WAWASAN ASIS

Keamanan Data ASIS: Cara Data Sekolah Dijaga

Keamanan data ASIS dijelaskan terbuka: data sekolah tidak dijual, tanpa iklan, akses sesuai peran, impor tanpa koneksi langsung, dan peran sekolah.

Tim Wawasan ASIS 01 Sep 2026 Digitalisasi Sekolah

Keamanan data ASIS bertumpu pada tiga janji yang bisa Bapak/Ibu pegang: data sekolah tidak dijual, tidak ada iklan di dalam aplikasi, dan setiap pengguna hanya melihat menu serta data yang ia perlukan sesuai perannya. Halaman ini menjelaskan secara terbuka bagaimana ASIS memperlakukan data sekolah, apa yang menjadi tanggung jawab ASIS, apa yang tetap menjadi tanggung jawab sekolah, dan pertanyaan apa saja yang wajar Bapak/Ibu ajukan sebelum mempercayakan data murid, guru, dan keuangan kepada platform mana pun.

Mengapa Kepala Sekolah perlu bertanya soal data

Aplikasi sekolah menyimpan data yang paling sensitif di sebuah lembaga: identitas murid, data wali, catatan BK, kesehatan, nilai, hingga keuangan. Bila data itu bocor atau dipakai untuk kepentingan lain, yang menanggung malu dan risikonya adalah sekolah, bukan penyedia aplikasi.

Pertanyaan "aplikasinya gratis, lalu dari mana penyedianya mendapat uang?" adalah pertanyaan yang sehat. Banyak layanan digital gratis hidup dari iklan atau dari pengolahan data penggunanya. Karena itu ASIS memilih menjawabnya secara terbuka, dan halaman tentang keamanan data ASIS ini adalah bagian dari jawaban itu.

Tiga janji dasar keamanan data ASIS

1. Data sekolah tidak dijual

Data murid, guru, wali murid, dan keuangan adalah milik sekolah. ASIS tidak menjual data tersebut kepada pihak mana pun. ASIS dibiayai dari paket berbayar per lembaga (ASIS Plus, Pro, Max, dan Ultra) yang dipilih sekolah secara sukarela, bukan dari data.

2. Tanpa iklan

Tidak ada iklan yang tampil kepada murid, orang tua, atau guru di dalam aplikasi ASIS. Ini penting karena iklan biasanya membawa pelacakan perilaku pengguna. Sekolah tidak perlu khawatir murid SD melihat iklan gim atau pinjaman daring di layar yang seharusnya untuk belajar. Pembahasan lebih luas ada di artikel "Aplikasi Sekolah Tanpa Iklan: Mengapa Penting dan Cara Cek".

3. Akses sesuai peran

ASIS memiliki 45 peran pengguna. Guru mapel tidak otomatis melihat catatan konseling, Bendahara tidak perlu membuka catatan kesehatan, dan wali murid hanya melihat data anaknya sendiri. Satu orang bisa memegang beberapa peran dalam satu akun, misalnya guru yang juga wali kelas dan pembina ekstrakurikuler, tanpa harus membuat akun terpisah.

Bagaimana data masuk ke ASIS

Banyak sekolah khawatir bila aplikasi "terhubung" dengan sistem pemerintah. Penjelasannya sederhana:

Hal Cara kerja di ASIS
Data dari Dapodik atau EMIS Sekolah mengimpor file ekspor yang sudah dimiliki
Koneksi langsung ke Dapodik/EMIS/SIPINTAR Tidak ada
Mengirim data balik ke sistem pemerintah Tidak ada
Data yang dimasukkan sesudahnya Dicatat oleh pengguna sesuai perannya

Artinya, ASIS tidak meminta kata sandi akun Dapodik atau EMIS sekolah. Operator tetap mengelola aplikasi pemerintah seperti biasa, lalu memakai file ekspornya sebagai data awal di ASIS. Rincian batasannya dibahas di artikel "Impor Data Dapodik ke Aplikasi Sekolah: Yang Bisa dan Tidak".

Cara masuk yang lebih aman

ASIS menyediakan beberapa cara masuk: kata sandi, kode OTP lewat WhatsApp atau SMS, dan masuk dengan akun Google. Login OTP mengurangi kebiasaan buruk yang sering terjadi di sekolah, yaitu satu kata sandi ditulis di kertas dan ditempel di meja TU.

Untuk wali murid, cara masuk dengan nomor HP atau surel yang didaftarkan sekolah memastikan orang tua hanya tersambung ke data anaknya.

Pembagian tanggung jawab: ASIS dan sekolah

Keamanan data ASIS tidak bisa berdiri sendiri tanpa kebiasaan baik di sekolah. Sebagian besar kebocoran di sekolah justru terjadi karena kebiasaan sehari-hari.

