Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh rubrik penilaian presentasi, proyek, dan portofolio siap pakai, lengkap dengan deskriptor empat level, cara menyusun, dan tips agar adil.
Contoh rubrik penilaian yang baik selalu punya tiga unsur: kriteria yang diamati, level capaian (biasanya empat), dan deskriptor yang menjelaskan seperti apa kinerja di setiap level. Di bawah ini ada tiga rubrik siap pakai untuk presentasi, proyek, dan portofolio, lengkap dengan cara menyesuaikannya ke mata pelajaran Bapak/Ibu. Semua bisa langsung disalin ke lembar kerja, lalu dipertajam sesuai tujuan pembelajaran.
Rubrik adalah pedoman penskoran yang membuat penilaian kinerja lebih objektif. Rubrik paling berguna ketika hasil belajar tidak bisa dinilai dengan kunci jawaban: berbicara di depan kelas, membuat produk, merancang percobaan, atau mengumpulkan karya selama satu semester.
Ada dua bentuk utama:
| Jenis | Ciri | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Analitik | Setiap kriteria dinilai terpisah | Umpan balik rinci, tugas besar |
| Holistik | Satu skor untuk keseluruhan karya | Penilaian cepat, tugas pendek |
Untuk umpan balik yang bermanfaat bagi murid, rubrik analitik lebih disarankan. Murid tahu bagian mana yang sudah kuat dan bagian mana yang perlu diperbaiki.
Cocok untuk presentasi hasil diskusi, laporan percobaan, atau pemaparan proyek di jenjang SMP dan SMA. Untuk SD kelas atas, sederhanakan bahasanya.
| Kriteria | Mahir (4) | Cakap (3) | Berkembang (2) | Perlu bimbingan (1) |
|---|---|---|---|---|
| Isi | Akurat, lengkap, didukung data atau contoh | Akurat, sebagian besar lengkap | Ada beberapa kekeliruan atau bagian kosong | Banyak kekeliruan, inti belum tersampaikan |
| Struktur | Pembuka, isi, penutup runtut dan mudah diikuti | Runtut dengan sedikit lompatan | Urutan kurang jelas | Tidak ada alur yang jelas |
| Penyampaian | Suara jelas, kontak mata, tidak membaca teks | Suara jelas, sesekali membaca | Sering membaca, suara kurang jelas | Membaca penuh, sulit didengar |
| Media | Media mendukung dan rapi | Media cukup membantu | Media kurang terbaca | Tanpa media atau mengganggu |
| Tanya jawab | Menjawab tepat dengan alasan | Menjawab tepat, alasan singkat | Menjawab sebagian | Belum mampu menjawab |
Skor maksimal 20. Bila sekolah memakai nilai 0–100, kalikan 5. Namun lebih penting dari angka adalah catatan singkat per kriteria.
Rubrik ini cocok untuk proyek kelompok, misalnya membuat alat penjernih air sederhana di IPAS atau kampanye hemat energi di kelas.
| Kriteria | Mahir (4) | Cakap (3) | Berkembang (2) | Perlu bimbingan (1) |
|---|---|---|---|---|
| Perencanaan | Rencana kerja jelas, ada pembagian tugas dan jadwal | Rencana ada, pembagian tugas kurang rinci | Rencana dibuat setelah diminta guru | Tanpa rencana |
| Proses | Mencatat kemajuan, mencoba ulang saat gagal | Mencatat sebagian kemajuan | Proses tidak terdokumentasi | Proyek berhenti di tengah |
| Produk | Berfungsi, rapi, sesuai tujuan | Berfungsi dengan kekurangan kecil | Berfungsi sebagian | Belum berfungsi |
| Refleksi | Menjelaskan apa yang dipelajari dan perbaikannya | Menjelaskan apa yang dipelajari | Refleksi umum | Tanpa refleksi |
| Kerja sama | Semua anggota berkontribusi nyata | Sebagian besar berkontribusi | Didominasi satu-dua orang | Tidak ada kerja sama |
Untuk proyek kelompok, tambahkan penilaian antarteman agar kontribusi tiap anggota terlihat. Nilai produk bisa sama untuk satu kelompok, tetapi nilai proses dan kerja sama sebaiknya per individu.
