WAWASAN ASIS

Tugas Koordinator Fasilitator Projek dalam Kokurikuler

Pembagian tugas tim koordinator fasilitator projek di sekolah: peran, alur kerja, contoh SK, dan kaitannya dengan kokurikuler terbaru.

Tim Wawasan ASIS 09 Jul 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Dalam kegiatan projek di sekolah, koordinator projek bertugas merancang dan mengatur pelaksanaan secara keseluruhan, sedangkan fasilitator projek mendampingi kelompok murid secara langsung dari awal sampai akhir. Keduanya membentuk satu tim koordinator fasilitator projek yang bekerja dengan pembagian tugas jelas: koordinator memegang peta besar, fasilitator memegang proses belajar murid.

Pembagian peran ini berasal dari praktik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, kegiatan kokurikuler dapat berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan/atau cara lain, dengan arah pada delapan dimensi profil lulusan. Ketika sekolah memilih format projek, pembagian peran koordinator dan fasilitator tetap sangat berguna. Istilah "koordinator" dan "fasilitator projek" berasal dari panduan P5 sebelumnya; sesuaikan penamaan tim dengan panduan kokurikuler terbaru dan keputusan sekolah.

Konteks: dari P5 ke kokurikuler

Aspek Praktik sebelumnya Ketentuan sekarang
Rujukan Profil Pelajar Pancasila Delapan dimensi profil lulusan
Bentuk Projek bertema Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan/atau cara lain
Tema Tema dari pemerintah Tema dikembangkan sekolah
Beban belajar Alokasi waktu projek Dinyatakan sebagai alokasi waktu satu tahun ajaran

Delapan dimensi profil lulusan meliputi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Untuk rincian teknis, rujuk panduan kokurikuler terbaru dari kementerian.

Tugas koordinator projek

Koordinator biasanya dijabat Wakasek Kurikulum atau guru yang ditunjuk melalui SK Kepala Sekolah. Tugasnya:

  1. Menyusun rencana tahunan kegiatan projek: tema, jenjang, waktu, dan dimensi yang dikuatkan.
  2. Membentuk tim fasilitator dan membagi kelompok murid.
  3. Mengatur alokasi waktu agar tidak bertabrakan dengan jadwal asesmen dan kegiatan sekolah lain.
  4. Menyiapkan sumber daya: ruang, alat, bahan, dan mitra dari luar sekolah.
  5. Memastikan rancangan asesmen selaras dengan dimensi yang dipilih.
  6. Memantau pelaksanaan lewat pertemuan rutin dengan fasilitator.
  7. Mengoordinasikan gelar karya atau perayaan hasil projek.
  8. Menyusun laporan dan evaluasi untuk perbaikan tahun berikutnya.

Tugas fasilitator projek

Fasilitator adalah guru yang mendampingi satu atau beberapa kelompok murid. Bisa wali kelas, guru mapel, atau guru lain sesuai pembagian. Tugasnya:

  1. Memahami rancangan projek dan dimensi yang menjadi fokus.
  2. Memfasilitasi tahapan projek: pengenalan masalah, eksplorasi, perancangan, aksi, dan refleksi.
  3. Mengajukan pertanyaan pemantik, bukan memberikan jawaban.
  4. Mengamati dan mencatat perkembangan setiap murid pada dimensi yang dikuatkan.
  5. Memberi umpan balik secara berkala.
  6. Menjaga kolaborasi kelompok agar semua murid berperan.
  7. Mengolah hasil asesmen menjadi deskripsi perkembangan untuk rapor.

Perbedaan peran secara ringkas

Aspek Koordinator Fasilitator
Fokus Sistem dan jadwal Proses belajar murid
Lingkup Seluruh jenjang atau sekolah Kelompok atau kelas tertentu
Produk kerja Rencana tahunan, jadwal, laporan Catatan pengamatan, umpan balik, deskripsi
Mitra kerja Kepala Sekolah, Wakasek, mitra luar Murid, wali kelas, orang tua
Asesmen Menyusun kerangka Melaksanakan dan mencatat

Contoh alur kerja tim dalam satu projek

Pekan Koordinator Fasilitator
1 Rapat perencanaan, membagi kelompok Mempelajari rancangan, menyiapkan pertanyaan pemantik
2 Menyiapkan bahan dan mitra Tahap pengenalan masalah bersama murid
3–4 Memantau dan rapat singkat mingguan Tahap eksplorasi dan perancangan solusi
5 Menyiapkan gelar karya Tahap aksi, mendampingi pembuatan produk
6 Mengoordinasikan gelar karya Refleksi bersama murid, menyusun catatan perkembangan
7 Evaluasi tim, laporan Menyerahkan deskripsi untuk rapor

Contoh tema yang dikembangkan sekolah: "Sampah Plastik di Kantin Kita". Koordinator menghubungi pengelola kantin dan petugas kebersihan, fasilitator mendampingi murid mengukur jumlah sampah, merancang kampanye, dan mempresentasikannya.

