WAWASAN ASIS

Impor Data Siswa dari Excel, Dapodik, dan EMIS ke ASIS

Cara impor data siswa dari Excel, file ekspor Dapodik, atau EMIS ke ASIS: siapkan berkas, cek kolom wajib, tangani baris gagal, dan periksa hasilnya.

Tim Wawasan ASIS 15 Sep 2026 Panduan

Impor data siswa dari Excel adalah pekerjaan pertama hampir setiap operator saat sekolah mulai memakai aplikasi baru. Tujuannya sederhana: ratusan nama murid, rombel, dan data wali masuk sekaligus tanpa diketik satu per satu. Namun di lapangan, impor sering gagal karena hal kecil, seperti format tanggal yang berbeda, NISN berubah menjadi angka ilmiah, atau nama rombel yang ditulis tidak seragam. Artikel ini membahas persiapan berkas, alur umum impor di ASIS dari file Excel, file ekspor Dapodik, maupun EMIS, cara menangani baris yang gagal, serta tips bagi sekolah yang masih mengelola data secara manual.

Masalah klasik saat memindahkan data murid

Operator di sebuah SMP swasta dengan 18 rombel pernah bercerita: ia butuh tiga hari mengetik ulang data murid ke aplikasi lama, lalu satu pekan berikutnya memperbaiki salah ketik. Tahun berikutnya sekolah ganti aplikasi, dan pekerjaan yang sama terulang.

Akar masalahnya adalah data yang sebenarnya sudah ada, misalnya di Dapodik, EMIS, atau Excel buatan TU, tetapi tidak disiapkan dalam bentuk yang bisa dibaca aplikasi lain. Impor yang baik memindahkan data sekali, lalu data itu dipakai berulang untuk presensi, tagihan, rapor, dan kartu pelajar.

Hal yang perlu dipahami sebelum mulai

  • ASIS hanya mengimpor file ekspor. ASIS tidak terhubung langsung ke Dapodik atau EMIS dan tidak mengirim data balik. Operator tetap memutakhirkan Dapodik atau EMIS sesuai jadwal resmi.
  • Akun Dapodik atau EMIS tidak perlu diserahkan. Cukup file ekspor yang memang sudah dimiliki sekolah.
  • Data rombel sebaiknya sudah dibuat. Beberapa alur impor membutuhkan tahun ajaran dan rombel tersedia lebih dulu agar murid langsung masuk ke kelasnya.

Pilih sumber data yang paling bersih

Sumber Cocok untuk Catatan
File ekspor Dapodik SD, SMP, SMA, SMK, SLB Data resmi, biasanya paling lengkap
File ekspor EMIS MI, MTs, MA Data resmi madrasah
Excel buatan sekolah Sekolah yang data resminya belum mutakhir, PKBM, lembaga kursus Pakai templat impor agar kolomnya sesuai

Bila sekolah memiliki dua sumber, pilih yang paling baru dan paling sering diperiksa. Jangan menggabungkan dua sumber dalam satu kali impor, karena murid yang sama bisa tercatat ganda.

Langkah umum impor data siswa dari Excel di ASIS

Materi Panduan ASIS "Cara Mengimpor Data Murid dari Dapodik, EMIS, dan Excel ASIS" menyediakan tiga jalur: Template ASIS untuk berkas Excel buatan sekolah, berkas ekspor Dapodik, dan berkas ekspor EMIS untuk madrasah. Ketiganya adalah impor berkas; ASIS tidak menarik data langsung dari Dapodik atau EMIS.

Sebelum memulai

Pastikan tahun ajaran dan rombel aktif sudah dibuat. Bila memakai Excel sendiri, unduh "Template Import ASIS" lalu isi sesuai kolomnya. Bila memakai Dapodik atau EMIS, unduh berkas Daftar Peserta Didik dan jangan mengubah judul kolomnya.

Langkah di ASIS

  1. Masuk ke ruang kerja Kesiswaan, lalu buka menu Siswa. Di sinilah seluruh data murid sekolah dikelola.
  2. Klik tombol Impor Murid di kanan atas halaman. Formulir impor akan menampilkan pilihan jalur.
  3. Pilih jalur yang sesuai. Untuk impor data siswa dari Excel buatan sekolah, gunakan kotak Template ASIS; untuk berkas resmi, pilih Dapodik Peserta Didik atau EMIS Kemenag.
  4. Tentukan unit jenjang dan rombel penempatan. Langkah ini boleh dilewati bila rombel sudah tertulis di berkas.
  5. Pilih berkas, lalu klik Impor Murid. Format yang diterima adalah .xlsx, .xls, atau .csv.
  6. Pantau prosesnya di Riwayat Impor. Sistem memeriksa NISN dan NIK lalu memproses data di latar belakang, jadi Bapak/Ibu tidak perlu menunggu di halaman formulir.

Formulir Impor Murid di ASIS dengan tiga pilihan jalur: Template ASIS, Dapodik Peserta Didik, dan EMIS Kemenag

Formulir Impor Murid: pilih Template ASIS untuk Excel buatan sekolah, atau jalur Dapodik dan EMIS untuk berkas ekspor resmi.

