WAWASAN ASIS

Cara Menyusun PPI untuk Murid Berkebutuhan Khusus

Cara menyusun PPI (Program Pembelajaran Individual) untuk murid berkebutuhan khusus: asesmen awal, target terukur, layanan, dan pencatatannya di ASIS.

Tim Wawasan ASIS 26 Sep 2026 Panduan

Cara menyusun PPI (Program Pembelajaran Individual) dimulai dari satu pertanyaan sederhana: apa yang sudah bisa dilakukan anak ini, dan apa langkah berikutnya yang realistis untuknya? PPI adalah rencana tertulis bagi murid berkebutuhan khusus yang memuat kemampuan awal, target yang terukur, layanan atau akomodasi yang diberikan, dan jadwal evaluasi. Di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, PPI sering tertinggal di map guru pendamping dan jarang dibaca guru mapel. ASIS menyediakan fitur PPI dan inklusi agar rencana ini tersimpan bersama profil murid dan bisa diakses tim yang berwenang. Artikel ini membahas komponen PPI, alur umum menyusunnya di ASIS, contoh target, kesalahan umum, dan cara manualnya.

Masalah yang sering terjadi di sekolah inklusi

Di sebuah SD swasta, ada tiga murid dengan kebutuhan berbeda di kelas 3: satu dengan hambatan pemusatan perhatian, satu dengan kesulitan membaca, dan satu dengan hambatan pendengaran ringan. Guru pendamping khusus menyusun PPI di awal tahun, tetapi guru kelas dan guru mapel tidak pernah membacanya. Saat ulangan, ketiga murid diberi soal dan waktu yang sama dengan teman sekelas tanpa akomodasi apa pun.

PPI yang baik tidak berguna bila tidak sampai ke orang yang mengajar anak setiap hari. Karena itu, cara menyusun PPI yang efektif selalu memikirkan siapa yang akan membacanya.

Mengapa PPI penting

  • Anak belajar dari titik yang tepat. Target disesuaikan dengan kemampuan nyata, bukan sekadar tuntutan kelas.
  • Semua pihak punya pegangan yang sama: guru kelas, guru mapel, guru pendamping, dan orang tua.
  • Kemajuan bisa dilihat, karena target dirumuskan terukur dan dievaluasi berkala.
  • Sekolah memiliki dokumentasi layanan yang jelas untuk kebutuhan pelaporan dan pendampingan.

Komponen inti PPI

Komponen Isi
Identitas dan profil Data murid, hasil asesmen, kekuatan, minat, dan hambatan
Kemampuan saat ini Apa yang sudah dikuasai di bidang akademik, komunikasi, sosial, kemandirian
Target jangka panjang Arah capaian satu semester atau satu tahun
Target jangka pendek Langkah terukur dalam beberapa pekan
Layanan dan akomodasi Pendampingan, modifikasi materi, waktu tambahan, tempat duduk, alat bantu
Penanggung jawab Siapa melakukan apa
Jadwal evaluasi Kapan target ditinjau dan bagaimana mengukurnya

Langkah menyusun PPI di ASIS

Panduan ASIS menegaskan bahwa PPI adalah rencana kolaboratif, bukan label untuk anak. Targetnya harus realistis, terukur, dan ditinjau pada periode yang sudah disepakati.

Sebelum memulai

Siapkan hasil asesmen awal, catatan kekuatan murid, kebutuhan dukungan, persetujuan yang diperlukan, nama pelaksana, dan tanggal peninjauan.

Langkah di ASIS

  1. Buka menu PPI. Buat program untuk murid dan periode yang benar.
  2. Tulis gambaran awal. Isi kondisi awal, prioritas, strategi, akomodasi, dan pihak yang bertanggung jawab.
  3. Tambahkan tujuan. Setiap tujuan diberi indikator yang bisa diamati dan waktu peninjauan.
  4. Tinjau bersama tim dan keluarga. Lakukan sesuai kebijakan sekolah sebelum rencana dipakai di kelas.

Periksa hasilnya

PPI memuat target spesifik, pelaksana, strategi, bukti ukur, dan jadwal evaluasi.

Jika hasil belum sesuai

Bila tujuan masih terlalu umum, pecah menjadi perilaku atau keterampilan yang bisa diamati. Jangan menyalin target milik murid lain.

Langkah lengkap: Cara Menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) di ASIS

Contoh target yang terukur

Kurang terukur Terukur
Anak bisa membaca lebih baik Anak membaca 20 kata dua suku kata dengan benar dalam 3 menit, 4 dari 5 kali percobaan
Anak lebih fokus Anak mengerjakan tugas mandiri selama 10 menit dengan maksimal 2 pengingat
Anak bisa bersosialisasi Anak mengajak satu teman bermain saat istirahat, minimal 3 kali dalam sepekan
Anak paham perkalian Anak menyelesaikan 8 dari 10 soal perkalian 1–5 dengan bantuan benda konkret

Rumus sederhana target terukur: siapa, melakukan apa, dalam kondisi apa, dengan kriteria berhasil seperti apa.

