WAWASAN ASIS

Ekosistem ASIS: Cara Semua Aplikasi Saling Terhubung

Peta ekosistem ASIS: asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, Studio, Basmalah, Akademi, forum, hingga ASIS Kampus, serta bagaimana data mengalir di antaranya.

Tim Wawasan ASIS 01 Sep 2026 Mengenal ASIS

Ekosistem ASIS adalah kumpulan aplikasi dan ruang yang saling terhubung untuk melayani sekolah, pesantren, yayasan, pengawas, hingga perguruan tinggi. Intinya ada empat aplikasi dalam satu akun, yaitu asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, dan Studio. Di sekelilingnya ada Basmalah untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ; Akademi ASIS dan forum untuk belajar bersama; Ruang Yayasan dan Ruang Pengawas untuk pemantauan; serta ASIS Kampus untuk perguruan tinggi. Artikel ini memetakan fungsi masing-masing dan, yang lebih penting, bagaimana data mengalir di antaranya.

Mengapa ekosistem, bukan sekadar aplikasi

Banyak sekolah memakai beberapa aplikasi dari penyedia berbeda: satu untuk presensi, satu untuk rapor, satu untuk keuangan, satu untuk situs. Masing-masing punya akun sendiri dan data murid sendiri. Setiap awal tahun, operator memperbarui data murid di empat tempat, dan selalu ada yang tertinggal.

Ekosistem berarti semua bagian berbagi fondasi yang sama. Data murid dicatat sekali, lalu dipakai oleh semua bagian yang membutuhkannya. Inilah prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali."

Peta ekosistem ASIS

Bagian Untuk siapa Fungsi
asis.id Operator, pimpinan, guru, staf Pusat pengelolaan sekolah di web
ASIS Mobile Guru, orang tua, murid Aplikasi Android untuk kegiatan harian
Pustaka Murid, guru Perpustakaan digital buku pelajaran BSE/SIBI
Studio Guru, murid 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif
Basmalah Pesantren, madin, TPQ, wali santri Aplikasi gratis khusus lembaga keagamaan
Akademi ASIS Guru, pengguna ASIS Kursus daring
Forum Pengguna ASIS Tempat bertanya dan berbagi praktik
Ruang Yayasan Pengurus yayasan Memantau banyak unit sekolah
Ruang Pengawas Pengawas sekolah Pembinaan sekolah binaan
ASIS Kampus Perguruan tinggi Sistem akademik terhubung Neo Feeder PDDikti (paket Max/Ultra)

Empat lapisan untuk memahaminya

Lapisan 1: Mengelola

asis.id adalah pusat. Di sini data diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, modul diaktifkan (57 modul: 7 inti dan 50 opsional), dan 45 peran diatur.

Lapisan 2: Harian

ASIS Mobile membawa data itu ke ponsel. Guru mencatat presensi dan jurnal, orang tua menerima notifikasi gratis tanpa batas dengan jam tenang, murid melihat tugas.

Lapisan 3: Belajar

Pustaka dan Studio memakai akun yang sama. Guru bisa memberi tugas di ASIS yang merujuk buku di Pustaka atau lab di Studio.

Lapisan 4: Tumbuh dan memantau

Akademi dan forum membantu pengguna berkembang. Ruang Yayasan dan Ruang Pengawas membawa ringkasan ke tingkat di atas sekolah, tanpa meminta sekolah membuat laporan tambahan.

Bagaimana data mengalir: satu cerita

Ikuti perjalanan murid fiktif bernama Salsa, kelas VII di sebuah SMP milik yayasan di Malang.

  1. Juni: Salsa mendaftar lewat SPMB online di situs sekolah. Datanya masuk ke asis.id.
  2. Juli: setelah daftar ulang, Salsa masuk rombel VII-A. Data yang sama dipakai untuk presensi, jadwal, dan tagihan.
  3. Agustus: Salsa memindai QR di gerbang. Ibunya menerima notifikasi kehadiran di ASIS Mobile.
  4. September: guru IPA memberi tugas yang merujuk bab di Pustaka dan lab di Studio. Salsa mengerjakannya dari rumah.
  5. Oktober: ibunya mengunggah bukti transfer SPP; Bendahara memverifikasi.
  6. Desember: nilai dari tugas dan ujian CBT mengalir ke e-Rapor.
  7. Sepanjang tahun: pengurus yayasan melihat ringkasan kehadiran dan keuangan semua unit di Ruang Yayasan, dan pengawas memantau lewat Ruang Pengawas.

