Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh RKAS SD berprioritas literasi: alur dari rapor pendidikan, tabel anggaran per komponen, porsi buku minimal, dan kesalahan yang sering terjadi.
Contoh RKAS SD berprioritas literasi dimulai dari satu masalah nyata di rapor pendidikan, misalnya capaian literasi yang masih rendah, lalu diterjemahkan menjadi kegiatan dan baris anggaran yang saling terhubung. Hasilnya bukan sekadar daftar belanja, melainkan rencana yang bisa dipertanggungjawabkan: buku bacaan berjenjang, pojok baca kelas, pelatihan guru, dan asesmen membaca. Artikel ini memberi alur, contoh tabel terisi, dan daftar cek sebelum RKAS diajukan.
RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) disusun berdasarkan perencanaan berbasis data. Artinya, kegiatan yang dianggarkan sebaiknya menjawab masalah yang terlihat di rapor pendidikan dan hasil refleksi sekolah, bukan menyalin RKAS tahun lalu.
Untuk tahun anggaran 2026, juknis pengelolaan dana BOSP diatur dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, yang mencabut Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025. Untuk Dana BOS Reguler, ketentuan pentingnya: paling sedikit 10 persen untuk buku, pemeliharaan sarana prasarana paling banyak 20 persen, serta honor non-ASN paling banyak 20 persen untuk sekolah negeri dan 40 persen untuk sekolah swasta. Selalu cocokkan dengan juknis terbaru dan arahan dinas setempat sebelum menetapkan angka.
Misalnya: kemampuan literasi murid berada di kategori "sedang" dan banyak murid kelas 4 belum memahami teks informasi. Catat juga temuan guru kelas: koleksi buku bacaan sedikit dan tidak sesuai jenjang.
Lakukan refleksi bersama guru. Contoh akar masalah: buku bacaan tidak berjenjang, waktu membaca tidak terjadwal, dan guru belum terbiasa dengan strategi membaca pemahaman.
Setiap akar masalah diterjemahkan menjadi kegiatan. Hindari kegiatan seremonial yang tidak menyentuh akar masalah.
Rinci volume, satuan, dan harga satuan yang wajar. Masukkan ke komponen penggunaan dana yang sesuai di juknis.
Berikut contoh untuk SD fiktif dengan 12 rombel dan anggaran BOSP Rp240.000.000 per tahun. Angka hanya ilustrasi untuk menunjukkan cara menghubungkan masalah dan anggaran.
| Akar masalah | Kegiatan | Rincian | Volume | Perkiraan biaya |
|---|---|---|---|---|
| Buku tidak berjenjang | Pengadaan buku bacaan berjenjang | Buku cerita dan nonfiksi sesuai level | 400 eksemplar | Rp20.000.000 |
| Buku teks kurang | Pengadaan buku teks utama | Melengkapi rasio buku per murid | Sesuai kekurangan | Rp6.000.000 |
| Pojok baca tidak ada | Rak dan perlengkapan pojok baca kelas | Rak sederhana, karpet, label level | 12 kelas | Rp7.200.000 |
| Guru belum terampil | Lokakarya strategi membaca pemahaman | Narasumber, bahan, konsumsi | 2 kali | Rp4.000.000 |
| Waktu membaca tak terjadwal | Program 15 menit membaca harian | Jurnal baca murid, lembar pantau | 1 tahun | Rp1.500.000 |
| Kemajuan tidak terukur | Asesmen membaca awal dan akhir | Penggandaan instrumen | 2 kali | Rp1.200.000 |
Pengadaan buku pada contoh RKAS SD di atas sekitar Rp26.000.000 atau kurang lebih 10,8 persen dari anggaran, sehingga memenuhi porsi minimal buku. Sisa anggaran dialokasikan ke komponen lain seperti langganan daya dan jasa, pemeliharaan, administrasi, dan honor sesuai batas yang berlaku.
| Komponen | Contoh alokasi | Catatan |
|---|---|---|
| Pengembangan perpustakaan dan buku | Rp33.200.000 | Termasuk pojok baca kelas |
| Kegiatan pembelajaran | Rp30.000.000 | Termasuk program membaca harian |
| Asesmen | Rp12.000.000 | Asesmen sumatif dan membaca |
| Pengembangan profesi guru | Rp10.000.000 | Lokakarya literasi, komunitas belajar |
| Administrasi kegiatan sekolah | Rp24.000.000 | ATK, penggandaan, rapat |
| Langganan daya dan jasa | Rp30.000.000 | Listrik, air, internet |
| Pemeliharaan sarana prasarana | Rp40.000.000 | Di bawah batas 20 persen |
| Honor | Rp45.000.000 | Mengikuti batas sesuai status sekolah |
| Lain-lain sesuai juknis | Rp15.800.000 | Penerimaan murid baru, multimedia |
| Total | Rp240.000.000 |
Nama dan jumlah komponen dapat berubah antartahun, jadi gunakan daftar komponen di juknis yang berlaku.
Bagian yang paling sering terlewat dalam contoh RKAS SD di internet adalah indikator. RKAS yang baik mencantumkan cara mengukur hasil. Untuk kegiatan literasi, misalnya:
Menyalin RKAS tahun lalu. Masalah sekolah berubah, sehingga kegiatan dan anggaran juga perlu berubah.
Buku dibeli tanpa kurasi. Buku yang tidak sesuai jenjang hanya memenuhi rak. Libatkan guru kelas dan pustakawan dalam memilih judul.
Kegiatan tanpa indikator. Lokakarya dianggarkan, tetapi tidak ada rencana tindak lanjut di kelas.
Belanja menumpuk di akhir tahun. Rencanakan jadwal belanja per tahap penyaluran agar kegiatan berjalan sejak awal tahun ajaran.
Bukti belanja tidak lengkap. Siapkan kuitansi, nota, dan dokumentasi sejak awal agar SPJ tidak tertunda.
Contoh ini sebaiknya dijadikan kerangka. Angka, komponen, dan kegiatan harus disesuaikan dengan rapor pendidikan, jumlah murid, dan juknis yang berlaku di tahun berjalan.
Kepala Sekolah, Bendahara, guru, dan komite sekolah. Pelibatan guru penting agar kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan kelas.
Porsi buku diarahkan untuk pengembangan perpustakaan, termasuk buku teks dan nonteks. Rujuk juknis terbaru untuk rinciannya.
Tetapkan prioritas dari akar masalah paling berpengaruh, misalnya buku berjenjang dan waktu membaca harian. Kegiatan lain bisa dijadwalkan pada tahun berikutnya.
Perubahan RKAS dimungkinkan sesuai mekanisme di juknis, biasanya disertai alasan dan persetujuan pihak terkait. Ikuti prosedur dinas setempat.
RKAS sering disusun di lembar kerja, belanja dicatat di buku kas terpisah, dan bukti disimpan di map. Saat SPJ disusun, Bendahara harus mencocokkan semuanya secara manual, dan kegiatan literasi yang sudah direncanakan sulit dipantau kemajuannya.
ASIS menyatukan modul keuangan untuk tagihan, tabungan, kas, RKAS, dan SPJ, sehingga rencana dan realisasi bisa dilihat berdampingan. Kepala Sekolah dapat menetapkan target literasi di Dashboard Goal, perpustakaan sekolah tercatat di modul perpustakaan, dan murid bisa membaca buku pelajaran pemerintah di Pustaka tanpa biaya tambahan. Tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai menyusun RKAS di asis.id.
Sumber: Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Juknis Pengelolaan Dana BOSP
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.