Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara memakai daftar cek masalah (DCM) dalam BK: persiapan, pelaksanaan, mengolah hasil, tindak lanjut, dan menjaga kerahasiaan data murid.
Guru BK sering menghadapi tantangan yang sama di awal tahun ajaran: bagaimana mengenali masalah murid sebelum masalah itu membesar? Salah satu alat yang paling banyak dipakai adalah Daftar Cek Masalah atau DCM.
Tulisan ini membahas apa itu daftar cek masalah DCM, kapan dipakai, bagaimana cara melaksanakan dan mengolahnya, serta bagaimana menindaklanjuti hasilnya.
DCM adalah instrumen nontes berupa daftar pernyataan tentang masalah yang mungkin dialami murid. Murid memberi tanda pada pernyataan yang sesuai dengan keadaannya. Hasilnya memberi gambaran masalah apa yang sedang dihadapi murid, baik secara individu maupun kelompok.
DCM yang banyak dipakai di sekolah di Indonesia umumnya mengelompokkan masalah ke dalam beberapa bidang, misalnya:
Rincian bidang dan jumlah butir bisa berbeda, tergantung versi DCM yang dipakai sekolah dan jenjang muridnya.
Pernyataan untuk murid SMP berbeda dengan murid SMA. Pastikan bahasa dan isinya mudah dipahami murid.
Siapkan lembar pernyataan, lembar jawaban, dan petunjuk pengisian yang jelas. DCM juga dapat diisi secara digital jika sekolah memiliki sarana.
Pilih waktu ketika murid tidak terburu-buru, misalnya jam BK. Ruangan sebaiknya tenang dan memberi privasi.
Murid akan menjawab jujur hanya jika ia percaya jawabannya tidak akan disebarkan atau dipakai untuk menghukumnya.
Hitung jumlah masalah yang ditandai murid pada setiap bidang. Bidang dengan jumlah masalah paling banyak menunjukkan area yang paling perlu perhatian. Perhatikan juga masalah yang dilingkari, karena itu menunjukkan apa yang paling ingin murid bicarakan.
Rekap jumlah murid yang menandai setiap bidang. Hasil ini menunjukkan kebutuhan bersama, misalnya banyak murid di satu kelas mengalami kesulitan belajar atau kebingungan memilih jurusan.
| Bidang masalah | Jumlah murid | Persentase |
|---|---|---|
| Kegiatan belajar | 18 dari 32 | 56% |
| Masa depan dan karier | 14 dari 32 | 44% |
| Hubungan pribadi dan sosial | 9 dari 32 | 28% |
| Keadaan keluarga | 6 dari 32 | 19% |
Angka di atas hanya contoh. Rekap seperti ini membantu menentukan prioritas layanan BK.
Hasil DCM adalah data pribadi yang sangat sensitif. Beberapa prinsip yang harus dijaga:
DCM hanya menunjukkan masalah yang disadari dan mau diungkapkan murid. Murid yang takut, malu, atau tidak menyadari masalahnya mungkin tidak menandai apa pun. Karena itu, DCM sebaiknya dipadukan dengan observasi, wawancara, catatan wali kelas, dan data kehadiran serta nilai.
Keduanya instrumen untuk mengungkap masalah murid. DCM berupa daftar cek masalah secara umum, sedangkan Alat Ungkap Masalah (AUM) memiliki format dan pengelompokan bidang yang berbeda. Guru BK dapat memilih sesuai kebutuhan.
Umumnya satu jam pelajaran, tergantung jumlah butir dan usia murid.
Boleh untuk kepentingan membantu murid, tetapi sebaiknya dengan persetujuan murid dan disampaikan secara hati-hati dalam pertemuan langsung.
Bisa, asalkan kerahasiaan tetap terjaga dan hanya guru BK yang bisa mengakses jawaban individu.
DCM memberi gambaran awal, tetapi masalah murid sering terlihat dari tanda lain: kehadiran yang menurun, nilai yang tiba-tiba jatuh, atau catatan wali kelas tentang perubahan sikap. Masalahnya, data ini biasanya tersebar di tangan orang yang berbeda dan baru disatukan setelah masalah membesar.
ASIS dibangun dengan visi agar setiap anak dikenali utuh. Di ASIS, presensi, nilai, dan catatan perkembangan murid tersimpan di satu tempat, sehingga guru BK dan wali kelas dapat melihat pola sejak dini. ASIS juga menyediakan modul layanan BK, dan akses data diatur sesuai peran sehingga catatan sensitif hanya bisa dibaca oleh yang berwenang.
ASIS gratis untuk semua sekolah. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis. Daftarkan sekolah Anda di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.