Sepanjang cerita itu, data Salsa tidak pernah diketik ulang.

Di mana Basmalah dan ASIS Kampus berada

Basmalah adalah bagian dari ekosistem ASIS yang dirancang khusus untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Wali santri memindai QR dari pesantren, masuk dengan nomor HP atau surel terdaftar, dan data anak tersambung. Pesantren yang juga punya MTs atau MA bisa memakai ASIS untuk sekolah formalnya.

ASIS Kampus melayani perguruan tinggi dengan sistem akademik yang terhubung ke Neo Feeder PDDikti. Berbeda dari ASIS untuk sekolah, ASIS Kampus tersedia di paket Max dan Ultra.

Contoh: yayasan dengan pesantren, sekolah, dan kampus

Yayasan fiktif di Madura mengelola pondok pesantren, MTs, MA, dan sebuah sekolah tinggi. Pondok memakai Basmalah agar wali santri bisa memantau hafalan dan uang jajan. MTs dan MA memakai ASIS untuk presensi, CBT, dan e-Rapor. Sekolah tinggi memakai ASIS Kampus. Pengurus yayasan memantau unit sekolah lewat Ruang Yayasan, guru belajar di Akademi ASIS, dan operator dari semua unit saling bertanya di forum.

Hasilnya, seluruh lembaga berbicara dengan bahasa data yang sama.

Memulai dari bagian mana

  • Sekolah baru mencoba: mulai dari asis.id dan ASIS Mobile, nyalakan presensi.
  • Sekolah yang kekurangan buku: perkenalkan Pustaka di pekan pertama.
  • Guru yang ingin kelas lebih hidup: jelajahi Studio.
  • Pesantren, madin, TPQ: pasang Basmalah.
  • Yayasan multi-unit: siapkan Ruang Yayasan setelah unit-unit berjalan.
  • Kampus: minta demo ASIS Kampus.

Untuk pengenalan dasar ASIS, baca "ASIS Aplikasi Sekolah: 4 Aplikasi, 1 Akun, Satu Visi".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja yang termasuk ekosistem ASIS?

asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, Studio, Basmalah, Akademi ASIS, forum, Ruang Yayasan, Ruang Pengawas, dan ASIS Kampus.

Apakah semua bagian memakai satu akun?

Empat aplikasi inti, yaitu asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, dan Studio, memakai satu akun. Basmalah memakai alur masuk wali santri lewat QR dari pesantren.

Apakah semua bagian gratis?

Aplikasi untuk sekolah tersedia di paket Rp0, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. ASIS Kampus tersedia di paket Max dan Ultra.

Apakah ASIS terhubung langsung ke Dapodik atau EMIS?

Tidak. Sekolah mengimpor file ekspor Dapodik atau EMIS, dan ASIS tidak mengirim data balik.

Apakah data dari satu bagian bisa dilihat semua orang?

Tidak. Akses diatur dengan 45 peran, sehingga setiap orang hanya melihat yang ia perlukan.

ASIS: Satu Keluarga Aplikasi, Satu Sumber Data

Masalah terbesar digitalisasi sekolah bukan kurangnya aplikasi, melainkan aplikasi yang tidak saling mengenal. Setiap aplikasi baru menambah satu akun, satu salinan data, dan satu sumber kesalahan.

Ekosistem ASIS dibangun sebaliknya: asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, dan Studio dalam satu akun; Basmalah untuk pesantren; Akademi dan forum untuk belajar bersama; Ruang Yayasan dan Ruang Pengawas untuk pemantauan; serta ASIS Kampus untuk perguruan tinggi. Semuanya berpegang pada tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama."

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Jelajahi asis.id, Pustaka, dan Studio.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.