WAWASAN ASIS

Cara Menautkan Akun Anak ke Akun Orang Tua di ASIS

Cara menautkan akun anak ke akun orang tua di aplikasi sekolah: data yang disiapkan, alur di ASIS, menautkan lebih dari satu anak, dan solusi kendala umum.

Tim Wawasan ASIS 13 Sep 2026 Orang Tua

Cara menautkan akun anak ke akun orang tua pada dasarnya terdiri dari tiga langkah: masuk dengan akun orang tua, menghubungkan anak lewat data perwalian sekolah atau klaim anak yang diverifikasi, lalu memastikan profil anak muncul dengan benar. Setelah tertaut, orang tua bisa melihat informasi anak seperti presensi, nilai, tagihan, dan pengumuman dari satu aplikasi. Artikel ini membahas data yang perlu disiapkan, alur umum menautkan anak di ASIS, cara menautkan lebih dari satu anak, kendala yang sering muncul beserta solusinya, dan hal yang perlu diperhatikan sekolah agar proses ini lancar.

Masalah yang sering dialami orang tua

Pak Hendra (nama fiktif) punya dua anak, satu di SD dan satu di SMP yang sama-sama memakai aplikasi sekolah. Ia sudah mengunduh aplikasi dan membuat akun, tetapi halaman utamanya kosong. Tidak ada nama anak, tidak ada nilai, tidak ada tagihan. Ia mengira aplikasinya rusak.

Masalahnya sederhana: akun orang tua belum ditautkan ke data anak di sekolah. Tanpa penautan, aplikasi tidak tahu anak mana yang menjadi tanggung jawab akun tersebut.

Mengapa akun anak perlu ditautkan

Penautan adalah pengaman. Data anak termasuk data pribadi, dan UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur bahwa data anak termasuk data pribadi yang bersifat spesifik. Karena itu, sekolah perlu memastikan hanya orang tua atau wali yang sah yang bisa melihat informasi anak.

Setelah tertaut, orang tua mendapat manfaat seperti:

  • melihat kehadiran anak hari itu,
  • memantau nilai dan umpan balik guru,
  • memeriksa tagihan dan mengunggah bukti bayar,
  • mengajukan izin tidak masuk,
  • menerima pengumuman sekolah lewat notifikasi aplikasi.

Yang perlu disiapkan sebelum menautkan

Persiapan Keterangan
Ponsel dan aplikasi ASIS Mobile (Android) atau peramban untuk membuka asis.id
Nomor HP atau email Sebaiknya sama dengan yang didaftarkan ke sekolah
Bukti hubungan keluarga Dokumen yang diminta sekolah bila perlu verifikasi
Data anak Nama lengkap dan kelas untuk mencocokkan
Koneksi internet Untuk menerima kode verifikasi bila diperlukan

Dokumen yang diminta untuk verifikasi bisa berbeda di tiap sekolah. Tanyakan kepada wali kelas atau operator bila belum menerimanya.

Alur umum menautkan anak di ASIS

Di ASIS, anak bisa tertaut ke akun orang tua dengan dua cara: dari data perwalian yang sudah dicatat sekolah, atau lewat klaim yang diverifikasi. Nomor telepon yang sama saja tidak cukup; sekolah tetap memeriksa identitas agar akun wali hanya membuka data anak yang sah.

Sebelum memulai

Siapkan identitas anak, bukti hubungan keluarga, nomor kontak aktif, dan dokumen bila diminta sekolah. ASIS mendukung login dengan OTP WhatsApp/SMS atau akun Google bila sekolah mengaktifkannya.

Langkah di ASIS

  1. Masuk sebagai wali di ASIS Mobile atau asis.id, lalu periksa daftar Anak. Bila sekolah sudah mencatat data perwalian, anak bisa langsung tampil di sini.
  2. Jika anak belum terhubung, buka Klaim Anak dan isi data sesuai catatan sekolah.
  3. Ikuti verifikasi yang diminta, lalu pantau status klaim. Jangan mengajukan klaim ganda untuk anak yang sama.
  4. Setelah klaim diterima, buka detail anak dan pastikan identitas serta sekolahnya benar.

Untuk anak berikutnya, ulangi langkah yang sama.

Periksa hasilnya

Akun wali hanya menampilkan anak yang berhak diakses. Jika muncul anak yang bukan anak Bapak/Ibu, gunakan tindakan lepas pada anak tersebut dan laporkan ke sekolah.

Jika hasil belum sesuai

Klaim tertahan lama? Biasanya data wali di sekolah belum sesuai, misalnya nomor telepon atau nama wali berbeda. Minta sekolah memeriksa datanya. Jangan mencoba masuk memakai akun orang lain.

Langkah lengkap: Cara Menautkan Anak ke Akun Orang Tua ASIS

Menautkan lebih dari satu anak

Satu akun orang tua dapat memantau beberapa anak. Setelah semua anak tertaut, orang tua biasanya bisa berpindah dari profil satu anak ke anak lain. Ini memudahkan keluarga yang anaknya bersekolah di beberapa jenjang.

