Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Keamanan data ASIS dijelaskan terbuka: data sekolah tidak dijual, tanpa iklan, akses sesuai peran, impor tanpa koneksi langsung, dan peran sekolah.
Keamanan data ASIS bertumpu pada tiga janji yang bisa Bapak/Ibu pegang: data sekolah tidak dijual, tidak ada iklan di dalam aplikasi, dan setiap pengguna hanya melihat menu serta data yang ia perlukan sesuai perannya. Halaman ini menjelaskan secara terbuka bagaimana ASIS memperlakukan data sekolah, apa yang menjadi tanggung jawab ASIS, apa yang tetap menjadi tanggung jawab sekolah, dan pertanyaan apa saja yang wajar Bapak/Ibu ajukan sebelum mempercayakan data murid, guru, dan keuangan kepada platform mana pun.
Aplikasi sekolah menyimpan data yang paling sensitif di sebuah lembaga: identitas murid, data wali, catatan BK, kesehatan, nilai, hingga keuangan. Bila data itu bocor atau dipakai untuk kepentingan lain, yang menanggung malu dan risikonya adalah sekolah, bukan penyedia aplikasi.
Pertanyaan "aplikasinya gratis, lalu dari mana penyedianya mendapat uang?" adalah pertanyaan yang sehat. Banyak layanan digital gratis hidup dari iklan atau dari pengolahan data penggunanya. Karena itu ASIS memilih menjawabnya secara terbuka, dan halaman tentang keamanan data ASIS ini adalah bagian dari jawaban itu.
Data murid, guru, wali murid, dan keuangan adalah milik sekolah. ASIS tidak menjual data tersebut kepada pihak mana pun. ASIS dibiayai dari paket berbayar per lembaga (ASIS Plus, Pro, Max, dan Ultra) yang dipilih sekolah secara sukarela, bukan dari data.
Tidak ada iklan yang tampil kepada murid, orang tua, atau guru di dalam aplikasi ASIS. Ini penting karena iklan biasanya membawa pelacakan perilaku pengguna. Sekolah tidak perlu khawatir murid SD melihat iklan gim atau pinjaman daring di layar yang seharusnya untuk belajar. Pembahasan lebih luas ada di artikel "Aplikasi Sekolah Tanpa Iklan: Mengapa Penting dan Cara Cek".
ASIS memiliki 45 peran pengguna. Guru mapel tidak otomatis melihat catatan konseling, Bendahara tidak perlu membuka catatan kesehatan, dan wali murid hanya melihat data anaknya sendiri. Satu orang bisa memegang beberapa peran dalam satu akun, misalnya guru yang juga wali kelas dan pembina ekstrakurikuler, tanpa harus membuat akun terpisah.
Banyak sekolah khawatir bila aplikasi "terhubung" dengan sistem pemerintah. Penjelasannya sederhana:
| Hal | Cara kerja di ASIS |
|---|---|
| Data dari Dapodik atau EMIS | Sekolah mengimpor file ekspor yang sudah dimiliki |
| Koneksi langsung ke Dapodik/EMIS/SIPINTAR | Tidak ada |
| Mengirim data balik ke sistem pemerintah | Tidak ada |
| Data yang dimasukkan sesudahnya | Dicatat oleh pengguna sesuai perannya |
Artinya, ASIS tidak meminta kata sandi akun Dapodik atau EMIS sekolah. Operator tetap mengelola aplikasi pemerintah seperti biasa, lalu memakai file ekspornya sebagai data awal di ASIS. Rincian batasannya dibahas di artikel "Impor Data Dapodik ke Aplikasi Sekolah: Yang Bisa dan Tidak".
ASIS menyediakan beberapa cara masuk: kata sandi, kode OTP lewat WhatsApp atau SMS, dan masuk dengan akun Google. Login OTP mengurangi kebiasaan buruk yang sering terjadi di sekolah, yaitu satu kata sandi ditulis di kertas dan ditempel di meja TU.
Untuk wali murid, cara masuk dengan nomor HP atau surel yang didaftarkan sekolah memastikan orang tua hanya tersambung ke data anaknya.
Keamanan data ASIS tidak bisa berdiri sendiri tanpa kebiasaan baik di sekolah. Sebagian besar kebocoran di sekolah justru terjadi karena kebiasaan sehari-hari.
| Tanggung jawab ASIS | Tanggung jawab sekolah |
|---|---|
| Tidak menjual data dan tidak memasang iklan | Menunjuk penanggung jawab data |
| Menyediakan pembagian akses per peran | Memberi peran sesuai tugas, tidak semua jadi admin |
| Menyediakan cara masuk yang aman | Tidak berbagi akun antarguru |
| Menjaga layanan tetap berjalan | Mencabut akses pegawai yang keluar atau mutasi |
| Menyediakan panduan penggunaan | Tidak mengunduh dan menyebar data ke grup pesan |
Contoh di sebuah SMP swasta di Sleman: setelah memakai pembagian peran, Kepala Sekolah meninjau daftar pengguna setiap awal semester. Dua akun guru yang sudah pindah tugas langsung dinonaktifkan. Kebiasaan sederhana ini lebih ampuh dibanding fitur apa pun.
Beberapa jenis data membutuhkan kehati-hatian ekstra:
Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU 27/2022) menempatkan sekolah sebagai pihak yang mengendalikan data murid. Langkah praktisnya dibahas di artikel "UU PDP Sekolah Data Murid: Kewajiban dan Langkah Patuh".
Gunakan daftar ini saat rapat awal tahun bersama operator dan Wakasek:
Saat operator berganti, ikuti langkah di artikel "Mengelola Akun dan Kata Sandi Sekolah saat Operator Ganti" agar akses tidak hilang atau justru tertinggal di tangan yang salah.
Benar. Data sekolah tidak dijual dan tidak ada iklan. ASIS dibiayai dari paket berbayar per lembaga yang dipilih sekolah secara sukarela.
Tidak. Sekolah mengimpor file ekspor yang sudah dimiliki. ASIS tidak meminta akun Dapodik atau EMIS dan tidak mengirim data balik.
Hanya peran yang diberi akses, umumnya guru BK dan pimpinan yang berwenang. Pembagian 45 peran membuat guru lain hanya melihat yang mereka perlukan.
Operator atau admin sekolah menonaktifkan akun atau mencabut perannya. Biasakan meninjau daftar pengguna setiap awal semester.
Ya, sebagian. ASIS menyediakan pembagian peran dan cara masuk yang aman, tetapi sekolah tetap perlu menunjuk penanggung jawab data dan tidak berbagi akun.
Tidak. Wali murid hanya tersambung ke data anak yang terdaftar dengan nomor HP atau surel mereka.
Kekhawatiran terbesar sekolah terhadap aplikasi gratis biasanya bukan soal fitur, tetapi soal harga tersembunyi: iklan yang mengintai murid dan data yang berpindah tangan. Kekhawatiran itu wajar, karena data murid adalah amanah dari orang tua.
ASIS dibangun dengan tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Data sekolah tidak dijual, tanpa iklan, dan dibagi sesuai 45 peran pengguna sehingga setiap orang hanya melihat yang ia butuhkan. Data awal cukup diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, lalu dicatat sekali dan dipakai berkali-kali oleh presensi, rapor, BK, UKS, dan keuangan. Masuk bisa dengan OTP WhatsApp atau SMS, atau akun Google.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id atau hubungi tim bila sekolah membutuhkan penjelasan lebih rinci.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.