WAWASAN ASIS

Format RKAS Sekolah dan Cara Menyusunnya di ASIS

Format RKAS sekolah yang mudah dibaca: bagian pendapatan dan belanja, kolom penting, contoh tabel, alur menyusun RKAS di ASIS, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 14 Sep 2026 Keuangan Sekolah

Format RKAS sekolah pada dasarnya memuat dua bagian besar: rencana pendapatan dari setiap sumber dana dan rencana belanja yang dirinci per kegiatan, lengkap dengan volume, satuan, harga satuan, jumlah, dan jadwal pelaksanaan. RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang tersusun dengan format jelas memudahkan Kepala Sekolah mengambil keputusan, Bendahara membelanjakan sesuai rencana, dan Yayasan atau komite memahami ke mana dana sekolah digunakan. Artikel ini membahas bagian-bagian RKAS, contoh format tabel, alur umum menyusun RKAS di ASIS, kaitannya dengan dana BOSP, kesalahan umum, serta cara manual dengan lembar kerja.

Masalah RKAS yang sering terjadi

Di banyak sekolah swasta, RKAS disusun hanya untuk dana BOSP karena wajib dilaporkan, sementara dana dari SPP, Yayasan, dan sumbangan dikelola tanpa rencana tertulis. Akibatnya, Kepala Sekolah tidak punya gambaran utuh. Di tengah tahun, dana kegiatan habis padahal belanja perawatan gedung belum dilakukan.

Di sisi lain, ada RKAS yang terlalu rinci sampai ratusan baris tanpa pengelompokan, sehingga tidak ada yang benar-benar membacanya selain penyusunnya.

Mengapa format RKAS penting

  • Gambaran utuh keuangan sekolah. Semua sumber dana dan rencana belanja terlihat di satu tempat.
  • Dasar belanja yang tertib. Bendahara hanya membelanjakan yang sudah direncanakan.
  • Akuntabilitas. Yayasan, komite, dan pemeriksa dapat membandingkan rencana dengan realisasi.
  • Bahan evaluasi. RKAS tahun lalu menjadi pelajaran untuk tahun berikutnya.

Bagian-bagian RKAS

1. Identitas

Nama sekolah, tahun anggaran, nama Kepala Sekolah, Bendahara, dan tanggal penetapan.

2. Rencana pendapatan

Daftar sumber dana beserta perkiraan jumlahnya, misalnya BOSP, SPP, dana Yayasan, sumbangan sukarela, dan pendapatan lain.

3. Rencana belanja

Rincian kegiatan dan belanja, dikelompokkan berdasarkan program atau standar yang dipakai sekolah, misalnya kegiatan pembelajaran, pengembangan guru, sarana prasarana, dan administrasi.

4. Ringkasan

Total pendapatan, total belanja, dan selisihnya. RKAS yang sehat menunjukkan belanja tidak melebihi pendapatan.

5. Pengesahan

Tanda tangan Kepala Sekolah, Bendahara, dan pihak yang berwenang sesuai ketentuan, misalnya komite atau Yayasan.

Contoh format tabel rencana belanja

Kode Kegiatan Uraian belanja Volume Satuan Harga satuan Jumlah Sumber dana Jadwal
1.1 Pembelajaran Kertas HVS untuk LKPD 20 rim Rp55.000 Rp1.100.000 SPP Tahap 1
1.2 Pembelajaran Alat peraga IPA 1 paket Rp2.500.000 Rp2.500.000 BOSP Tahap 2
2.1 Pengembangan guru Pelatihan internal 2 kegiatan Rp1.500.000 Rp3.000.000 Yayasan Tahap 1 dan 2
3.1 Sarpras Perbaikan atap kelas 1 paket Rp7.000.000 Rp7.000.000 Yayasan Tahap 2

Angka di atas adalah ilustrasi. Gunakan harga yang wajar dan, untuk dana BOSP, rujuk standar satuan harga yang berlaku di daerah. Baca juga artikel "Standar Satuan Harga RKAS" di blog ASIS.

Format RKAS sekolah dan dana BOSP

Untuk dana BOSP, penyusunan dan pelaporan RKAS mengikuti juknis yang berlaku, yaitu Permendikdasmen 8/2026, termasuk batas penggunaan untuk honor (paling banyak 20% untuk sekolah negeri dan 40% untuk sekolah swasta). Sekolah tetap menggunakan aplikasi resmi yang ditetapkan pemerintah untuk RKAS BOSP.

RKAS di aplikasi manajemen sekolah berguna sebagai perencanaan menyeluruh: menggabungkan BOSP dengan sumber dana lain seperti SPP dan Yayasan, sehingga Kepala Sekolah melihat gambaran lengkap. Pembahasan lebih dalam ada di artikel "Cara Menyusun RKAS" dan "RKAS Berbasis PBD".

Alur umum menyusun RKAS di ASIS

RKAS membantu sekolah merencanakan penggunaan dana sebelum transaksi terjadi. Di ASIS, rencana dicatat terpisah dari transaksi kas, sehingga rencana tidak disamakan dengan uang yang sudah dibelanjakan.

