Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Kumpulan 20 kegiatan motorik halus anak usia 4–6 tahun dari bahan sederhana: meronce, menggunting, playdough, menjepit, plus tahapan usia dan cara mengamatinya.
Kegiatan motorik halus adalah permainan dan aktivitas yang melatih otot-otot kecil di jari dan tangan serta koordinasinya dengan mata, misalnya meronce, menggunting, meremas playdough, menjepit, dan mewarnai. Untuk anak usia 4–6 tahun, kegiatan ini penting sebagai persiapan memegang pensil, mengancingkan baju, memakai sendok, dan berbagai kemandirian lain. Kuncinya: bahan sederhana, kegiatan singkat tetapi sering, tingkat kesulitan bertahap, dan suasana bermain tanpa paksaan. Berikut 20 ide yang bisa dipakai guru PAUD dan orang tua, dikelompokkan menurut keterampilan yang dilatih.
Catatan penting: kemampuan menulis bukan syarat masuk SD. Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 Pasal 11 ayat (5) melarang tes calistung sebagai syarat masuk SD. Latihan motorik halus bertujuan mendukung perkembangan anak, bukan mengejar target membaca-menulis.
Anak dengan motorik halus yang berkembang baik biasanya lebih mudah:
Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Tabel berikut gambaran umum, bukan patokan kaku.
| Usia | Kemampuan yang umum terlihat |
|---|---|
| 4 tahun | Menggunting lurus, meniru lingkaran dan tanda tambah, meronce manik besar |
| 5 tahun | Menggunting mengikuti garis lengkung, meniru segitiga, mewarnai dalam batas garis |
| 6 tahun | Menulis beberapa huruf, mengikat simpul sederhana, melipat kertas lebih rapi |
Anak membuat bola, ular, dan bentuk buah. Playdough bisa dibuat dari tepung, garam, air, dan pewarna makanan.
Spons dicelup ke baskom air lalu diperas ke wadah lain. Sekaligus mengenalkan konsep penuh dan kosong.
Anak menjepitkan jepitan baju di pinggir kardus berbentuk matahari sebagai sinarnya.
Menyobek kertas koran menjadi potongan kecil lalu ditempel membentuk gambar mozaik.
Biji kacang hijau atau jagung dipindahkan dari satu mangkuk ke mangkuk lain dengan pinset plastik atau jepitan es.
Mulai dari sedotan yang dipotong atau manik besar dengan tali bertangkai kaku, lalu manik lebih kecil.
Menuang dari teko kecil ke gelas tanpa tumpah.
Gunakan tutup botol atau koin mainan ke kotak berlubang.
Kardus berlubang dan tali sepatu dipakai untuk "menjahit" mengikuti pola.
Menyusun menara setinggi mungkin atau meniru pola susunan dari kartu contoh.
Jari telunjuk menggambar garis, lingkaran, dan zig-zag di nampan berisi pasir.
Krayon pendek justru mendorong genggaman jari yang lebih tepat.
Mulai dari garis lurus, lengkung, lalu bentuk sederhana.
Melukis di kertas bekas atau di papan dengan air.
Mulai dari menggunting bebas, lalu garis lurus, garis lengkung, dan bentuk. Gunakan gunting khusus anak berujung tumpul.
Papan kancing dari kain bekas dengan kancing besar.
Berbagai wadah dengan tutup ulir, jepit, dan resleting.
Mengupas jeruk atau pisang untuk bekal bersama.
Melipat menjadi dua, empat, lalu origami sederhana seperti perahu.
Menempel stiker kecil mengikuti titik atau garis.
| Hari | Kegiatan | Tema |
|---|---|---|
| Senin | Playdough membentuk buah | Tanaman |
| Selasa | Meronce sedotan menjadi gelang | Diriku |
| Rabu | Menyobek dan menempel mozaik | Lingkunganku |
| Kamis | Menggunting garis lengkung | Binatang |
| Jumat | Mengupas jeruk untuk makan bersama | Makananku |
Setiap kegiatan 15–20 menit sudah cukup untuk anak usia 4–6 tahun.
Guru tidak perlu menilai dengan angka. Gunakan catatan anekdot dan foto hasil karya:
Contoh catatan: "Ananda Kayla (fiktif) sudah bisa menggunting garis lengkung dengan rapi. Masih menggenggam krayon dengan seluruh telapak tangan; akan diberi kegiatan menjepit dan krayon pendek."
Kegiatan motorik halus paling efektif bila berlanjut di rumah. Guru dapat mengirim ide sederhana setiap pekan, misalnya membantu ibu memetik daun bayam, menjemur pakaian dengan jepitan, menyusun sendok ke rak, atau membuka bungkus makanan sendiri. Kegiatan sehari-hari seperti ini melatih jari tanpa perlu membeli alat khusus. Minta orang tua mengirim cerita atau foto singkat, lalu jadikan bahan obrolan di kelas agar anak merasa bangga dengan kemampuannya.
Jika anak sangat kesulitan dalam banyak kegiatan dibanding teman seusianya dan tidak ada kemajuan setelah beberapa bulan, diskusikan dengan orang tua dan sarankan konsultasi ke tenaga kesehatan atau ahli tumbuh kembang. Hindari memberi label pada anak.
Sekitar 15–20 menit per kegiatan, beberapa kali seminggu. Hentikan bila anak tampak lelah atau bosan.
Tidak. Usia 4 tahun masih tahap membangun kekuatan dan koordinasi jari. Menulis berkembang bertahap.
Kertas bekas, sedotan, tutup botol, jepitan baju, biji-bijian, kardus, dan playdough buatan sendiri.
Ganti dengan kegiatan lain yang melatih otot serupa, seperti menjepit dan menyobek, lalu tawarkan kembali menggunting dengan tema yang ia sukai.
Menyentuh layar tidak menggantikan kegiatan memegang, menjepit, dan menggunting benda nyata. Batasi waktu layar untuk anak usia dini.
Guru PAUD mengamati banyak hal setiap hari, tetapi catatannya sering berakhir di buku tulis atau foto di ponsel pribadi. Saat menyusun laporan perkembangan, guru harus mengumpulkan ulang semuanya, dan orang tua jarang melihat perkembangan anak di sela-sela pembagian laporan.
ASIS menyediakan fitur PAUD untuk catatan tumbuh kembang anak, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan anekdot dan hasil pengamatan tersimpan di profil anak yang utuh, sehingga laporan perkembangan lebih mudah disusun. Kabar kegiatan kelas dapat dikirim kepada orang tua lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.
ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk PAUD dan TK, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.