Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh pembelajaran bermakna untuk SD, SMP, dan SMA yang terhubung dengan kehidupan nyata, lengkap dengan alur memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Contoh pembelajaran bermakna adalah kegiatan yang membuat murid menghubungkan materi dengan kehidupannya sendiri, misalnya menghitung luas kebun sekolah untuk menentukan jumlah bibit, atau menulis surat ke kelurahan tentang jalan berlubang di depan sekolah. Murid tidak hanya tahu konsepnya, tetapi melihat konsep itu bekerja. Dalam kerangka pembelajaran mendalam, bermakna adalah salah satu prinsip utama, berdampingan dengan berkesadaran dan menggembirakan. Berikut delapan contoh siap adaptasi beserta cara merancangnya.
Belajar terasa bermakna ketika murid bisa menjawab pertanyaan "untuk apa saya mempelajari ini?" dengan contoh dari hidupnya. Kegiatan yang bermakna biasanya punya empat ciri:
Pembelajaran mendalam juga merumuskan tiga pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Contoh di bawah disusun mengikuti alur itu.
Memahami: murid mengenal nilai uang koin dan kertas melalui benda asli atau tiruan. Mengaplikasi: kelas menjadi warung; murid bergantian menjadi penjual dan pembeli, menghitung harga dan kembalian. Merefleksi: "Kapan kamu pernah membayar sendiri? Apa yang sulit?"
Memahami: murid mempelajari jenis bencana dan tanda bahaya di lingkungan. Mengaplikasi: berkelompok, murid menelusuri halaman sekolah dan menandai titik rawan (selokan terbuka, pohon rapuh, lantai licin) di denah. Merefleksi: hasil peta diserahkan ke Kepala Sekolah dan dibahas tindak lanjutnya. Murid melihat temuannya dihargai.
Memahami: murid mempelajari struktur surat resmi. Mengaplikasi: murid memilih satu masalah lingkungan nyata dan menulis surat usulan yang sopan dan berdasar data. Merefleksi: bila ada balasan, bacakan di kelas. Bila tidak, diskusikan cara lain menyampaikan aspirasi.
Memahami: murid mempelajari pengumpulan dan penyajian data. Mengaplikasi: selama satu pekan, murid menghitung jenis dan jumlah sampah plastik di kantin, lalu menyajikannya dalam diagram. Merefleksi: hasilnya dipresentasikan ke pengelola kantin bersama usulan pengurangan sampah.
Memahami: murid mempelajari ciri air bersih secara fisik. Mengaplikasi: dengan izin keluarga, murid mengamati sampel air dari rumah (warna, bau, endapan) dan membuat penjernih sederhana. Merefleksi: murid menulis saran untuk keluarganya. Tekankan bahwa uji sederhana tidak menggantikan uji laboratorium.
Memahami: murid mempelajari kegiatan ekonomi dan pelaku usaha. Mengaplikasi: murid mewawancarai pedagang di sekitar sekolah tentang modal, tantangan, dan cara mereka bertahan. Merefleksi: murid menyusun profil singkat dan menulis apa yang ia pelajari tentang kerja keras dan perencanaan.
Memahami: murid mempelajari teks deskriptif dan ungkapan menawarkan. Mengaplikasi: murid membuat brosur dwibahasa tentang tempat menarik di daerahnya. Merefleksi: brosur dibagikan ke pengelola wisata setempat, lalu murid membahas umpan balik yang diterima.
Memahami: murid mempelajari konsep pendapatan, pengeluaran, dan inflasi. Mengaplikasi: murid menyusun anggaran keluarga fiktif dengan harga barang yang mereka survei sendiri di pasar. Merefleksi: "Bagaimana kenaikan harga beras memengaruhi pilihan keluarga?"
| Jenjang | Mapel | Situasi nyata | Pengguna hasil |
|---|---|---|---|
| SD | Matematika | Belanja | Teman sekelas |
| SD | IPAS | Keamanan sekolah | Kepala Sekolah |
| SD | Bahasa Indonesia | Masalah lingkungan | Kelurahan |
| SMP | Matematika | Sampah kantin | Pengelola kantin |
| SMP | IPA | Air bersih | Keluarga |
| SMP | IPS | Usaha lokal | Kelas, pedagang |
| SMA | Bahasa Inggris | Wisata daerah | Pengelola wisata |
| SMA | Ekonomi | Anggaran keluarga | Murid sendiri |
Kontekstual di permukaan. Mengganti nama tokoh soal dengan nama lokal belum membuat belajar bermakna bila murid tetap hanya menghitung.
Kegiatan terlalu besar. Proyek yang memakan satu bulan untuk satu tujuan pembelajaran kecil membuat materi lain tertinggal.
Melupakan refleksi. Tanpa refleksi, murid ingat kegiatannya tetapi tidak menyadari konsepnya.
Mengabaikan keamanan. Kegiatan di luar kelas memerlukan izin orang tua dan pendampingan.
Tidak. Ada materi yang lebih efektif dijelaskan langsung. Kegiatan bermakna bisa dipakai di titik penting, misalnya awal atau akhir satu lingkup materi.
Proyek adalah salah satu cara mewujudkan pembelajaran bermakna. Kegiatan singkat seperti warung kelas juga bisa bermakna tanpa menjadi proyek panjang.
Lingkungan apa pun punya konteks nyata: kebun, pasar, sungai, atau rumah murid. Contoh pembelajaran bermakna justru sering lahir dari keterbatasan.
Gunakan rubrik untuk proses dan produk, ditambah catatan observasi dan refleksi murid.
Bisa, dengan penyesuaian peran dan bentuk produk sesuai kebutuhan murid.
Guru yang ingin merancang kegiatan bermakna sering terhambat urusan di luar kelas: perangkat ajar tersimpan di banyak berkas, sumber bacaan sulit dicari, dan catatan perkembangan murid tercecer di buku. Akhirnya waktu habis untuk administrasi, bukan merancang pengalaman belajar.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan profil murid yang utuh untuk mencatat perkembangan dari setiap kegiatan. Buku pelajaran pemerintah bisa dibuka di Pustaka, sedangkan Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif untuk memperkuat tahap memahami sebelum murid turun ke situasi nyata.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Komunitas Belajar, Prinsip dan Pengalaman Belajar dalam Pembelajaran Mendalam
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.