WAWASAN ASIS

Cara Membuat Kisi-Kisi Soal Asesmen Sumatif yang Benar

Cara membuat kisi-kisi soal asesmen sumatif Kurikulum Merdeka: komponen, langkah dari TP ke indikator, contoh tabel terisi, dan sebaran level kognitif.

Tim Wawasan ASIS 06 Agt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Cara membuat kisi-kisi soal yang benar dimulai dari tujuan pembelajaran (TP) yang akan diukur, lalu diturunkan menjadi indikator soal yang spesifik, ditentukan level kognitif dan bentuk soalnya, kemudian dihitung sebaran jumlah butirnya. Kisi-kisi adalah "denah" asesmen sumatif: tanpa denah, soal cenderung menumpuk di materi yang mudah dibuat dan mengabaikan materi penting. Panduan ini membahas komponen kisi-kisi, enam langkah penyusunan, contoh tabel terisi untuk SD dan SMP, serta kesalahan yang paling sering ditemukan saat telaah soal.

Apa fungsi kisi-kisi dalam asesmen sumatif

Kisi-kisi memastikan soal yang ditulis benar-benar mengukur capaian yang diajarkan. Fungsinya:

  • menjaga keterwakilan materi, sehingga tidak ada TP penting yang terlewat,
  • mengatur proporsi level kognitif, dari pemahaman sampai penalaran,
  • menjadi pedoman bila soal ditulis oleh beberapa guru dalam satu MGMP atau KKG,
  • memudahkan telaah soal dan penyusunan paket paralel,
  • menjadi dokumen pendukung saat supervisi atau akreditasi.

Kisi-kisi juga melindungi murid. Soal yang disusun dari kisi-kisi yang baik lebih adil karena mengukur hal yang memang dipelajari.

Komponen kisi-kisi soal

Format kisi-kisi bisa berbeda antarsekolah, tetapi komponen intinya sama.

Komponen Isi Catatan
Identitas Satuan pendidikan, mapel, fase/kelas, semester, bentuk asesmen Ditulis di kepala tabel
Capaian atau elemen Elemen CP yang diukur Ambil dari CP mapel
Tujuan pembelajaran TP yang sudah diajarkan Sesuai ATP sekolah
Materi Pokok materi singkat Dua sampai lima kata
Indikator soal Perilaku yang dapat diukur Satu indikator untuk satu butir
Level kognitif Pemahaman, penerapan, penalaran Bisa memakai pengelompokan lain yang disepakati
Bentuk soal Pilihan ganda, PG kompleks, menjodohkan, isian, uraian Sesuaikan dengan indikator
Nomor soal Nomor butir di naskah Memudahkan telaah

Langkah cara membuat kisi-kisi soal

Langkah 1: Tentukan cakupan asesmen

Tentukan apakah asesmen ini sumatif lingkup materi, akhir semester, atau akhir tahun. Daftar TP yang sudah benar-benar diajarkan, bukan yang direncanakan.

Langkah 2: Beri bobot setiap TP

Tidak semua TP sama luasnya. Bobot bisa didasarkan pada jumlah pertemuan, tingkat kepentingan, atau keluasan materi. Contoh: TP yang diajarkan enam pertemuan mendapat porsi soal lebih banyak daripada TP yang diajarkan dua pertemuan.

Langkah 3: Rumuskan indikator soal

Indikator yang baik memuat stimulus atau konteks, kata kerja operasional yang dapat diukur, dan materi. Pola yang sering dipakai: "Disajikan [stimulus], murid dapat [kata kerja] [materi]."

Contoh lemah: "Murid memahami pecahan." Contoh baik: "Disajikan gambar pizza yang dipotong menjadi delapan bagian, murid dapat menentukan pecahan bagian yang sudah dimakan."

Langkah 4: Tentukan level kognitif

Atur sebaran level agar asesmen mengukur lebih dari hafalan. Komposisi umum yang dipakai banyak sekolah sebagai titik awal:

Level Ciri soal Proporsi awal
Pemahaman Mengenali, menjelaskan, mengklasifikasi 30–40%
Penerapan Menggunakan konsep pada situasi baru 40–50%
Penalaran Menganalisis, menyimpulkan, mengevaluasi 15–25%

Proporsi ini bukan aturan baku. Sesuaikan dengan karakter mapel dan murid. Bahasan level lebih rinci ada di artikel level kognitif soal.

Langkah 5: Pilih bentuk soal yang sesuai indikator

Indikator "menjelaskan alasan" lebih cocok diukur dengan uraian singkat. Indikator "menentukan" bisa dengan pilihan ganda. Jangan memaksakan semua indikator ke pilihan ganda hanya karena mudah dikoreksi.

Langkah 6: Hitung jumlah dan nomor soal

Kalikan bobot TP dengan total butir. Misalnya total 30 soal dan TP 1 berbobot 30%, maka TP 1 mendapat 9 soal. Setelah itu, susun nomor soal secara acak level, jangan semua soal sulit di akhir.

