WAWASAN ASIS

Intrakurikuler Kokurikuler Ekstrakurikuler: Beda dan Contoh

Perbedaan intrakurikuler kokurikuler ekstrakurikuler setelah P5 menjadi kokurikuler: tabel pembeda, contoh kegiatan per jenjang, dan cara mencatatnya.

Tim Wawasan ASIS 05 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Intrakurikuler kokurikuler ekstrakurikuler adalah tiga jenis kegiatan pembelajaran di sekolah. Intrakurikuler adalah pembelajaran mata pelajaran sesuai struktur kurikulum dan jadwal. Kokurikuler adalah kegiatan yang memperkuat capaian intrakurikuler dan profil lulusan, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin. Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan minat dan bakat di luar jam pelajaran yang diikuti murid sesuai pilihan. Artikel ini menjelaskan perbedaannya dalam tabel, contoh kegiatan per jenjang, cara memasukkannya ke KOSP, dan cara mencatatnya.

Konteks terbaru: P5 kini menjadi kokurikuler

Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tidak lagi berdiri sebagai projek tersendiri. Posisinya digantikan kegiatan kokurikuler yang bisa berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dipilih sekolah. Arah capaiannya kini adalah 8 dimensi profil lulusan.

Artinya, banyak sekolah perlu menata ulang istilah dan dokumen. Jadwal "minggu P5" dan rapor projek lama perlu disesuaikan. Untuk ragam bentuknya, lihat juga artikel "Bentuk Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Dipilih Sekolah".

Tabel perbedaan ketiganya

Aspek Intrakurikuler Kokurikuler Ekstrakurikuler
Tujuan utama Mencapai CP mata pelajaran Memperkuat capaian intrakurikuler dan profil lulusan Mengembangkan minat, bakat, dan karakter
Sifat bagi murid Wajib Wajib, dirancang sekolah Pilihan sesuai minat
Waktu Jam pelajaran terjadwal Terintegrasi atau blok waktu tertentu Di luar jam pelajaran
Penanggung jawab Guru mapel Tim guru lintas mapel Pembina ekstrakurikuler
Penilaian Formatif dan sumatif, masuk rapor Deskriptif, sesuai panduan terbaru Deskripsi keikutsertaan atau capaian
Contoh Matematika, IPA, Bahasa Indonesia Proyek bank sampah lintas mapel Pramuka, futsal, paduan suara

Ketiganya bukan sekat kaku. Kegiatan kokurikuler yang baik justru menghubungkan materi intrakurikuler, dan ekstrakurikuler bisa menjadi tempat murid melanjutkan minat yang tumbuh dari proyek.

Cara cepat membedakan di lapangan

Saat ragu mengelompokkan suatu kegiatan, ajukan tiga pertanyaan berikut.

  1. Apakah kegiatan ini mengajarkan CP satu mata pelajaran di jam terjadwal? Jika ya, itu intrakurikuler.
  2. Apakah kegiatan ini melibatkan beberapa mapel atau kebiasaan untuk menguatkan profil lulusan, dan wajib diikuti semua murid di kelas tersebut? Jika ya, itu kokurikuler.
  3. Apakah murid memilih sendiri kegiatan ini sesuai minat, di luar jam pelajaran? Jika ya, itu ekstrakurikuler.

Contoh: lomba kebersihan kelas yang dirancang dengan pengamatan IPA dan laporan Bahasa Indonesia termasuk kokurikuler. Klub pencinta alam yang diikuti sukarela termasuk ekstrakurikuler. Tiga pertanyaan ini membantu tim kurikulum menyusun pembagian intrakurikuler kokurikuler ekstrakurikuler secara konsisten di dokumen sekolah.

Contoh kegiatan per jenjang

SD

  • Intrakurikuler: IPAS kelas IV tentang wujud zat dan perubahannya.
  • Kokurikuler: "Dapur Sehat Kelas IV", menggabungkan IPAS (perubahan wujud), Matematika (takaran), dan Bahasa Indonesia (menulis resep), dengan kebiasaan makan sehat.
  • Ekstrakurikuler: pramuka siaga, tari daerah, membaca Al-Qur'an.

SMP

  • Intrakurikuler: IPS kelas VIII tentang kegiatan ekonomi.
  • Kokurikuler: "Pasar Karya Sekolah", murid merancang produk dari bahan daur ulang, menghitung biaya (Matematika), membuat poster (Seni), dan menjual di bazar.
  • Ekstrakurikuler: jurnalistik, robotik, bola voli.

SMA dan SMK

  • Intrakurikuler: Biologi kelas XI tentang ekosistem, atau mata pelajaran kejuruan di SMK.
  • Kokurikuler: "Kajian Sungai Kampung Kita", menggabungkan Biologi, Geografi, Sosiologi, dan Bahasa Indonesia untuk menghasilkan rekomendasi kepada kelurahan.
  • Ekstrakurikuler: debat bahasa Inggris, karya ilmiah remaja, paskibra.

