur pelaporan, data yang perlu dicatat, langkah umum di ASIS, dan cara manual bagi sekolah yang belum memakai aplikasi.

Masalah nyata: kerusakan yang hanya diceritakan

Di ruang guru, kabar kerusakan biasanya beredar lisan. "Pak, proyektor kelas 8C mati lagi." Penjaga sekolah mendengar, berjanji melihat, lalu lupa karena ada pekerjaan lain. Seminggu kemudian guru mengeluh lagi, dan tidak ada yang tahu apakah sudah pernah diperiksa.

Ada pula kerusakan yang diperbaiki berkali-kali tanpa catatan. Pompa air yang sama diservis empat kali dalam setahun, padahal biayanya hampir sama dengan membeli baru. Karena tidak tercatat, keputusan mengganti tidak pernah diambil.

Mengapa pencatatan penting

Catatan kerusakan dan perawatan memberi tiga manfaat nyata:

  • Respons lebih cepat. Setiap laporan punya status, sehingga tidak ada yang terlewat.
  • Perencanaan anggaran lebih tepat. Biaya perawatan per barang terlihat, sehingga sekolah tahu kapan perbaikan sudah tidak ekonomis.
  • Bukti administrasi. Usulan pengadaan atau penghapusan aset lebih kuat bila didukung riwayat kerusakan.

Selain itu, beberapa kerusakan menyangkut keselamatan, misalnya kabel terkelupas atau plafon retak. Pelaporan yang cepat bisa mencegah kecelakaan.

Tingkat kerusakan yang perlu disepakati

Tingkat Ciri Contoh Tindak lanjut
Ringan Masih bisa dipakai, perbaikan sederhana Engsel lemari longgar Diperbaiki penjaga sekolah
Sedang Fungsi terganggu, perlu suku cadang Kipas angin tidak berputar Servis, perlu biaya kecil
Berat Tidak bisa dipakai, perbaikan mahal Proyektor mati total Dinilai: perbaiki, ganti, atau usul hapus
Darurat Membahayakan keselamatan Kabel terkelupas, plafon retak Amankan area segera, lapor pimpinan

Kesepakatan ini membuat pelapor dan petugas berbicara dengan bahasa yang sama.

Alur laporan kerusakan sarana sekolah di ASIS

Alur ini merangkum materi resmi Panduan ASIS. Tujuannya agar sekolah bisa membedakan barang yang rusak sementara, sudah selesai diperbaiki, dan perlu diganti, dengan biaya yang dapat ditelusuri.

Sebelum memulai. Siapkan identitas aset, tanggal kejadian, gejala kerusakan, pelapor atau penanggung jawab, penyedia jasa perbaikan, dan bukti biaya bila ada.

  1. Buka menu Aset dan pastikan barang yang dilaporkan sama dengan kode yang tertempel di barang fisiknya.
  2. Masuk ke Pemeliharaan, lalu catat masalahnya, tanggal, tindakan yang diambil, dan pihak pelaksana. Foto kondisi barang membantu petugas menilai tingkat kerusakan.
  3. Perbarui kondisi aset hanya setelah hasil perbaikan benar-benar diperiksa, bukan saat tukang baru datang.
  4. Bandingkan riwayat dan biaya dengan rencana kebutuhan sarpras, misalnya untuk memutuskan apakah AC yang tiga kali rusak lebih baik diganti.

Periksa hasilnya. Riwayat memperlihatkan masalah, tindakan, hasil, dan waktunya, sedangkan kondisi aset saat ini sesuai kenyataan.

Jika belum sesuai. Bila rekap biaya tidak cocok, periksa dokumen pengadaan dan tanggal transaksinya sebelum mengubah nominal.

Langkah lengkap: Cara Mencatat Pemeliharaan dan Kerusakan Aset.

Pemeliharaan rutin yang sering terlupa

Selain kerusakan mendadak, ada perawatan yang sebaiknya terjadwal:

  • Servis AC dan kipas angin
  • Pembersihan dan pemeriksaan proyektor
  • Pemeriksaan instalasi listrik dan stopkontak
  • Pengurasan toren dan pemeriksaan pompa air
  • Pemeriksaan alat pemadam api ringan
  • Pembersihan talang dan atap menjelang musim hujan
  • Pemeriksaan komputer laboratorium dan pembaruan perangkat lunak
  • Pengecekan peralatan UKS dan kotak P3K

Masukkan jadwal ini ke kalender sarpras. Pemeliharaan rutin hampir selalu lebih murah daripada perbaikan setelah rusak berat.