Tanggung jawab ASIS Tanggung jawab sekolah
Tidak menjual data dan tidak memasang iklan Menunjuk penanggung jawab data
Menyediakan pembagian akses per peran Memberi peran sesuai tugas, tidak semua jadi admin
Menyediakan cara masuk yang aman Tidak berbagi akun antarguru
Menjaga layanan tetap berjalan Mencabut akses pegawai yang keluar atau mutasi
Menyediakan panduan penggunaan Tidak mengunduh dan menyebar data ke grup pesan

Contoh di sebuah SMP swasta di Sleman: setelah memakai pembagian peran, Kepala Sekolah meninjau daftar pengguna setiap awal semester. Dua akun guru yang sudah pindah tugas langsung dinonaktifkan. Kebiasaan sederhana ini lebih ampuh dibanding fitur apa pun.

Data sensitif yang perlu perhatian khusus

Beberapa jenis data membutuhkan kehati-hatian ekstra:

  • Catatan BK dan konseling. Batasi hanya untuk guru BK dan pihak berwenang. Wali kelas cukup melihat tindak lanjut.
  • Data kesehatan dan UKS. Termasuk data yang sensitif; buka hanya untuk petugas UKS dan pihak yang berkepentingan.
  • Data murid berkebutuhan khusus. Catatan asesmen dan PPI tidak untuk dibagikan luas.
  • Data keuangan keluarga. Tunggakan dan keringanan biaya bukan konsumsi umum.
  • Foto dan video murid. Minta persetujuan orang tua sebelum dipublikasikan di situs sekolah.

Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU 27/2022) menempatkan sekolah sebagai pihak yang mengendalikan data murid. Langkah praktisnya dibahas di artikel "UU PDP Sekolah Data Murid: Kewajiban dan Langkah Patuh".

Daftar cek keamanan data untuk sekolah

Gunakan daftar ini saat rapat awal tahun bersama operator dan Wakasek:

  • Ada satu orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab data.
  • Setiap pengguna memakai akun sendiri, bukan akun bersama.
  • Peran diberikan sesuai tugas; jumlah admin sesedikit mungkin.
  • Akun pegawai yang keluar dinonaktifkan pada hari yang sama.
  • Data tidak diunduh lalu dibagikan lewat grup pesan.
  • Orang tua sudah tahu cara masuk dan tidak meminjamkan akun.
  • Ada izin tertulis untuk publikasi foto murid.
  • Panduan pergantian operator disiapkan, termasuk serah terima akun.

Saat operator berganti, ikuti langkah di artikel "Mengelola Akun dan Kata Sandi Sekolah saat Operator Ganti" agar akses tidak hilang atau justru tertinggal di tangan yang salah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ASIS benar-benar tidak menjual data sekolah?

Benar. Data sekolah tidak dijual dan tidak ada iklan. ASIS dibiayai dari paket berbayar per lembaga yang dipilih sekolah secara sukarela.

Apakah ASIS terhubung langsung ke Dapodik atau EMIS?

Tidak. Sekolah mengimpor file ekspor yang sudah dimiliki. ASIS tidak meminta akun Dapodik atau EMIS dan tidak mengirim data balik.

Siapa yang bisa melihat catatan BK murid?

Hanya peran yang diberi akses, umumnya guru BK dan pimpinan yang berwenang. Pembagian 45 peran membuat guru lain hanya melihat yang mereka perlukan.

Bagaimana jika guru pindah tugas?

Operator atau admin sekolah menonaktifkan akun atau mencabut perannya. Biasakan meninjau daftar pengguna setiap awal semester.

Apakah keamanan data ASIS bergantung pada sekolah juga?

Ya, sebagian. ASIS menyediakan pembagian peran dan cara masuk yang aman, tetapi sekolah tetap perlu menunjuk penanggung jawab data dan tidak berbagi akun.

Apakah orang tua bisa melihat data murid lain?

Tidak. Wali murid hanya tersambung ke data anak yang terdaftar dengan nomor HP atau surel mereka.

ASIS: Teknologi Gratis yang Tidak Dibayar dengan Data

Kekhawatiran terbesar sekolah terhadap aplikasi gratis biasanya bukan soal fitur, tetapi soal harga tersembunyi: iklan yang mengintai murid dan data yang berpindah tangan. Kekhawatiran itu wajar, karena data murid adalah amanah dari orang tua.

ASIS dibangun dengan tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Data sekolah tidak dijual, tanpa iklan, dan dibagi sesuai 45 peran pengguna sehingga setiap orang hanya melihat yang ia butuhkan. Data awal cukup diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, lalu dicatat sekali dan dipakai berkali-kali oleh presensi, rapor, BK, UKS, dan keuangan. Masuk bisa dengan OTP WhatsApp atau SMS, atau akun Google.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id atau hubungi tim bila sekolah membutuhkan penjelasan lebih rinci.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.