WAWASAN ASIS

Homeschooling Lewat PKBM: Cara Kerja dan Ijazahnya

Homeschooling lewat PKBM: cara kerja pendaftaran, pembelajaran, ujian kesetaraan, legalitas ijazah Paket A, B, C, dan tips memilih PKBM yang tepat.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui PKBM & Kursus

Homeschooling lewat PKBM adalah cara paling umum bagi keluarga yang memilih belajar di rumah agar anaknya tetap memperoleh ijazah yang diakui negara. Anak terdaftar sebagai warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), datanya tercatat di Dapodik dan memperoleh NISN, belajar dengan pendampingan orang tua dan tutor, lalu mengikuti penilaian dan ujian pendidikan kesetaraan. Kelulusannya dibuktikan dengan ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), atau Paket C (setara SMA), yang bisa dipakai untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Artikel ini menjelaskan dasar aturannya, alur dari pendaftaran sampai ijazah, peran orang tua dan PKBM, biaya yang perlu dipertimbangkan, serta cara memilih PKBM yang tepat.

Dasar aturan homeschooling di Indonesia

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengenal tiga jalur pendidikan: formal, nonformal, dan informal. Pendidikan yang diselenggarakan keluarga termasuk jalur informal, sedangkan PKBM adalah satuan pendidikan nonformal. Undang-undang tersebut juga mengatur bahwa hasil pendidikan informal dapat diakui setara dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai standar nasional pendidikan.

Secara khusus, sekolah rumah diatur dalam Permendikbud Nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolahrumah. Aturan ini mengatur pengertian, tujuan, kurikulum, dan bentuk penyelenggaraannya. Karena aturan turunan dan juknis kesetaraan bisa diperbarui, selalu tanyakan ketentuan terbaru kepada dinas pendidikan setempat atau PKBM yang dituju.

Tiga bentuk sekolah rumah

Bentuk Gambaran Contoh
Tunggal Diselenggarakan oleh satu keluarga untuk anaknya sendiri Orang tua mengajar anak di rumah
Majemuk Beberapa keluarga bergabung untuk kegiatan tertentu Dua atau tiga keluarga belajar bersama di akhir pekan
Komunitas Gabungan beberapa sekolah rumah dengan program yang lebih terstruktur Komunitas belajar dengan jadwal dan tutor bersama

Apa pun bentuknya, agar hasil belajar diakui, anak perlu terdaftar dan mengikuti penilaian melalui satuan pendidikan yang berwenang, umumnya PKBM.

Cara kerja homeschooling lewat PKBM

1. Memilih PKBM

Cari PKBM yang memiliki izin operasional dari dinas pendidikan dan terdata di Dapodik. Tanyakan program apa saja yang tersedia (Paket A, B, atau C), sistem pembelajarannya, dan pengalaman mereka mendampingi keluarga homeschooling.

2. Mendaftar sebagai warga belajar

Siapkan dokumen yang umumnya diminta: akta kelahiran, KK, rapor atau ijazah terakhir bila pindahan dari sekolah formal, dan pas foto. PKBM lalu mendata anak di Dapodik. Bila anak sudah punya NISN dari sekolah sebelumnya, NISN itu tetap dipakai.

3. Menyepakati pola belajar

PKBM umumnya memadukan beberapa pola: tatap muka, tutorial, dan belajar mandiri. Untuk keluarga homeschooling, porsi belajar mandiri di rumah biasanya besar, dengan jadwal tatap muka atau tutorial berkala. Sepakati sejak awal berapa kali anak perlu hadir dan bagaimana tugas dikumpulkan. Penjelasan lebih rinci ada di artikel kurikulum kesetaraan.

4. Penilaian berkala

PKBM menilai kemajuan belajar anak melalui tugas, portofolio, dan asesmen. Orang tua perlu menyimpan bukti belajar di rumah, seperti hasil kerja, catatan bacaan, dan dokumentasi proyek.

5. Ujian dan kelulusan

Di akhir jenjang, warga belajar mengikuti penilaian akhir sesuai ketentuan pendidikan kesetaraan yang berlaku. Setelah dinyatakan lulus, anak menerima ijazah Paket A, B, atau C.

Legalitas ijazah kesetaraan

Ijazah Paket A, B, dan C diterbitkan dalam sistem pendidikan nasional dan diakui setara dengan ijazah SD, SMP, dan SMA. Lulusannya dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya, termasuk ke sekolah formal atau perguruan tinggi, dengan tetap memenuhi syarat penerimaan masing-masing lembaga.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan PKBM berizin dan anak benar-benar terdata. Ijazah dari lembaga tanpa izin tidak memiliki kekuatan hukum.
  • Untuk melamar kerja di instansi tertentu atau mendaftar ke sekolah kedinasan, periksa persyaratan masing-masing karena tiap lembaga dapat punya ketentuan sendiri.
  • Simpan rapor dan dokumen kesetaraan dengan baik.