Semua contoh di atas bersifat ilustrasi. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan konteks sekolah.

Cara memasukkan ketiganya ke KOSP

  1. Intrakurikuler: tuliskan struktur kurikulum, alokasi jam pelajaran, dan pengaturan mata pelajaran pilihan bila ada.
  2. Kokurikuler: jelaskan bentuk yang dipilih, tema per semester atau per tahun, dimensi profil lulusan yang disasar, alokasi waktu, dan tim guru yang terlibat. Ikuti ketentuan alokasi waktu terbaru.
  3. Ekstrakurikuler: daftar kegiatan yang disediakan, pembina, jadwal, dan cara murid memilih.
  4. Keterkaitan: tambahkan satu paragraf yang menjelaskan bagaimana ketiganya saling mendukung visi sekolah.

Contoh ringkas rencana kokurikuler satu semester

Komponen Isi
Tema Sampah dan Kebiasaan Kita
Kelas VII
Mapel terlibat IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni
Dimensi profil lulusan Kewargaan, kolaborasi, kreativitas
Waktu Blok dua minggu di pertengahan semester
Produk Data sampah kelas, poster kampanye, sistem pilah sampah
Asesmen Rubrik proses dan produk, refleksi murid

Nama dimensi yang dipakai harus mengikuti rumusan resmi 8 dimensi profil lulusan; rujuk dokumen terbaru.

Cara mencatat dan menilai

  • Intrakurikuler: nilai formatif dan sumatif per tujuan pembelajaran, diolah menjadi nilai rapor.
  • Kokurikuler: gunakan rubrik sederhana dengan tiga atau empat level capaian, lalu tulis deskripsi singkat per murid sesuai panduan penilaian yang berlaku.
  • Ekstrakurikuler: catat kehadiran, keaktifan, dan capaian, misalnya lulus tingkat kecakapan atau prestasi lomba.

Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat rapor kokurikuler dengan angka seperti nilai mapel. Bentuk laporannya perlu mengikuti panduan terbaru, umumnya deskriptif.

Kesalahan umum di sekolah

  • Kokurikuler dijalankan sebagai acara seremonial tanpa kaitan dengan materi intrakurikuler.
  • Ekstrakurikuler diwajibkan semua tanpa memberi pilihan sesuai minat.
  • Satu guru menanggung seluruh proyek kokurikuler sendirian.
  • Dokumentasi hanya foto, tanpa catatan proses dan refleksi murid.
  • Istilah P5 masih dipakai di dokumen baru tanpa penyesuaian.

Checklist penataan intrakurikuler kokurikuler ekstrakurikuler

  • Struktur intrakurikuler dan alokasi jam pelajaran tertulis di KOSP.
  • Bentuk dan tema kokurikuler ditetapkan bersama tim guru.
  • Dimensi profil lulusan yang disasar disebutkan.
  • Daftar ekstrakurikuler dan pembinanya diumumkan di awal tahun.
  • Rubrik kokurikuler disiapkan sebelum kegiatan dimulai.
  • Presensi ekstrakurikuler tercatat.
  • Rapor memuat ketiganya sesuai ketentuan terbaru.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah P5 masih ada?

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan kegiatan kokurikuler. Pengalaman projek sebelumnya tetap bisa dimanfaatkan sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin.

Apakah ekstrakurikuler wajib diikuti murid?

Sekolah wajib menyediakan kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan keikutsertaan murid mengikuti ketentuan terbaru dan kebijakan sekolah. Rujuk regulasi yang berlaku.

Apakah kokurikuler harus dalam bentuk proyek?

Tidak selalu. Kokurikuler bisa berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dirancang sekolah.

Siapa yang menilai kokurikuler?

Tim guru yang terlibat, biasanya dikoordinasi oleh koordinator kokurikuler atau wali kelas, dengan rubrik yang disepakati bersama.

Bagaimana menghubungkan ekstrakurikuler dengan kokurikuler?

Misalnya, temuan proyek lingkungan dilanjutkan oleh ekstrakurikuler pencinta alam, atau produk proyek wirausaha dikembangkan di ekstrakurikuler kewirausahaan.

ASIS: Tiga Jalur Kegiatan dalam Satu Catatan Murid

Masalah yang sering muncul adalah catatan yang terpisah: nilai intrakurikuler di aplikasi rapor, dokumentasi kokurikuler di folder foto, dan presensi ekstrakurikuler di buku pembina. Saat rapor disusun, wali kelas harus mengumpulkan semuanya secara manual.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, e-Rapor, panduan menyiapkan dan menilai projek kokurikuler, serta modul ekstrakurikuler dan organisasi murid dengan presensi kegiatan. Semua catatan bermuara di profil murid yang utuh dan catatan perkembangan, sehingga gambaran tentang seorang murid tidak terpotong-potong.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.