Contoh kasus

Sebuah SMP di Kota Pekalongan mulai mencatat setiap laporan kerusakan. Setelah satu semester, terlihat bahwa enam dari sepuluh laporan berasal dari stopkontak di ruang kelas lantai dua. Ternyata instalasi di lantai itu sudah tua. Sekolah lalu mengusulkan perbaikan instalasi dalam RKAS berikutnya, didukung data laporan yang lengkap. Tanpa catatan, masalah itu hanya akan dianggap "stopkontak sering rusak".

Contoh format laporan sederhana

Bila sekolah ingin menyepakati format baku, berikut contoh isi satu laporan kerusakan sarana sekolah:

Kolom Isi contoh
Nomor laporan 2026/SAR/045
Tanggal lapor 14 Oktober 2026
Pelapor Ibu Rina, wali kelas 8C
Lokasi Gedung B, Ruang 8C
Barang dan kode Proyektor, 02.06.02.01.003
Deskripsi Lampu tidak menyala, ada bunyi klik
Tingkat Berat
Tindakan Diperiksa teknisi, lampu diganti
Biaya Sesuai nota
Status Selesai, kondisi kembali baik

Format seperti ini cukup satu halaman, tetapi sudah menjawab semua pertanyaan penting: apa, di mana, kapan, siapa, dan bagaimana akhirnya.

Kesalahan umum

  1. Laporan lewat lisan saja. Tidak ada jejak, tidak ada status.
  2. Tidak mencatat biaya perbaikan. Sekolah tidak tahu total biaya perawatan per barang.
  3. Kondisi aset tidak diperbarui setelah diperbaiki atau sebaliknya setelah rusak berat.
  4. Mengabaikan kerusakan ringan sampai menjadi berat.
  5. Tidak membedakan kerusakan darurat. Kabel terkelupas diperlakukan sama dengan engsel longgar.

Cara manual bagi sekolah tanpa ASIS

  1. Siapkan formulir laporan kerusakan sederhana, kertas atau formulir daring, berisi: tanggal, ruang, barang, kode, deskripsi, tingkat, pelapor.
  2. Rekap semua laporan di lembar kerja dengan kolom status: baru, diperiksa, diperbaiki, selesai, usul ganti.
  3. Tambahkan kolom biaya dan pelaksana perbaikan.
  4. Tinjau rekap setiap bulan dalam rapat singkat sarpras.
  5. Perbarui buku inventaris saat kondisi barang berubah.

Cara ini bisa berjalan bila ada satu orang yang disiplin merekap. Kelemahannya, laporan dan data aset tetap berada di dua tempat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang boleh membuat laporan kerusakan sarana sekolah?

Siapa saja yang menemukan kerusakan: guru, tenaga kependidikan, bahkan murid melalui wali kelas. Yang penting laporannya masuk ke satu tempat dan diperiksa petugas sarpras.

Apa bedanya pemeliharaan dan perbaikan?

Pemeliharaan dilakukan terjadwal agar barang tetap berfungsi, misalnya servis AC. Perbaikan dilakukan setelah barang rusak.

Kapan barang rusak sebaiknya diganti, bukan diperbaiki?

Bila biaya perbaikan berulang sudah mendekati harga barang baru, atau bila barang sudah tidak bisa diperbaiki. Riwayat perbaikan membantu mengambil keputusan ini.

Apakah biaya perbaikan boleh dari dana BOSP?

Pemeliharaan sarana termasuk komponen yang umumnya dapat dibiayai, tetapi rinciannya mengikuti juknis BOSP yang berlaku. Rujuk Permendikdasmen 8/2026 dan petunjuk dinas setempat.

Bagaimana menangani kerusakan yang membahayakan?

Amankan area lebih dulu, misalnya menutup ruang atau mematikan listrik, lalu laporkan ke pimpinan dan catat sebagai kerusakan darurat.

ASIS: dari laporan sampai tuntas tercatat

Kerusakan sarana yang dibiarkan berlarut biasanya bukan karena sekolah tidak peduli, tetapi karena laporan tercecer dan tidak ada yang memantau statusnya. Riwayat perawatan pun hilang saat petugas berganti.

ASIS mencatat kerusakan dan pemeliharaan langsung pada data aset di modul sarana prasarana. Setiap barang punya riwayat: kapan rusak, siapa yang memperbaiki, berapa biayanya, dan bagaimana kondisinya sekarang. Riwayat ini kemudian dipakai lagi saat menyusun usulan pengadaan, stok opname, atau usulan penghapusan aset.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.