Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat label nomor panggil buku perpustakaan sekolah: unsur nomor klasifikasi, kode pengarang dan judul, contoh, letak tempel, dan kesalahan umum.
Label nomor panggil buku adalah label kecil di punggung buku yang berisi tiga baris: nomor klasifikasi (misalnya 599.7), tiga huruf pertama nama pengarang dalam huruf kapital (misalnya HAR), dan huruf pertama judul dalam huruf kecil (misalnya m). Nomor ini menentukan letak buku di rak, sehingga pengunjung dan petugas bisa menemukan buku dengan cepat dan buku yang dikembalikan selalu kembali ke tempat yang sama.
Panduan ini membahas cara menentukan setiap baris, contoh untuk buku-buku yang umum di perpustakaan sekolah, cara mencetak dan menempel, serta kesalahan yang sering terjadi.
Kebanyakan perpustakaan sekolah di Indonesia memakai Dewey Decimal Classification (DDC) yang membagi ilmu pengetahuan ke dalam sepuluh kelas utama:
| Kelas | Bidang | Contoh buku di sekolah |
|---|---|---|
| 000 | Karya umum, komputer | Ensiklopedia, buku pengantar komputer |
| 100 | Filsafat dan psikologi | Buku pengembangan diri remaja |
| 200 | Agama | Buku fikih, kisah nabi |
| 300 | Ilmu sosial | Pendidikan, ekonomi, hukum |
| 400 | Bahasa | Kamus, tata bahasa Inggris |
| 500 | Sains dan matematika | Matematika, fisika, biologi |
| 600 | Teknologi dan ilmu terapan | Kesehatan, pertanian, memasak |
| 700 | Seni dan olahraga | Menggambar, musik, sepak bola |
| 800 | Sastra | Kumpulan puisi, novel klasik |
| 900 | Sejarah dan geografi | Atlas, sejarah Indonesia |
Semakin rinci angkanya, semakin spesifik topiknya. Gunakan tabel DDC edisi yang dipakai perpustakaan dan pedoman dari perpustakaan daerah sebagai rujukan.
Ambil tiga huruf pertama dari nama yang dijadikan tajuk entri pengarang, tulis dengan huruf kapital. Untuk nama Barat, umumnya nama belakang. Untuk nama Indonesia, ikuti pedoman tajuk nama yang dipakai perpustakaan, karena aturannya berbeda untuk nama tunggal, nama bermarga, atau nama Arab. Yang terpenting, aturan yang sama dipakai konsisten di seluruh koleksi.
Bila buku tidak memiliki pengarang perorangan, misalnya buku terbitan lembaga atau buku dengan banyak penyunting, gunakan tiga huruf pertama judul.
Ambil huruf pertama judul dalam huruf kecil. Abaikan kata sandang di awal judul berbahasa asing, misalnya "The" atau "A".
| Judul (contoh) | Pengarang (contoh) | Nomor panggil |
|---|---|---|
| Mamalia Indonesia | Budi Harjono | 599.7 / HAR / m |
| Matematika Menyenangkan | Siti Rahmawati | 510 / RAH / m |
| Belajar Memasak Sehat | Dewi Lestari Putri | 641.5 / PUT / b |
| Kamus Bahasa Inggris | Tim Penyusun | 423 / KAM / k |
| Atlas Indonesia | Tim Redaksi | 912 / ATL / a |
Judul dan nama di atas fiktif, dan nomor klasifikasi hanya ilustrasi. Pastikan nomor klasifikasi diperiksa dengan tabel DDC sebelum dipakai.
