WAWASAN ASIS

Contoh Jurnal Mengajar Guru Harian yang Mudah Diisi

Contoh jurnal mengajar guru harian yang terisi: kolom wajib, contoh per jenjang SD, SMP, SMA, cara mengisi dalam lima menit, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 24 Jul 2026 Administrasi Sekolah

Contoh jurnal mengajar guru yang baik cukup memuat tujuh hal: tanggal, kelas dan jam ke-, tujuan pembelajaran, kegiatan inti, murid yang tidak hadir, catatan kejadian penting, dan tindak lanjut. Jurnal bukan laporan panjang. Ia catatan singkat yang diisi setiap selesai mengajar, supaya guru, wali kelas, dan Kepala Sekolah tahu apa yang benar-benar terjadi di kelas. Di bawah ini ada format kosong, contoh terisi untuk tiga jenjang, serta cara mengisinya dalam lima menit.

Untuk apa jurnal mengajar sebenarnya

Banyak guru menganggap jurnal mengajar sekadar berkas yang diminta saat supervisi. Padahal, jurnal yang diisi jujur justru paling berguna bagi guru sendiri.

Pengingat materi. Saat pertemuan berikutnya, guru tidak perlu menebak sampai mana pembahasan terakhir, terutama bila mengajar banyak rombel dengan kecepatan berbeda.

Bukti pelaksanaan pembelajaran. Jurnal menunjukkan bahwa jam pelajaran benar-benar terlaksana, termasuk ketika ada pergantian jadwal atau guru pengganti.

Bahan refleksi. Catatan "apa yang berhasil" dan "apa yang perlu diubah" menjadi dasar memperbaiki modul ajar semester depan.

Jejak perkembangan murid. Catatan tentang murid yang kesulitan atau menonjol membantu wali kelas dan guru BK menindaklanjuti lebih cepat.

Kolom wajib dalam jurnal mengajar

Kolom yang terlalu banyak membuat guru malas mengisi. Kolom yang terlalu sedikit membuat jurnal tidak berguna. Berikut kolom yang menurut pengalaman lapangan paling seimbang.

Kolom Isi Contoh singkat
Hari, tanggal Waktu mengajar Senin, 13 Oktober
Kelas, jam ke- Rombel dan jam VIII-B, jam 3–4
Tujuan pembelajaran Kode atau kalimat TP Murid dapat menghitung luas permukaan kubus
Kegiatan inti Metode dan aktivitas utama Diskusi kelompok, jaring-jaring kubus dari kardus
Ketidakhadiran Nama dan keterangan Raka (sakit), Nisa (izin)
Catatan kejadian Hal penting selama pelajaran 6 murid belum paham konsep sisi
Tindak lanjut Rencana pertemuan berikut Remedial singkat 10 menit di awal

Kolom "catatan kejadian" dan "tindak lanjut" adalah jantung jurnal. Tanpa dua kolom ini, jurnal hanya salinan jadwal pelajaran.

Contoh jurnal mengajar guru per jenjang

Contoh berikut memakai nama fiktif. Silakan sesuaikan dengan mata pelajaran dan kebiasaan sekolah Bapak/Ibu.

Contoh SD kelas 2 (guru kelas)

Kolom Isi
Hari, tanggal Selasa, 14 Oktober
Kelas, jam ke- 2A, jam 1–3
Tujuan pembelajaran Murid dapat membaca kalimat sederhana dengan lancar dan menjawab pertanyaan isi bacaan
Kegiatan inti Membaca nyaring bergantian, permainan kartu kata, menjawab tiga pertanyaan lisan
Ketidakhadiran Dimas (sakit, surat dari orang tua)
Catatan kejadian Salsa dan Bima masih mengeja per suku kata. Kelompok meja belakang cepat bosan setelah 15 menit
Tindak lanjut Salsa dan Bima dapat bacaan bergambar khusus. Sisipkan gerak dan lagu setiap 15 menit

Pada kelas awal, catatan tentang kemampuan membaca dan konsentrasi jauh lebih berguna daripada rincian metode.

Contoh SMP kelas 8 (Matematika)

Kolom Isi
Hari, tanggal Rabu, 15 Oktober
Kelas, jam ke- VIII-C, jam 5–6
Tujuan pembelajaran Murid dapat menentukan gradien garis dari dua titik
Kegiatan inti Masalah pemantik tentang kemiringan jalan, kerja berpasangan, presentasi dua pasangan
Ketidakhadiran Tidak ada
Catatan kejadian Sebagian besar tertukar urutan pengurangan koordinat. Proyektor mati 10 menit
Tindak lanjut Buat tiga soal latihan dengan pola salah yang umum, bahas di awal pertemuan

Contoh SMA kelas 11 (Sejarah)

Kolom Isi
Hari, tanggal Kamis, 16 Oktober
Kelas, jam ke- XI-2, jam 7–8
Tujuan pembelajaran Murid dapat menganalisis sebab-akibat peristiwa pergerakan nasional dari dua sumber
Kegiatan inti Telaah dua sumber teks, diskusi kelompok, peta konsep
Ketidakhadiran Fajar (dispensasi lomba)
Catatan kejadian Diskusi hidup, tetapi dua kelompok hanya merangkum tanpa analisis
Tindak lanjut Beri pertanyaan pemandu "mengapa" dan "apa akibatnya" di lembar kerja berikutnya

Cara mengisi jurnal dalam lima menit

Jurnal yang ditunda sampai akhir pekan biasanya berisi kalimat seragam yang tidak menggambarkan apa-apa. Kuncinya, isi segera.

