Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Kartu pelajar dari sisi sekolah: fungsi, data yang wajib dan tidak perlu dicantumkan, SOP penerbitan, penggantian kartu hilang, dan masa berlakunya.
Kartu pelajar adalah tanda pengenal resmi yang diterbitkan sekolah untuk menunjukkan bahwa seseorang terdaftar sebagai pelajar aktif. Bagi pelajar, kartu ini dipakai untuk masuk sekolah, meminjam buku, mengikuti ujian, hingga mendapat potongan harga di tempat tertentu. Bagi sekolah, penerbitannya adalah bagian dari administrasi kesiswaan yang perlu aturan jelas: data apa yang dicantumkan, siapa yang mencetak, bagaimana bila hilang, dan kapan kartu ditarik. Artikel ini membahas semuanya dari sisi guru, wali kelas, dan TU.
Jika Bapak/Ibu mencari langkah teknis mencetak, baca "Cetak Kartu Pelajar QR: Cara Memeriksa dan Mencetaknya". Untuk ukuran dan desain, ada "Kartu Siswa: Isi, Ukuran, Desain, dan Cara Mencetaknya". Di sini fokusnya pada fungsi dan tata kelola.
| Fungsi | Contoh pemakaian |
|---|---|
| Identitas | Menunjukkan status pelajar aktif kepada petugas atau pihak luar |
| Presensi | Dipindai saat datang dan pulang bila memakai kode QR |
| Perpustakaan | Sebagai kartu anggota untuk meminjam buku |
| Ujian | Pelengkap kartu peserta saat ujian sekolah |
| Keamanan | Membantu satpam mengenali warga sekolah |
| Layanan luar | Potongan tiket transportasi, museum, atau acara tertentu, sesuai kebijakan pihak penyedia |
Fungsi presensi dan perpustakaan membuat kartu menjadi benda yang dipakai setiap hari, bukan sekadar disimpan di dompet.
Kartu dibawa ke mana-mana dan mudah hilang. Karena itu, cantumkan data secukupnya.
| Sebaiknya ada | Pertimbangkan dengan hati-hati | Sebaiknya tidak dicantumkan |
|---|---|---|
| Nama lengkap | Tanggal lahir | NIK |
| Foto terbaru | Alamat lengkap | Nomor KK |
| NIS atau NISN | Golongan darah | Nomor HP orang tua |
| Nama dan logo sekolah | Nama kelas (cepat berubah) | Data kesehatan |
| Masa berlaku | ||
| Kode QR (bila dipakai) | ||
| Kontak sekolah |
Data pelajar usia anak termasuk data pribadi spesifik menurut UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Kartu yang jatuh di jalan tidak boleh membuka terlalu banyak informasi. Kode QR sebaiknya hanya berisi kode identitas di sistem sekolah, bukan data pribadi lengkap.
Contoh SOP sederhana untuk murid baru setiap awal tahun ajaran:
Pemeriksaan ejaan di langkah ketiga sangat penting. Kesalahan satu huruf di nama sering baru disadari setelah ratusan kartu tercetak.
Buat aturan tertulis agar tidak terjadi perlakuan berbeda antarpelajar.
Sambil menunggu kartu baru, pelajar bisa memakai kartu digital atau surat keterangan sementara dari TU.
| Aspek | Kartu fisik | Kartu digital di HP |
|---|---|---|
| Biaya cetak | Ada | Tidak ada |
| Risiko hilang | Tinggi | Rendah, selama HP aman |
| Pemakaian di SD | Lebih cocok, karena murid SD umumnya tidak membawa HP | Kurang cocok |
| Pemakaian di SMA/SMK | Tetap berguna | Praktis bila sekolah mengizinkan HP |
| Diakui pihak luar | Lebih mudah diterima | Bergantung pihak penyedia layanan |
Banyak sekolah memakai keduanya: kartu fisik sebagai identitas utama, dan versi digital sebagai cadangan.
Wali kelas adalah penghubung paling dekat dengan pelajar. Selain memeriksa ejaan dan membagikan kartu, wali kelas sebaiknya mengingatkan pelajar untuk membawa kartu setiap hari, mencatat laporan kartu hilang, dan memberi tahu TU bila ada pelajar pindah atau berhenti. Di awal semester, cukup lima menit di jam perwalian untuk mengecek apakah semua pelajar masih memegang kartunya. Kebiasaan kecil ini mencegah antrean panjang pencetakan ulang menjelang ujian.
Penerbitannya umumnya merupakan kebijakan sekolah atau daerah. Hampir semua sekolah menerbitkannya karena fungsinya penting untuk identitas, keamanan, dan layanan.
Umumnya hingga pelajar lulus dari jenjang tersebut. Cantumkan tanggal akhir agar jelas.
Segera nonaktifkan kode QR kartu tersebut, catat kejadiannya, dan terbitkan kartu baru bagi pemilik sah.
Ikuti ketentuan pungutan yang berlaku di daerah dan jenjang sekolah. Bila ada biaya, tetapkan secara tertulis, wajar, dan catat sebagai penerimaan resmi.
Bergantung pada kebijakan penyedia layanan. Sebaiknya tetap sediakan kartu fisik untuk keperluan tersebut.
Akar masalah kartu identitas sekolah adalah data yang diketik ulang untuk percetakan, lalu tidak terhubung ke presensi maupun perpustakaan. Saat kartu hilang, tidak ada cara cepat untuk menonaktifkannya.
Di ASIS, kartu pelajar QR dicetak dari data murid yang sudah ada, sehingga ejaan dan NIS sama dengan data di rapor. Kode QR yang sama dipakai untuk presensi murid lewat pindai QR, dan kartu anggota perpustakaan bisa dicetak dari modul perpustakaan. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.