Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara impor data siswa dari Excel, file ekspor Dapodik, atau EMIS ke ASIS: siapkan berkas, cek kolom wajib, tangani baris gagal, dan periksa hasilnya.
Impor data siswa dari Excel adalah pekerjaan pertama hampir setiap operator saat sekolah mulai memakai aplikasi baru. Tujuannya sederhana: ratusan nama murid, rombel, dan data wali masuk sekaligus tanpa diketik satu per satu. Namun di lapangan, impor sering gagal karena hal kecil, seperti format tanggal yang berbeda, NISN berubah menjadi angka ilmiah, atau nama rombel yang ditulis tidak seragam. Artikel ini membahas persiapan berkas, alur umum impor di ASIS dari file Excel, file ekspor Dapodik, maupun EMIS, cara menangani baris yang gagal, serta tips bagi sekolah yang masih mengelola data secara manual.
Operator di sebuah SMP swasta dengan 18 rombel pernah bercerita: ia butuh tiga hari mengetik ulang data murid ke aplikasi lama, lalu satu pekan berikutnya memperbaiki salah ketik. Tahun berikutnya sekolah ganti aplikasi, dan pekerjaan yang sama terulang.
Akar masalahnya adalah data yang sebenarnya sudah ada, misalnya di Dapodik, EMIS, atau Excel buatan TU, tetapi tidak disiapkan dalam bentuk yang bisa dibaca aplikasi lain. Impor yang baik memindahkan data sekali, lalu data itu dipakai berulang untuk presensi, tagihan, rapor, dan kartu pelajar.
| Sumber | Cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|
| File ekspor Dapodik | SD, SMP, SMA, SMK, SLB | Data resmi, biasanya paling lengkap |
| File ekspor EMIS | MI, MTs, MA | Data resmi madrasah |
| Excel buatan sekolah | Sekolah yang data resminya belum mutakhir, PKBM, lembaga kursus | Pakai templat impor agar kolomnya sesuai |
Bila sekolah memiliki dua sumber, pilih yang paling baru dan paling sering diperiksa. Jangan menggabungkan dua sumber dalam satu kali impor, karena murid yang sama bisa tercatat ganda.
Materi Panduan ASIS "Cara Mengimpor Data Murid dari Dapodik, EMIS, dan Excel ASIS" menyediakan tiga jalur: Template ASIS untuk berkas Excel buatan sekolah, berkas ekspor Dapodik, dan berkas ekspor EMIS untuk madrasah. Ketiganya adalah impor berkas; ASIS tidak menarik data langsung dari Dapodik atau EMIS.
Pastikan tahun ajaran dan rombel aktif sudah dibuat. Bila memakai Excel sendiri, unduh "Template Import ASIS" lalu isi sesuai kolomnya. Bila memakai Dapodik atau EMIS, unduh berkas Daftar Peserta Didik dan jangan mengubah judul kolomnya.

Formulir Impor Murid: pilih Template ASIS untuk Excel buatan sekolah, atau jalur Dapodik dan EMIS untuk berkas ekspor resmi.
Buka kembali Kesiswaan, lalu Siswa. Pastikan jumlah murid bertambah sesuai berkas, NISN dan NIK cocok, rombel terisi, dan tidak ada catatan ganda.
Bila ada baris yang gagal, buka Riwayat Impor untuk membaca keterangan baris yang bermasalah. Perbaiki di berkas sumber, lalu unggah kembali.
Langkah lengkap: Cara Mengimpor Data Murid dari Dapodik, EMIS, dan Excel ASIS
| Kesalahan | Akibat | Pencegahan |
|---|---|---|
| Mengimpor dua sumber berbeda | Murid ganda | Pilih satu sumber utama |
| Rombel belum dibuat | Murid masuk tanpa kelas | Buat rombel sebelum impor |
| NISN rusak format | Data tidak cocok dengan rapor | Format kolom sebagai teks |
| Nomor HP wali kosong | Orang tua tidak bisa masuk aplikasi | Lengkapi sebelum impor |
| Mengabaikan baris gagal | Murid hilang dari daftar | Cocokkan jumlah per rombel |
Sekolah yang belum siap melakukan impor data siswa dari Excel ke aplikasi tetap mendapat manfaat dari kebiasaan di atas. Data yang rapi hari ini akan memudahkan perpindahan ke aplikasi apa pun nanti.
Tidak. Sekolah mengimpor file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki. ASIS tidak terhubung langsung dan tidak mengirim data balik ke Dapodik.
Salin kolom yang dibutuhkan ke templat impor, sesuaikan urutannya, lalu unggah templat tersebut. Jangan mengubah nama kolom di templat.
Bisa, bila kolom data wali tersedia dan terisi di berkas. Nomor HP atau surel wali penting karena dipakai untuk masuk ke aplikasi orang tua.
Buka Riwayat Impor untuk membaca keterangan baris yang gagal, perbaiki di berkas sumber, lalu unggah kembali. Setelah itu, periksa daftar murid agar tidak ada catatan ganda.
Tidak perlu. Murid baru cukup ditambahkan satu per satu atau diimpor dalam berkas kecil berisi murid baru saja.
Akar masalah pengelolaan data murid adalah mengetik ulang. Data yang sama ditulis di Dapodik, di Excel TU, di buku induk, di daftar tagihan, dan di aplikasi rapor, sehingga salah ketik berlipat ganda.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Operator mengimpor file ekspor Dapodik, EMIS, atau Excel sekali, lalu data itu dipakai oleh presensi, tagihan, e-Rapor Kurikulum Merdeka, kartu pelajar, dan aplikasi orang tua. Tiap peran hanya melihat data yang ia perlukan, sehingga data pribadi murid lebih terlindungi.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga, bukan per murid. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai impor data sekolah Anda di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.