Contoh kisi-kisi soal SD kelas 4 Matematika

Identitas: Matematika, Fase B, kelas 4, sumatif lingkup materi Pecahan, 10 soal.

No Tujuan pembelajaran Indikator soal Level Bentuk No soal
1 Mengenal pecahan sebagai bagian dari keseluruhan Disajikan gambar bangun yang diarsir, murid dapat menuliskan pecahannya Pemahaman PG 1, 2
2 Membandingkan pecahan Disajikan dua pecahan berpenyebut sama, murid dapat menentukan yang lebih besar Pemahaman PG 3
3 Membandingkan pecahan Disajikan cerita pembagian kue dua keluarga, murid dapat menentukan siapa yang mendapat bagian lebih banyak Penerapan PG 4, 5
4 Pecahan senilai Disajikan pecahan, murid dapat menentukan pecahan senilai Penerapan Isian 6, 7
5 Menyelesaikan masalah pecahan Disajikan cerita tali yang dipotong, murid dapat menghitung sisa tali Penerapan Uraian 8
6 Menyelesaikan masalah pecahan Disajikan klaim teman tentang pecahan, murid dapat menilai benar atau salah dan memberi alasan Penalaran Uraian 9, 10

Contoh kisi-kisi SMP kelas 8 IPA

Identitas: IPA, Fase D, sumatif lingkup materi Gerak dan Gaya, 5 dari 25 soal ditampilkan.

No Indikator soal Level Bentuk
1 Disajikan grafik jarak terhadap waktu, murid dapat menentukan jenis gerak benda Pemahaman PG
2 Disajikan data jarak dan waktu sepeda, murid dapat menghitung kelajuan rata-rata Penerapan PG
3 Disajikan gambar dua gaya pada balok, murid dapat menentukan resultan gaya Penerapan Isian
4 Disajikan situasi penumpang terdorong saat bus mengerem, murid dapat menjelaskan dengan hukum Newton Penalaran Uraian
5 Disajikan rancangan percobaan, murid dapat mengidentifikasi variabel bebas dan terikat Penalaran PG kompleks

Kesalahan yang sering ditemukan saat telaah

Indikator sama dengan TP. Indikator harus lebih spesifik dan menyebut stimulus.

Kata kerja tidak terukur. "Memahami", "mengetahui", dan "menghayati" sulit diukur dalam satu butir.

Semua soal level pemahaman. Murid hanya diuji hafalan.

Kisi-kisi dibuat setelah soal. Ini membalik fungsi kisi-kisi dan membuat sebaran materi tidak terkendali.

Tidak mencantumkan nomor soal. Penelaah sulit mencocokkan indikator dengan butir.

Daftar cek sebelum soal ditulis

  • Semua TP yang diajarkan tercakup.
  • Setiap indikator memuat stimulus, kata kerja terukur, dan materi.
  • Proporsi level kognitif sudah disepakati.
  • Bentuk soal sesuai dengan indikator.
  • Jumlah soal per TP sesuai bobot.
  • Kisi-kisi sudah ditelaah rekan sejawat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya kisi-kisi dan indikator soal?

Kisi-kisi adalah keseluruhan tabel perencanaan asesmen. Indikator soal adalah salah satu kolom di dalamnya yang menjelaskan perilaku yang diukur oleh satu butir.

Apakah asesmen formatif juga perlu kisi-kisi?

Tidak wajib serinci sumatif. Namun daftar TP dan indikator singkat tetap membantu guru memilih pertanyaan yang tepat.

Berapa jumlah soal yang ideal untuk sumatif lingkup materi?

Tergantung jumlah TP dan waktu. Pastikan setiap TP diukur oleh beberapa butir agar kesimpulan tentang capaian murid lebih dapat dipercaya.

Bolehkah memakai AI untuk menyusun kisi-kisi soal?

Boleh sebagai bantuan awal, tetapi guru wajib meninjau kesesuaian dengan TP, konteks kelas, dan ketepatan isi sebelum dipakai.

Bagaimana cara membuat kisi-kisi soal agar mudah dipakai ulang?

Simpan kisi-kisi beserta butir soal dalam bank soal yang diberi label TP dan level kognitif, sehingga semester depan guru cukup memilih dan memperbarui.

ASIS: Kisi-Kisi, Bank Soal, dan Lembar Jawaban dalam Satu Alur

Banyak guru menyusun kisi-kisi di satu berkas, menulis soal di berkas lain, lalu mengetik ulang semuanya saat mencetak naskah dan mengoreksi. Ketika semester berikutnya tiba, berkas lama sulit ditemukan dan pekerjaan dimulai dari nol lagi.

ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru sebelum dipakai, sehingga butir soal bisa disimpan dan dipakai ulang sesuai TP. Guru dapat mencetak lembar jawaban ber-QR untuk asesmen tertulis, lalu nilai mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka juga tersedia untuk menjaga keselarasan TP, kegiatan, dan asesmen.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.