Banyak perpustakaan sekolah menambahkan kode di atas nomor klasifikasi untuk memisahkan koleksi:
| Kode | Koleksi | Contoh |
|---|---|---|
| R | Referensi (tidak dipinjamkan) | R 030 / ENS / e |
| F atau FIK | Fiksi | FIK / SAN / p |
| BP | Buku pelajaran | BP 510 / KEM / m |
| A | Bacaan anak | A 398.2 / SAN / k |
Kode ini bebas ditentukan, asalkan dicatat dalam pedoman perpustakaan sekolah dan dipakai konsisten.
| Bahan | Kegunaan | Catatan |
|---|---|---|
| Kertas label stiker | Tempat menulis nomor panggil | Pilih yang daya rekatnya kuat |
| Printer atau spidol permanen | Menulis label | Cetakan lebih seragam |
| Plastik bening perekat | Melapisi label | Mencegah luntur dan sobek |
| Gunting dan penggaris | Merapikan potongan | Ukuran label seragam |
| Pedoman tajuk dan tabel DDC | Rujukan penentuan kode | Simpan di meja petugas |
Bila anggaran terbatas, kertas HVS yang direkatkan dengan lem dan dilapisi plastik bening sudah cukup. Yang penting, label nomor panggil buku terbaca jelas dan tidak mudah lepas.
Urutan membaca rak dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah. Contoh urutan yang benar:
Perhatikan bahwa 510.7 diletakkan setelah 510 dan sebelum 512, karena angka di belakang titik dibaca sebagai desimal.
Setiap petugas memakai aturan berbeda. Akibatnya, buku pengarang yang sama tersebar di beberapa tempat. Tuliskan aturan dalam pedoman satu halaman.
Label ditulis tangan dengan tinta yang mudah luntur. Gunakan cetakan atau spidol permanen, lalu lapisi plastik.
Tinggi tempel tidak seragam. Rak terlihat berantakan dan label sulit dibaca sekilas.
Nomor di label berbeda dengan katalog. Pencarian di katalog menjadi tidak berguna. Selalu perbarui keduanya bersamaan.
Buku pelajaran tidak diberi label. Buku paket yang jumlahnya banyak justru paling sering tertukar. Beri label dan nomor induk sejak diterima.
Bila koleksi masih sedikit dan petugas belum terlatih klasifikasi, jangan menunda pembuatan label nomor panggil buku. Mulailah dengan kelas utama saja (500, 600, 800, dan seterusnya), lalu rinci secara bertahap. Libatkan murid pengurus perpustakaan untuk membantu menempel dan melapisi label, sambil mengenalkan cara kerja perpustakaan.
Tiga baris: nomor klasifikasi, tiga huruf pertama nama pengarang dalam huruf kapital, dan huruf pertama judul dalam huruf kecil.
Di punggung buku, umumnya beberapa sentimeter dari bagian bawah, dengan tinggi yang seragam untuk seluruh koleksi.
Gunakan tiga huruf pertama judul pada baris kedua, dan huruf pertama judul pada baris ketiga.
DDC paling umum dipakai, tetapi yang terpenting adalah sistem yang konsisten dan sesuai pedoman yang diikuti perpustakaan. Rujuk pedoman perpustakaan daerah atau nasional.
Nomor induk adalah nomor urut inventaris setiap eksemplar. Nomor panggil menunjukkan letak buku di rak dan bisa sama untuk beberapa eksemplar judul yang sama.
Akar masalah perpustakaan sekolah sering bukan kurangnya buku, tetapi data yang tidak sinkron. Buku induk ditulis tangan, katalog di lembar kerja, dan label di punggung buku dibuat terpisah. Saat ada buku baru atau petugas berganti, ketiganya mulai berbeda, dan buku "hilang" padahal hanya salah letak.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul perpustakaan ASIS membantu sekolah mencatat koleksi, termasuk nomor panggilnya, lalu memakai data yang sama untuk peminjaman dan pengembalian. Untuk bacaan digital, Pustaka di pustaka.asis.id menyediakan buku pelajaran pemerintah (BSE/SIBI) yang bisa dibaca murid dan guru dengan akun ASIS yang sama.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai merapikan perpustakaan sekolah di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.