WAWASAN ASIS

Cara Membuat Modul Ajar dari Nol dalam 7 Langkah

Cara membuat modul ajar dari nol dalam 7 langkah, dari membaca CP sampai refleksi, dengan contoh utuh Bahasa Indonesia kelas 7 tentang teks prosedur.

Tim Wawasan ASIS 14 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Cara membuat modul ajar dari nol bisa diringkas menjadi tujuh langkah: membaca CP dan ATP, mengenali murid, merumuskan tujuan pembelajaran, merancang asesmen, menyusun kegiatan, menyiapkan media dan diferensiasi, lalu menelaah serta merefleksikan. Urutan ini penting. Banyak guru memulai dari kegiatan yang menarik, lalu kesulitan mencocokkannya dengan tujuan dan asesmen. Artikel ini menjelaskan cara membuat modul ajar langkah demi langkah dengan satu contoh utuh: Bahasa Indonesia kelas 7, teks prosedur.

Artikel ini ditujukan terutama bagi guru baru atau guru yang belum pernah menyusun modul sendiri. Untuk ringkasan komponen, baca "Modul Ajar: Komponen, Contoh Ringkas, dan Tips Guru". Untuk menyusunnya di aplikasi, lihat "Cara Menyusun Modul Ajar: Langkah Praktis di ASIS". Bila ingin menerapkan kerangka terbaru, ada "Modul Ajar Pembelajaran Mendalam: Cara Menyusun dan Contoh".

Langkah 1: Baca CP dan ATP

Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang harus dicapai murid di akhir fase. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) memecah CP menjadi urutan tujuan yang lebih kecil. Sebelum menulis apa pun, baca CP fase yang relevan dan cari posisi topik di ATP sekolah.

Contoh: Untuk kelas 7 (fase D), CP Bahasa Indonesia mencakup kemampuan memahami dan menulis berbagai jenis teks. Dalam ATP sekolah, teks prosedur ditempatkan di semester ganjil setelah teks deskripsi.

Pertanyaan kunci: apa yang harus bisa dilakukan murid di akhir topik ini?

Langkah 2: Kenali murid

Modul ajar disusun untuk murid tertentu, bukan murid ideal. Lakukan asesmen diagnostik singkat untuk mengetahui kemampuan awal dan minat.

Contoh: Guru memberi tiga pertanyaan di awal pertemuan:

  1. Pernahkah kamu mengikuti petunjuk untuk membuat atau memasang sesuatu?
  2. Tuliskan cara membuat teh manis dalam beberapa langkah.
  3. Kegiatan apa yang paling kamu sukai di rumah?

Dari jawaban, guru menemukan sebagian besar murid sudah bisa mengurutkan langkah, tetapi belum memakai kata kerja perintah dan keterangan yang tepat. Sebagian kecil masih kesulitan menulis kalimat utuh. Banyak murid suka memasak dan bermain gim.

Langkah 3: Rumuskan tujuan pembelajaran

Tujuan yang baik menyebut kemampuan yang bisa diamati dan konteksnya.

Contoh tujuan:

  1. Murid dapat mengidentifikasi tujuan, bahan, dan langkah dalam teks prosedur.
  2. Murid dapat menjelaskan ciri kebahasaan teks prosedur, yaitu kalimat perintah dan kata keterangan urutan.
  3. Murid dapat menulis teks prosedur sederhana tentang kegiatan sehari-hari dengan struktur dan kebahasaan yang tepat.

Hindari tujuan yang tidak bisa diamati seperti "murid memahami teks prosedur".

Langkah 4: Rancang asesmen

Rancang asesmen sebelum kegiatan. Asesmen menjawab pertanyaan: bagaimana saya tahu murid sudah mencapai tujuan?

Tujuan Asesmen formatif Asesmen sumatif
Mengidentifikasi struktur Menandai bagian teks dengan warna berbeda Bagian dari tes tertulis akhir topik
Menjelaskan kebahasaan Kuis singkat menemukan kalimat perintah Bagian dari tes tertulis akhir topik
Menulis teks prosedur Umpan balik teman pada draf Produk teks prosedur dengan rubrik

Rubrik produk (ringkas): struktur lengkap, langkah runtut, kalimat perintah tepat, kata keterangan urutan tepat, ejaan dan tanda baca sesuai EYD.

Langkah 5: Susun kegiatan pembelajaran

Susun kegiatan yang menjembatani tujuan dan asesmen. Kerangka pembelajaran mendalam menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Contoh alur tiga pertemuan (masing-masing 2 x 40 menit):

Pertemuan Pembuka Inti Penutup
1 Guru memperagakan membuat minuman sederhana sambil murid mencatat langkahnya Kelompok membandingkan catatan, menemukan bagian tujuan, bahan, dan langkah Tiket keluar: tuliskan tiga bagian teks prosedur
2 Tebak kegiatan dari kalimat perintah yang dibacakan Murid mencari kalimat perintah dan kata keterangan urutan dalam tiga teks berbeda Kuis singkat lima soal
3 Murid memilih kegiatan favorit yang akan ditulis Menulis draf, bertukar dengan teman, merevisi berdasarkan umpan balik Beberapa murid membacakan hasil, kelas mencoba mengikuti langkahnya

Kegiatan ini bermakna karena berangkat dari pengalaman murid, dan menggembirakan karena melibatkan praktik dan permainan.