Bila kedua orang tua ingin memantau, masing-masing bisa memakai akunnya sendiri, sesuai kebijakan sekolah. Pastikan kedua nomor terdaftar di data sekolah.

Kendala umum dan solusinya

Kendala Kemungkinan penyebab Solusi
Profil anak tidak muncul Belum ada data perwalian atau klaim masih diverifikasi Ajukan Klaim Anak atau tanyakan status klaim ke sekolah
Klaim tertahan Data yang diisi berbeda dengan catatan sekolah Cocokkan data wali dengan sekolah, jangan mengajukan klaim ganda
Nomor HP tidak dikenali Nomor berbeda dengan data sekolah Minta operator memperbarui nomor
Muncul anak yang salah Data tertukar Gunakan tindakan lepas, lalu laporkan ke sekolah
Tidak menerima OTP Sinyal atau nomor tidak aktif Coba lagi beberapa saat atau gunakan metode lain

Setelah akun anak tertaut

Setelah memahami cara menautkan akun anak, luangkan waktu sebentar untuk mengatur akun agar informasinya benar-benar bermanfaat:

  • Aktifkan notifikasi aplikasi agar pengumuman, kehadiran, dan tagihan tidak terlewat. Jam tenang membantu notifikasi tidak mengganggu di malam hari.
  • Periksa data anak, misalnya kelas dan wali kelas. Laporkan bila ada yang keliru.
  • Lihat menu yang tersedia. Menu yang tampil mengikuti modul yang diaktifkan sekolah, sehingga bisa berbeda antara sekolah anak pertama dan anak kedua.
  • Ajak anak berbicara. Pantau bersama, bukan mengawasi diam-diam, agar anak tetap merasa dipercaya.

Tips untuk sekolah

  • Pastikan nomor HP orang tua di data sekolah mutakhir sebelum orang tua mengajukan klaim anak.
  • Bagikan panduan singkat saat pertemuan wali murid atau lewat pengumuman WhatsApp.
  • Sediakan meja bantuan pada hari pertama sekolah atau saat pengambilan rapor.
  • Verifikasi permintaan yang janggal, misalnya penautan dari nomor yang tidak dikenal.

Kesalahan umum

Membuat akun dengan nomor yang tidak terdaftar. Gunakan nomor yang sama dengan data di sekolah agar penautan lancar.

Mengajukan klaim berulang. Klaim ganda untuk anak yang sama justru memperlambat verifikasi. Pantau status klaim pertama.

Mengabaikan anak yang salah tertaut. Data anak lain adalah data pribadi orang lain. Gunakan tindakan lepas dan laporkan segera.

Meminjamkan akun. Akun orang tua berisi data anak dan tagihan. Jaga kata sandinya.

Untuk sekolah yang belum memakai aplikasi

Sekolah tanpa aplikasi tetap perlu memastikan informasi anak hanya sampai ke orang tua yang sah. Caranya: perbarui data kontak orang tua setiap awal tahun, kirim informasi pribadi seperti nilai hanya lewat jalur pribadi, dan jangan menempel data pribadi murid di grup umum.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cara menautkan akun anak sama untuk semua sekolah?

Prinsipnya sama, tetapi bentuk data penautan dan alur verifikasi bisa berbeda sesuai kebijakan sekolah.

Bisakah kakek atau nenek yang mengasuh anak ikut memantau?

Bisa bila sekolah mendaftarkannya sebagai wali. Hubungi sekolah untuk prosedurnya.

Berapa anak yang bisa ditautkan ke satu akun?

Satu akun orang tua bisa memantau lebih dari satu anak. Detailnya ikuti Panduan ASIS.

Bagaimana jika ganti nomor HP?

Beri tahu sekolah agar data kontak diperbarui, lalu masuk kembali dengan nomor baru.

Apakah aplikasi tersedia untuk iPhone?

ASIS Mobile tersedia untuk Android; versi iOS segera menyusul. Sementara itu, pengguna perangkat lain dapat membuka asis.id lewat peramban.

ASIS: Informasi Anak Sampai ke Orang Tua yang Tepat

Kabar sekolah sering terlambat atau salah alamat: surat tertinggal di tas, pesan grup tenggelam, data kontak orang tua tidak diperbarui. Di sisi lain, data anak perlu dilindungi agar tidak dilihat orang yang tidak berhak.

ASIS menautkan akun orang tua dengan data anak yang dikelola sekolah. Setelah tertaut, presensi, nilai, tagihan dan bukti bayar, izin, serta pengumuman sampai lewat portal wali dan notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas dengan jam tenang. Data sekolah tidak dijual dan tanpa iklan.

ASIS gratis untuk semua sekolah. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, wali santri bisa memakai Basmalah yang juga gratis. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.