WAWASAN ASIS

Instrumen Akreditasi IASP: Dari IASP2020 ke IA2024

Instrumen akreditasi IASP dijelaskan: beda IASP2020 dan IA2024, empat komponen, sumber data asesor, dampak peralihan ke BSANP, dan cara bersiap.

Tim Wawasan ASIS 25 Jul 2026 Kepemimpinan & Mutu

Instrumen akreditasi IASP adalah alat ukur yang dipakai asesor untuk menilai mutu sekolah dan madrasah. Istilah IASP paling dikenal dari IASP2020. Untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, instrumen yang berlaku terakhir adalah Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024), ditetapkan melalui Kepmendikbudristek Nomor 246/O/2024. IA2024 menilai empat komponen: kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, dan hasil belajar. Sejak Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026, lembaga pelaksananya beralih dari BAN-PDM ke BSANP, jadi sekolah perlu memantau ketentuan teknis terbaru.

Artikel ini membantu Kepala Sekolah memahami logika instrumen, bukan menghafal butir. Logika inilah yang tidak berubah meski nama lembaga dan versi instrumen berganti.

Mengapa orang masih menyebut "IASP"

IASP adalah singkatan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan. Versi IASP2020 dipakai beberapa tahun dan sangat melekat di ingatan guru serta pengawas. Karena itu, kata "IASP" sering dipakai untuk menyebut instrumen akreditasi secara umum, termasuk versi sesudahnya.

Masalahnya, banyak materi pelatihan, contoh dokumen, dan grup diskusi masih memakai butir IASP2020. Sekolah yang bersiap dengan bahan lama berisiko menyiapkan bukti yang tidak lagi ditanyakan. Maka langkah pertama selalu sama: pastikan versi instrumen yang akan dipakai untuk sekolah Bapak/Ibu.

Perbedaan pendekatan IASP2020 dan IA2024

Kedua instrumen sama-sama ingin melihat mutu, tetapi titik beratnya bergeser.

Aspek Pendekatan lama Pendekatan IA2024
Fokus Pemenuhan standar dan kelengkapan bukti Kinerja nyata dan praktik sehari-hari
Bukti utama Dokumen Observasi, wawancara, dokumen, lalu triangulasi
Peran sekolah Menyiapkan berkas Menjelaskan strategi lewat Deskripsi Kinerja Asesi (DKA)
Data hasil belajar Beragam Antara lain merujuk data asesmen nasional

Pergeseran ini penting dipahami. Dokumen tetap perlu, tetapi dokumen yang tidak didukung praktik di kelas akan mudah terlihat saat asesor mengamati dan mewawancarai warga sekolah.

Empat komponen dalam IA2024

1. Kinerja pendidik dalam mengelola pembelajaran

Menurut panduan penjelasan IA2024, komponen ini dirinci menjadi empat butir dengan total 16 indikator:

Butir Fokus Jumlah indikator
1 Dukungan sosial-emosional murid 4
2 Pengelolaan kelas yang aman dan nyaman 3
3 Pembelajaran yang efektif dan bermakna 5
4 Pembelajaran yang membangun iman, nalar, dan karakter 4

Komponen ini dinilai terutama dari apa yang terjadi di kelas. Asesor dapat mengamati pembelajaran dan bertanya langsung kepada murid.

2. Kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan

Komponen ini melihat bagaimana Kepala Sekolah memimpin perencanaan, pengembangan guru, dan pemanfaatan data untuk perbaikan. Rincian butir dan indikatornya ada di panduan resmi, jadi baca langsung dokumen tersebut.

3. Iklim lingkungan belajar

Rasa aman, inklusif, dan bebas kekerasan menjadi perhatian. Bukti yang kuat biasanya berupa kebiasaan nyata: cara sekolah menangani laporan, layanan bagi murid berkebutuhan khusus, dan suasana interaksi sehari-hari.

4. Hasil belajar

Panduan menyebut data asesmen nasional sebagai salah satu rujukan. Artinya, sekolah perlu memahami Rapor Pendidikan dan dapat menjelaskan langkah perbaikan yang sudah dijalankan.

Dari mana asesor mengambil data

Panduan IA2024 menjelaskan tiga sumber utama yang kemudian ditriangulasi.

  • DKA. Sekolah menguraikan cara berkinerja untuk setiap butir pada tahap pra-visitasi melalui Sispena. Tulis praktik nyata dengan contoh, bukan kalimat ideal.
  • Visitasi. Agenda dirancang dua hari. Asesor melakukan observasi, wawancara dengan guru, murid, orang tua, dan pimpinan, serta menelaah dokumen.
  • Data pendukung. Termasuk gambaran hasil belajar dari asesmen nasional.

Triangulasi berarti satu klaim dicek dari beberapa arah. Bila DKA menyebut "guru rutin memberi umpan balik", asesor bisa mencocokkannya dengan pengamatan kelas dan jawaban murid.