Langkah 6: Siapkan media dan diferensiasi

Siapkan bahan yang mendukung kegiatan:

  • LKPD untuk menandai struktur teks,
  • tiga contoh teks prosedur dengan tingkat kesulitan berbeda,
  • kartu kalimat perintah untuk permainan,
  • buku teks dari sumber resmi sebagai bacaan tambahan.

Diferensiasi:

  • Murid yang kesulitan menulis: diberi kerangka teks dengan kalimat awal yang sudah tersedia.
  • Murid yang sudah mahir: ditantang menulis teks prosedur yang lebih kompleks, misalnya cara memperbaiki rantai sepeda atau mengatur pengaturan gim, lengkap dengan peringatan keselamatan.
  • Minat: murid boleh memilih topik memasak, kerajinan, atau perawatan barang sesuai kesukaan.

Langkah 7: Telaah dan refleksi

Sebelum dipakai, periksa keselarasan tujuan, asesmen, dan kegiatan. Setelah mengajar, catat refleksi singkat.

Contoh refleksi guru setelah pertemuan 3: "Waktu menulis draf kurang 10 menit. Kerangka teks sangat membantu lima murid yang biasanya diam. Pertemuan berikutnya, berikan contoh umpan balik teman yang baik sebelum tukar draf."

Refleksi seperti ini membuat modul semakin baik setiap tahun. Inilah bagian dari cara membuat modul ajar yang paling sering dilewati, padahal paling murah dan paling berdampak.

Daftar cek sebelum dipakai

  • Tujuan terhubung dengan CP dan posisi di ATP.
  • Asesmen diagnostik sudah dilakukan atau direncanakan.
  • Setiap tujuan punya asesmen yang sesuai.
  • Kegiatan realistis dengan alokasi waktu.
  • Ada diferensiasi untuk murid yang kesulitan dan yang mahir.
  • Media dan LKPD siap.
  • Ada ruang refleksi guru dan murid.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Mulai dari kegiatan. Kegiatan menarik tetapi tidak mengarah ke tujuan.
  2. Tujuan tidak bisa diamati. Kata "memahami" tanpa penjelasan perilaku.
  3. Asesmen tidak sesuai. Tujuannya menulis, asesmennya pilihan ganda.
  4. Terlalu banyak kegiatan. Waktu tidak cukup, inti pelajaran terburu-buru.
  5. Tidak ada refleksi. Kesalahan yang sama terulang tahun berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat modul ajar dari nol?

Untuk guru pemula, satu topik bisa memakan beberapa jam. Setelah terbiasa, waktunya jauh lebih singkat, terutama bila menyimpan dan merevisi modul tahun sebelumnya.

Apakah cara membuat modul ajar harus selalu dari nol?

Tidak. Guru boleh memakai dan memodifikasi modul yang sudah ada. Namun memahami proses dari nol membantu guru memodifikasi modul orang lain dengan tepat.

Apakah satu modul untuk satu pertemuan?

Tidak harus. Satu modul bisa mencakup beberapa pertemuan untuk satu topik utuh, seperti contoh tiga pertemuan di atas.

Bolehkah memakai AI untuk membantu menyusun?

Boleh sebagai bantuan awal, misalnya untuk ide kegiatan atau contoh teks. Guru tetap wajib menelaah kesesuaian dengan CP, murid, dan konteks sekolah.

Apa yang paling penting dalam modul ajar?

Keselarasan antara tujuan, asesmen, dan kegiatan. Komponen lain mendukung, tetapi tanpa keselarasan ini modul tidak akan efektif.

ASIS: Modul yang Disusun Sekali, Diperbaiki Setiap Tahun

Akar masalah menyusun modul ajar adalah pekerjaan yang hilang setiap tahun. Dokumen tersimpan di laptop pribadi, refleksi ditulis di kertas, dan tahun berikutnya guru menyusun ulang dari awal.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul, jurnal mengajar untuk mencatat apa yang benar-benar terjadi di kelas, dan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru untuk menyiapkan asesmen. Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai bahan bacaan, dan Studio menyediakan 9 jenis aktivitas serta 57 lab interaktif untuk kegiatan inti. Akademi ASIS juga menyediakan kursus daring bagi guru yang ingin memperdalam penyusunan perangkat ajar.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id, lalu jelajahi pustaka.asis.id dan studio.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.