Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menyusun PPI (Program Pembelajaran Individual) untuk murid berkebutuhan khusus: asesmen awal, target terukur, layanan, dan pencatatannya di ASIS.
Cara menyusun PPI (Program Pembelajaran Individual) dimulai dari satu pertanyaan sederhana: apa yang sudah bisa dilakukan anak ini, dan apa langkah berikutnya yang realistis untuknya? PPI adalah rencana tertulis bagi murid berkebutuhan khusus yang memuat kemampuan awal, target yang terukur, layanan atau akomodasi yang diberikan, dan jadwal evaluasi. Di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, PPI sering tertinggal di map guru pendamping dan jarang dibaca guru mapel. ASIS menyediakan fitur PPI dan inklusi agar rencana ini tersimpan bersama profil murid dan bisa diakses tim yang berwenang. Artikel ini membahas komponen PPI, alur umum menyusunnya di ASIS, contoh target, kesalahan umum, dan cara manualnya.
Di sebuah SD swasta, ada tiga murid dengan kebutuhan berbeda di kelas 3: satu dengan hambatan pemusatan perhatian, satu dengan kesulitan membaca, dan satu dengan hambatan pendengaran ringan. Guru pendamping khusus menyusun PPI di awal tahun, tetapi guru kelas dan guru mapel tidak pernah membacanya. Saat ulangan, ketiga murid diberi soal dan waktu yang sama dengan teman sekelas tanpa akomodasi apa pun.
PPI yang baik tidak berguna bila tidak sampai ke orang yang mengajar anak setiap hari. Karena itu, cara menyusun PPI yang efektif selalu memikirkan siapa yang akan membacanya.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Identitas dan profil | Data murid, hasil asesmen, kekuatan, minat, dan hambatan |
| Kemampuan saat ini | Apa yang sudah dikuasai di bidang akademik, komunikasi, sosial, kemandirian |
| Target jangka panjang | Arah capaian satu semester atau satu tahun |
| Target jangka pendek | Langkah terukur dalam beberapa pekan |
| Layanan dan akomodasi | Pendampingan, modifikasi materi, waktu tambahan, tempat duduk, alat bantu |
| Penanggung jawab | Siapa melakukan apa |
| Jadwal evaluasi | Kapan target ditinjau dan bagaimana mengukurnya |
Panduan ASIS menegaskan bahwa PPI adalah rencana kolaboratif, bukan label untuk anak. Targetnya harus realistis, terukur, dan ditinjau pada periode yang sudah disepakati.
Siapkan hasil asesmen awal, catatan kekuatan murid, kebutuhan dukungan, persetujuan yang diperlukan, nama pelaksana, dan tanggal peninjauan.
PPI memuat target spesifik, pelaksana, strategi, bukti ukur, dan jadwal evaluasi.
Bila tujuan masih terlalu umum, pecah menjadi perilaku atau keterampilan yang bisa diamati. Jangan menyalin target milik murid lain.
Langkah lengkap: Cara Menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) di ASIS
| Kurang terukur | Terukur |
|---|---|
| Anak bisa membaca lebih baik | Anak membaca 20 kata dua suku kata dengan benar dalam 3 menit, 4 dari 5 kali percobaan |
| Anak lebih fokus | Anak mengerjakan tugas mandiri selama 10 menit dengan maksimal 2 pengingat |
| Anak bisa bersosialisasi | Anak mengajak satu teman bermain saat istirahat, minimal 3 kali dalam sepekan |
| Anak paham perkalian | Anak menyelesaikan 8 dari 10 soal perkalian 1–5 dengan bantuan benda konkret |
Rumus sederhana target terukur: siapa, melakukan apa, dalam kondisi apa, dengan kriteria berhasil seperti apa.
Anak yang sulit membaca mungkin kuat dalam menggambar atau berhitung lisan. Kekuatan ini bisa menjadi pintu masuk pembelajaran.
Tiga sampai lima target jangka pendek per periode lebih realistis daripada sepuluh target yang tidak pernah dievaluasi.
"Diberi waktu tambahan 50 persen saat ulangan" lebih jelas daripada "diberi kelonggaran".
Hindari istilah teknis tanpa penjelasan.
Data murid berkebutuhan khusus termasuk data anak yang sensitif. Batasi akses hanya untuk pihak yang perlu.
Salah satu bagian terpenting dalam cara menyusun PPI adalah ringkasan yang bisa dibaca guru mapel dalam satu menit. Contoh untuk murid kelas 5 dengan kesulitan membaca:
Ringkasan seperti ini membuat akomodasi benar-benar diberikan di setiap jam pelajaran, bukan hanya saat guru pendamping hadir. Bila PPI berubah setelah evaluasi, ringkasan ini ikut diperbarui.
PPI tetap bisa disusun dengan dokumen biasa:
Tantangannya, dokumen mudah tercecer dan guru baru tidak selalu menerima salinannya.
Biasanya guru pendamping khusus atau koordinator inklusi, bersama wali kelas, guru mapel, dan orang tua. PPI adalah kerja tim.
Umumnya disusun per semester atau per tahun ajaran, dengan target jangka pendek yang dievaluasi lebih sering, misalnya setiap 4–8 pekan.
Sangat dianjurkan agar layanan terarah. Rujuk pedoman pendidikan inklusif dan juknis terbaru yang berlaku untuk ketentuan di sekolah Bapak/Ibu.
Mulailah dari observasi dan asesmen guru di kelas. Hasil asesmen profesional bisa ditambahkan kemudian dan PPI disesuaikan.
Sebaiknya ya. Orang tua dilibatkan sejak penyusunan. Pengaturan akses di ASIS mengikuti peran yang diberikan sekolah.
Akar masalah PPI yang tidak berjalan adalah dokumen yang berhenti di satu map, sementara guru yang mengajar anak setiap hari tidak membacanya.
ASIS menyimpan PPI bersama profil murid yang utuh dan catatan perkembangannya, dengan akses yang diatur per peran. Guru yang berwenang melihat akomodasi yang perlu diberikan, guru pendamping mencatat kemajuan, dan bila sekolah bekerja sama dengan psikolog atau mitra profesional, catatannya bisa terhubung dalam satu tempat.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.