WAWASAN ASIS

Cara Membuat Ujian CBT di Sekolah dengan ASIS

Cara membuat ujian CBT di sekolah: menyiapkan paket soal, jadwal, token, proktor, dan peserta di ASIS, plus kesalahan umum dan alternatif tanpa aplikasi.

Tim Wawasan ASIS 26 Sep 2026 Panduan

Cara membuat ujian CBT di sekolah pada dasarnya terdiri dari empat pekerjaan: menyiapkan paket soal, mengatur jadwal dan ruang, mendaftarkan peserta, lalu menyiapkan pengawasan lewat token dan proktor. Bila salah satu tertinggal, ujian bisa molor di hari pelaksanaan. ASIS menyediakan fitur CBT yang mencakup paket soal, token, proktor, dan tryout dalam satu akun sekolah. Artikel ini menjelaskan alur umum menyusun ujian CBT di ASIS, pembagian tugas panitia, kesalahan yang sering terjadi, serta alternatif bagi sekolah yang belum memakai aplikasi.

Masalah yang sering terjadi saat ujian berbasis komputer

Hari pertama penilaian akhir semester. Murid sudah duduk di laboratorium, tetapi soal Bahasa Indonesia belum muncul karena paketnya belum diaktifkan. Di ruang lain, murid kelas XI masuk ke ujian kelas X karena daftar peserta tertukar. Proktor menelepon operator berkali-kali meminta token baru.

Kejadian seperti ini biasanya bukan karena aplikasinya, tetapi karena persiapan dilakukan mepet dan tidak ada daftar cek yang jelas.

Mengapa persiapan CBT harus terstruktur

Ujian berbasis komputer menghemat kertas dan mempercepat koreksi soal objektif. Namun, ujian ini bergantung pada banyak hal sekaligus: data murid, perangkat, jaringan, dan soal. Persiapan yang terstruktur membuat:

  • murid fokus mengerjakan soal, bukan menunggu,
  • panitia tahu siapa memegang apa,
  • hasil ujian langsung siap diperiksa dan dianalisis.

Pembagian tugas panitia

Peran Tugas utama
Wakasek kurikulum Menetapkan jadwal dan mapel ujian
Guru mapel Menyusun dan meninjau paket soal
Operator Mengatur peserta, ruang, sesi, dan token
Proktor Mengawasi sesi di ruang ujian, membantu kendala murid
Teknisi Memastikan perangkat dan jaringan siap

Di sekolah kecil, satu orang bisa memegang beberapa peran. Yang penting, tugasnya tertulis.

Langkah menyusun ujian CBT di ASIS

Panduan ASIS menekankan dua syarat ujian digital: soalnya benar dan pesertanya tepat. Karena itu, sesi uji dengan akun contoh perlu dijalankan sebelum ujian resmi dimulai.

Sebelum memulai

Pastikan bank soal, daftar kelas, mapel, waktu pelaksanaan, petugas, dan kebijakan ujian sudah disahkan pimpinan sekolah.

Langkah di ASIS

  1. Buat ujian di menu Ujian. Setelah ujian dibuat, buka penyusun soal untuk memilih pertanyaan dari bank soal.
  2. Periksa seluruh pengaturan. Cek kunci, pembahasan, urutan soal, durasi, jadwal, dan daftar peserta.
  3. Uji alur masuk dengan peserta contoh. Pastikan jawaban tersimpan dan batas waktu berjalan sesuai pengaturan.
  4. Atur pembagian token. Bagikan token hanya pada waktu yang ditetapkan, dan siapkan prosedur bila jaringan terganggu.

Tampilan penyusunan paket soal ujian CBT di ASIS berisi butir pilihan ganda, esai, kunci jawaban, dan alokasi waktu Penyusun soal ujian CBT di ASIS: butir soal, kunci jawaban, dan waktu dalam satu tampilan.

Periksa hasilnya

Pengawas bisa memantau sesi, semua peserta yang seharusnya ikut dapat masuk, dan tidak ada soal kosong atau kunci yang salah.

Jika hasil belum sesuai

Bila ada peserta yang tidak muncul, periksa kelas, sekolah, penugasan, dan jadwalnya. Jangan membuat ujian baru hanya untuk menambal kesalahan daftar peserta sebelum penyebabnya diperiksa.

Langkah lengkap: Cara Menyusun Ujian CBT di ASIS

Contoh lini waktu persiapan

Waktu Kegiatan
H-21 Jadwal ujian ditetapkan, guru mulai menyusun paket soal
H-14 Paket soal selesai dan ditelaah rekan satu mapel
H-10 Operator memeriksa data peserta dan rombel
H-7 Simulasi atau tryout untuk murid
H-3 Pengecekan perangkat dan jaringan setiap ruang
H-1 Proktor menerima pengarahan dan daftar ruang

Tips agar ujian lancar

Kunci paket lebih awal

Paket soal yang terus diubah sampai malam sebelum ujian rawan salah. Tetapkan batas waktu revisi.