Contoh rumusan dalam SK pembagian tugas

Bagian lampiran SK dapat memuat tabel seperti berikut (nama fiktif):

No Nama Peran Kelompok/Kelas
1 Ibu Ratna Wulandari, S.Pd. Koordinator projek Kelas 7–9
2 Bapak Hendra Saputra, S.Pd. Fasilitator 7A dan 7B
3 Ibu Nur Aini, S.Pd. Fasilitator 8A dan 8B
4 Bapak Yusuf Hidayat, S.Pd. Fasilitator 9A dan 9B

Cantumkan juga uraian tugas singkat setiap peran di lampiran, agar tidak ada salah paham soal tanggung jawab.

Rapat rutin tim koordinator fasilitator projek

Rapat singkat setiap pekan, cukup 20–30 menit, menjaga projek tetap di jalur. Gunakan agenda tetap berikut:

  1. Kabar tiap kelompok. Setiap fasilitator menyampaikan kemajuan dalam satu atau dua kalimat.
  2. Hambatan. Bahan belum tersedia, murid yang tidak aktif, atau jadwal yang bertabrakan.
  3. Keputusan. Koordinator memutuskan penyesuaian yang dibutuhkan.
  4. Catatan perkembangan. Pastikan setiap fasilitator sudah mencatat pengamatan pekan itu.

Tim koordinator fasilitator projek yang rutin bertemu biasanya lebih cepat menemukan masalah dan lebih kompak saat gelar karya. Catat hasil rapat secara singkat agar bisa menjadi bahan evaluasi di akhir projek.

Kesalahan umum dalam tim projek

  • Koordinator mengerjakan semuanya. Fasilitator hanya hadir saat gelar karya.
  • Fasilitator memberi jawaban. Murid tidak belajar memecahkan masalah sendiri.
  • Catatan perkembangan ditulis di akhir. Deskripsi rapor menjadi umum dan seragam.
  • Tidak ada rapat rutin. Masalah di satu kelompok baru diketahui saat projek hampir selesai.
  • Projek menumpuk di akhir semester. Bertabrakan dengan asesmen dan membuat guru kewalahan.

Variasi per jenjang

  • SD: fasilitator umumnya guru kelas. Projek lebih pendek dan konkret, misalnya merawat tanaman kelas.
  • SMP/MTs: fasilitator bisa lintas mapel. Cocok untuk projek lintas disiplin.
  • SMA/SMK: murid bisa diberi peran lebih besar dalam merancang. Di SMK, projek bisa dikaitkan dengan dunia kerja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah P5 sudah dihapus?

Kementerian menegaskan tidak menghapus program tersebut, tetapi kokurikuler kini lebih luas. Projek menjadi salah satu bentuk, di samping pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan cara lain.

Siapa yang menunjuk koordinator projek?

Kepala Sekolah, biasanya melalui SK pembagian tugas di awal tahun ajaran.

Apakah satu guru boleh menjadi koordinator sekaligus fasilitator?

Boleh, terutama di sekolah kecil dengan jumlah guru terbatas. Namun beban kerjanya perlu diperhitungkan agar pendampingan kelompok tetap berkualitas. Bila memungkinkan, mintalah satu guru lain membantu urusan logistik dan dokumentasi, sehingga koordinator tetap punya waktu untuk mendampingi kelompoknya sendiri.

Bagaimana hasil projek masuk ke rapor?

Fasilitator menyusun deskripsi perkembangan murid pada dimensi yang dikuatkan, lalu dimasukkan ke bagian kokurikuler rapor sesuai format sekolah.

Berapa jumlah ideal kelompok yang didampingi satu fasilitator?

Tidak ada angka baku. Dalam praktik, satu fasilitator mendampingi satu atau dua rombel agar pengamatan tetap cermat.

ASIS: Catatan Projek yang Langsung Menjadi Rapor

Tim koordinator fasilitator projek sering kesulitan di bagian akhir: catatan pengamatan tersebar di buku masing-masing fasilitator, lalu harus disalin wali kelas ke rapor. Jadwal projek pun kerap bertabrakan dengan kegiatan lain karena disusun terpisah.

ASIS menghubungkan bagian-bagian itu. Generator jadwal pelajaran tanpa bentrok membantu Wakasek Kurikulum menata alokasi waktu, profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan, sehingga deskripsi dari fasilitator bisa dipakai lagi saat menyusun e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang. Pembagian tugas bisa dituangkan dalam modul surat dan SK, dan sumber belajar tambahan tersedia di Studio serta Pustaka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Permendikdasmen 13 Tahun 2025, detik.com; Panduan Kokurikuler 2025, kurikulummerdeka.com; Kemendikdasmen tegaskan tidak hapus P5, Antara

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.