Apa yang berubah setelah BSANP

Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 mengubah BAN-PDM menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP). Hasil akreditasi dinyatakan dengan peringkat A, B, dan C, selain status tidak terakreditasi, dan berlaku lima tahun. Instrumen dan kriteria akreditasi disusun BSANP melalui komitenya, lalu ditetapkan oleh Menteri atau pejabat yang menerima delegasi.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi yang kami verifikasi tentang penggantian IA2024 dengan instrumen baru. Karena itu, sikap paling aman adalah:

  1. Gunakan IA2024 sebagai acuan persiapan sampai ada ketentuan teknis baru.
  2. Pantau kanal resmi BSANP dan dinas pendidikan atau Kemenag setempat.
  3. Jangan memakai rentang nilai lama sebagai patokan peringkat, karena aturan peringkat sudah berubah.

Bagi madrasah, koordinasi dengan kantor Kemenag kabupaten/kota tetap penting, karena jadwal dan pendampingan biasanya disampaikan lewat jalur tersebut. Pembahasan peringkat lebih rinci ada di artikel peringkat akreditasi sekolah.

Cara membaca instrumen akreditasi IASP secara praktis

Bapak/Ibu tidak perlu menunggu jadwal visitasi untuk memakai instrumen. Jadikan instrumen akreditasi IASP sebagai cermin evaluasi diri tahunan.

  1. Bentuk tim kecil. Kepala Sekolah, wakil kurikulum, satu guru senior, dan operator.
  2. Bagi per komponen. Setiap anggota memegang satu komponen dan membaca butirnya.
  3. Nilai jujur kondisi saat ini. Tulis bukti yang benar-benar ada, bukan yang direncanakan.
  4. Pilih dua prioritas. Fokus pada perbaikan yang berdampak pada kelas, bukan pada kerapian berkas.
  5. Kumpulkan bukti sambil berjalan. Simpan dokumentasi setiap bulan agar tidak ada lembur menjelang visitasi.

Contoh evaluasi diri singkat

Komponen Kondisi Prioritas
Kinerja pendidik Umpan balik ke murid belum konsisten Supervisi teman sejawat sebulan sekali
Kepemimpinan Rapor Pendidikan belum dibahas bersama guru Rapat refleksi data tiap semester
Iklim belajar Alur pelaporan perundungan belum dikenal murid Sosialisasi di kelas dan papan informasi
Hasil belajar Numerasi kelas atas rendah Program penguatan numerasi lintas mapel

Kesalahan umum saat bersiap

Menyalin DKA sekolah lain. Asesor membandingkan DKA dengan kenyataan. Kalimat yang tidak sesuai praktik justru merugikan.

Fokus pada dokumen, lupa kelas. Komponen kinerja pendidik dinilai dari pembelajaran nyata.

Murid dan orang tua tidak tahu apa-apa. Wawancara bisa menyasar mereka. Bukan berarti harus dilatih menjawab, tetapi program sekolah perlu benar-benar mereka rasakan.

Bukti tersebar di laptop pribadi. Simpan di satu lokasi resmi. Panduan menata arsip ada di artikel dokumen akreditasi digital.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah IASP2020 masih dipakai?

Untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, acuan terakhir yang kami verifikasi adalah IA2024. Pastikan versi yang berlaku untuk jenjang sekolah Bapak/Ibu melalui kanal resmi.

Apakah instrumen akreditasi IASP berubah setelah BSANP?

Lembaganya berubah, dan instrumen ke depan ditetapkan melalui BSANP. Selama belum ada ketentuan teknis baru, IA2024 tetap menjadi acuan persiapan yang wajar.

Apa itu DKA?

Deskripsi Kinerja Asesi, yaitu uraian sekolah tentang cara berkinerja pada setiap butir instrumen, diisi sebelum visitasi.

Berapa lama visitasi berlangsung?

Panduan IA2024 menyebut agenda visitasi dirancang untuk dua hari.

Apakah sekolah kecil dirugikan?

Instrumen menilai kinerja dan praktik, bukan kemewahan fasilitas. Sekolah kecil yang praktiknya konsisten tetap bisa menunjukkan mutu yang baik.

ASIS: Bukti Akreditasi Lahir dari Kegiatan Sehari-hari

Kesulitan akreditasi jarang karena sekolah tidak bekerja. Biasanya karena jejak kerja tercecer: presensi di buku, nilai di laptop guru, catatan BK di map, dan dokumentasi kegiatan di galeri ponsel. Menjelang visitasi, semua dikumpulkan ulang dalam waktu sempit.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Presensi, e-Rapor Kurikulum Merdeka, layanan BK, inklusi, catatan perkembangan di profil murid, hingga surat dan SK tercatat di satu sistem sepanjang tahun. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah menetapkan target per peran dan memantau kemajuannya, sehingga cerita perbaikan mutu punya data pendukung. Guru juga bisa belajar mandiri lewat Akademi ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen; Komunitas Belajar: Permendikdasmen 14/2026

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.