Acak soal dan pilihan jawaban

Pengacakan mengurangi peluang murid menyalin jawaban teman di sebelahnya.

Siapkan perangkat cadangan

Satu atau dua komputer cadangan per ruang menyelamatkan murid yang perangkatnya bermasalah.

Bekali proktor

Proktor perlu tahu cara memantau peserta dan langkah bila murid keluar dari ujian tanpa sengaja.

Jadwalkan sesi dengan jeda

Beri jeda 15–30 menit antarsesi agar ruang bisa disiapkan ulang.

Daftar cek sehari sebelum ujian

  • Semua paket soal sudah terkunci dan ditinjau.
  • Durasi dan pengacakan soal sudah diatur.
  • Daftar peserta per ruang dan sesi sudah benar.
  • Proktor setiap ruang sudah ditunjuk dan diberi pengarahan.
  • Perangkat dan jaringan sudah diuji dengan banyak pengguna sekaligus.
  • Nomor kontak operator tertempel di setiap ruang.
  • Rencana cadangan (perangkat atau sesi susulan) sudah disepakati.

Menyiapkan ujian susulan

Selalu ada murid yang sakit atau berhalangan saat jadwal utama. Saat menerapkan cara membuat ujian CBT di sekolah, sisihkan satu sesi susulan sejak awal. Gunakan paket soal setara, bukan paket yang sama, karena isi soal bisa sudah diceritakan teman. Catat alasan ketidakhadiran agar wali kelas dan guru mapel mendapat informasi yang sama.

Kesalahan umum

  • Data rombel belum diperbarui, sehingga murid pindahan tidak muncul sebagai peserta.
  • Durasi tidak sesuai jumlah soal.
  • Tidak ada simulasi, murid bingung di hari pertama.
  • Token dibagikan terlalu dini dan beredar sebelum jadwal.
  • Jaringan tidak diuji dengan beban penuh.

Bila sekolah belum memakai aplikasi

Sekolah tanpa aplikasi CBT tetap bisa menjalankan ujian rapi:

  1. Susun kisi-kisi dan paket soal di dokumen pengolah kata.
  2. Buat jadwal, denah ruang, dan daftar peserta di lembar kerja.
  3. Gunakan formulir daring umum untuk soal objektif bila perangkat tersedia, atau ujian kertas dengan lembar jawaban terpisah.
  4. Siapkan berita acara dan daftar hadir per ruang.
  5. Koreksi manual atau dengan kunci transparan, lalu rekap di lembar kerja.

Cara ini bisa berjalan, tetapi data peserta, soal, dan nilai tersebar di beberapa berkas sehingga rekap memakan waktu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama waktu ideal untuk cara membuat ujian CBT dari nol?

Untuk ujian semester, mulailah sekitar tiga pekan sebelumnya. Ulangan harian berbasis komputer bisa disiapkan dalam beberapa hari bila soal sudah ada di bank soal.

Apakah murid bisa ujian dari ponsel?

Tergantung kebijakan sekolah dan perangkat yang tersedia. Pastikan perangkat murid sudah diuji saat simulasi dan aturan pengawasan disepakati.

Apa fungsi token dan proktor?

Token membatasi agar hanya murid di sesi yang benar yang bisa masuk ujian. Proktor mengawasi jalannya ujian di ruang dan membantu kendala murid.

Apakah ASIS bisa dipakai untuk tryout?

Bisa. Fitur CBT di ASIS mendukung tryout, sehingga murid kelas akhir dapat berlatih dengan suasana mirip ujian sebenarnya.

Bagaimana bila sekolah memakai ujian kertas?

ASIS juga mendukung ujian kertas dengan cetak lembar jawaban ber-QR. Panduan rincinya ada di asis.id.

ASIS: Ujian Berbasis Komputer Tanpa Drama di Hari H

Akar masalah ujian CBT yang kacau adalah data dan persiapan yang tercecer: soal di satu tempat, daftar peserta di tempat lain, token di catatan operator. Satu perubahan kecil harus diperbarui di banyak berkas.

ASIS memakai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data rombel yang sama dipakai untuk peserta ujian, soal dari bank soal dipakai untuk paket CBT, dan hasilnya langsung siap dikoreksi serta dianalisis per butir. Sekolah yang masih memakai kertas bisa mencetak lembar jawaban ber-QR dari sistem yang sama.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.