Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Catatan perkembangan peserta didik sepanjang semester: teknik anekdot, ceklis, dan portofolio, contoh catatan, serta cara mengolahnya menjadi deskripsi rapor.
Catatan perkembangan peserta didik adalah rekaman faktual tentang kemajuan belajar, sikap, dan kebiasaan setiap peserta didik yang ditulis guru secara berkala sepanjang semester. Catatan ini menjadi bahan utama untuk asesmen formatif, percakapan dengan orang tua, dan deskripsi rapor. Masalahnya, banyak guru baru mulai menulis menjelang pembagian rapor, sehingga catatan berubah menjadi kesan umum. Artikel ini membahas teknik mencatat yang ringan, contoh catatan, dan cara mengolahnya menjadi deskripsi rapor.
Bila Bapak/Ibu mencari contoh kalimat siap pakai, lihat juga "Catatan Perkembangan Siswa: Format dan Contoh Kalimat". Artikel ini fokus pada kebiasaan mencatat sejak awal semester.
Ingatan guru terbatas. Dengan 30 peserta didik di kelas dan beberapa kelas yang diajar, mustahil mengingat siapa yang mulai berani presentasi di minggu ketiga atau siapa yang kesulitan pecahan di bulan kedua. Tanpa catatan, deskripsi rapor cenderung seragam: "Ananda baik dalam memahami materi dan perlu meningkatkan ketelitian."
Catatan yang dibuat berkala juga membantu guru melihat pola. Peserta didik yang tiga kali tercatat tidak mengerjakan tugas setiap Senin mungkin punya masalah di rumah pada akhir pekan, bukan sekadar malas.
| Teknik | Cara | Cocok untuk | Waktu |
|---|---|---|---|
| Catatan anekdot | Menulis kejadian penting secara singkat dan faktual | Sikap, kebiasaan, momen kemajuan | 1–2 menit per catatan |
| Ceklis pengamatan | Mencentang kemampuan yang teramati | Keterampilan yang bisa diamati langsung | Selama kegiatan |
| Portofolio | Menyimpan contoh karya dengan komentar singkat | Perkembangan menulis, menggambar, proyek | Setiap tugas utama |
Tulis apa yang terjadi, kapan, dan dalam konteks apa. Hindari menilai karakter. Contoh:
Catatan kedua memberi informasi yang bisa ditindaklanjuti: Bima tahu jawabannya tetapi butuh undangan untuk bicara.
Ceklis berguna untuk keterampilan yang jelas. Contoh untuk kegiatan membaca nyaring di kelas 2:
| Nama | Membaca lancar | Intonasi tepat | Memahami isi | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Alya | ya | ya | ya | Siap bacaan lebih panjang |
| Fajar | belum | belum | ya | Paham isi, perlu latihan kelancaran |
| Nisa | ya | belum | belum | Lancar tetapi belum menangkap makna |
Satu ceklis yang diisi selama 20 menit kegiatan sudah memberi gambaran seluruh kelas.
Simpan dua atau tiga contoh karya per peserta didik setiap bulan, beri tanggal dan komentar satu kalimat. Di akhir semester, perbandingan karya awal dan akhir sering menjadi bukti perkembangan paling kuat untuk ditunjukkan kepada orang tua.
Guru tidak perlu mencatat semua peserta didik setiap hari. Pola yang bisa dijalankan:
Di akhir semester, catatan perkembangan peserta didik diolah menjadi deskripsi yang singkat dan bermakna. Langkahnya:
Contoh hasil untuk Bima: "Ananda Bima memahami konsep daur air dan perubahan wujud benda dengan baik, terlihat dari jawabannya yang tepat saat diskusi. Ananda mulai berani menyampaikan pendapat ketika diberi peran dalam kelompok. Ananda perlu terus dilatih untuk memulai pembicaraan tanpa menunggu ditanya."
Deskripsi ini jauh lebih bermakna bagi orang tua daripada kalimat umum, karena berangkat dari bukti nyata.
| Jenjang | Contoh catatan |
|---|---|
| SD kelas 1 | Kamis, 4 September. Raisa menulis namanya sendiri di lembar kerja tanpa contoh untuk pertama kalinya. |
| SMP kelas VIII | Selasa, 16 September. Dimas memimpin pembagian tugas kelompok IPS dan memastikan setiap anggota mendapat peran. |
| SMA kelas XI | Rabu, 1 Oktober. Laras mengajukan pertanyaan lanjutan tentang sumber data saat presentasi Sejarah, menunjukkan kemampuan menilai sumber. |
Catatan perkembangan memuat informasi pribadi. Simpan di tempat yang hanya bisa diakses guru dan pihak yang berkepentingan, seperti wali kelas dan guru BK. Jangan menulis catatan sensitif di grup percakapan atau buku yang mudah dibaca orang lain. Hal yang menyangkut kondisi keluarga sebaiknya ditulis seperlunya dan dibicarakan langsung dengan guru BK.
Tidak ada angka baku. Yang penting setiap peserta didik punya beberapa catatan dari waktu dan kegiatan berbeda dalam satu semester.
Ya, untuk hal yang terkait mapelnya. Wali kelas kemudian merangkum catatan dari berbagai guru untuk gambaran utuh.
Boleh, dalam bentuk ringkasan yang membangun. Catatan sensitif dibicarakan langsung, bukan dikirim tertulis begitu saja.
Nilai menunjukkan capaian pada satu asesmen. Catatan menjelaskan proses, sikap, dan konteks di balik capaian itu.
Gunakan pola bergiliran, misalnya fokus lima peserta didik per kelas setiap minggu, dan catat lewat ponsel agar tidak menunggu sampai di meja.
Akar masalah catatan perkembangan adalah catatan yang tercecer: sebagian di buku guru, sebagian di ponsel, sebagian hanya di ingatan. Saat rapor tiba, semuanya harus dikumpulkan ulang.
ASIS menyimpan profil murid yang utuh. Guru bisa menulis catatan perkembangan kapan saja lewat ASIS Mobile, dan catatan itu terkumpul bersama presensi, nilai, portofolio, prestasi, serta catatan layanan BK sesuai hak akses. Wali kelas melihat gambaran lengkap saat menyusun deskripsi e-Rapor Kurikulum Merdeka, tanpa menagih catatan satu per satu.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.