Sebelum memulai

Siapkan keputusan program, sumber dana, periode anggaran, kategori belanja, dan persetujuan pimpinan. Data yang dimasukkan sebaiknya berasal dari dokumen yang sudah disahkan, bukan draf rapat.

Langkah di ASIS

  1. Buka pengelolaan anggaran, lalu pilih tahun dan unit yang tepat.
  2. Masukkan kegiatan, kategori, sumber dana, dan nilai rencana sesuai dokumen yang disahkan.
  3. Periksa total tiap kategori, serta kegiatan yang belum memiliki anggaran.
  4. Minta penanggung jawab meninjau sebelum rencana dipakai untuk memantau realisasi.

Periksa hasilnya

Setiap baris rencana dapat ditelusuri ke kegiatan dan sumber dananya, dan jumlah totalnya cocok dengan keputusan sekolah.

Jika hasil belum sesuai

Angka tidak cocok? Periksa periode anggaran dan kemungkinan baris rencana ganda. Jangan mengubah transaksi kas untuk menyesuaikan angka rencana.

Langkah lengkap: Cara Menyusun RKAS Sekolah di ASIS

Contoh ringkasan RKAS satu halaman

Kepala Sekolah dan Yayasan jarang membaca ratusan baris belanja. Lengkapi RKAS dengan ringkasan satu halaman seperti berikut:

Sumber dana Rencana pendapatan Rencana belanja Selisih
BOSP Rp120.000.000 Rp120.000.000 Rp0
SPP Rp300.000.000 Rp285.000.000 Rp15.000.000
Yayasan Rp60.000.000 Rp60.000.000 Rp0
Sumbangan sukarela Rp10.000.000 Rp8.000.000 Rp2.000.000
Total Rp490.000.000 Rp473.000.000 Rp17.000.000

Angka di atas adalah ilustrasi. Ringkasan seperti ini langsung menjawab pertanyaan pimpinan: dari mana uang sekolah, untuk apa, dan berapa cadangannya.

Tips menyusun RKAS

  • Libatkan guru dan wakasek untuk mendata kebutuhan nyata.
  • Mulai dari prioritas sekolah, misalnya hasil evaluasi diri atau rapor pendidikan.
  • Sisakan dana cadangan untuk kebutuhan mendesak sesuai kebijakan.
  • Bagi per tahap agar arus kas seimbang sepanjang tahun.
  • Tinjau di tengah tahun dan lakukan perubahan anggaran secara resmi bila diperlukan.

Kesalahan umum dalam format RKAS sekolah

Hanya mencakup BOSP. Dana lain tidak terencana dan sulit dipertanggungjawabkan.

Uraian terlalu umum. "Belanja ATK Rp10 juta" tanpa rincian menyulitkan pemeriksaan.

Harga tidak wajar. Harga jauh di atas pasar menimbulkan pertanyaan.

Tidak ada jadwal. Belanja menumpuk di akhir tahun.

RKAS disusun satu orang. Tanpa masukan guru, RKAS tidak mencerminkan kebutuhan pembelajaran.

Cara manual dengan lembar kerja

  1. Buat lembar "Pendapatan" dengan kolom sumber dana dan jumlah.
  2. Buat lembar "Belanja" dengan kolom seperti contoh tabel di atas.
  3. Gunakan rumus untuk menghitung jumlah dan total per sumber dana.
  4. Buat lembar "Ringkasan" yang mengambil total dari dua lembar sebelumnya.
  5. Cetak dan tanda tangani setelah disetujui.

Kelemahannya, realisasi belanja harus dicatat di tempat lain dan dibandingkan manual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja isi utama format RKAS sekolah?

Identitas, rencana pendapatan, rencana belanja per kegiatan, ringkasan, dan pengesahan.

Apakah RKAS di ASIS menggantikan aplikasi resmi untuk BOSP?

Tidak. Untuk BOSP, sekolah tetap mengikuti aplikasi dan juknis resmi. RKAS di ASIS membantu perencanaan menyeluruh termasuk sumber dana lain.

Kapan RKAS disusun?

Umumnya sebelum tahun anggaran dimulai, dengan jadwal mengikuti ketentuan yang berlaku dan kebijakan Yayasan.

Bolehkah RKAS diubah di tengah tahun?

Boleh melalui mekanisme perubahan anggaran yang resmi dan terdokumentasi.

Siapa yang menyetujui RKAS?

Kepala Sekolah bersama pihak yang berwenang sesuai ketentuan, misalnya komite sekolah atau Yayasan.

ASIS: Rencana dan Realisasi dalam Satu Alur

RKAS sering berhenti sebagai dokumen formalitas karena terpisah dari pencatatan sehari-hari. Belanja dicatat di buku kas, SPJ disusun di berkas lain, dan tidak ada yang membandingkan dengan rencana sampai akhir tahun.

Di ASIS, RKAS, kas, dan SPJ berada di modul keuangan yang sama. Belanja yang dicatat mengacu pada rencana, realisasi terlihat sepanjang tahun, dan Ruang Yayasan memungkinkan Yayasan memantau beberapa sekolah sekaligus. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.