Periksa hasilnya

Buka kembali Kesiswaan, lalu Siswa. Pastikan jumlah murid bertambah sesuai berkas, NISN dan NIK cocok, rombel terisi, dan tidak ada catatan ganda.

Jika hasil belum sesuai

Bila ada baris yang gagal, buka Riwayat Impor untuk membaca keterangan baris yang bermasalah. Perbaiki di berkas sumber, lalu unggah kembali.

Langkah lengkap: Cara Mengimpor Data Murid dari Dapodik, EMIS, dan Excel ASIS

Kolom yang paling sering bermasalah

  • NISN dan NIK. Excel sering mengubah angka panjang menjadi format ilmiah. Ubah format kolom menjadi teks sebelum menempel data.
  • Tanggal lahir. Gunakan satu format yang sama untuk semua baris.
  • Jenis kelamin. Seragamkan, misalnya selalu L dan P.
  • Nama rombel. "VII A", "7A", dan "VII-A" dibaca sebagai rombel yang berbeda.
  • Nomor HP wali. Hapus spasi dan tanda baca; nomor ini dipakai untuk masuk ke aplikasi orang tua.

Tips agar impor sekali jadi

  1. Coba dengan satu rombel dulu. Impor 30 murid lebih mudah diperiksa daripada 600 murid sekaligus.
  2. Simpan salinan berkas asli. Perbaikan dilakukan di salinan, sehingga data asli tetap aman.
  3. Gunakan nama asli sesuai akta. Jangan memakai nama panggilan agar sinkron dengan ijazah dan rapor.
  4. Catat baris yang sengaja dilewati. Misalnya murid yang sudah mutasi tetapi masih ada di ekspor lama.
  5. Libatkan wali kelas untuk verifikasi. Wali kelas paling cepat mengenali nama yang salah rombel.

Kesalahan umum dan cara mencegahnya

Kesalahan Akibat Pencegahan
Mengimpor dua sumber berbeda Murid ganda Pilih satu sumber utama
Rombel belum dibuat Murid masuk tanpa kelas Buat rombel sebelum impor
NISN rusak format Data tidak cocok dengan rapor Format kolom sebagai teks
Nomor HP wali kosong Orang tua tidak bisa masuk aplikasi Lengkapi sebelum impor
Mengabaikan baris gagal Murid hilang dari daftar Cocokkan jumlah per rombel

Bila sekolah belum memakai aplikasi

Sekolah yang belum siap melakukan impor data siswa dari Excel ke aplikasi tetap mendapat manfaat dari kebiasaan di atas. Data yang rapi hari ini akan memudahkan perpindahan ke aplikasi apa pun nanti.

  • Buat satu berkas induk data murid, bukan satu berkas per wali kelas.
  • Kunci format kolom penting sebagai teks.
  • Beri satu orang sebagai penanggung jawab perubahan data.
  • Catat mutasi masuk dan keluar di lembar terpisah lengkap dengan tanggal.

Daftar cek sebelum unggah

  • Tahun ajaran dan rombel sudah tersedia di aplikasi.
  • Berkas memakai templat atau file ekspor resmi.
  • Tidak ada sel gabungan dan baris kosong.
  • Kolom NISN, NIK, dan nomor HP berformat teks.
  • Nama rombel seragam dengan aplikasi.
  • Salinan berkas asli sudah disimpan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ASIS bisa menarik data langsung dari Dapodik?

Tidak. Sekolah mengimpor file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki. ASIS tidak terhubung langsung dan tidak mengirim data balik ke Dapodik.

Bagaimana cara impor data siswa dari Excel jika format sekolah berbeda dengan templat?

Salin kolom yang dibutuhkan ke templat impor, sesuaikan urutannya, lalu unggah templat tersebut. Jangan mengubah nama kolom di templat.

Apakah data wali murid ikut terimpor?

Bisa, bila kolom data wali tersedia dan terisi di berkas. Nomor HP atau surel wali penting karena dipakai untuk masuk ke aplikasi orang tua.

Apa yang harus dilakukan jika sebagian baris gagal?

Buka Riwayat Impor untuk membaca keterangan baris yang gagal, perbaiki di berkas sumber, lalu unggah kembali. Setelah itu, periksa daftar murid agar tidak ada catatan ganda.

Apakah murid baru di tengah tahun harus diimpor ulang semuanya?

Tidak perlu. Murid baru cukup ditambahkan satu per satu atau diimpor dalam berkas kecil berisi murid baru saja.

ASIS: Data Murid Diimpor Sekali, Dipakai di Semua Modul

Akar masalah pengelolaan data murid adalah mengetik ulang. Data yang sama ditulis di Dapodik, di Excel TU, di buku induk, di daftar tagihan, dan di aplikasi rapor, sehingga salah ketik berlipat ganda.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Operator mengimpor file ekspor Dapodik, EMIS, atau Excel sekali, lalu data itu dipakai oleh presensi, tagihan, e-Rapor Kurikulum Merdeka, kartu pelajar, dan aplikasi orang tua. Tiap peran hanya melihat data yang ia perlukan, sehingga data pribadi murid lebih terlindungi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga, bukan per murid. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai impor data sekolah Anda di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.