WAWASAN ASIS

Keselamatan Kerja Laboratorium IPA dan Tata Tertibnya

Panduan keselamatan kerja laboratorium IPA sekolah: contoh tata tertib, alat pelindung, penyimpanan bahan kimia, P3K, dan langkah saat terjadi kecelakaan.

Tim Wawasan ASIS 10 Agt 2026 Panduan

Keselamatan kerja laboratorium IPA adalah serangkaian aturan, kebiasaan, dan perlengkapan yang mencegah kecelakaan saat praktikum, sekaligus menyiapkan langkah tepat bila kecelakaan terjadi. Intinya ada lima: tata tertib yang dipahami murid, alat pelindung diri yang dipakai, bahan kimia yang disimpan dengan benar, alat P3K dan pemadam yang siap, serta guru dan laboran yang tahu prosedur darurat. Panduan ini memberi contoh tata tertib, daftar perlengkapan, dan langkah penanganan yang bisa langsung diterapkan di SMP, SMA, dan MA.

Risiko yang sering terjadi di lab sekolah

Risiko Contoh penyebab
Luka gores dan tusuk Gelas kimia retak, pecahan tabung reaksi
Luka bakar Pembakar spiritus, pemanas listrik, larutan panas
Iritasi kulit dan mata Percikan asam, basa, atau larutan pembersih
Keracunan Menghirup uap bahan kimia, mencicipi bahan
Kebakaran Spiritus tumpah dekat api, kabel listrik rusak
Tersengat listrik Alat listrik basah, stopkontak berlebihan

Sebagian besar kecelakaan di lab sekolah bisa dicegah dengan aturan sederhana yang ditegakkan secara konsisten.

Contoh tata tertib laboratorium IPA

Sebelum praktikum

  1. Murid masuk lab hanya bersama guru atau laboran.
  2. Tas dan barang pribadi disimpan di tempat yang ditentukan.
  3. Membaca petunjuk praktikum sebelum mulai.
  4. Memakai jas lab dan alat pelindung sesuai jenis praktikum.
  5. Rambut panjang diikat, tidak memakai perhiasan yang menjuntai.

Selama praktikum

  1. Dilarang makan, minum, dan mencicipi bahan apa pun.
  2. Tidak mencium bahan langsung; kibaskan uap ke arah hidung bila diminta guru.
  3. Arahkan mulut tabung reaksi yang dipanaskan menjauhi diri dan teman.
  4. Gunakan pipet dengan alat bantu, tidak dengan mulut.
  5. Laporkan alat pecah atau bahan tumpah segera kepada guru.
  6. Tidak bercanda atau berlarian di lab.

Setelah praktikum

  1. Matikan pembakar, pemanas, dan alat listrik.
  2. Buang limbah sesuai petunjuk, tidak langsung ke wastafel.
  3. Cuci, keringkan, dan kembalikan alat ke tempatnya.
  4. Bersihkan meja kerja.
  5. Cuci tangan dengan sabun sebelum keluar lab.

Tempel tata tertib di pintu dan dinding lab, lalu bacakan bersama di praktikum pertama setiap semester.

Alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan

Perlengkapan Fungsi Catatan
Jas lab Melindungi pakaian dan kulit Sediakan beberapa ukuran
Kacamata pelindung Melindungi mata dari percikan Wajib saat memakai bahan kimia atau memanaskan
Sarung tangan Melindungi tangan Pilih sesuai jenis bahan
Masker Mengurangi paparan debu dan uap Untuk bahan berbau tajam
Kotak P3K Penanganan awal luka Periksa isi setiap bulan
Alat pemadam api ringan Memadamkan api kecil Periksa masa berlaku dan latih penggunaannya
Wastafel dan air mengalir Membilas kulit dan mata Pastikan mudah dijangkau
Selimut tahan api atau karung basah Memadamkan api pada pakaian Simpan di dekat pintu

Penyimpanan bahan kimia

  • Beri label jelas pada setiap wadah: nama bahan, konsentrasi, tanggal.
  • Pisahkan bahan yang tidak boleh berdekatan, misalnya asam dan basa, bahan mudah terbakar dan bahan pengoksidasi.
  • Simpan di lemari yang dapat dikunci, jauh dari jangkauan murid tanpa pengawasan.
  • Simpan bahan mudah terbakar seperti spiritus dan alkohol jauh dari sumber panas.
  • Catat stok dan buang bahan kedaluwarsa sesuai ketentuan pengelolaan limbah.
  • Baca lembar data keselamatan bahan bila tersedia untuk mengetahui bahaya dan penanganannya.