Portofolio menilai perkembangan, bukan satu karya terbaik. Rubrik ini bisa dipakai untuk portofolio menulis, seni rupa, atau kumpulan laporan praktikum.
| Kriteria | Mahir (4) | Cakap (3) | Berkembang (2) | Perlu bimbingan (1) |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan | Semua karya wajib ada dan bertanggal | Hampir semua karya ada | Separuh karya ada | Sebagian besar kosong |
| Perkembangan | Terlihat peningkatan jelas dari awal ke akhir | Ada peningkatan pada beberapa aspek | Peningkatan sedikit | Tidak terlihat peningkatan |
| Refleksi diri | Setiap karya disertai alasan pemilihan dan rencana perbaikan | Sebagian karya disertai refleksi | Refleksi singkat dan umum | Tanpa refleksi |
| Kerapian | Tersusun rapi dengan daftar isi | Tersusun cukup rapi | Kurang teratur | Acak |
Contoh rubrik penilaian di atas bisa jadi titik awal, tetapi rubrik terbaik disusun dari tujuan pembelajaran Bapak/Ibu sendiri.
Deskriptor hanya berbeda kata sifat. "Sangat jelas, jelas, cukup jelas, kurang jelas" tidak membantu. Jelaskan perbedaannya dengan perilaku.
Menilai hal di luar tujuan. Kerapian sampul dinilai lebih tinggi daripada isi. Pastikan bobot sesuai prioritas belajar.
Rubrik disimpan guru sendiri. Rubrik yang tidak dibagikan kehilangan fungsinya sebagai panduan belajar.
Tidak ada umpan balik tertulis. Skor 3 tanpa catatan tidak memberi tahu murid langkah berikutnya.
| Jenjang | Penyesuaian |
|---|---|
| SD kelas 1–3 | Tiga level dengan simbol (bintang atau wajah), bahasa sangat sederhana |
| SD kelas 4–6 | Empat level, kalimat pendek, dibacakan bersama |
| SMP | Empat level, murid diajak menilai diri sebelum dinilai guru |
| SMA/SMK | Empat level, kriteria bisa mengikuti standar industri atau akademik |
Empat level paling umum karena menghindari kecenderungan memilih tengah. Untuk kelas awal SD, tiga level sudah cukup.
Tidak selalu. Untuk asesmen formatif, deskriptor dan catatan sudah cukup. Untuk rapor, skor rubrik bisa dikonversi sesuai kebijakan sekolah.
Boleh dan dianjurkan, terutama di SMP dan SMA. Murid yang ikut menyusun kriteria biasanya lebih paham apa yang diharapkan.
Lakukan moderasi: beberapa guru menilai karya yang sama dengan rubrik yang sama, lalu diskusikan perbedaan skornya sampai pemahaman deskriptor seragam.
Daftar cek hanya mencatat ada atau tidak. Rubrik menilai kualitas dalam beberapa level, sehingga lebih cocok untuk kinerja yang kompleks.
Rubrik sering berhenti di lembar kertas. Skor dicatat di buku nilai, catatan umpan balik tertinggal di tumpukan tugas, dan ketika rapor disusun guru harus mengumpulkan ulang semuanya. Orang tua pun jarang melihat perkembangan anak selain angka akhir.
ASIS dibangun dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Nilai dan catatan yang guru masukkan tersimpan di profil murid yang utuh, lalu dipakai kembali saat menyusun e-Rapor Kurikulum Merdeka. Untuk tugas berbasis kinerja, guru dapat menyiapkan aktivitas di Studio, sedangkan buku pelajaran pemerintah bisa dibuka di Pustaka sebagai rujukan proyek murid.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.