Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Kartu peserta didik untuk presensi, perpustakaan, dan ujian: data yang perlu dan tidak perlu dicantumkan, aturan kartu hilang, serta tugas wali kelas.
Kartu peserta didik adalah kartu identitas yang dikeluarkan sekolah untuk setiap peserta didik aktif. Dulu fungsinya hanya tanda pengenal. Sekarang, terutama bila memuat kode QR, kartu ini menjadi kunci berbagai layanan: presensi pagi, peminjaman buku perpustakaan, masuk ruang ujian, hingga transaksi di kantin sekolah. Artikel ini membahas fungsi kartu peserta didik, data apa yang sebaiknya dicantumkan, aturan pemakaian, dan tugas wali kelas dalam mengelolanya.
Untuk urusan desain, ukuran, dan teknik mencetak, Bapak/Ibu bisa membaca "Kartu Siswa: Isi, Ukuran, Desain, dan Cara Mencetaknya" serta "Cetak Kartu Pelajar QR: Cara Memeriksa dan Mencetaknya". Artikel ini fokus pada fungsi dan aturan.
Di awal tahun, kartu dibagikan. Tiga bulan kemudian, sebagian peserta didik lupa membawa, sebagian kartunya patah, dan ada yang hilang tanpa lapor. Ketika presensi QR dijalankan, antrean memanjang karena operator harus mencari nama satu per satu. Di perpustakaan, petugas mencatat manual karena kartu tidak dibawa.
Masalah lain lebih serius: ada sekolah yang mencetak alamat rumah lengkap dan nomor HP orang tua di kartu. Ketika kartu jatuh di jalan, data pribadi anak ikut tersebar.
| Layanan | Cara kartu dipakai | Manfaat |
|---|---|---|
| Presensi harian | Kode QR dipindai di gerbang atau kelas | Kehadiran tercatat cepat, kabar ke orang tua lebih awal |
| Perpustakaan | Kartu menjadi kartu anggota | Peminjaman dan pengembalian tercatat |
| Ujian | Identitas saat masuk ruang ujian | Mencegah salah orang |
| Kantin atau koperasi | Identifikasi pembeli | Pencatatan transaksi lebih rapi |
| Kegiatan luar sekolah | Tanda pengenal saat lomba atau kunjungan | Memudahkan pendamping |
| Keadaan darurat | Petunjuk sekolah asal | Pihak lain bisa menghubungi sekolah |
Fungsi-fungsi ini hanya berjalan bila kartu dibawa setiap hari. Karena itu aturan pemakaian sama pentingnya dengan desain.
Prinsipnya: cantumkan data seperlunya untuk identifikasi, bukan semua data yang dimiliki sekolah.
Perlu dicantumkan:
Sebaiknya tidak dicantumkan:
UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data anak sebagai data pribadi spesifik. Data yang tidak tercetak di kartu tetap bisa diakses petugas berwenang melalui sistem sekolah ketika dibutuhkan.
Kode QR yang baik tidak menyimpan alamat atau nomor HP di dalamnya. Ia hanya berisi kode unik yang dibaca oleh sistem sekolah. Jika kartu jatuh dan dipindai orang lain, mereka tidak mendapatkan data pribadi apa pun.
Contoh aturan sederhana yang bisa ditetapkan sekolah:
Aturan ini sebaiknya disampaikan ke orang tua di awal tahun ajaran agar mereka ikut mengingatkan.
Wali kelas adalah orang yang paling dekat dengan masalah kartu sehari-hari.
| Tanggal | Nama | Kelas | Keterangan | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|
| 4 Agustus 2026 | Raka Pratama | VII-B | Hilang saat pulang sekolah | Diteruskan ke TU, kartu lama dinonaktifkan |
| 11 Agustus 2026 | Salsabila Nur | VII-B | Patah | Diganti, kartu lama ditarik |
Pembagian kartu yang tertib menghemat banyak waktu di bulan-bulan berikutnya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan wali kelas bersama operator:
Untuk kelas rendah di SD, kartu bisa disimpan di loker atau map kelas dan dibagikan saat presensi, sehingga risiko hilang di jalan berkurang.
Secara fungsi umumnya sama, yaitu identitas yang diterbitkan sekolah. Penamaannya berbeda-beda di tiap sekolah.
Sebaiknya tidak. Cantumkan nomor telepon sekolah. Data orang tua cukup tersimpan di sistem sekolah.
Sediakan cara pencatatan alternatif oleh wali kelas atau petugas, lalu ingatkan peserta didik. Jangan sampai ia tercatat tidak hadir hanya karena lupa kartu.
Banyak sekolah menetapkan sampai peserta didik lulus dari jenjang tersebut. Bila foto cepat berubah, misalnya di SD, sebagian sekolah memperbaruinya di tengah jenjang.
Bisa melengkapi, tetapi tidak semua peserta didik membawa ponsel ke sekolah. Kartu fisik tetap dibutuhkan untuk presensi dan perpustakaan.
Akar masalah kartu peserta didik yang tidak berguna adalah kartu yang berdiri sendiri: dicetak sekali, tetapi tidak terhubung ke presensi, perpustakaan, atau data mutasi.
Di ASIS, kartu pelajar ber-QR terhubung ke profil murid. Kode yang sama dipakai untuk presensi pindai QR, peminjaman di modul perpustakaan, dan layanan lain sesuai modul yang diaktifkan. Sekolah juga bisa memakai presensi pengenalan wajah sebagai alternatif. Orang tua menerima kabar kehadiran lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.