Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menentukan KKTP dengan 4 pendekatan: deskripsi kriteria, rubrik, skala, dan interval nilai, lengkap dengan contoh terisi dan tindak lanjutnya.
Cara menentukan KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) pada dasarnya ada empat: memakai deskripsi kriteria, rubrik, skala, atau interval nilai. Keempatnya sama-sama sah. Pilihannya bergantung pada jenis tujuan pembelajaran dan bentuk asesmen yang Bapak/Ibu pakai. KKTP disusun per tujuan pembelajaran, bukan satu angka untuk seluruh mata pelajaran seperti KKM dulu.
Di bawah ini setiap pendekatan dijelaskan dengan contoh terisi, kapan cocok dipakai, dan kesalahan yang sering terjadi.
KKTP menjawab satu pertanyaan sederhana: "Bukti apa yang menunjukkan murid sudah mencapai tujuan pembelajaran ini?" Karena itu, langkah pertamanya selalu sama:
Contoh TP yang dipakai di seluruh artikel ini: "Murid mampu menulis teks deskripsi tentang lingkungan sekitar dengan struktur yang tepat dan detail yang mendukung." (Bahasa Indonesia, Fase D.)
Pendekatan paling sederhana. Guru menuliskan kriteria yang harus terpenuhi. Murid dinyatakan mencapai TP bila semua (atau sejumlah tertentu) kriteria terpenuhi.
Contoh:
Murid dinyatakan mencapai TP bila tulisannya:
Kapan cocok: TP yang jelas tercapai atau belum, dan kelas dengan waktu terbatas.
Kelemahan: tidak menunjukkan seberapa jauh murid yang belum mencapai, sehingga tindak lanjut kurang spesifik.
Rubrik memecah kriteria menjadi beberapa tingkat capaian dengan deskripsi di tiap tingkat. Pendekatan ini cocok untuk produk dan unjuk kerja.
| Kriteria | Baru berkembang | Layak | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Struktur | Belum ada identifikasi | Ada identifikasi, deskripsi belum runtut | Identifikasi dan deskripsi runtut | Runtut dan ditutup kesan yang kuat |
| Detail | Kurang dari 2 detail | 2 detail | 3 detail | Lebih dari 3 detail yang hidup |
| Diksi | Kata umum saja | Sedikit kata sifat | Kata sifat dan kata indra tepat | Diksi variatif dan segar |
| Ejaan | Banyak kesalahan | Beberapa kesalahan mengganggu | Sedikit kesalahan | Hampir tanpa kesalahan |
Tetapkan batas tercapai, misalnya: murid dinyatakan mencapai TP bila minimal berada di tingkat "Cakap" pada struktur dan detail, dan minimal "Layak" pada diksi serta ejaan.
Kapan cocok: menulis, presentasi, praktik, proyek.
Kelemahan: butuh waktu menyusun, dan deskripsi antartingkat harus benar-benar berbeda.
Skala memberi skor pada tiap kriteria, biasanya 1–4, lalu menjumlahkannya. Mirip rubrik, tetapi deskripsi per tingkat lebih ringkas.
Contoh:
| Kriteria | Skor (1–4) |
|---|---|
| Identifikasi objek jelas | 1 2 3 4 |
| Deskripsi rinci dan runtut | 1 2 3 4 |
| Kata sifat dan kata indra | 1 2 3 4 |
| Ejaan dan tanda baca | 1 2 3 4 |
Skor maksimal 16. Misalnya, murid dinyatakan mencapai TP bila skornya minimal 11 dan tidak ada kriteria bernilai 1.
Kapan cocok: penilaian cepat terhadap banyak karya, atau observasi sikap dan keterampilan.
Kelemahan: tanpa pedoman, dua guru bisa memberi skor berbeda untuk karya yang sama.
Pendekatan ini cocok untuk tes dengan skor angka. Guru menetapkan rentang nilai beserta tindak lanjutnya. Berikut contohnya:
| Interval | Keterangan | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| 0–40% | Belum mencapai | Remedial di seluruh bagian |
| 41–65% | Belum mencapai | Remedial di bagian yang diperlukan |
| 66–85% | Sudah mencapai | Tidak perlu remedial |
| 86–100% | Sudah mencapai | Perlu pengayaan atau tantangan lebih |
Angka di atas hanya contoh yang lazim beredar di bahan ajar Kurikulum Merdeka, bukan ketentuan baku. Sekolah dan guru boleh menyesuaikan dengan karakteristik TP.
Kapan cocok: tes tertulis, kuis, latihan soal.
Kelemahan: angka bisa menyembunyikan bagian TP mana yang belum dikuasai. Lengkapi dengan analisis butir soal.
| Pendekatan | Bukti yang cocok | Waktu menyusun | Kekuatan tindak lanjut |
|---|---|---|---|
| Deskripsi kriteria | Semua jenis | Cepat | Sedang |
| Rubrik | Produk, unjuk kerja | Lama | Tinggi |
| Skala | Produk, observasi | Sedang | Sedang |
| Interval nilai | Tes | Cepat | Sedang |
Tidak. KKTP bisa berupa deskripsi, rubrik, skala, atau interval nilai. Pilih yang paling sesuai dengan bukti belajar.
KKM berupa satu angka per mata pelajaran. KKTP disusun per tujuan pembelajaran dan menjelaskan bukti ketercapaian.
Boleh. TP menulis bisa memakai rubrik, sementara TP konsep bisa memakai interval nilai.
Susun bersama di forum guru serumpun, uji pada beberapa karya murid, lalu samakan pemahaman sebelum dipakai di semua kelas.
Sebaiknya ya, bersama rencana asesmen, agar tindak lanjut sudah direncanakan sejak awal.
Akar masalah KKTP di lapangan bukan sulitnya konsep, melainkan pekerjaan yang terpencar. Rubrik ditulis di satu berkas, nilai dicatat di lembar kerja lain, lalu deskripsi rapor diketik ulang dari awal. Tindak lanjut remedial sering terlupa karena datanya tidak terlihat dalam satu tempat.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan e-Rapor Kurikulum Merdeka dalam satu platform, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Hasil asesmen yang guru catat menjadi bahan rapor tanpa diketik ulang. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyusun draf soal sesuai indikator, dan setiap draf wajib ditinjau guru. Untuk latihan dan pengayaan, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Komunitas Belajar: Cara Menentukan KKTP; Kurikulum Merdeka: Cara Menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.