Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Apa itu IPAS SD di Kurikulum Merdeka, mengapa IPA dan IPS digabung, mulai kelas berapa, dan cara mengajarkannya dengan contoh unit dan asesmen.
IPAS SD adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dalam Kurikulum Merdeka yang memadukan IPA dan IPS menjadi satu mapel. Alasannya sederhana: anak usia SD memandang dunia secara utuh, belum terkotak-kotak menjadi "alam" dan "sosial". IPAS diajarkan secara mandiri mulai kelas III (Fase B) hingga kelas VI (Fase C). Cara mengajarkannya yang paling efektif adalah berangkat dari satu fenomena nyata, lalu menyelidikinya dari sisi alam dan sisi manusia.
Artikel ini menjelaskan alasan penggabungan, cakupan per fase, keterampilan proses yang dilatih, contoh unit pembelajaran terpadu, asesmen, dan kesalahan yang sering terjadi.
Bayangkan topik sampah plastik di sungai dekat sekolah. Dari sisi IPA, murid belajar tentang sifat benda, pencemaran, dan dampaknya bagi makhluk hidup. Dari sisi IPS, murid belajar tentang kebiasaan warga, peran pemerintah desa, dan kegiatan ekonomi di sekitar sungai. Keduanya tidak bisa dipisahkan jika ingin memahami masalahnya secara utuh.
Penggabungan ini bertujuan:
| Fase | Kelas | Fokus umum |
|---|---|---|
| A | I–II | IPAS belum diajarkan sebagai mapel tersendiri; pengenalan lingkungan dapat diintegrasikan dalam mapel lain |
| B | III–IV | Mengenal diri, lingkungan sekitar, makhluk hidup, wujud benda, energi sederhana, keragaman budaya dan lingkungan sosial terdekat |
| C | V–VI | Sistem dalam tubuh dan alam, perubahan lingkungan, kegiatan ekonomi, sejarah dan keragaman Indonesia |
Rincian capaian pembelajaran mengikuti keputusan BSKAP yang berlaku. Selalu rujuk dokumen capaian pembelajaran terbaru sebelum menyusun alur tujuan pembelajaran.
IPAS bukan sekadar menghafal fakta. Murid dilatih menjalani siklus penyelidikan:
Sumur di beberapa rumah warga mulai kering saat kemarau, sementara saat hujan jalan desa tergenang.
| Minggu | Sisi IPA | Sisi IPS | Kegiatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Siklus air sederhana | Sumber air warga sekitar | Mengamati, menggambar siklus air, peta sumber air di lingkungan |
| 2 | Penyerapan air oleh tanah | Kebiasaan warga memakai air | Percobaan resapan tanah berpasir, tanah liat, dan tanah berumput; wawancara keluarga |
| 3 | Air bersih dan kesehatan | Peran pengurus RT dan warga dalam mengelola air | Uji kejernihan air sederhana, mendengarkan cerita narasumber |
| 4 | Menghemat air | Gotong royong warga | Membuat poster atau usulan lubang resapan untuk sekolah |
Kelompok mempresentasikan temuan dan satu usulan aksi, misalnya jadwal piket mematikan keran atau usulan sumur resapan kepada Kepala Sekolah.
| Kriteria | Perlu bimbingan | Cukup | Baik | Sangat baik |
|---|---|---|---|---|
| Mengamati | Pengamatan belum sesuai fokus | Mencatat sebagian hasil | Mencatat hasil dengan lengkap | Mencatat lengkap dan menemukan pola |
| Menjelaskan hubungan alam dan sosial | Belum mengaitkan | Mengaitkan dengan bantuan | Mengaitkan secara mandiri | Mengaitkan dan memberi contoh baru |
| Mengomunikasikan | Belum runtut | Cukup runtut | Runtut dan jelas | Runtut, jelas, dan menarik |
Sebelum mengajar, guru perlu menurunkan capaian pembelajaran IPAS SD menjadi tujuan pembelajaran yang lebih kecil, lalu menyusunnya menjadi alur. Langkah praktisnya:
Alur ini tidak perlu sempurna di awal. Revisi setiap akhir semester berdasarkan pengalaman mengajar dan hasil asesmen murid.
IPAS diajarkan sebagai mapel tersendiri mulai kelas III (Fase B) sampai kelas VI (Fase C).
Di SD, ya. IPA dan IPS digabung menjadi IPAS. Di SMP, keduanya kembali menjadi mapel terpisah.
Ya, dalam tingkat dasar. Guru dapat bekerja sama dalam kelompok kerja guru dan memanfaatkan buku pelajaran resmi sebagai rujukan.
Tidak masalah. Banyak penyelidikan IPAS cukup dilakukan di halaman sekolah dengan alat sederhana.
Gunakan rubrik yang menilai kemampuan murid mengaitkan fenomena dengan kehidupan masyarakat, bukan hanya hafalan nama tempat atau tokoh.
Mengajar IPAS secara terpadu butuh persiapan: mencari bahan, merancang percobaan, membuat rubrik, lalu memasukkan nilai ke rapor. Masalahnya, bahan tersebar di banyak tempat dan nilai sering diketik ulang dari lembar pengamatan ke rapor. Waktu guru habis untuk administrasi, bukan merancang pembelajaran yang menarik.
ASIS memegang prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali". Guru bisa membuka buku pelajaran IPAS dari pemerintah (BSE/SIBI) di Pustaka dan memakai aktivitas serta lab interaktif di Studio untuk memperkuat konsep seperti siklus air atau perubahan wujud benda. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka disusun di ASIS, bank soal membantu menyimpan soal berbasis stimulus dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan nilai langsung mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai siapkan pembelajaran IPAS di asis.id.
Sumber: Quipper, Mengapa IPAS mulai diajarkan di kelas III; Tirto, Struktur Kurikulum Merdeka SD/MI
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.