Siapa saja dalam tim PPI

  • Guru pendamping khusus sebagai koordinator penyusunan.
  • Wali kelas dan guru mapel yang mengajar murid setiap hari.
  • Orang tua atau wali yang paling mengenal anak di rumah.
  • Psikolog atau mitra profesional bila sekolah bekerja sama.
  • Kepala Sekolah atau koordinator inklusi untuk persetujuan dan dukungan sumber daya.

Tips menyusun PPI

Mulai dari kekuatan anak

Anak yang sulit membaca mungkin kuat dalam menggambar atau berhitung lisan. Kekuatan ini bisa menjadi pintu masuk pembelajaran.

Batasi jumlah target

Tiga sampai lima target jangka pendek per periode lebih realistis daripada sepuluh target yang tidak pernah dievaluasi.

Tulis akomodasi yang konkret

"Diberi waktu tambahan 50 persen saat ulangan" lebih jelas daripada "diberi kelonggaran".

Gunakan bahasa yang bisa dipahami orang tua

Hindari istilah teknis tanpa penjelasan.

Jaga kerahasiaan

Data murid berkebutuhan khusus termasuk data anak yang sensitif. Batasi akses hanya untuk pihak yang perlu.

Contoh ringkasan akomodasi untuk guru mapel

Salah satu bagian terpenting dalam cara menyusun PPI adalah ringkasan yang bisa dibaca guru mapel dalam satu menit. Contoh untuk murid kelas 5 dengan kesulitan membaca:

  • Bacakan soal cerita Matematika bila murid meminta.
  • Beri waktu tambahan sekitar separuh waktu ulangan.
  • Dudukkan di baris depan, dekat guru.
  • Gunakan lembar kerja dengan huruf lebih besar dan jarak baris lega.
  • Nilai pemahaman konsep, bukan kerapian tulisan.

Ringkasan seperti ini membuat akomodasi benar-benar diberikan di setiap jam pelajaran, bukan hanya saat guru pendamping hadir. Bila PPI berubah setelah evaluasi, ringkasan ini ikut diperbarui.

Kesalahan umum

  • PPI disalin dari contoh tanpa asesmen awal.
  • Target terlalu umum sehingga tidak bisa dievaluasi.
  • PPI hanya diketahui guru pendamping.
  • Orang tua baru tahu isi PPI di akhir semester.
  • Tidak ada jadwal evaluasi.

Bila sekolah belum memakai aplikasi

PPI tetap bisa disusun dengan dokumen biasa:

  1. Siapkan templat dokumen berisi komponen inti di atas.
  2. Isi berdasarkan hasil observasi dan asesmen awal.
  3. Adakan rapat tim singkat untuk menyepakati target dan akomodasi.
  4. Cetak ringkasan akomodasi satu halaman untuk setiap guru yang mengajar murid.
  5. Simpan dokumen di map tertutup dan catat jadwal evaluasi di kalender sekolah.

Tantangannya, dokumen mudah tercecer dan guru baru tidak selalu menerima salinannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang bertanggung jawab menyusun PPI?

Biasanya guru pendamping khusus atau koordinator inklusi, bersama wali kelas, guru mapel, dan orang tua. PPI adalah kerja tim.

Berapa lama satu PPI berlaku?

Umumnya disusun per semester atau per tahun ajaran, dengan target jangka pendek yang dievaluasi lebih sering, misalnya setiap 4–8 pekan.

Apakah setiap murid berkebutuhan khusus wajib memiliki PPI?

Sangat dianjurkan agar layanan terarah. Rujuk pedoman pendidikan inklusif dan juknis terbaru yang berlaku untuk ketentuan di sekolah Bapak/Ibu.

Bagaimana cara menyusun PPI bila belum ada hasil asesmen profesional?

Mulailah dari observasi dan asesmen guru di kelas. Hasil asesmen profesional bisa ditambahkan kemudian dan PPI disesuaikan.

Apakah orang tua bisa melihat PPI anaknya?

Sebaiknya ya. Orang tua dilibatkan sejak penyusunan. Pengaturan akses di ASIS mengikuti peran yang diberikan sekolah.

ASIS: Rencana Belajar Anak yang Sampai ke Semua Guru

Akar masalah PPI yang tidak berjalan adalah dokumen yang berhenti di satu map, sementara guru yang mengajar anak setiap hari tidak membacanya.

ASIS menyimpan PPI bersama profil murid yang utuh dan catatan perkembangannya, dengan akses yang diatur per peran. Guru yang berwenang melihat akomodasi yang perlu diberikan, guru pendamping mencatat kemajuan, dan bila sekolah bekerja sama dengan psikolog atau mitra profesional, catatannya bisa terhubung dalam satu tempat.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.