Peran orang tua dan PKBM dalam homeschooling lewat PKBM

Aspek Orang tua PKBM
Rencana belajar harian Menyusun dan mendampingi Memberi arahan kurikulum
Materi Menyediakan buku dan sumber belajar Menyediakan modul dan tutor
Penilaian Mengumpulkan bukti belajar Menilai dan mencatat hasil resmi
Administrasi Melengkapi dokumen Mendata di Dapodik, menerbitkan rapor dan ijazah
Sosialisasi anak Mengajak berkegiatan di luar rumah Menyelenggarakan kegiatan bersama warga belajar

Homeschooling menuntut komitmen waktu yang besar dari orang tua. Pertimbangkan dengan jujur kesanggupan keluarga sebelum memutuskan.

Contoh minggu belajar keluarga homeschooling

Gambaran berikut membantu orang tua membayangkan ritme sehari-hari. Contoh ini untuk anak setara kelas 5 SD yang terdaftar di program Paket A.

Hari Pagi Siang Catatan
Senin Matematika dan Bahasa Indonesia di rumah Membaca bebas, bermain di luar Orang tua mendampingi
Selasa IPAS dengan percobaan sederhana Kegiatan seni atau musik Dokumentasikan hasil percobaan
Rabu Tutorial di PKBM Kegiatan bersama warga belajar lain Kumpulkan tugas minggu ini
Kamis Pendidikan Pancasila dan Bahasa Inggris Olahraga atau klub komunitas
Jumat Proyek mingguan Refleksi dan rencana minggu depan Isi jurnal belajar

Ritme seperti ini menunjukkan bahwa homeschooling lewat PKBM tetap terstruktur: ada jadwal, ada tutor, ada teman, dan ada bukti belajar yang dikumpulkan. Fleksibilitasnya ada pada urutan, kecepatan, dan cara belajar yang bisa disesuaikan dengan anak.

Biaya yang perlu dipertimbangkan

Biaya berbeda antar-PKBM. Komponen yang umum: biaya pendaftaran, biaya program per semester atau per tahun, biaya tutor tambahan bila diperlukan, serta buku dan perlengkapan belajar di rumah. Mintalah rincian tertulis sebelum mendaftar, dan tanyakan apakah ada biaya ujian atau penerbitan dokumen terpisah.

Tips memilih PKBM untuk homeschooling

  1. Cek izin dan data. Pastikan PKBM terdaftar dan memiliki NPSN.
  2. Tanyakan pengalaman. PKBM yang terbiasa dengan keluarga homeschooling biasanya lebih fleksibel.
  3. Lihat cara komunikasi. Seberapa cepat PKBM membalas pertanyaan dan memberi kabar perkembangan belajar.
  4. Minta contoh rapor dan jadwal. Ini menunjukkan seberapa rapi administrasinya.
  5. Bicara dengan keluarga lain. Pengalaman keluarga yang sudah bergabung sangat berharga.

Kesalahan yang perlu dihindari

Tidak mendaftar sama sekali. Anak belajar bertahun-tahun di rumah, tetapi tidak tercatat, sehingga sulit memperoleh ijazah saat dibutuhkan.

Memilih lembaga hanya karena murah. Periksa izin dan rekam jejaknya.

Tidak menyimpan bukti belajar. Portofolio penting untuk penilaian dan untuk menunjukkan perkembangan anak.

Mengisolasi anak. Homeschooling bukan berarti tanpa teman. Rencanakan kegiatan sosial secara rutin.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ijazah dari homeschooling lewat PKBM diakui?

Ya. Ijazah Paket A, B, dan C diakui setara dengan ijazah SD, SMP, dan SMA, selama PKBM berizin dan anak terdaftar serta lulus sesuai ketentuan.

Bisakah anak homeschooling masuk sekolah formal di tengah jalan?

Bisa, dengan mengikuti ketentuan penerimaan atau mutasi di sekolah tujuan. Rapor dari PKBM menjadi dokumen pendukung.

Apakah anak homeschooling bisa kuliah di perguruan tinggi negeri?

Lulusan Paket C dapat mendaftar ke perguruan tinggi dengan memenuhi syarat seleksi yang berlaku. Periksa ketentuan seleksi terbaru setiap tahun.

Apakah anak harus datang ke PKBM setiap hari?

Umumnya tidak. Jadwal tatap muka atau tutorial disepakati dengan PKBM, sementara sebagian besar belajar dilakukan di rumah.

Siapa yang membuat kurikulum belajar di rumah?

Orang tua menyusun rencana harian, sementara PKBM memastikan pembelajaran mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan yang berlaku.

ASIS: PKBM Lebih Rapi Mendampingi Keluarga Homeschooling

Tantangan PKBM yang melayani keluarga homeschooling adalah komunikasi dan administrasi yang tersebar. Warga belajar tidak hadir setiap hari, tugas dikumpulkan lewat banyak kanal, dan catatan kemajuan sulit dirangkum saat penilaian.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." PKBM dapat mengelola data warga belajar, presensi tatap muka, penilaian, dan rapor dalam satu platform, sementara orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi atau kotak masuk aplikasi. Keluarga juga bisa memakai Pustaka, perpustakaan digital berisi buku pelajaran pemerintah, sebagai sumber belajar di rumah.

ASIS gratis untuk semua satuan pendidikan, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Kumparan: Homeschooling, Model Pendidikan Alternatif yang Diakui Negara

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.