Langkah saat terjadi kecelakaan

Kejadian Penanganan awal
Luka gores ringan Bersihkan dengan air mengalir, tekan dengan kasa, tutup plester
Luka bakar ringan Aliri air mengalir bersuhu biasa selama beberapa menit, jangan dioles pasta gigi atau mentega
Bahan kimia mengenai kulit Bilas dengan air mengalir yang banyak, lepaskan pakaian yang terkena
Bahan kimia masuk mata Bilas mata dengan air mengalir selama beberapa menit, segera bawa ke fasilitas kesehatan
Menghirup uap berbahaya Bawa ke udara segar, longgarkan pakaian, cari pertolongan medis
Api kecil Matikan sumber api, tutup dengan selimut tahan api atau gunakan alat pemadam

Setelah penanganan awal, bawa murid ke UKS atau fasilitas kesehatan bila perlu, kabari orang tua, dan catat kejadian di buku kecelakaan lab.

Peran guru dan laboran

Keselamatan kerja laboratorium IPA bukan hanya tanggung jawab murid. Guru dan laboran perlu:

  • Mencoba praktikum lebih dulu sebelum diberikan kepada murid.
  • Menjelaskan risiko dan cara aman di awal setiap praktikum.
  • Membagi kelompok dengan jumlah anggota yang bisa diawasi.
  • Memeriksa kondisi alat, kabel, dan alat pemadam secara berkala.
  • Mengikuti pelatihan P3K dasar bila memungkinkan.

Daftar cek bulanan lab IPA

  • Tata tertib terpasang dan terbaca
  • Isi kotak P3K lengkap dan belum kedaluwarsa
  • Alat pemadam masih berlaku
  • Bahan kimia berlabel dan tersimpan terpisah
  • Tidak ada kabel terkelupas atau stopkontak berlebihan
  • Jalur keluar tidak terhalang
  • Buku kecelakaan dan buku peminjaman alat terisi

Penerapan keselamatan kerja laboratorium IPA yang konsisten membuat praktikum tetap menarik tanpa mengorbankan keselamatan murid.

Kesalahan umum

  • Tata tertib hanya ditempel, tidak pernah dijelaskan.
  • Kacamata pelindung ada, tetapi disimpan di lemari.
  • Bahan kimia disimpan tanpa label di botol bekas minuman.
  • Alat pemadam ada, tetapi tidak ada yang tahu cara memakainya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja aturan dasar keselamatan kerja laboratorium IPA?

Tidak makan dan minum di lab, memakai alat pelindung, tidak mencicipi atau mencium bahan langsung, melapor bila ada kecelakaan, dan membersihkan alat setelah praktikum.

Apakah sekolah dengan lab sederhana tetap perlu tata tertib?

Ya. Risiko tetap ada meski bahan dan alat sederhana, misalnya pembakar spiritus dan gelas yang mudah pecah.

Bagaimana penanganan pertama bila bahan kimia masuk ke mata?

Segera bilas dengan air mengalir selama beberapa menit sambil membuka kelopak mata, lalu bawa ke fasilitas kesehatan.

Siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan kerja laboratorium IPA?

Guru yang mengajar praktikum dan laboran bertanggung jawab langsung, dengan dukungan Kepala Sekolah untuk sarana dan pelatihan.

Seberapa sering perlengkapan keselamatan diperiksa?

Sebaiknya setiap bulan, dan setiap awal semester dilakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk alat pemadam api.

ASIS: Alat Lab Tercatat, Peminjaman Jelas, Kejadian Tertangani

Di banyak sekolah, inventaris lab hanya ada di buku laboran, peminjaman alat dicatat seadanya, dan kejadian kecelakaan kecil tidak pernah terdokumentasi. Akibatnya, alat rusak tidak segera diganti dan pola kecelakaan tidak pernah dievaluasi.

ASIS menyediakan modul sarana prasarana dan peminjaman aset untuk mencatat inventaris alat lab dan riwayat peminjaman, modul laboratorium untuk mengatur pemakaian lab, serta modul UKS untuk mencatat penanganan murid yang cedera. Sebelum ke lab, murid bisa mencoba eksperimen secara virtual lewat 57 lab interaktif di Studio, sehingga mereka lebih siap dan memahami langkah praktikum sebelum memegang alat sungguhan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.