  1. Siapkan template berulang. Kolom tanggal, kelas, dan jam sebaiknya terisi otomatis dari jadwal, sehingga guru hanya menulis isi.
  2. Tulis saat murid mengerjakan latihan atau tepat setelah bel. Dua sampai tiga menit sudah cukup.
  3. Pakai kalimat pendek. "6 murid belum paham sisi kubus" lebih berguna daripada paragraf panjang.
  4. Catat satu tindak lanjut nyata. Satu rencana yang dilakukan lebih baik daripada lima rencana di atas kertas.
  5. Baca ulang jurnal pertemuan sebelumnya sebelum masuk kelas. Inilah momen jurnal benar-benar bekerja.

Kesalahan umum saat mengisi jurnal mengajar

Menyalin tujuan pembelajaran dari modul tanpa melihat kenyataan. Bila tujuan tidak tercapai, tulis apa adanya. Jurnal yang selalu "tercapai" justru tidak dipercaya.

Kolom catatan kosong berminggu-minggu. Pasti ada kejadian penting di setiap kelas, sekecil apa pun.

Menulis data sensitif secara berlebihan. Hindari menulis masalah keluarga murid secara rinci di jurnal yang dibaca banyak orang. Untuk hal sensitif, cukup tulis "perlu tindak lanjut BK" lalu sampaikan langsung ke guru BK.

Jurnal dan presensi terpisah. Guru menulis ketidakhadiran di dua tempat, dan hasilnya sering berbeda. Sebaiknya ketidakhadiran di jurnal diambil dari presensi yang sama.

Hanya diisi menjelang supervisi. Kepala Sekolah yang berpengalaman mudah mengenali jurnal yang ditulis sekaligus dalam satu malam.

Jurnal kertas atau digital?

Keduanya sah. Pilih sesuai kondisi sekolah.

Aspek Buku jurnal kertas Jurnal digital
Biaya awal Murah Perlu perangkat dan aplikasi
Kecepatan isi Lambat bila banyak kelas Cepat, kolom rutin terisi otomatis
Rekap untuk Kepala Sekolah Harus dikumpulkan fisik Bisa dilihat kapan saja
Risiko hilang Tinggi Rendah bila tersimpan di server
Keterkaitan dengan presensi Tidak ada Bisa terhubung

Bila sekolah baru beralih, mulai dari satu jenjang atau satu kelompok mata pelajaran selama satu bulan, lalu evaluasi bersama dewan guru.

Peran Kepala Sekolah dan wali kelas

Jurnal mengajar akan rajin diisi bila ada yang membacanya. Kepala Sekolah bisa membaca sampel jurnal setiap minggu dan memberi umpan balik singkat, bukan mencari kesalahan. Bahan ini juga memperkaya supervisi akademik agar percakapan dengan guru berangkat dari data kelas yang nyata.

Wali kelas dapat memanfaatkan catatan dari guru mata pelajaran untuk melengkapi buku catatan wali kelas, misalnya pola murid yang sering tidak fokus di semua pelajaran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah jurnal mengajar wajib dibuat setiap hari?

Idealnya diisi setiap kali mengajar. Ketentuan administrasi tiap sekolah bisa berbeda, jadi ikuti kebijakan sekolah, tetapi kebiasaan harian membuat jurnal benar-benar berguna.

Apa beda jurnal mengajar dan agenda kelas?

Agenda kelas biasanya dipegang kelas dan diisi semua guru yang masuk. Jurnal mengajar dipegang guru dan memuat refleksi serta tindak lanjut untuk kelas-kelas yang ia ajar.

Bolehkah contoh jurnal mengajar guru dimodifikasi?

Boleh. Contoh jurnal mengajar guru di atas adalah titik awal. Tambahkan kolom yang dibutuhkan, misalnya capaian hafalan untuk madrasah atau catatan praktik untuk SMK.

Berapa panjang ideal catatan kejadian?

Satu sampai tiga kalimat pendek. Yang penting jelas siapa, apa, dan apa tindak lanjutnya.

Apakah jurnal bisa dipakai sebagai bahan penilaian kinerja guru?

Bisa menjadi salah satu bukti praktik pembelajaran. Namun, jurnal sebaiknya dipakai untuk refleksi dan pembinaan, bukan alat menghukum.

ASIS: Jurnal Mengajar yang Terisi dari Data yang Sudah Ada

Masalah utama jurnal mengajar bukan formatnya, melainkan kerja berulang. Guru menulis kelas, jam, dan daftar murid absen di buku jurnal, padahal data yang sama sudah ada di jadwal dan presensi. Akibatnya jurnal ditunda, lalu diisi sekaligus menjelang supervisi.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Jadwal dari generator jadwal pelajaran tanpa bentrok dan presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah sudah tersimpan di satu sistem, sehingga di fitur jurnal mengajar ASIS guru cukup menulis bagian yang memang hanya bisa ia tulis: apa yang terjadi di kelas dan apa tindak lanjutnya. Catatan perkembangan masuk ke profil murid yang utuh, dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka tersimpan di tempat yang sama. Setiap peran hanya melihat yang ia perlukan, jadi guru, wali kelas, dan Kepala Sekolah membaca dari sumber yang sama.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.